
BAB DIHAPUS KARENA PEREVISIAN CERITA
.
.
.
.
.
Kini akhirnya Mayra tiba juga ditoko buku. Ia pun berniat membeli beberapa buku agama dan buku ilmu pengetahuan umum.
Dan setelah menemukan buku ia yang ia cari, Mayra pun pergi membayarnya.
Setelah dari toko buku karena, Mayra merasa sedikit haus akhirnya ia pergi ke minimarket, yang ada tak jauh dari lokasi toko buku tersebut. Namun, saat ia berjalan rasanya seperti ada yang mengikutinya.
Ya Allah kenapa aku merasa seperti ada yang mengikutiku, lindungilah hamba Ya Allah..
Hindarkan aku dari segala bentuk kejahatan yang mengintai, Aamiin.
SREETT!
Tiba - tiba saja seorang pria menjambret tas Mayra. Mayra pun langsung berteriak minta tolong.
"Tolong! tolong! jambret!" teriak Mayra.
Ia pun berusaha mengejar jambret yang berlari, dengan tetap berteriak minta tolong. Hingga pada akhirnya, Mayra dan jambret tersebut berada di sebuah gang yang sepi. Jambret tersebut menghadap Mayra dan menatapnya. Hal tersebut membuat Mayra berjalan mundur.
"Tolong, kembalikan tas saya!" pinta Mayra halus.
"Mau tasnya?! Ikut saya dulu!" balas jambret tersebut.
"Tolong, kembalikan! Saya hanya minta tas saya." ucap Mayra kembali.
Jambret tersebut justru tambah berjalan mendekat kearah Mayra, dengan keadaan panik kalang kabut Mayra berjalan mundur dan mundur. Tiba - tiba jambret tersebut menarik tangan Mayra, membuat Mayra meronta.
"Lepaskan saya! Tolong lepaskan saya!" ucap Mayra memohon.
"Lepaskan?! Tidak semudah itu, Nona!" balas jambret tersebut.
Akhirnya Mayra menitikkan air matanya, ia masih meronta melepaskan tangan jambret tersebut.
"Tolong! tolong! tolong lepaskan!" Mayra mencoba berteriak lebih keras.
Jambret yang sebagian wajahnya ditutup dengan sapu tangan, tersenyum sinis menanggapi.
Justru ia malah mengeratkan genggaman tangannya dilengan Mayra.
"Tolong! tolong, lepaskan saya! Apa mau Anda?" ucap Mayra sedikit membentak.
__ADS_1
"Teriaklah sepuasnya, Nona. Disini tidak akan ada yang dengar. Daripada Nona buang - buang tenaga untuk berteriak, lebih baik ikut saya saja." ucap jambret tersebut.
"Tolong! tolong!" Mayra tak menghiraukan ucapan jambret tersebut.
Kini tubuhnya terhentak ke dinding, ia tidak bisa berjalan mundur lagi karena sudah mentok ke dinding tersebut. Jambret tersebut masih mendekat kearah Mayra, seketika Mayra menjadi panas dingin dan ketakutan.
Ya Allah selamatkan lah hamba, tolong hamba Ya Allah. Hamba akan sangat berterima kasih pada orang yang menolong hamba. Kali ini hamba berharap ada orang yang datang dan menolong hamba.
batin Mayra.
Mayra memejamkan matanya pasrah, ia menitikkan air matanya kembali bahkan jauh lebih deras.
Jambret tersebut telah menggapai ujung jilbab Mayra.
"Mau apa Anda?! Lepaskan saya! Perbuatan Anda ini sangat hina dan dosa!" Maura memberanikan diri untuk berbicara meninggi.
"Diamlah, Nona! Atau saya akan berlaku kasar padamu." sentak jambret tersebut.
Jambret tersebut sudah menarik paksa jilbab Mayra, dan Mayra ia berusaha mempertahankan jilbab nya. Tiba-tiba Jambret tersebut menghimpit tubuh Mayra diantara dinding dan satu lengannya.
Mayra telah menutup matanya sambil terus berdo'a dalam hati.
Walau rasanya ia pasrah namun, ia berharap akan ada seseorang yang akan menolong nya.
Jambret tersebut berusaha membuka jilbab Mayra, dan sedikit lagi jilbab Mayra akan terlepas.
Mayra semakin memejamkan matanya dan mempererat genggaman nya pada jilbabnya.
