Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Membuat Sebuah Tontonan Untuk Dilihatnya.


__ADS_3

Membuat Sebuah Tontonan Untuk Dilihatnya.


Sella Xia yang saat ini sedang berada di dalam bus umum, orang di dalamnya tidak banyak, dia memilih sebuah tempat duduk yang paling belakang, dengan lemas bersandar di jendela mobil, rambut yang panjang menutupi wajahnya, wajahnya, dari awal pun sudah dipenuhi dengan butiran air mata.


Tak disangka ternyata dia benar-benar mengatakannya, benar-benar menyakiti Bryan seperti ini.


Penderitaan dalam hati nya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, saat ini, dalam otaknya, semuanya ialah momen kebersamaan dia dan Bryan, yang manis, yang hangat, seperti hanya memori-memori inilah, yang bisa membuat nya sedikit lebih baik.


Setidaknya, memori-memori ini, tidak bisa direbut oleh Christy, semuanya ialah milik dia.


Seumur hidup ini ialah milik dia.


Pun pada saat ini, dia mendengar suara mobil sport dari luar jendela, mata Sella yang berkabut melihat ke sana, ia pun melihat di samping jalanan mobil, ada sebuah mobil sport yang sedang melaju cepat dan merebut jalan, 2 lampu belakang mobil yang ia ketahui dengan sangat akrab, membuat nafasnya tiba-tiba terengah-engah, ialah mobil sport Bryan.


Ini adalah perjalanan pulang menuju rumah Sella, dan vila dia berada di arah yang lain, kenapa mobilnya lewat dari jalan sini?


Lantas ... apakah dia bersiap-siap untuk pergi ke rumah Sella?


Hati Sella tiba-tiba gugup, jika Bryan pergi ke rumahnya, maka tentu saja akan menghadangnya, dan pasti meminta penjelasan padanya.


Sella tidak ingin mengatakan apapun yang menyakiti Bryan lagi, karena mengatakan 1 kalimat padanya, yang menderita ialah Bryan, dan terlebih lagi ialah dirinya sendiri.


Mungkin dirinya yang salah berasumsi! Mungkin Bryan hanya pulang ke rumah!


Sella dalam hati menenangkan dirinya sendiri, dia melihat ke langit malam, terperangkap dalam suatu penderitaan yang begitu dalam yang membuat dirinya sendiri susah menarik diri.


Bryan tentu saja pergi menghentikan Sella, dia sama sekali tidak membiarkan Sella mengatakan putus seperti ini, dan pergi begitu saja, setidaknya dia ingin tahu, kenapa Sella ingin putus!


Dia juga tidak percaya, hal yang mereka lalui sebelumnya, tidak bisa menggantikan posisi cinta pertama di hatinya, dan dia terlebih tidak percaya, Sella yang begitu polos, bisa mempunyai masa lalu cinta pertama yang begitu dalam kah?

__ADS_1


Dalam waktu setengah jam Bryan pun sudah tiba di bawah rumah Sella, dan diatas, ternyata tidak ada lampu yang hidup, Dolores Xia juga tidak pulang ke rumah, pergi ke sekitaran untuk berkeliling dan jalan santai bersama dengan temannya, jadi, dalam rumah Sella, masih saja gelap gulita.


Wajah tampan Bryan sedikit cemas, jari panjangnya mengetuk dengan ringan stir mobil nya, terlihat hatinya dalam kondisi tidak tenang.


Tidak, Bryan yang saat ini, sama sekali tidak bisa tenang, dia mulai menyadari kata putus dari Sella ini, benar-benar tidak seperti sedang bercanda, namun benar-benar serius.


Sella berhenti di sebuah terminal bus yang jaraknya masih 1 kilometer dari rumah nya, dia ingin berjalan, ingin membiarkan angin menghembus pergi penderitaan ini, juga ingin mencari sebuah cara untuk membuat dirinya tenang.


Di sebuah jalan disamping Sella, seorang pria yang mengendarai sebuah sepeda berhenti, kira-kira dia berusia 20 tahun lebih, mengenakan T-Shirt model olahraga yang berwarna hitam, dipasangkan dengan celana jeans yang tren, sekujur tubuhnya memancarkan aura pria muda yang bersih dan tampan.


Dia ialah Adam Cheng , dia sedang bersepeda malam, namun tidak terasa, dia pun bersepeda sampai ke depan rumah Sella, pagi ini setelah mengetahui moodnya sedang tidak baik, Adam pun sangat khawatir dengannya, khawatir selama seharian.


Saat ini juga ia mengeluarkan sebuah coklat yang berbentu hati dari tas punggungnya, mengambil dan melihat, dibaluti dengan pita sutra yang berwarna pink, benar-benar adalah sebuah hadiah yang menghangatkan hati seseorang, ia ingat Sella sangat menyukai coklat ini, oleh karena itu, hari ini dia secara khusus membeli 1 kotak untuk nya.


