Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Senang Menolong Orang


__ADS_3

Di waktu berikutnya, Sella Xia berusaha keras mencari semua informasi tentang batu giok, ia juga mengunjungi toko liontin batu giok di pusat kota dan menunjukkan foto-fotonya dengan kepada semua orang, ia menanyakan apakah mereka pernah melihat liontin batu giok bergambar naga atau tidak, tapi jawabannya selalu tidak.



Hati Sella Xia menjadi semakin panik, dia takut selamanya tidak akan pernah menemukan liontin batu giok itu dalam hidupnya, bagaimana jika pemegang batu giok itu menyimpannya selamanya? Bagaimana jika harta keluarga mereka, tidak lagi diperlihatkan kepada orang luar?



Setelah Sella Xia mencari selama sebulan, dia lelah, juga putus asa.



Dia berjalan kaki di jalan, dalam suasana hati yang berat, tubuhnya kelelahan, setiap kali, dia akan mengertakkan giginya, tidak peduli seberapa lelah tubuhnya, apakah itu lelah fisik atau mental, dia terbiasa untuk bertahan.



Karena dia tidak dapat bergantung pada siapapun, meskipun ada teman, tapi ia tidak ingin mengganggunya, karena dia tidak terbiasa untuk merepotkan orang lain.



Sella Xia berjalan berkeliling dan melihat pusat perbelanjaan besar, dia berjalan masuk, dia berpikir, di sini pasti ada toko yang menjual batu giok! Dia kembali berharap, dan tidak menyerah.



Dia berjalan masuk, semua yang ada di sini terlihat sangat mahal, bahkan batu giok yang diletakkan di atas meja biasanya mulai dari kisaran dua ratus juta, semua yang dipajang di atas meja itu membuat orang kaget.



Sella Xia masuk dan melihatnya, tidak ada pelayan yang datang untuk menyambutnya, karena mereka semua hanya menyambut wanita kaya, bukan? Sella Xia berpakaian biasa, sekali lihat juga tahu dia hanya datang untuk melihat-lihat.



Sella Xia mengikuti seorang wanita setengah baya yang tidak puas setelah melihat beberapa potong batu giok, ia berkata kepada pelayan bahwa ia akan kembali lagi lain kali, lalu ia berencana pergi, Sella Xia bertanya kepada pelayan yang menganggur di sebelahnya, apakah pernah melihat batu giok seperti yang ada pada foto di ponselnya atau tidak.



Pelayan itu meliriknya dan menggelengkan kepalanya. "Tidak!" Sikapnya cukup dingin, Sella Xia tidak enak untuk bertanya lagi, dia pun mengikuti nyonya kaya tadi berjalan keluar, tiba-tiba, ada seorang pencuri lewat, dia melihat tas nyonya kaya itu, nyonya itu sedang menundukkan kepala melihat ponselnya, tasnya sama sekali tidak ada pertahanan, pencuri itu segera mengambilnya dan berbalik untuk kabur.



"Hei...tasku...ada pencuri, tangkap pencuri…." Nyonya itu langsung berteriak panik.



Sella Xia yang ada di belakangnya, ketika dia berteriak, pencuri itu kebetulan baru saja melewatinya, Sella Xia tidak tahu dari mana datangnya antusiasme, dia menatap sosok pencuri itu dan mengejarnya secara langsung.


__ADS_1


Karena dia hanya berjarak beberapa meter dari pencuri, dia mengejar pencuri itu dengan mengenakan sepatu olahraga.



Setelah beberapa saat, Sella Xia mengejar pencuri itu keluar dari jalan di sebelah mal, sambil mengejar, sambil berteriak, “Berhenti, kembalikan tasnya….”



Pencuri itu marah, ia menoleh dan berteriak, "Tas ini bukan milikmu, untuk apa mengejarku!"



“Itu juga bukan milikmu...kembalikan ke orangnya!” Sella Xia mengejar.



Ketika kedua orang itu berlari ke luar jalan satu kilometer jauhnya, kebetulan bertabrakan dengan seorang pejalan kaki, pencuri itu jatuh pusing dan menjatuhkan tas di sampingnya, Sella Xia segera memungut tas itu dan segera berbalik, pencuri itu jelas tak bisa mengejar karena kakinya yang sakit.



Sella Xia mengambil tas itu dan berlari ke tempat yang berlawanan sambil terengah-engah, dia tidak tahu apakah wanita itu masih di mal atau tidak.



