
Ketika Dolores pulang, Sella sudah mematikan lampu dan berbaring di atas kasur, Dolores dengan ringan membuka pintu dan melihatnya, mengira dia sudah tertidur, dia pun tidak mencarinya untuk mengobrol lagi.
Namun, cahaya bintang menyinar masuk ke dalam, sepasang mata Sella dipenuhi dengan air mata, dia sama sekali tidak tertidur, malah sebaliknya, malam ini dia benar-benar insomnia.
Meskipun matanya pilu dan sangat sakit, bengkak dan memerah sampai melihat sebuah cahaya, meksipun sangat sedih dan menderita hingga tak tertahankan, dia tetap tidak ingin tertidur.
Setelah malam sedikit lebih larut, ia menghidupkan lampu, duduk di atas kasur, mengambil handphone, lalu membuka foto yang pernah dipotret oleh mereka, membuka telepon yang setiap hari mereka hubungi, hati nya pun kembali hancur berdarah-darah.
Dia sudah berhasil melakukannya bukan! Dia sudah melakukan sesuai dengan permintaan Christy Lan bukan!
Bisakah dia melepaskan ibunya, dan tidak mengungkit masalah ibu lagi? Sella mengambil nafas mendalam, dia mulai mencari mengenai prosedur berhenti sekolah di internet, dia tidak ingin menetap di kota ini, dia ingin membawa ibunya pergi, tidak peduli pergi kemana, dia harus meninggalkan tempat ini.
Karena tempat ini ialah dimana ia merasa sedih dan putus asa, disini juga ialah tempat yang harus ia jauhi.
Jika tidak, hidup disini seumur hidup, membuat hatinya sakit dan menderita seumur hidup.
Sella juga menggunakan handphonenya mencari sebuah tempat layak huni di kota kecil bagian selatan,area yang strategis, hidup disana juga tidak akan begitu kesusahan, asalkan dia mencari sebuah pekerjaan, menyewa sebuah rumah, hidup bersama dengan ibunya, maka masa depan pasti akan membaik.
Malam ini , Sella juga berpikir bagaimana menyampaikan hal ini pada ibunya, terus berpikir seperti ini.
Langit pun sudah terang! Pagi pun telah tiba.
Dan di kamar utama mewah yang lain, sama juga seorang pria yang tidak tidur semalaman, Bryan semalaman meminum alkhohol, ketika langit hampir terang, barulah ia mabuk terbaring di atas sofa, 1 orang itu lemas dan pucat.
Pagi hari, ketika Rico He datang untuk merapikan dan mengganti bajunya, barulah menyadari ia tidak tidur di atas kasur, namun tertidur di atas sofa, bahkan baju yang dipakainya masih baju formal yang ia pakai semalam, hanya melepaskan dasi.
Rico pun terkejut, tuan muda Keluarga Gong di matanya, ialah orang yang bertindak positif dan sangat disiplin diri, dari dulu tidak pernah terjadi masalah seperti ini, dan 2 botol alkhohol dengan kadar tinggi yang sudah kosong diatas meja menunjukkan bahwa, semalam dia minum begitu banyak alkhohol.
__ADS_1
Rico sangat terkejut, sebenarnya tuan muda mengalami tekanan apa? Tak disangka ternyata dirinya seorang diri meminum alkhohol dalam kesedihan didalam kamar?
Jika masalah keluarga, dia pasti tahu, maka ini pasti adalah masalah pribadi dia bukan! Lantas apakah masalah diantara dia dan Sella Xia itu, membuat nya sakit hati? Rico melihat nya memeluk lengan, terlihat jelas sedikit dingin, dia mengambil sebuah selimut tipis dan berjalan ke sisinya, dengan perlahan membentangkannya di atas Bryan, tiba-tiba Bryan dengan erat menarik selimut itu, bergumam memanggil dengan suara rendah, “Sella.. Sella jangan tinggalkan aku, aku tidak akan membiarkan mu meninggalkanku... Kembalilah ke sisi ku baik tidak?”
Dari suara tersebut terdengar sebuah rasa memohon, Rico pun menghela nafas, benar seperti apa yang ia tebak.
Kenapa? Status tuan muda seperti ini, juga bisa dicampakkan wanita? Ini benar-benar tidak mungkin!
“Sella... Aku tidak baik di sisi mana! Kamu beritahu pada ku.. Aku akan memperbaikinya...” Bryan bersikeras menarik erat selimut itu, seperti selimut itu sudah berubah menjadi Sella, dipeluk olehnya.
