Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Gadis yang cemburu


__ADS_3

Disamping Christopher masih ada yang adiknya Christy, Christy yang terlihat modis dengan make up nya itu dia berjalan dan melihat Bryan tatapan matanya penuh dengan kebahagiaan, dengan penuh kebahagiaan dia melompat.


Baru saja Christopher duduk, dengan tidak bisa apa-apa dia berhadapan dengan Bryan, “Bocah ini ingin mengikutiku.”


Tentu saja Bryan tidak begitu memperhitungkan karena kakak beradik ini karena dimatanya, Christy seperti adiknya sendiri.


“Tidak apa-apa.” Bryan tersenyum dia juga tidak berbuat apa.


Dirinya dan Christopher tahu betapa Christy sangat menyukainya, hanya saja Bryan terus saja menghindar darinya, hal ini membuat Christy tidak memiliki kesempatan untuk menyatakan cintanya tentu saja Christopher juga merasa sakit kepala karena adiknya sendiri menyukai temannya, tetapi sebagai seorang kakak tentu saja dia mengharapkan kebahagiaan adiknya.


Hanya saja, dirinya juga tahu, jika Bryan tidak menyukai adiknya sendiri maka dari itu dirinya hanya bisa menjadi seorang penonton saja.


“Kak Bryan di perjamuan hari itu kenapa kamu menghilang begitu saja? Bagaimanapun aku mencari aku tidak dapat menemukanmu.”


“Aku ada urusan maka dari itu aku pergi terlebih dulu.” Bryan menjawab.


Christy terlihat sedih dengan bibir yang memerah kemudian dengan penasaran dia bertanya, “Kapan lalu gadis yang kamu bawa itu nona dari keluarga apa? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?”


“Dia adalah pacarku.” Bryan berkata.


Ini membuat Christopher seperti tidak menyangka ketika mendengar kabar ini, kemudian dia dengan terkejut dan bertanya, “Kamu bahkan sudah punya pacar? Kenapa tidak memberitahu aku?”


Tatapan Christy juga terlihat tidak percaya, wanita itu terlihat dari kalangan biasa dan menjadi pacarnya? Bagaimana mungkin?


Wanita itu bahkan terlihat tidak pantas untuk Bryan.


“Kak Bryam kamu sedang membohongi aku! Kamu sungguh memiliki pacar?” Christy sedikit terlihat tidak senang mendengar ini.


Seketika Christopher berkata, “Jika Bryan sudah berkata seperti itu, maka itu memang seperti itu, buat apa kamu bertanya sedetail itu?”


Kemudian Christy menambahkan, “Aku pernah bertemu wanita itu! Aku merasa dia tidak pantas untuk kak Bryan!”


Mendengar ini wajah Bryan terlihat menegang dengan tatapan tidak senang dan dengan tenang dia berkata, “Didunia ini, ketika dilahirkan tidak ada derajat yang dibedakan, juga tidak ada penentu yang mengatakan pantas atau tidaknya seseorang.”


Christopher yang mendengar ini tahu jika dia telihat marah, kemudian memperingatinya agar tidak berkata dengan sembarangan.


Christy dengan sedih memajukan bibirnya, tatapan matanya terlihat tidak percaya, dimatanya kehidupan ini dibedakan dengan sebuah derajat, gadis itu terlihat tidak cocok untuk Bryan.


Yang pantas bersanding dengan dia adalah wanita seperti dirinya, memiliki latar keluarga yang baik, berpendidikan dan cantik.

__ADS_1


Tetapi, Christy memang pintar, dirinya ingin tahu apa kelebihan wanita itu hingga membuat pria seperti Bryan tertarik kepadanya.


Pada intinya, dia tidak percaya jika Bryan memilih seorang wanita seperti itu, bahkan dirinya sendiri belum sempat menyatakan cinta!


Pria yang begitu tampan dan hebat, seharusnya milik dia.


Christopher mengetahui ketidak senangan dari adiknya, tetapi sebagai seorang kakak dia tidak tahu bagaimana cara untuk membujuknya.


Christy tidak lagi membahas hal ini, tetapi ketika di meja makan dia begitu mendekati Bryan bahkan dia tidak memperlakukan Christopher seperti itu, Bryan malah berusaha untuk tidak mendapatkan pelayanan ini.


“Kak Bryan, ini adalah sayur kesukaanmu, aku letakkan didepanmu.”


“Tidak perlu, aku bisa mengambilnya sendiri.” Bryan berkata dengan datar.


