KEMUNCA JIWA MAYRA

KEMUNCA JIWA MAYRA
kosong


__ADS_3

Tujuan Furqon selanjutnya setelah Giza adalah sebuah perpustakaan yang terkenal di Kairo. Mengisi otaknya agar ia bisa melupakan pikiran yang menganggunya saat ini.


* * * *


Ba'da maghrib para santri santriwati masih mengikuti kegiatan seperti biasanya. Sedangkan, untuk kegiatan pesantren setelah ba'da isya' akan dikosongkan dan diganti dengan acara wisuda kelas 3 aliyah, yang akan dilaksanakan pukul 19.30 WIB nanti.


Ba'da Isya'....


Mayra kini sedang membantu Meyna memakai baju wisuda atau toga. Para santriwati lain juga terlihat sedang memakai toga masing - masing, yang dibantu oleh para Ustadzah pengajar diponpes.


Para santri santriwati sengaja disuruh memakai baju warna putih yang dibalut baju toga.


Meyna terlihat anggun dengan baju toga yang ia pakai, apalagi topi wisuda yang telah terpasang di kepalanya menambah keanggunannya. Mayra tersenyum ke arah Meyna, di tatapnya Meyna pula.


Dulu aku bertemu dengan Meyna diusia 15 tahun, tapi sekarang ia akan menjajari usiaku. Waktu begitu cepat, tidak terasa Meyna sekarang sudah menginjak usia 18 tahun. Waktu yang begitu cepat, cepat pula mengambil Kakek untuk menghadap pada Sang Ilahi. Khusnul khotimah ya Kakek....


batin Mayra.


Meyna yang melihat Mayra, Kakak angkatnya berkaca - kaca menjadi terheran.


"Kak May, kenapa nangis?" tanyanya.


Mayra tersadar, ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menandakan bahwa ia tidak apa - apa.


"Ndak papa kok, Mey. Kakak senang saja sekarang kamu udah lulus. Ingat kelulusan kamu, Kakak jadi keingat sama Kakek, Mey." ucap Mayra yang tak kuasa menahan air mata.


Air mata Mayra lolos membasahi pipinya. Ia masih sangat berduka saat ini, walaupun jenazah telah kembali ke tanah. Bayang - bayang sang Kakek belum hilang dari benaknya. Masih saja ia mengingat momen - momen kebersamaan dirinya bersama Kakek.


"Mey, Kakak tinggal dulu ya. Senyum ya, ini hari bahagia kamu. Assalamualaikum" ucap Mayra seraya menghapus air matanya.


Meyna mengangguk, "Kakak tunggu didepan bersama tamu yang lain. Makasih Kak, kalau dulu aku nggak ketemu Kakak aku nggak bakal bisa mendapat ijazah tsanawiyah dan aliyah. Kakak dan keluarga sangat baik padaku, terima kasih banyak Kak."


Meyna terisak, ia pun memeluk Mayra dan menumpahkan tangis harunya disana. Mayra mengusap lembut panggung Meyna. Ia juga begitu sayang pada Meyna, walaupun mereka tidak ada hubungan darah sama sekali.


"Jangan nangis, Mey! Anggap saja ini hadiah dari Allah SWT untuk perjuanganmu mengamen dijalan selama ini. Berterima kasihlah pada Allah SWT." ucap Mayra seraya menghapus air mata Meyna.


Meyna mengangguk, ia menghapus air mata.


Ya Allah terima kasih atas semuanya, terima kasih atas nikmat yang Engkau limpahkan padaku selama ini. Balaslah kebaikan Kak Mayra dan keluarga dengan yang lebih. Semoga Kakek juga tenang disana, Aamiin....


batin Meyna.


Kini acara wisuda kelas 12 aliyah dimulai. Tamu - tamu sudah menduduki kursi yang telah disediakan. Sambutan demi sambutan dari pengurus ponpes hingga pemilik ponpes diberikan, rangkaian demi rangkaian acara juga di tampilkan.


Para santri santriwati yang wisuda juga turut tampil diatas panggung, terlihat rona kebahagiaan tampak diwajah mereka. Sebagai acara penghibur diakhir acara, ada penampilan hadroh dari para santri As Salam 2. Lantunan sholawat yang begitu merdu menggema diakhir acara malam ini.


Bisa dibilang acara malam ini begitu meriah, apalagi cuaca juga mendukung acara ini. Hingga pukul 22.30 barulah acara wisuda malam ini selesai. Sebagai wengkasan acara wisuda malam ini, ada sedikit wejangan dari salah satu Ustadz pengajar ponpes untuk santri santriwati yang telah lulus.


"Untuk para santri santriwati As Salam, semoga ilmu yang kalian tuntut selama ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah. Selalu gunakan diri kalian untuk berbaur dalam kegiatan - kegiatan yang positif dan bermanfaat." penutup wejangan.


"Saya akhir, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh."


"Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabbarakatuh" jawab para hadirin serempak.


Setelah acara selesai, Meyna, Mayra dan yang lain langsung pulang ke Jakarta. Barang - barang Meyna pun sudah diberesi dan ditaruh di bagasi mobil. Tentu ada momen haru antara santri santriwati bersama Ustadz Ustadzah pesantren As Salam.

