
Libur panjang telah menyapa. Usai mengalami kebakaran otak saat ujian berlangsung, akhirnya hari yang begitu dinanti para siswa tiba. Kemarin sore, Fara berangkat dari Indo ke Singapura. Sesuai janji dan memang permintaan sang mama, jika liburan Fara akan ke Singapura. Dan kemarin Fara menyanggupinya.
Kali ini, di sore yang begitu cerah. Mayra beserta kakek dan neneknya mengobrol santai di ruang tamu. Ditemani sepiring puding dan dua cangkir teh tawar kesukaan kakek dan nenek.
Obrolan yang tidak terlalu penting memang, tapi sangat berarti bagi Mayra. Sudah lama mereka disibukkan dengan kegiatan masing-masing di luar rumah.
Kakek mengurus toko furniture-nya yang sudah memiliki satu cabang. Dan, nenek pun sangat senang pergi ke toko roti yang baru didirikan sekitar enam bulan lalu. Mayra dan Fara disibukkan dengan sekolah mereka yang full day's school.
"Kamu gimana sama pesantren, Mayra? Rindu teman-temanmu tidak?" tanya kakek sebelum menyentuhkan bibirnya di cangkir.
"Rindu pasti, Kek."
"Ah, iya. Kakekmu memang ada-ada saja, Mayra. Tidak perlu ditanya harusnya mengerti," komentar Nenek.
Kakek menaruh kembali cangkir tehnya ke atas meja rendah di hadapannya. Ia terdiam karena ingat sesuatu.
"Bukankah ini mendekati acara haul Kyai Musrofi, Mayra?" kata Kakek.
"Iya Kek, biasanya pesantren mengadakan pengajian untuk memperingati haul Abahnya Kyai."
"Bagaimana kalau kita hadiri? Sekalian temu kangen sama teman pondokmu, Mayra," usul ide Nenek.
Mayra tersenyum. "Terserah Kakek sama Nenek saja. Mayra ngikut," katanya.
Mayra mengingat bagaimana kenangannya di pesantren As-Salam. Ribuan kenangan tercipta begitu saja selama di sana. Apa kabar kamu Kayla, Safa?
__ADS_1
"Non Mayra ...." sapa ART membuat Mayra menoleh. "... ada yang mencari Non di luar," lanjutnya.
Mayra mengangguk dan mengucap terima kasih. Ia bertanya siapakah yang datang sore begini?
"Temui gih, Mayra," titah Kakek langsung dituruti Mayra.
******
"Kak Zikra kenapa ngajak aku jalan?"
Saat ini dua manusia itu tengah berada di mobil ayla putih milik Zikra dengan kaca dibuka. Mayra bukan senang tapi gelisah dan was-was. Ia takut berdua di mobil dengan lawan jenis akan menimbulkan fitnah. Meskipun Zikra mengajak berkeliling perumahan Mayra, tetap tidak membuat Mayra tenang.
Zikra tersenyum, masih fokus ke depan. Ia sengaja melambatkan laju mobilnya, supaya waktunya berbicara tidak lekas pergi.
"Aku cuma mau ngobrol sama kamu, May. Kamu nggak suka, ya?" balas Zikra. Ia sempat melirik sekilas gadis berjilbab segiempat instan warna army di sampingnya.
"Maaf Kak, aku bukannya bermaksud melukai hati Kak Zikra. Tapi ...." Mayra menjedanya dengan sengaja.
"Tapi karena takut menimbulkan fitnah, 'kan?" tebak Zikra cepat. Dan benar, Mayra mengangguk.
"May, aku mau bicara sesuatu sama kamu." Tiba-tiba raut Zikra berubah serius, tidak sesantai tadi, meski senyumnya tidak luntur.
Diamnya Mayra mengartikan 'iya' saat ini.
"Saat lulus S1 nanti, aku ingin menghalalkanmu, Mayra. Bisakah kamu menungguku, dan aku pun akan sebaliknya."
__ADS_1
Deg!!
"Aku tau kamu nggak mungkin mau berpacaran. Akupun tidak mau menjalani hubungan haram bersama orang yang aku kagumi selama ini," kata Zikra lagi.
Degub jantung Mayra abnormal. Sangat terkejut dan shock dengan kalimat Zikra barusan. Meski tidak salah malah baik, namun Mayra bimbang. Bukan karena ada nama di hatinya—karena sampai detik ini hati Mayra belum berpemilik—tapi, Mayra belum mempunyai pemikiran ke sana.
Dan, untuk keberanian Zikra mengatakan niat seriusnya Mayra memberi nilai plus. Sangat sulit menemukan lelaki seperti Zikra di jaman seperti ini. Mereka terlalu nafsu hingga akhirnya melanggar aturan agama tentang pacaran.
Tidak sedikit anak muda sekarang menjalin ikatan pacaran. Mau berjilbab, bersarung, tidak ada kata tidak mungkin bagi mereka untuk tidak berpacaran.
Naudzubillah min dzalik....
"Maaf Kak, aku nggak bisa kasih jawaban iya atau tidaknya ke Kakak." Mayra meremas jemarinya kuat. Tangannya sudah berkeringat dingin.
"Jadi kamu nolak?"
.
.
.
Lolos Revisi 1 Juli 2021😇
Welcome Juli🥳
__ADS_1
Selamat ultah buat yang ultah. Selamat nangis juga buat yang lagi patah hati bulan ini😪🤣
#authorjahaaddd