
Fajar telah menyingsing. Para santri-santriwati memenuhi halaman pesantren, mereka menuju ke madrasah untuk melaksanakan ujian hari kedua.
Di kelas khusus santriwati, ada beberapa yang duduk di bangkunya dan membuka buku. Ada juga yang memilih pergi ke perpustakaan. Segala macam kegiatan santri-santriwati lakukan. Tetapi, kebanyakan di kelas. Ntah hanya sekadar mengobrol atau belajar sebelum ujian berlangsung.
"Wih, rajin banget pagi-pagi!"
Kayla menoleh ke Safa. Menyunggingkan senyum bangganya. Dan, Mayra ia pun tersenyum. Hatinya senang melihat Kayla yang seperti ini. Menunggu bel dengan membaca buku. Tidak seperti biasanya yang ngoceh.
"Tapi rajinnya jangan cuma pas ujian aja, Kay!" kata Safa mengimbuhi. "Sama aja kalau gitu, nggak rajin!"
Kayla menatap sewot ke Safa. Baru saja tadi ia memuji, sekarang justru mencibir. Nggak bisa apa bikin hati orang senang sebentar? Baru juga adem, sekarang ngajak berantem.
"Safa ... harusnya kamu jangan bicara gitu. Hargai Kayla yang mau berubah," ujar Mayra. Ia mencegah perdebatan di antara keduanya.
"DENGERIN TUH!!" semprot Kayla lantang. Ia tersenyum menatap Mayra. Senyum menandakan terima kasih.
"Iya deh, iya. Tapi 'kan May, emang kamu percaya Kayla bakal berubah rajin? Aku kok ragu, ya," kata Safa. Melirik sekilas ke Kayla.
Mayra tersenyum hangat. "InsyaAllah. Sebagai sahabat, kita harus saling mendo'akan yang baik-baik untuk sesama. Saling mendukung, kalau ada sahabat kita yang mau berubah ke jalan yang lebih baik."
__ADS_1
"NAH, BENER ITU! DENGERIN YA, SAF!!" Lagi-lagi Kayla menyemprot Safa dengan suara cempreng nan lantangnya. Akhirnya, hanya dengusan Safa yang ada. Memungkasi adu mulut antara mereka.
******
"Assalamualaikum warrahmatullah. Assalamualaikum warrahmatullah."
Dua lembar sajadah tergelar menghadap arah kiblat. Empu yang menempati sajadahnya baru saja selesai mengucap salam, memungkasi salat dhuha hari ini.
Salat dhuha, salat dua rakaat yang dilaksanakan saat terbitnya fajar hingga sebelum waktu salat dzuhur. Termasuk salat sunnah muakad, artinya salat sunah yang sangat dianjurkan.
Salat dhuha sendiri memiliki banyak keutamaan. Salat dhuha merupakan sedekah, ini salah satu keutamaannya.
Keutamaan lain salat dhuha, yaitu; Diampuni semua dosa meski sebanyak buih di lautan, Dibangunkan istana di Surga, Melaksanakan salat dhuha dapat mencukupi kebutuhan hidup.
Masih di posisi sama, dua insan yang tengah menghadap Sang Rabby. Kini menengadahkan dua tangannya. Menatap langit-langit kamar. Mencurahkan apapun pada Rabby dalam hati.
Tenang, sesuatu yang tak asing lagi untuk dirasakan setiap usai melaksanakan salat. Yang merupakan bentuk tunduk makhluk pada Sang Penciptanya. Saat kita bersujud saat itulah posisi terdekat kita dengan Allah.
Membawa telapak tangan mengusap wajah pertanda do'a telah usai. Kakek berdiri, dan melipat sajadahnya. Sedangkan, nenek ia justru terdiam dengan pandangan ke tempat sujud.
__ADS_1
"Pa, gimana keadaan Mayra dan Fara sekarang?"
Nenek memikirkan dua cucunya yang hidup terpisah darinya. Mayra di pesantren, dan Fara beserta orangtuanya hidup di negara tetangga. Meski negara yang ditinggali Fara masih sama-sama di Asia Tenggara, tapi nenek selalu berpikir; Apakah mereka baik-baik saja di sana?
Selalu begitu, dan akan selalu berpikir seperti itu.
Diusia senjanya, nenek menginginkan putra, menantu, dan cucunya ada di dekatnya. Ada di satu atap bersamanya. Meramaikan rumah yang hanya ditinggali berempat termasuk dua pekerjanya, ART dan sopir.
"InsyaAllah, mereka baik-baik saja. Allah selalu melindungi mereka," ujar Kakek. "Apalagi Mayra, Ma. Ia pasti baik di pesantren. Pasti ilmu agamanya tebal di sana, melebihi kita."
"Aamiin, Pa."
.
.
.
NO SIDER MESKI END!
__ADS_1
Kritik kupersilakan😌