Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Dia yang Sangat Baik


__ADS_3

Melihat pria yang sudah dibalut dengan pakaian santai itu, Sella langsung merasa malu, karena itu dirinya sengaja berpura-pura seperti tidak ada apapun yang terjadi dan bertanya, “Kenapa? Apa kamu perlu sesuatu?”



Melihat gadis itu berdiri begitu lurusnya seperti seorang yang baik-baik saja, Bryan mengerutkan alisnya, “Bukankah kamu terluka karena menabrak sesuatu?”



“Ti… tidak ada kok!” Sella tiba-tiba berbohong, karena kalau dia menjawab iya, pria itu pasti langsung tahu kalau dirinya diam-diam mencuri pandang sosoknya yang hanya dibalut sehelai handuk itu.



Jadi, kalau dia mengatakan tidak, hal itu sama saja seperti berkata bahwa dirinya tidak melihat apapun.



Tetapi sekarang, dia hanya perlu memikirkannya untuk sebentar saja dan gambaran Bryan Gong yang bertelanjang dada tadi itu langsung muncul di dalam benaknya.



Bryan Gong tidak menyangka bahwa gadis itu bisa berbohong begitu saja, dia lalu mengendus dan berkata, “Mundur, biarkan aku melihatnya.”



“Eh?! Aku benar-benar tidak apa-apa!” Ucap Sella Xia bersikeras.



Bryan Gong tiba-tiba langsung menerobos masuk dengan tubuh kekarnya, hal itu membuat Sella langsung melangkah mundur dan sakit di kakinya itu langsung membuat wajahnya berkerut, baru berjalan mundur dua langkah, Sella sudah tidak dapat menahan rasa sakit dilututnya itu dan langsung jongkok sambil merintih kesakitan.



Melihat sosok Sella Xia yang kesakitan sampai wajahnya pucat itu, Bryan Gong benar-benar merasa sedikit kesal, “Duduk di atas tempat tidur, biarkan aku melihat lukamu.”



Sella Xia malu sampai seluruh wajahnya berubah menjadi merah, dirinya tidak menyangka bahwa kebohongannya itu akan secepat itu terbongkar, dia lalu menggigit bibirnya dan hanya bisa berjalan tergopoh-gopoh untuk duduk di sisi tempat tidurnya itu, setelah itu, dia mengulurkan tangannya untuk menggulung pakaian tidurnya itu sampai ke batas lututnya, dan memperlihatkan memar sebesar koin logam di lutut kirinya.



Bryan Gong berjongkok sebelum kemudian mengamati luka memar dikakinya itu dengan cermat, dan diluar dugaan, pria itu juga tidak mengejeknya karena ucapannya tadi.



“Maaf… aku barusan bukan sengaja ingin diam-diam melihatmu.” Ucap Sella Xia meminta maaf sambil menggigit bibirnya, seperti dirinya sudah melakukan sebuah kesalahan.



Bryan Gong mengangkat kepalanya dan melihat gadis itu, “Apa yang membuatmu menjadi panik seperti itu?”



“Aku… aku tadi melihat sosokmu… yang tidak mengenakan pakaian.” Ucap Sella Xia terbata-bata karena malu.



Baginya, melihat pria itu seperti itu adalah sebuah perbuatan yang tercela.



Bryan Gong benar-benar ingin tertawa setelah mendengar ucapan gadis itu, dia lalu mengangkat kepalanya dan bertanya, “Apa jangan-jangan dari kecil hingga besar, kamu tidak pernah melihat sosok pria yang tidak mengenakan atasan?”

__ADS_1



Sella Xia mengedip-ngedipkan matanya, tentu saja dia pernah melihatnya! Contohnya di musim panas, dirinya bisa melihat beberapa pria sedang berjalan atau mengendari mobilnya tanpa mengenakan atasan mereka, tetapi dirinya juga tidak berani menggerakkan bola matanya kesana kemari karena ada orang-orang itu, jadi dirinya bisa dikatakan seorang yang pemalu.



Dan kali ini, Bryan Gong tidak hanya memperlihatkan tubuh atasnya, tubuh bawahnya juga hanya dibalut dengan sehelai handuk! Jadi, hal itu jelas memberikan efek yang lebih besar baginya.



Melihat gadis itu diam, Bryan Gong lalu mengoleskan dengan perlahan cairan pereda memar ke atas luka gadis itu dengan bola kapas, Sella Xia langsung mendesah karena rasa dingin ketika cairan itu menyentuh lukanya itu membuatnya takut untuk merasakan sakit sekali lagi.



Melihat sosok gadis yang menyedihkan itu, Bryan Gong langsung tertawa, “Lain kali, kalau terlihat ya lihat saja, kita berdua sudah sama-sama dewasa, kenapa harus sembunyi-sembunyi?”



Sella Xia tidak pernah memikirkan masalah sudah dewasa atau belum, meskipun dia sudah berumur sembilan belas tahun dan ulang tahun ke dua puluh nya itu sudah hampir tiba, tetapi hatinya masih milik seorang anak gadis yang belum dewasa, polos dan tidak tahu apa-apa.



Sella Xia lalu memajukan bibirnya, “Aku tidak ingin melihatnya.”



Bryan Gong yang sedang membereskan kotak P3K itu langsung menghentikan gerakkannya dan menoleh ke arah gadis itu, “Apa kamu merasa tubuhku tidak cukup bagus?”



Dengan mata yang sedikit melebar, Sella Xia lalu langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, “Bukan, bukan itu!”




Sella Xia melihat pria itu dengan wajah yang sangat merah, dirinya tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan canggung itu.