Sella Xia berpikir, dia pasti punya ponsel! Ia bisa menelepon nomor keluarga atau temannya, dengan begitu bukankah bisa mengembalikan ponselnya? Sella Xia membuka tas LV yang mahal ini, ia meraba-raba isi dalamnya dan menyentuh segel kertas yang licin, ia pun mengeluarkan dan melihatnya, ternyata surat undangan untuk makan malam amal, ia melihat nama di atasnya, barulah ia tersadar, ponselnya kan sedang dipegang di tangan nyonya itu, dia terdiam, kemudian, ia kembali ke mal untuk mencarinya.




Sella Xia buru-buru membawa tasnya ke hadapan nyonya itu, "Nyonya, halo, ini tasmu, aku berhasil mengejarnya."



Wanita itu melihatnya dengan tak percaya, tasnya berhasil kembali, dia melihat wanita yang memberikan tas itu, ternyata dia, dia sangat senang sampai memeluk Sella Xia, “Benar-benar bagus sekali, terima kasih nona, benar-benar terima kasih.“



Tadi dia melihat Sella Xia mengejar pencuri itu.



“Coba lihat apa ada barang yang hilang atau tidak.” Sella Xia bertanya padanya.



Wanita itu segera membukanya dan melihat dengan cermat, ia melihat beberapa barang penting, tidak ada yang kurang, ia segera memperlihatkan ekspresi terima kasih, “Tidak kurang, terima kasih, kamu benar-benar baik! Maaf sampai merepotkanmu mengejar pencuri itu!”

__ADS_1



"Tidak apa-apa! Pencuri itu kebetulan menabrak seorang pejalan kaki, jadi aku langsung mengambil tasmu."



Polisi melihat bahwa tas itu telah ditemukan, mereka pun segera pergi dengan mobil polisi, Sella Xia juga hendak pergi, tiba-tiba nyonya itu menghentikannya, “Nona, tunggu sebentar, kamu sudah membantuku mendapatkan kembali tasku, jadi aku harus berterima kasih padamu dengan benar.”"



“Tidak perlu, bu, aku hanya membantu sedikit.” Sella Xia tersenyum. Tetapi Sella Xia tidak tahu bahwa di dalam tas ini barang penting bagi nyonya itu, oleh karena itu nyonya itu sangat berterima kasih kepada Sella Xia, dia menarik tangan Sella Xia dan berkata, “Nona, ini kartu namaku, jika kamu mengalami kesulitan, atau membutuhkan bantuan, silahkan cari aku, jika aku bisa membantumu, aku pasti akan membantumu."



"Terima kasih…aku...." Sella Xia tidak tahu bagaimana harus menolaknya.



Nyonya itu melihat bahwa dia cantik dan memiliki hati yang baik, dia berkata dengan lembut, “Ambillah, kamu dapat mencariku kapan saja! Anggaplah ini caraku membalas budi padamu."



Setelah berkata demikian, sopirnya datang, ia pun naik ke dalam mobil dan pergi.



Sella Xia memegang kartu namanyam ia mengerutkan bibirnya, tapi masih memasukkan kartu nama itu ke dalam tasnya, anggap saja sebagai rasa hormat terhadap nyonya itu!



Sella Xia kembali ke rumah sewaannya, ia duduk di tempat tidur sambil menopang dagunya dalam keadaan linglung, ia merasa dia tidak boleh terus seperti ini, mencari batu giok yang kemungkinan ketemunya kecil.



Dia berpikir, jika tidak bisa mencari keluarganya, ya sudah tidak usah mencarinya! Dia harus tetap melanjutkan hidupnya.



Dia ingin mencari pekerjaan, di kota yang membutuhkan uang ini, jika tidak punya uang, maka hidup akan sulit.



Sella Xia membuat panggilan telepon dari studio sebelumnya, tapi di sana sudah tidak membutuhkan model, jadi dia hanya bisa mencari pekerjaan lain.



Tiba-tiba, Sella Xia teringat akan nyonya yang ia temui hari ini, karena nada bicaranya sangat lembut, dia mendapat keberanian, dia benar-benar menginginkan bantuannya.

__ADS_1



Dengan keberanian, dia menekan nomor telepon nyonya itu, pada kartu namanya, dia bermarga Song, nyonya Song ini mengenali suaranya. “Kamu adalah nona yang membantuku mendapatkan tasku lagi ya!” Dia bertanya sambil tersenyum.


__ADS_2