
Bi Ina yang juga mendengar dan melihat sendiri berita yang sedang di tayangkan pun langsung mengucap istirja' ( Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un ) sambil menutup mulutnya. Sama halnya Fara dan Meyna, Bi Ina tersentak kaget dan serasa mimpi.
DEG!! DEG!! DEG!!
Jantung mereka berdetak lebih kencang. Mata yang semula berbinar ceria kini berubah seketika menjadi berkaca-kaca. Bayangan Mayra menari-nari dalam benak mereka. Beberapa jam lalu baru saja Fara melihat Mayra dalam pesawat, kini malah pesawat yang ia tumpangi mengalami kecelakaan.
"Mayra……… Ini nggak mungkin! Aku lihat Mayra beberapa jam lalu baik-baik saja, tapi……tapi sekarang ada kabar kecelakaan pesawat nya," gumam Fara tidak percaya.
Air mata Fara lolos membasahi pipinya. Bi Ina pun ikut menangis di sana, mereka semua menangis dan masih tidak percaya rasanya.
"Non Fara, Non Meyna, sabar ya!! Ini sudah takdir dari Yang Maha Kuasa. Tapi jika ada keajaiban, pasti Non Mayra akan selamat. Seluruh penumpang pesawat pasti tidak akan apa-apa," Bi Ina mencoba menenangkan.
"Iya, Bi. Semoga saja ya, padahal kita begitu berharap bisa bertemu Kak Mayra disini. Hiks…hiks," Meyna menitikkan air matanya.
Kabar pesawat dari Kairo menuju Indonesia jatuh di laut A pun telah menyebar kemana-mana. Semua orang bahkan seluruh Indonesia telah mengetahui kabar duka ini. Tentunya turut prihatin saat mendengar kabar ini, apalagi jika ada anggota keluarganya yang termasuk korban kecelakaan pesawat dari Kairo.
Om Candra yang baru selesai meeting pun terkejut saat melihat siaran berita televisi hari ini. Benaknya langsung teringat akan Mayra, keponakannya yang pulang hari ini dari Kairo. Dengan langkah cepat ia meninggalkan kantor untuk pulang ke rumah. Tante Rika bahkan sempat pingsan di resto miliknya saat mendengar berita tersebut.
Akhirnya setelah sadar, Tante Rika pun pulang. Dengan jasa taxi online Tante Rika pulang menuju rumahnya. Matanya sedaritadi tidak henti menitikkan air mata. Entah berapa tissue yang ia gunakan untuk menghapus air matanya.
"Mayra, Tante sangat berharap kamu selamat dari kecelakaan pesawat ini. Tapi peluang untuk kamu selamat begitu kecil. Ya Allah lindungilah Mayra, semoga dia selalu ada dalam lindungan-Mu. Aamiin...." batin Tante Rika.
__ADS_1
Di lain sisi hampir seluruh pesantren As Salam tahu akan kabar kecelakaan pesawat tersebut. Mereka begitu prihatin untuk para korban kecelakaan pesawat hari ini. Detak jantung Furqon semakin cepat saat Alif mengatakan jika Mayra ada di dalam pesawat kecelakaan tersebut.
Walaupun belum diberitahu nama-nama korban nya, Alif sudah mengetahui jika Mayra akan pulang dari Kairo hari ini. Mendengar kabar yang tidak di inginkan membuat para keluarga korban berharap yang terbaik untuk anggota keluarganya yang ada dalam kecelakaan pesawat tersebut.
Kayla, Safa, dan Jihan yang mendengar kabar kecelakaan pesawat tersebut ikut prihatin. Mereka belum mengetahui, jika Mayra adalah salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut.
" Innalillahi wa innailaihi roji'un...semoga keluarga korban kecelakaan pesawat itu diberi ketabahan ya. Semoga para jasad korban yang meninggal bisa di temukan," ucap Safa sedih.
