
Saat Sella Xia turun ke bawah menunggu Bryan Gong, kebetulan ada plaza kecil di sebelah. Sella Xia sedikit kehausan, berencana ingin pergi ksana membeli teh susu. Sesampainya di mulut jalan, dia melihat sosok yang dikenalnya. Dia terkejut, ternyata yang dilihatnya adalah teman semasa SMA, Yvonne Wu, melihatnya disini benar-benar sebuah kebetulan.
Yvonne Wu adalah adaalh seorang yatim piatu, tidak kuliah. Disinia ia melihatnya sedang menyebarkan selebaran, tapi tidak tahu selebaran apa yang di bawa, orang yang melewatinya pun tidak mempedulikannya.
Yvonne Wu menghela nafas, Sella Xia menghampirinya sambil tersenyum berkata, “Yvonne!”
Yvonne Wu menoleh melihat Sella Xia, dia juga ikut terkejut, “Sella, tidak disangka bis abertemu denganmu disini.”katanya, dia menunduk sedikit malu.
“Bagaimana kau bisa menyebarkan selebaran disini?”tanya Sella Xia.
“Tidak ada cara lain, sekarang aku sedang menabung. Tempat kami ketambahan lagi beberapa anak yatim piatu, kalau bisa bekerja untung sedikit kan bagus.” kata Yvonne Wu sambil tertawa.
Diam-diam dalam hati Sella Xia kagum dengannya, melihat di tangannya masih ada banyak selebaran, dia tidak tahan mengulurkan tangan dan berkata, “Beri aku setengah, aku bantu!”
“ Terima kasih Sella.”katanya berterima kasih, mengulurkan tangannya memberi selebaran. Setelah Sella Xia menerimanya, ia langsung mulai menyebarkan selebaran kepada pejalan kaki.
Isi selebaran tersebut adalah diskon swalayan, tapi karena swalayan ini tidak terkenal, maka orang yang lewat hanya melihatnya sekilas tapi tidak mengambil selebaran.
Sella Xia dan Yvonne Wu masih berusaha memberikan kepada pejalan kaki, saat ini ponsel Sella Xia berdering, dia mengambilnya dan ternyata Bryan Gong yang meneleponnya.
Matanya segera melihat ke pintu kantor yang ada di seberang jalan, melihat mobil Bryan Gong yang trendi berhenti disana, Sella Xia segera mengangkat telepon, “Halo!
“Aku sudah di depan pintu.”suara Bryan Gong yang memikat hati terdengar.
“Aku sudah turun, aku ada di plaza sebelah. Ada temanku yang sedang menyebarkan selebaran dan aku membantunya, bisa tunggu aku sebentar?”kali ini Sella Xia tidak bisa meninggalkan Yvonne Wu begitu saja, hari hampir gelap dan tugasnya masih banyak sekali!
Bryan Gong tidak marah atau sebal, sambil tertawa menjawa, “Baiklah!”
__ADS_1
Hati Sella Xia menjadi lega, Yvonne Wu yang ada di sebelahnya melihatnya menjawab telepon, lalu bertanya karena ingin tahu, “Apa kau harus pergi?”
“Tidak apa-apa, aku bantu menyelesaikan ini dulu.”jawabnya sambil tersenyum.
Sorot mata Yvonne Wu tampak bersyukur, dia mengangguk dan menjawab sungkan, “Seharusnya jam satu tadi aku bisa kesini, tapi karena ada urusan, aku baru sampai jam empat tadi. Kalau tidak selesai, mungkin kali ini aku sia-sia saja pekerjaannya.”
“Tenang, aku membantumu.”Sella Xia sudah bertemu dengannya, dia tidak bisa meninggalkannya begitu saja.
Hidup Yvonne Wu selalu terlihat kasian, dia juga simpatik terhadapnya, bisa membantu begini pun sudah bagus!
Saat ini, Sella Xia melihat sosok yang tinggi didalam kerumunan orang sedang berjalan kesini, sangat tinggi, Sella Xia memakai tangannya untuk ditaruh didepan dahi, mencoba melihat jelas apakah Bryan Gong turun dari mobil?
Bahkan dia masih berjalan ke arahnya.
Yvonne Wu sedang menyebarkan selebaran, pandangannya juga sedang melihat ke arah orang yang lalu lalang, sosok yang tampak dingin di tengah kerumunan itu, pandangannya terpaku disitu.