Jambret tersebut mendekatkan wajahnya ke Mayra, membuat Mayra meringkuh ketakutan.
Mayra semakin memejamkan matanya dan menitikkan air mata.
Namun, BRUKKH!
Satu pukulan balok dikepala Jambret tersebut berhasil. Orang tersebut bagaikan malaikat yang telah menolong Mayra kali ini.
Orang tersebut memegangi Jambret tersebut agar tidak terjatuh mengenai Mayra.
Mendengar suara BRUKH membuat Mayra membuka matanya. Ia terkejut Jambret tersebut telah pingsan sambil berdiri. Kemudian tatapan nya beralih pada laki - laki yang memegangi jambret tersebut.
"Sekarang pulanglah! Anda pasti belum aman jika masih disini." ucap lelaki tersebut tanpa memandang Mayra.
"Terima kasih! terima kasih telah menolong saya. Saya akan segera pergi, Assalamualaikum." balas Mayra kemudian pergi.
"Waalaikumsalam"
Mayra segera mencari taxi untuk mengantarnya pulang. Beruntung ada taxi yang lewat saat Mayra baru keluar dari gang tersebut.
Kini Mayra sudah perjalanan pulang ke rumah, ia tak henti - hentinya bersyukur relah selamat dari perbuatan hina tadi.
Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih Engkau telah menolong hamba hari ini lewat lelaki tadi.
__ADS_1
Terima kasih ya Rabb..
batin Mayra.
* * * *
Senin pagi harinya..
Kini Mayra diantar keluarganya ke bandara, ia akan terbang ke Kairo pagi ini. Rasa haru menyelimuti perpisahan Mayra dan keluarganya hari ini.
"Kakek, Mayra pamit ke Kairo ya?
Terima kasih Kakek telah memberi ijin dan restu untuk Mayra pergi ke Kairo. Do'akan Mayra selalu ya Kek?! Mayra mohon maaf jika selama ini, Mayra banyak salah sama Kakek." ucap Mayra sendu membuat Kakeknya berkaca - kaca.
Kakek pun mengusap lembut kepala Mayra. Semua yang hadir menjadi terharu dan tak kuasa menahan air matanya.
"Berjanjilah, Mayra! Kamu akan pulang dengan selamat ke tanah air. Menuntut ilmulah dengan benar disana, kalau terjadi sesuatu jangan lupa kabari keluarga disini.
Jaga dirimu baik - baik disana! Kakek dan yang lain pasti merindukan mu." ucap Kakek berkaca - kaca.
Mayra mengangguk, kemudian ia memeluk Kakek nya.
"Om, Tante, Mayra pamit ya? Do'akan Mayra selalu ya?! Semoga nanti Mayra bisa membawa ilmu yang berkah dan bermanfaat untuk orang - orang, juga negeri ini." ucap Mayra sendu nan berkaca - kaca.
Om Candra dan Tante Rika mengangguk, kemudian Tante Rika memeluk Mayra dengan air matanya.
"Tante akan sangat merindukan mu, Mayra. Jaga dirimu baik - baik! Jangan kecewakan kami, terutama Kakek." ucap Tante Rika lalu mengecup kepala Mayra.
Mayra mengangguk.
"Mey, jaga Kake, Om, dan Tante ya. Tuntutlah ilmu dengan benar dan rajinlah belajar. Jika kamu nanti ke pesantren, sampaikan salam Kakak untuk Kak Kayla dan Kak Safa ya. Belajar dengan tekun, semoga kelak kamu bisa membanggakan kedua orang tuamu di akhirat." ucap Mayra sambil memeluk Meyna.
"Iya, Kak. Aku pasti sangat merindukan Kakak nanti, cepatlah pulang Kak setelah 5 tahun disana." balas Meyna.
"Pasti, Mey!"
Kecupan dan pelukan hangat mengakhiri perpisahan antara Mayra dan keluarganya.
Kini Mayra pun pergi ke pesawatnya. Tatapan haru diberikan seluruh anggota keluarganya pada Mayra. Mereka tak kuasa melihat Mayra yang semakin menjauh.
"Sampai jumpa, Mayra! Ma'a salamati, semoga keselamatan selalu menyertaimu."
.
.
.
Auto haru!!!
Jangan lupa Like Comment dibawah ya Kakak readers!! 👍👍
__ADS_1