
Bukankah ini menggambarkan sebuah hubungan antara pria dan wanita?
“Nona Lan, apakah tujuan kamu mencariku adalah membahas urusan ini?” Sella Xia tidak begitu sungkan, ternyata memang kehadiran Christy Lan tidak membawa aura positif.
Christy Lan mengangkat dagunya, dan memberikan tatapan tajam kepadanya, “Nona Xia bisakah kamu meninggalkan Bryan Gong?”
Sella Xia terkejut, dia pertama kali melihat tatapan orang yang auranya lebih mencekam daripada dirinya, tatapan matanya tampak sadis.
Dia mengambil tasnya dan berdiri, berbicara kepada Chrisy Lan, “Nona Lan, jika kedatangan anda mencariku adalah itu, aku tidak bisa menjawabmu karena aku tidak bisa meninggalkan Bryan Gong.”
Selesai bicara, Sella Xia berencana meninggalkan, dibelakangnya, Christy Lan tidak tahan menahan marahnya dan berteriak, “Sella , pikirkan baik-baik ucapanku! Kamu pikir kamu cocok dengan dia? Kamu tahu bagaimana dunianya kah? Kamu sama sekali tidak memahaminya! ”
Langkah Sella Xia terhenti, dia tidak menoleh kebelakang, karena dia tidak ingin wajahnya dilihat Christy Lan, perkataan Christy Lan sangat tajam bagai pisau, tepat menusuk di hatinya.
Dengan cepat, dia berjalan menuju pintu dengan langkah besar, dia tidak ingin bertemu Christy lagi. Christy Lan melihatnya dari belakang, dia menggigit bibirnya seolah merasa geram, masalah ini, dia tidak bisa melupakan begitu saja, anggap saja Bryan sekarang menyukainya, itu pasti juga hanya karena masih awal, lagipula, dia tidak bisa mmengontrol perasaan Bryan Gong, dia ingin melakukan aksinya kepada Bryan Gong, menyatakan peraaan dan mendapatkannya.
Hatinya
Dia tidak percaya dirinya kalah dari Sella yang bukan siapa-siapa, dia memiliki kepercayaan diri untuk bisa merebut Bryan Gong darinya.
Sella Xia keluar dari kafe, barusan belum masuk musim gugur, tetapi dia merasakan hawa dingin, dia melingkarkan tangannya, tidak tahu apa yang harus diberbuat untuk hatinya yang kacau itu.
Sella berjalan menuju halte, melihat ada bus yang agak kosong, dia segera naik, duduk di belakang dekat jendela, kepalanya bersandar pada jendela tanpa tenaga.
Isi kepalanya adalah ucapan Christy Lan barusan, “Kamu pikir kamu cocok dengan dia? Kamu dan dia hidup di dunia yang berbeda.”
Dua kalimat ini tidak bisa hilang dari kepalanya, dan juga selalu membuatnya takut di dalam hati yang paling dalam.
Identitasnya ada perbedaan terlalu jauh, ini yang menyebabkan kesusahan padanya, walaupun Bryan Gong tidak mempedulikan masalah itu, tapi hatinya tidak bisa melupakan hal ini.
Bryan selalu berada di bagian atas dunia ini, tetapi dirinya selalu di bawah, dia harus selalu menatap sosoknya.
__ADS_1
Di saat ini, handphone Sella Xia berdering, dia mengambil dan melihatnya, Bryan Gong menelponnya.
Dia melihat nama di atas, bibirnya mengerut dan tertawa kecil, mengangkat, “Halo!”
“Sudah selesai bekerja? Aku datang menjemputmu untuk pergi makan malam.”
“Makan dimana?”
“Kamu ingin pergi makan dimana?”
“Aku tidak tahu.” Suara Sella Xia tampak kelelahan.
“Terlalu lelah ya? Kalau begitu makan di rumah saja! Setelah makan, malam ini istirahat di rumahku.” Ucap Bryan Gong dengan perhatian.
Mendengar ucapan yang hangat seperti itu, suasana hati yang kacau barusan, tiba-tiba dia menjadi merasa memiliki tempat untuk bersandar, dia mengiyakan, “Baik, aku sekarang ada di bus, aku turun di halte berikutnya, kamu jemput aku.”