Christopher yang melihat adiknya yang tidak berdaya ini hanya bisa mengelengkan kepalanya.


Tetapi, Christy malah terlihat bersemangat, apapun caranya untuk membuat Bryan senang dia sangat rela untuk melakukannya.


Setelah siang ini berlalu, Christopher mengajak Bryan untuk bermain, karena permainan berkuda dan bermain panah ini tidak menarik bagi Christy, juga secara kebetulan Christopher tidak ingin mengajaknya.


Agar dia tidak perlu melakukan dengan sesukanya.


Christy mengajak beberapa temannya untuk keluar, salah satu dari mereka sangat menyukai pakaian adat dari China, dia sedang mencari beberapa pakaian adat China.


Model ini terlihat sangat canti, Christy melihatnya sekilas, awalnya dirinya hanya melihat pakaiannya saja tetapi ketika matanya tertuju kepada wajah dari model ini dirinya terkejut, wajah ini dimana dia melihatnya?


Ingatan Christy memang bagus, ketika dia menyadarinya, kemudian dia mengerutkan dahinya, “Tidak mungkin! Ini dia!”


“Siapa! Kamu mengenal model ini?” Dengan penasaran temannya bertanya.


Setelah Christy melihatnya dengan seksama, memang benar wanita ini adalah wanita diperjamuan kapan lalu, dia adalah wanita yang berada disamping Bryan, dan seorang gadis yang diakui pacar oleh Bryan.


Tidak disangka, dia hanya seorang model diinternet dan seorang model biasa.


“Heng! Ternyata hanya ini.” Nada dari Christy terlihat seperti sedang menertawainya.


“Kamu sungguh mengenal wanita ini!” Seorang temannya merasa terkejut, sangat jarang melihat nona besar ini mengenali seorang model.


Christy berkata, “Aku tidak mengenalnya! Aku hanya bertemu dengan dia diperjamuan kapan lalu.”

__ADS_1


“Kamu bisa menghadiri sebuah perjamuan, pasti terdapat orang-orang besar disana! Kenapa kamu bisa berada disebuah perjamuan?”


“Karena ingin menarik hatinya dari pria berada, dia membawanya kesana.” Christy tidak bercerita tentang Bryan kepada mereka.


Pria seperti dia, dia tidak rela mengatakan semua ini kepada temannya, apalagi sahabatnya harus dirahasiakan.


“Ternyata hanya seorang gadis yang berambisi saja!”


“Apakah kalian tahu dimana para model ini bekerja?”


“Mungkin studio jalanan zaman sekarang! Kenapa? Kamu ingin mencarinya!”


“Jika bisa, aku memang tertarik kepada orang ini.” Christy tersenyum dingin, dirinya ingin melihat wanita seperti apa yang bisa menarik perhatian dari Bryan, apa kelebihanya.


“Jika kamu ingin mengetahuinya, aku akan membantumu untuk menanyakannya.”


“Baiklah! Tanyakanlah!” Christy sungguh ingin mengetahuinya.


Sella menunggu ibunya dirumah, dia menghubunginya dan mendengar jika ibunya telah berada diperjalanan hal ini membuat dia merasa tenang.


Pada saat ini, semua ini telah selesai, ibunya tidak perlu merasa takut lagi.


Pada saat ini, telepon genggamnya kembali berbunyi dan ketika dia melihat Bryan menghubunginya, kemudian dirinya menaikkan sudut bibirnya, “Halo!”


“Ibu mu sudah keluar dari rumah sakit?” Terdengar sebuah suara perhatian dari Bryan.


“Iya! Dia sudah keluar dari rumah sakit.”


“Bukankah tadi pagi aku meminta kamu untuk menghubungiku? Kenapa kamu tidak menghubungiku?”


“Aku mengingat kamu sedang beristirahat, maka dari itu aku tidak menghubungimu, dimana kamu sekarang? Dirumahkah?”


“Aku dan temanku sedang berada diluar, agak malaman aku baru kerumahmu.”


“Kamu ingin datang kerumahku?” Sella sedikit merasa senang.


Setelah Bryan memikirkannya lagi, “Sudahlah, malam ini temani aku untuk makan malam, aku tidak ingin bertemu dengan ibumu.”


Karena dirinya sungguh tidak menyukai ibu seperti ini.

__ADS_1


Sella juga tidak menyalakannya, kemudian dia menjawab, “Baik! Sampai jumpa nanti malam.”


“Apakah uang telah kamu berikan kepada ibumu?”


__ADS_2