Melihat gadis pemalu yang wajahnya langsung tersipu-sipu merah ketika mendengar pertanyaan seperti itu, Bryan Gong tidak mempunyai pilihan lain selain mengalah dan tertawa, “Aku lupa kalau kamu baru meranjak dewasa, aku akan lebih berhati-hati untuk kedepannya.”



“Siapa bilang aku baru meranjak dewasa?! Masih ada tiga hari lagi sebelum ulang tahunku, dan setelah itu aku akan berumur dua puluh tahun.” Ucap Sella Xia dengan kesal.



Bryan Gong memandangi sosok imut gadis itu sambil mengingat ulang tahunnya, masih ada tiga hari kah? Dia kemudian bertanya, “Kado seperti apa yang kamu mau?”



Sella Xia langsung mengedip-ngedipkan matanya karena terkejut, “Kamu akan membelikanku hadiah ulang tahun?”



“Tentu saja, aku saja akan memberikan Hero kado di hari ulang tahunnya, kamu tentu saja akan mendapatkan kado dariku.” Ucap Bryan Gong sambil tersenyum.



Sella Xia mengedipkan matanya, tetapi, Hero adalah hewan peliharaannya, sedangkan dirinya? Siapa dia? Temannya? “Tidak perlu, aku selama ini juga tidak pernah begitu merayakan ulang tahunku, jadi kamu tidak perlu memberikanku kado.” Sella Xia menggelengkan kepalanya, ibunya sering melupakan ulang tahunnya itu, dan ketika disekolah, teman asramanya biasanya akan memberikannya kejutan, mereka akan membeli sebuah kue kecil dengan harga sekitar seratus ribu lalu makan bersama, bisa dikatakan sebuah pesta ulang tahun yang sederhana.

__ADS_1



Sekarang, dia tidak terlalu memikirkan ulang tahunnya itu.



Bryan Gong lalu berkata dengan wajah yang serius, “Siapa bilang kamu tidak perlu merayakannya? Kita akan merayakannya dirumahku, aku akan mengadakan pesta ulang untukmu.”



Hati Sella Xia langsung tersentuh, pria itu akan merayakan ulang tahunnya?



“Terima kasih! Tapi kamu benar-benar tidak perlu melakukan hal itu.” Sella Xia tidak ingin merepotkan pria itu.



Wajah Bryan Gong langsung berubah murung, “Sella Xia, kalau yang melakukannya itu aku, kamu lebih baik jangan selalu menolaknya, kamu juga jangan terlalu memikirkan bahwa aku baik kepadamu, kamu cukup menerimanya saja.”



Sella Xia langsung tertegun, Bryan Gong lalu mengambil kotak P3K itu dan keluar sambil menjinjingnya.



Jantung Sella Xia langsung berdebar-debar ketika mendengar suara pintu itu tertutup, selanjutnya, sudut bibir cantiknya itu langsung terangkat ke atas, dan dia tidak bisa menahan diri untuk merasa gembira.



Dia lalu menghembuskan napasnya dengan pelan, baiklah, dia akan berusaha untuk menerimanya dengan biasa saja! Sampai nanti dirinya benar-benar sudah berhutang terlalu banyak kepada pria itu, dan tidak bisa membalasnya, dia bisa… bisa menjadi budak, melakukan apapun permintaan pria itu seumur hidupnya untuk membalas seluruh perbuatan pria itu kepadanya.



Meskipun pria itu akan menyuruhnya untuk… wajah cantik Sella Xia itu langsung merah sampai ke telinganya, dia berpikir, memberikan dirinya kepada pria itu juga tidak masalah!



Tetapi, sebuah pikiran lain dengan cepat membuatnya berubah dan menertawakan dirinya sendiri, dirinya juga tidak tahu apakah pria itu mau kalau dihadiahkan gadis seperti dirinya?



Setelah dipikirkan, sepertinya tidak akan mau, jadi dirinya menjadi budak untuk membalas perbuatan pria itu adalah sebuah pilihan yang paling bagus.



Malam itu, Sella Xia tertidur ditengah-tengah khayalannya.



Pagi hari, ketika dia membuka matanya, kakinya sudah tidak begitu sakit, tetapi dia sepertinya tidak bisa bekerja, tetapi pakaian-pakaian yang dipegangnya itu kebetulan sudah hampir selesai difoto, dia kemudian memberikan telepon ke tempat kerjanya itu dan meminta izin untuk absen selama satu hari.



Sekarang, dia merasa dirinya seperti kosong, tidak tahu harus melakukan apa, lalu dia teringat akan ibunya dan memutuskan untuk menelepon ibunya itu juga, Dolores yang berada di balik telepon itu juga tidak mengkhawatirkan dirinya sedikitpun, dia bahkan menyuruh Sella untuk menginap lebih lama lagi di rumah Bryan Gong itu, karena ibunya itu akan pergi berlibur dan tidak memiliki waktu untuk menjaganya.



Mendengar perkataan ibunya itu Sella juga tidak merasa aneh, karena ibunya itu biasanya juga suka pergi berlibur bersama beberapa temannya, dia memang tidak memiliki uang, tetapi dia mengenal cukup banyak tante-tante kaya ketika bermain mahyong, dan mereka biasanya akan mengajak ibunya itu ketika berlibur dengan mengendarai mobil pribadi. Sella juga berharap ibunya itu sering jalan-jalan keluar dan tidak menghabiskan hidupnya hanya dengan bermain mahyong, karena tidak ada hal baik dari menghabiskan hidup seperti itu.


__ADS_1



__ADS_2