Dia melihat rumah Sella gelap gulita, dia berpikir, Sella pasti masih belum pulang, jadi, dia pun menunggunya di bawah, pasti bisa menunggu sampai bertemu dengannya.


Dan di dalam mobil sport yang ada di depannya, bayangan tubuh Bryan ditutupi 1 lapis sinar yang berwarna gelap, tatapa matanya penuh dengan rasa cemas dan panik, beberapa kali ia melihat jam tangan, dan sekali-kali melihat ke kaca spion , berpikir kapan Sella pulang.


Tubuh Sella yang kurus dan ramping muncul dari belokan jalan didepan, Adam melihat Sella kemari, dalam matanya tersirat sebuah rasa bahagia, sungguh tidak disangka dia menunggu sampai bertemu dengannya seperti ini.


Ketika Sella mengangkat kepala dan melihat ke arah depan, tiba-tiba dia pun melihat sebuah mobil sport yang akrab berhenti di sisi jalan, seketika ia pun berhenti.


Mobil sport Bryan, dia sudah datang? Sella memeluk lengannya, berpikir untuk menghindari mobilnya dan pulang.


Namun ketika dia berjalan ke depan rumah, tiba-tiba sebuah bayangan tubuh keluar dan menghentikkannya, Sella terkejut, dia mengangkat kepala, pun melihatAdam tersenyum manis menghadang jalannya.


Sella tercengang sekali lagi, dan pun pada saat ini, dia mendengar suara buka pintu mmobil sport di samping, dengan segera ia melihatnya, Bryan sedang turun dari mobil.


Di tengah kepanikannya, ia membuka lengannya, dan memeluk Adam dengan erat, masuk kedalam pelukannya!

__ADS_1


Adam ditengah rasa bahagia dan impulsif, tentu saja segera memeluk pinggangnya, dengan mesra memeluknya.


Bryan tentu saja melihat Sella, dia membuka pintu dan turun dari mobil, ingin datang kemari untuk menghentikkannya.


Baru saja ia membalikkan badan, pun melihat seorang gadis yang baru saja pulang, saat ini, yang muncul di matanya, ialah sepasang pria dan wanita yang saling berpelukan.


Pria itu adalah pria yang umurnya lebih muda dibandingkan dirinya, dan si wanita itu, tentu saja ialah Sella Xia.


Melihat mereka saling berpelukan dengan mesra, hati Bryan pun teriris dengan kejam, dia pun 1 tangan menopang ke pintu seperti ini, membeku di depan pintu mobil, dengan tidak goyah menatap sepasang pria dan wanita yang saling berpelukan ini.


Sella memejamkan mata memeluk Adam , dalam keheningan, dia tidak mendengar suara langkah kaki, dia berpikir, Bryan pasti berada di depan pintu mobil.


Dia tidak berjalan kemari.


Dalam otaknya, terlintas ancaman dari Christy, terlintas tatapan matanya yang penuh dengan rasa benci, juga terlintas video ibunya itu.....


Dia dengan suara rendah mengatakan pada Adam yang sedang memeluknya dengan erat, “Boleh kah kamu mencium ku?”


Kata-kata ini begitu rendah! Selain Adam , tidak ada orang lain lagi yang mendengar nya dengan jelas.


Adam juga seorang pria dewasa yang belum berpacaran, tiba-tiba mendengar permintaannya seperti ini, seketika ia terkejut, namun , karena cinta, karena rasa suka, dia pun bisa menyetujuinya tanpa ragu sedikit pun.


Dia dengan sedikit goyah memegang wajah Sella, di bawah sinar lampu, wajahnya yang putih bersih bagaikan salju, pria tersebut langsung mendekat, dan langsung menciumnya.


Sepasang bibir yang sedikit gemetar dengan ringan saling melekat.


Dan pemandangan ini, kembali menyakiti pria yang berdiri di samping, Bryan sangat kesal, dengan marah menjerit, “Sella.”


Sella langsung terkejut sampai badannya gemetar, dia dengan panik membalikkan kepala, pun melihat seorang pria melangkahkan kaki dari mobil sport itu, aura di sekujur tubuhnya sedikit mengejutkan orang.

__ADS_1


Adam juga melihat Bryan, melihat wajahnya yang tampan, amarah yang impulsif itu, secara insting dia langsung melindungi Sella dalam pelukannya, menegakkan badan berdiri di depan Sella.


Bryan sama sekali tidak menyangka,dirinya bisa melihat pemandangan Sella berpelukan dan berciuman dengan mesra dengan pria lain disini, ini benar-benar memperbaharui semua pemikirannya. Sella melihat api amarah di wajahnya, dalam hatinya pun tersenyum pahit, Bryan benar-benar sangat menyukai dirinya! Karena suka, barulah dia bisa begitu marah!


__ADS_2