Kayla dan Jihan mengangguk seraya mengaminkan, "Aamiiin ya robbal'alamin."
* * * *
Keesokan paginya stasiun berita televisi kembali menunculkan kecelakaan pesawat dari Kairo yang jatuh kemarin. Tim Basarnas telah mengevakuasi para korban dan mencari tahu penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Dan ada beberapa jasad korban yang telah di otopsi untuk mencari identitasnya.
Beberapa keluarga korban berbondong-bondong pergi ke rumah sakit tempat pengotopsian para korban. Beruntung nya rumah sakit tersebut ada di daerah Ibukota, yaitu di rumah sakit terbesar di Jakarta Pusat. Om Candra dan yang lain pun sedang perjalanan ke rumah sakit tersebut. Mereka ingin mencari tahu, apakah jasad atas nama Mayra telah ditemukan atau belum.
Bi Ina dan satpam rumah turut mendo'akan untuk kebaikan Mayra. Mereka berharap Mayra di temukan hari ini. Sebagian tim Basarnas masih mencari korban-korban kecelakaan yang belum di temukan. Tanpa kenal lelah mereka para tim Basarnas mendayungi lautan yang menjadi tempat kejadian kecelakaan.
Selain korban kecelakaan, tim Basarnas juga menemukan baling-baling pesawat, sebagian sayap pesawat, dan potongan awak pesawat. Pihak-pihak media menyoroti dan meliput ke tempat kejadian untuk diberitakan di stasiun berita mereka.
Di lain sisi setelah hampir 2,5 jam perjalanan Om Candra sekeluarga tiba di rumah sakit tempat pengotopsian korban-korban kecelakaan pesawat kemarin. Air mata dan langkah yang tergesa menyelimuti mereka, terutama Tante Rika yang menjadi wali Mayra. Tante Rika sempat setengah pingsan di perjalanan menuju rumah sakit.
__ADS_1
"Alhamdulillah" ucap Om Candra sekeluarga lega mendengar info dari dokter.
"Dok, apa dari sekian banyaknya korban yang di temukan hari ini, adakan korban atas nama Mayra? Dia keponakan saya," ucap Om Candra dengan harap-harap.
"Tunggu sebentar ya, Pak. Bapak bisa langsung tanyakan pada suster, sebentar saya panggilkan suster yang ada didalam," jawab Dokter.
Om Candra mengangguk.
Tante Rika, Fara, dan Meyna begitu berharap Mayra di temukan walau hanya jasad nya. Tak lama dokter keluar dengan seorang suster. Pandangan mereka langsung tertuju pada dokter dan suster. Suster memberi tahu tentang korban yang sedang dicari Om Candra sekeluarga. Ada rasa kecewa saat mendengar pernyataan dari suster tersebut.
Suster mengatakan jika korban atas nama Mayra tidak ada diantara para jasad yang telah di temukan hari ini. Dengan kata maaf suster kembali masuk ruangan. Om Candra sekeluarga begitu berat meninggalkan ruangan tersebut. Mereka duduk disalah satu kursi tunggu.
"Ma, kita kembali atau disini dulu? Jujur Papa tidak ingin kembali ke rumah, jika jasad Mayra belum di temukan," ucap Om Candra sedih.
"Pa, Mama juga tidak mau pulang sebelum bertemu dengan jasad Mayra. Mama harap jasad Mayra segera di temukan," balas Tante Rika.
"Aamiin"
Tidak terasa waktu dhuhur telah tiba, belum ada korban yang dibawa lagi ke rumah sakit. Selama menunggu disana, Om Candra sekeluarga juga menyaksikan proses evakuasi yang di tayangkan setengah jam sekali di televisi. Media berita masih terus memberi informasi tentang kegiatan di tempat kejadian kecelakaan.
"Ayo kita sholat dhuhur dulu! Berdo'a pada Allah untuk kebaikan Mayra," ucap Om Candra.
__ADS_1
"Iya, Pa."