Rico kembali menghela nafas, pada saat ini, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana untuk membantu tuan muda ini, bagaimanapun juga masalah asmara ini, ialah kedua belah pihak, dan bukan lah masalah yang ia orang luar bisa campur tangan.
Namun, dia memang akan pergi mencari Nona Xia itu untuk berbincang, agar bisa mengetahui tuan muda mempunyai sisi mana yang kurang baik.
“Sella... Aku benar-benar sangat menyukai mu... Kamu adalah cinta pertama ku.... Kamu tahu?” Bryan yang tengah mabuk terpancar keseriusan dan keteguhan.
Rico sendiri mengemudi mobil pergi.
Pagi hari, Sella membuka sepasang matanya yang merah dan bengkak, ia mencucinya dengan air dingin, berpikir dengan air dingin bisa membuat bengkak di matanya menghilang.
Saat ini dari luar terdengar suara ketukan pintu Dolores, “Sella, sudah bangunkah? Ibu sudah membelikan mu sarapan.”
“Sudah bangun.” Sella menjawab. Dolores duduk di meja makan menunggunya, tidak lama, Sella keluar dengan berpakaian rapi, Dolores dengan teliti memperhatikannya, hanya merasa belakangan ini putri nya semakin kurus, melihat wajahnya yang sedikit kurang gizi, dia terkejut berkata, “Sella , kamu tidak apa-apa kan belakangan ini! Kenapa warna muka mu begitu jelek?”
Sella menghidangkan segelas air duduk di hadapan ibunya, dia menggenggam gelas sambil melihat Dolores, dia juga tidak takut ibu nya menyadari matanya yang memerah karena menangis.
Dolores dengan teliti melihat wajahnya, barulah menyadari matanya bengkak, “Ada apa dengan mata mu? Kenapa bengkak seperti ini? Sekarang sudah memasuki musim gugur, digigit nyamuk kah?”
__ADS_1
“Ibu! Aku ada sesuatu hal yang mau diberitahukan pada mu.” Kata Sella dengan ekspresi wajahnya tenang.
Dolores melihat putri nya yang begitu serius, dia pun juga ikut serius, “Katakanlah! Ibu mendengar.”
“Ibu, aku ingin meninggalkan tempat ini bersama mu, pergi dan tinggal di tempat yang lain.”
“Apa? Apa? Bagaimana dengan pendidikan mu?”
“Aku akan berhenti sekolah.”
“Kenapa! Bukan kah baik-baik saja kenapa bisa berpikir seperti ini? Oh! Apakah Bryan menyuruh mu untuk pergi menetap di tempat lain bersamanya?” Dolores menebak dengan berbagai arah.
Sella menggelengkan kepala, ia melihat ibunya, mengambil nafas yang panjang berkata, “Aku sudah putus dengan Bryan, kita sudah tidak bersama.”
Ekspresi Dolores langsung berubah, dia tercengang melihat putrinya, “Apa yang kamu katakan? Kamu katakan sekali lagi? Apakah ibu salah mendengarnya?”
Sella sama sekali tidak terkejut melihat ibu nya yang terkejut seperti ini, dia mengangguk-anggukkan kepala, dengan sangat tenang menjawab lagi, “Benar, aku dan dia sudah putus.”
“Anak bodoh! Kenapa kamu begitu bodoh! Bagaimana mungkin kamu bisa putus dengannya? Dia lelaki yang begitu baik! Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian, bagaimana bisa putus?” Dolores merasa kesal dan benci serta merasa dia tidak berjuang.
Sella tersenyum pahit, “Ibu, kamu jangan bertanya begitu banyak lagi, intinya, aku dan dia sudah putus.”
“Kapan putus? Masih ada kesempatan untuk berbalikan kah? Sella, cepat telepon kepada Bryan, kamu beritahu dia, bahwa kamu tidak ingin putus dengannya!" Dolores segera memberikan perintah padanya, karena, dia tidak bisa memutuskan kebahagiaan di sisa hidupnya.
Sella menggeleng-gelengkan kepala, dengan teguh mengatakan, “Ibu, aku akan berbalikan dengannya, kami putus secara baik-baik.”
“Apakah dia merendahkan keluarga kita? Apakah dia merendahkan kamu? Mencampakkan mu?” Dolores langsung berpikir sebaliknya lagi.
__ADS_1
Sella langsung menggelengkan kepala, “Tidak, bukan seperti itu, diantara kau dan dia, hanya tidak cocok saja, dia tidak merendahkan ku.” “Bagaimana tidak cocok? Kamu begitu muda dan cantik, dia begitu tampan dan leluasa, kalian adalah pasangan yang sudah ditakdirkan !” Dolores benar-benar tidak ingin putri nya putus.