“Kenapa naik bus?” Bryan Gong merasa sedikit curiga.
“Baiklah! Nanti kirim lokasimu kepadaku, tetap disitu jangan kemana-mana, aku jemput kamu.” Setelah selesai bicara, Bryan Gong memutuskan panggilannya.
Sella Xia turun di halte berikutnya, dia mengirimkan lokasi, sebelahnya ada taman kecil, dia masuk dan duduk disana menunggu jemputan.
Dua puluh menit kemudian Bryan Gong tiba, Sella Xia mendengar suara mobil sport itu dari jauh, dia langsung tahu itu Bryan Gong.
Duduk di kursi penumpang, Sella Xia memandangi pria yang sedang menyetir mobil, kemeja putih, celana hitam kain, sederhana tetapi terlihat mewah.
Bryan Gong juga melihatnya, “Kenapa wajahmu tampak tidak baik? Apakah kamu kelelahan?”
Sella Xia mengerutkan bibirnya dan menggelengkan kepala, “Tidak!”
“Bukannya pergi membeli sesuatu? Apa yang kamu beli?” Bryan Gong bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
Sella Xia tidak bisa menahan panik dan menjelaskan, “Aku tidak membelinya.”
Bryan Gong menjulurkan tangannya dan mengelus kepalanya, “Kenapa aku merasa seperti kamu sedang kebingungan, seperti anak kecil.”
Kalimat ini seperti memanjakan, Sella Xia pun terkaget, dia seperti kucing, segera memegang kepalanya.
“Baiklah, kita makan, malam ini tidur lebih awal.”
“Iya.” Sella Xia menganggukkan kepala.
Mobil sport Bryan Gong berjalan di depan, di jalan, dia menelpon Rico He untuk menyuruh kokinya masuk ke vila terlebih dahulu untuk memasak.
Sella Xia duduk di tempatnya, memandangi dengan serius masakan untuk malam ini, dan lagi, dia menyadari belum pernah merasakan kehangatan seperti ini sebelumnya.
Tetapi ucapan Christy Lan itu, membekas di kepalanya, apa yang bisa membuatnya lebih bersemangat daripada kebahagiaan yang bisa dia miliki saat ini?
Mobil sport Bryan Gong masuk ke vila, sekitar pukul enam, koki sudah menyiapkan makan malam.
“Wah…” ada suara yang terdengar bersemangat, Hero beberapa hari ini tidak bertemu dengan Sella Xia, segera menyambut dengan hangat, senyuman lebar dan mengeluarkan suara yang membangkitkan semangat.
Sella Xia merendahkan badannya, mengelus kepalanya dan tersenyum, “Hero.”
Hero bermanja-manja di tubuh Sella Xia, Sella Xia mengenakan rok, tiba-tiba rok nya terangkat, Sella Xia pun terkaget dan tertawa, di sebelah, Bryan Gong melihatnya dengan bahagia.
Bibirnya tersenyum, Sella Xia tidak tahan untuk melihatnya dengan tersipu malu, senyumannya membuat wajahnya memerah, Hero mengedipkan mata hitamnya, dia melihat dua makhluk tertawa, dia kebingungan apakah dia melakukan sesuatu yang salah.
Pipi Sella Xia yang memerah tidak hilang untuk sementara waktu, Bryan Gong duduk di sofa, mengambil ipad melihat berita, bibirnya juga masih tersenyum.
Pemandangan di ruangan ini sangat menarik malam ini.
Tidak lama kemudian, makanan telah disajikan, karena matahari terbenam, koki menaruh makanannya di kebun dengan sangat hati-hati, makan malam sambil menikmati matahari terbenam, mendengarkan suara angina, duduk di depan orang yang disukai, sekitarnya ada anjing berlari-lari, perasaan ini sangat indah. Sella Xia menengadah, melihat pria yang didepannya, hatinya sangat gembira, dalam hatinya, cinta Bryan Gong padanya, tidak hanya cinta, tetapi juga ketulusan.
__ADS_1