
"Gue antar lo pulang."
Mayra yang baru ingin memakai sepatunya pun mendongak kaget. Kenapa masih ada Reynar?
Mayra buru-buru menunduk tanpa menajawab lebih dulu. Ia memakai sepatunya, dan berdiri.
"Gue beneran mau antar lo, serius!"
Dengan posisi menunduk Mayra menjawab; "Nggak perlu, saya bisa pakai—"
"Lo itu cewek!" pangkas Reynar sarkastik. Ia tidak ingin memberi Mayra kesempatan menolak. "Gue ngelakuin ini karena lo tadi udah kasih saran gue. Dan, karena lo juga saudaranya Fara."
Reynar menghela napas. "Lo mau tanggung jawab kalau gue diamuk Fara karena lo kenapa-napa!!?" lanjutnya.
"Ucapan itu do'a," timpal Mayra. Berhasil membuat Reynar gelagapan.
"Gue ... gu-e ..."
"Permisi!"
Mayra melangkah. Yang pasti ia tidak ingin merepotkan orang lain, apalagi orang baru dikenalnya. Mayra polos, tapi ia tidak mudah menerima yang orang asing kasih atau tawari.
"Lo nggak percaya kalau gue bakal nganter lo?" tebak Reynar. Sepertinya ia peka sekali. "Nama lo siapa?"
Mendadak Mayra berhenti. Ia malah menggeleng. Alhasil Reynar mengerutkan dahinya.
"Makasih tawarannya. Assalamulaikum."
__ADS_1
Mayra berjalan menjauhi Reynar. Ditempat, Reynar menghela napas. Diam-diam ia mengikuti Mayra. Berlebihan? Oh, tidak. Di waktu usai maghrib begini seharusnya perempuan tidak berjalan sendirian untuk jarak yang jauh. Reynar melakukannya karena ia tahu masjid ini dan perumahan tempat Mayra tinggal jaraknya cukup jauh.
Saat sebuah angkutan umum lewat Mayra langsung menghentikannya. Masih ada satu orang di dalam angkutan magrib begini, dua dengan sopir. Tiga ditambah Mayra. Dan ... empat dengan Reynar yang baru masuk.
"Ka-kamu kenapa ngikutin saya?"
"Gue 'kan udah bilang, kalau gue mau nganter lo. Tapi ... lo malah nyelonong pergi gitu aja!" kata Reynar. "Nggak baik tau nggak di luar sendiri magrib begini! Katanya anak pesantren tapi ... gini aja nggak tau!"
Mayra semakin menunduk. Satu yang ia pertanyakan, Bagaimana bisa Reynar tahu tentangnya?
"Fara yang cerita ke gue."
Oh, terjawab sudah pertanyaan Mayra. Ia mendongak, menatap ke depan. Dan mati-matian agar jangan sampai matanya menatap ke Reynar yang berada di kursi sebrangnya.
*******
"Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh."
"Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabbarakatuh."
"Sobakhul khoir (selamat pagi)." Usai salam ustadzah memberikan sapaan selamat pagi dalam bahasa Arab.
"Sobakhunnur ya Ustadzah (selamat pagi juga Ustadzah)."
Meskipun di depan sudah ada ustadzah yang siap memberikan materi, Kayla bisa-bisanya mengusili Safa hingga ia ditimpali tatapan silet andalan Safa.
"Kamu pikir aku takut apa!!?" ejek Kayla lirih. Ia tersenyum miring.
__ADS_1
Plak!
"ADUUH!!" pekik Kayla tertahan. Ia mengusap tangan kanannya yang ditabok Safa. "Hih! Sadis amat sama sahabat sendiri!"
"Kayla! Safa!"
Deg! Mereka berdua langsung menoleh ke depan. Selain cengengesan tidak jelas saat menatap ustadzah, mereka pun meminta maaf. Sungguh, ini kejadian yang memalukan. Ditegur di saat materi dipaparkan. Astagfiirullah.
"Tolong perhatikan materi yang ustadzah sampaikan, ya!"
Kayla dan Safa mengangguk serempak.
"Gara-gara kamu tuh, Kay! Jahil bisanya," cibir Safa sewot.
Kayla memutar bola matanya jengah. "Salah siapa juga ladenin aku!!?" Ia tidak mau disalahakan. Dan Safa hanya menghela napasnya panjaaang. Huh!
Para ulama berbeda-beda dalam merumuskan definisi Al-Qur'an.
A) Syekh Muhammad Khuderi Beik berpendapat bahwa; "Al-Qur'an adalah firman Allah yang berbahasa Arab, yang diturunkan kepada Rasulullah SAW untuk dipahami isinya, disampaikan pada kita secara muttawatir (berangsur-angsur), ditulis dalam mushaf diawali surah Al-Fatihah dan diakhiri surah An-Naas."
B) Menurut Manna' Al-Qathan; Al-Qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan pada Rasulullah dan orang yang membacanya bernilai ibadah."
C) Al-Jurjani berpendapat bahwa; Al-Qur'an yang diturunkan pada Rasulullah SAW dan ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara muttawatir tanpa keraguan."
Al-Qur'an berisi pokok-pokok perkara bagi kehidupan manusia. Menurut Rasyid Ridha, pokok-pokok Al-Qur'an adalah akidah dan tauhid, al-wa'du dan al-wa'id (janji dan ancaman), ibadah, jalan dan menggapai kebenaran serta tarikh atau kisah umat terdahulu.
Al-Qur'an Allah turunkan pada Rasulullah SAW melalui perantara malaikat Jibril secara muttawatir(berangsur-angsur). Pada tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 Masehi. Peristiwa ini disebut 'Nuzulul Qur'an'. Awal turunnya Al-Qur'an bukanlah berupa kitab seperti saat ini, melainkan sebuah firman Allah. Yang kemudian oleh para sahabat ditulis di pelepah kurma, kain dan batu.
__ADS_1
Wahyu pertama yang Rasulullah SAW terima dari malaikat Jibril adalah surah Al-Alaq ayat 1–5 bertempat di Gua Hira.
"Sekian, Wassalamualaikum."