__ADS_1


Sebelum para orang tua membawa putra putri mereka pulang, diadakan acara halal bihalal terlebih dahulu. Terakhir Meyna dan Tasya saling pamit, karena setelah ini mungkin mereka tidak akan bertemu lagi.


Malam yang cukup melelahkan, hufftt. Kabar Fara akan kembali ke tanah air sekitar satu hari lagi. Karena ada beberapa tugas kampus yang numpuk, menghambat Fara untuk pulang awal ke tanah air.


"Mayra!"


Mayra dan yang lainnya yang hendak masuk mobil langsung menoleh. Dilihat nya Kayla sedang berlari menghampiri.


"Assalamualaikum" salam Kayla sedikit ngos - ngosan.


"Waalaikumsalam"


"Kayla? Ada apa, kok sampai lari - larian?" ucap Mayra seraya mengusap panggung Kayla.


"Aku mau ketemu kamu, May. Daritadi aku nyariin kamu, ehh malah ketemunya pas kamu mau pulang." ucap Kayla.


Mayra tersenyum.


"Kabar kamu gimana, May?" tanya Kayla lagi.


"Alhamdulillah aku baik. Kamu baik juga, kan?"


Kayla mengangguk.


"Mayra, Om dan Tante tunggu didalam mobil ya?" ucap Om Candra.


Mayra mengangguk seraya tersenyum.


"Ayo Meyna, kita tunggu didalam mobil." ajak Tante Rika diangguki Meyna.


"Ya sudah, ayo!" balas Mayra.


Kini Kayla dan Mayra sudah duduk dikursi dekat pos satpam ponpes. Sepertinya ada hal penting dari Kayla, hingga ia mengajak Mayra berbicara ditempat lain.


"Ada apa, La? Kamu mau bicara sesuatu padaku?" tanya Mayra lembut dan pelan.


Karena disana masih banyak orang yang lalu lalang ataupun sedang menunggu.


Kayla terlihat ragu untuk membuka suara. Ia terdiam kemudian menarik nafas perlahan, ia mengambil sesuatu dari saku gamisnya. Sebuah surat, Mayra yang melihat itu tampak terheran.


"May, aku hanya ingin menitipkan surat ini padamu. Tolong sampaikan lah surat ini untuk dia yang ada di Kairo." ucap Kayla hati - hati.


Mayra mengernyit, "Maksudnya apa, La? Surat ini bukan untukku lalu untuk??"


"Untuk Akhi Furqon!" jawab Kayla cepat.


DEG!


DEG!!


DEG!!!


Mayra terkejut, ia langsung menunduk untuk menutupi keterkejutannya. Ucapan Kayla barusan masih terngiang jelas di telinganya.


Untuk Akhi Furqon..

__ADS_1


Untuk Akhi Furqon..


Untuk Akhi Furqon..


Untuk Akhi Furqon..


Mayra diam tidak bergeming, ia tidak menyangka jika cinta segitiga terjadi diantara dirinya dan sahabatnya, Kayla. Mereka sama - sama mengagumi lelaki yang sama. Hanya saja jarak mereka yang memisahkan, Mayra bisa dibilang hampir setiap waktu bertemu Furqon, tapi Kayla ia mengagumi Furqon dari jauh.


Melihat Mayra diam, membuat Kayla heran. Kayla menepuk bahu Mayra, tapi tak ada respon. Kedua kalinya ditepuk, sama saja.


"Mayra??" Kayla menepuk Mayra ketiga kalinya.


"I-iya, La?? ada apa?" Mayra menoleh terkejut, ia terbata.


"Kamu kenapa? Oya, gimana sama suratku, May? apa kamu mau membantu memberikannya pada Akhi Furqon?" ucap Kayla antusias.


Mayra diam, ia tidak tahu mau menjawab apa. Bukan karena ia cemburu dan tidak mau membantu, tapi ia juga tidak berani menemui Furqon apalagi memberi surat.


"La, apa tidak sebaiknya kamu memberikan surat itu pada Akhi Furqon langsung? Dia akan segera kembali ke Indonesia. Mungkin satu minggu lagi lamanya kamu menunggu." ucap Mayra lembut.


"Benarkah??" Kayla berbinar senang.


"Iya, sekarang aku permisi dulu ya."


"Eh tunggu, May! Kamu kapan kembali ke Kairo?" tanya Kayla.


"Sehari lagi, La. Aku hanya dua hari disini." jawab Mayra.


"Kok sebentar banget, May? Kalau gitu aku titip surat sama kamu aja ya??"


Mayra tampak mempertimbangkan permintaan Kayla. Jika menolak, ia takut Kayla kecewa. Tapi jika diterima, ia.......hmmm entahlah Mayra bimbang.


"Ya sudah, Insya Allah aku akan sampaikan segera. Tapi, lain kali kamu tidak perlu memberinya surat, cukup sebut namanya dalam do'amu." ucap Mayra.


Seketika Kayla tersenyum lebar, ia sangat berterima kasih pada Mayra.


"Syukron ya, May."


"Afwan, La. Aku pamit dulu ya?"


Kayla mengangguk sambil menyerahkan surat darinya untuk Furqon. Lelaki yang ia kagumi selama ini.


"Assalamualaikum" ucap Mayra sambil menerima surat Kayla.


"Waalaikumsalam"


.


.


.


Jangan lupa Like Comment dibawah ya Kakak readers!!!


🙌🙌🙌

__ADS_1


__ADS_2