Bibir Sella Xia tersenyum, tidak terlihat sosok Bryan Gong, dia segera menyebarkan selebaran satu per satu kepada pejalan kaki. Orang itu melihatnya terus, bahkan tidak ingin pergi.
Sella Xia juga merasa sedikit risih, dia berjalan ke arah seorang bibi didepan, bibi itu tertarik, menerima selebaran dan pergi.
Didepan Sella Xia, Bryan Gong selangkah demi selangkah mendekatinya, “Butuh bantuan?”
Suara yang menawan itu, sangat merdu seperti suara senar alat musik.
Yvonne sangat kaget dan segera menarik Sella Xia, “Temanmu?”
Selesai bicara, melihatnya dari dekat lalu dia tercengang, lelaki ini adalah lelaki paling tampan yang pernah dia temui.
__ADS_1
“Iya, temanku!”jawab Sella Xia sambil mengangguk, lalu dia dengan sedikit malu berkata pada Bryan Gong, “Tidak perlu, tunggu dulu sebentar ya.”
Bryan Gong tentu tahu selebaran yang di tangannya disebarkan dengan cukup lamban, dia mengabil setengah dari selebaran itu. Sella Xia terkejut melihatnya, dia mau membantunya menyebar selebaran?
Yvonne Wu yang disebelahnya juga kaget, lelaki tampan ini mau membantunya menyebar selebaran? Tidak bisa dipercaya!
Lalu Bryan Gong menyebarkan selebaran didepan dua gadis yang sedang menatapnya, selebaran di tangannya diberikan kepada gadis yang sedang lewat. Gadis itu menunduk melihat ponselnya, saat melihat selebaran diantar didepannya, dia segera menolak dengan tangannya, tapi setelah menolak dia tampak seperti terhidap oleh sesuatu. Dia mengalihkan pandangan dari ponselnya dan melotot, melihat orang yang menyebar selebaran. Tiba-tiba matanya berkilau,lalu dia berbalik melihat Bryan Gong yang menarik balik selebaran dengan terkejut. Melihat lelaki didepannya, dengan nekat berkata, “Kakak tampan, boleh minta wechat?”
Bryan Gong tersenyum menjawab, “Maaf, saya tidak memakai wechat.”
Wanita itu tidak menyerah, lalu mengeluarkan pose imut, “Kalau begitu... boleh minta nomor telepon?”
Sella Xia yang ada di sebelah melihatnya, melihat wanita ini begitu agresif, membuat hatinya menjadi tidak tenang sambil melihat Bryan Gong.
“Maaf!” jawab Bryan Gong serius.
Lalu karena ditolak, wanita ini tidak merasa sungkan tapi hanya kecewa lalu mengambil selebaran dan menoleh mengamati Bryan Gong.
Yvonne kaget, dengan bantuan lelaki tampan, selebaran pasti bisa disebar habis.
Ternyata! Sejak Bryan Gong disitu, laki-laki maupun perempuan semuanya mau menereima selebaran darinya. Dia menoleh melihat Sella Xia dan Yvonne maish belum selesai juga, dia mengulurkan tangan berkata, “Berikan padaku!”
Sella Xia dengan kaget menyerahkannya, begitu pula dengan Yvonne . Setelah Bryan Gong menerimanya, ia berkata, “Kalian berdua istirahat saja.”Selesai bcara, dengan langkah kaki jenjangnya dia berjalan menuju pintu swalayan. Dengan kehadirannya yang mengejutkan, sekalinya dia menyebarkan selebaran , banyak lelaki dna perempuan yang menghampirinya seperti lebah. Dia hanya perlu membawa saja, selebaran habis direbut para wanita. Seakan selebaran yang dia bawa bukanlah selebaran biasa, tapi sama berharga seperti uang.
Yvonne yang berdiri tidak jauh melihat pemandangan ini, diam-diam merasa iri dengan Sella Xia, “Dia pacarmu?”
Seketika wajah Sella Xia memerah, “Bukan kok!”
Tapi, Yvonne dapat menebak dengan sekali lihat, iya, karena lelaki ini begitu baik padanya, dan karena dia, ternyata dia dengan berwibawa masih mau menyebarkan selebaran. Sella melihat Bryan Gong dari dekat, melihatnya dikelilingi banyak wanita, memandangnya sebagai artis, bahkan ada juga orang yang memotretnya. Sella Xia ingin tertawa, tapi tidak berani tertawa, rasanya membuat Bryan Gong bisa dikelilingi begini adalah salahnya.
__ADS_1