
Tidak Terjadi Apa-apa Bukan!
Bulu matanya yang lentik menghiasi matanya yang menawan, bibir merahnya tersenyum seakan-akan sedang memohon sebuah permintaan yang indah.
Ia pun merasa penasaran, permintaan apakah yang sedang ia ucapkan dalam hatinya saat ini?
Pada saat Sella Ji memejamkan matanya, ia memohon dua buah permintaan dalam hatinya, walaupun ini hanyalah sebuah pikiran yang terlintas, namun ia tetap saja memohon dua permintaan, yang pertama adalah dapat bersama dengan lelaki ini, yang satunya lagi adalah semoga ia berhasil mendapatkan kembali benda milik ibunya dari tangan Christy Lan.
Sebenanrya, kedua permintaan itu dapat terhitung sebagai satu buah permintaan, namun selama ia bisa mendapatkan kembali flashdisk tersebut dari Christy Lan, maka mereka tidak akan mengalami halangan lagi, dan tentu saja akan berakhir bersama.
Sella Ji membuka matanya, tatapannya terlihat bergemilang dan membuat orang yang melihatnya merasa tersentuh.
“Permintaan apa yang baru saja kamu mohonkan?” Bryan Gong merasa penasaran dan bertanya kepadanya.
Sella Ji tersenyum,”Tidak boleh diucapkan, sebuah permintaan tidak akan pernah terkabul jika diucapkan.”
“Kalau begitu, apakah ada hubungannya denganku?” Bryan Gong mengubah pertanyaannya.
Sella Ji menggigit bibirnya, tatapannya terlihat tersenyum, lalu ia pun perlahan menganggukkan kepalanya.
Suasana hati Bryan Gong langsung berubah menjadi jauh lebih membaik setelah mendengar jawabannya, ia mengulurkan lengannya dan merangkulnya, lalu menariknya menghadap ke dadanya.
Sella Ji perlahan bersandar pada pelukannya dan membiarkannya menemaninya menikmati pemadangan laut bersama-sama, angin malam perlahan bertiup pada rambut panjangnya hingga melayang di udara.
Bryan Gong memiringkan kepalanya, bibir tipisnya mencium rambutnya dengan sedikit perasaan rindu, ia kemudian perlahan menghirup wangi rambutnya, hati Sella Ji benar-benar melunak, ia perlahan memejamkan matanya dan bersandar dalam pelukannya.
Perasaan seperti ini membuat Sella yang berada di masa lalu merasa sangat melekat.
__ADS_1
Tangan Bryan Gong perlahan mengangkat dagunya, bulu mata Sella Ji yang lentik terlihat berkedip lembut seperti sayap kupu-kupu.
Setelah merasa tertekan selama tiga tahun, merindukannya selama tiga tahun, dan orang yang ia inginkan kini sudah berada di sisinya, lelaki itu dapat terus memilih untuk menekannya, namun ia akhirnya melepaskan pemikirannya tersebut.
Ketika bibir tipis lelaki itu perlahan menekannya, Sella Ji tidak menyingkir, ia hanya memejamkan matanya dan menerimanya, ia sudah menunggu kecupan ini selama tiga tahun...
Kecupan Bryan Gong terasa seperti rintikan air hujan, tidak terlalu agresif, ia membawanya kembali ke perasaannya tiga tahun yang lalu, ia perlahan terhanyut kembali dalam kenangannya, teringat kembali akan rasa cinta mereka. Namun, pada saat Sella Ji sedang terhanyt, lelaki itu tiba-tiba memanas dan bersikap keras, punggung Sella Ji perlahan bersandar pada pagar, dibalik punggungnya terdapat laut luas yang disertai deburan ombak kencang, sedangkan di depannya hanya ada lelaki ini, ia kemudian merangkul lehernya seakan-akan dia adalah satu-satunya topangan yang dapat ia gapai, akhirnya, ciuman di tengah pernafasan mereka berakhir.
Sella Ji masih merasa sedikit malu, ia perlahan mendorongnya, lalu bergerak mundur beberapa langkah.
Bryan Gong juga menenangkan pernafasannya, rambut hitamnya juga sudah kering dan terlihat melembut, wajahnya terlihat jauh lebih kuat dan meyakinkan dibandingkan tiga tahun yang lalu, ia terlihat menjadi lebih jantan, auranya ini menyebabkan perubahan pada penampilannya, yang kemudian membuatnya menyebarkan aura yang memikat para wanita.
“Tidur saja terlebih dahulu!” Tatapan Bryan Gong tertuju ke arah kejauhan, suaranya juga terdengar sedikit lebih rendah dan serak.
Sella Ji sudah sibuk sepanjang hari utnuk hari ini, berlari kesana kemari benar-benar membuatnya kelelahan, pikirannya masih kekurangan udara akibat baur saja dicium oleh lelaki itu, saat-saat seperti ini benar-benar adalah saat yang tepat untuk tidur.
Sepuluh menit kemudian, ia pun tidur dengan bibirnya yang terlihat tersenyum puas.
Bryan Gong tidak mendengar suara di balik punggungnya, sehingga ia kemudian memutuskan untuk kembali ke kamar dari teras, ia menajamkan tatapannya, lalu menatap gadis yang sudah tertidur lelap itu dengan perasaan tidak percaya.
Apakah ia tertidur begitu saja?
Bryan Gong tersenyum kusut, lalu bergumam sendiri, apakah daya tariknya itu masih belum cukup? Hingga membuatnya jatuh tertidur?
Selama tiga tahun ini, segala jenis wanita yang hebat terus bergiliran mendampinginya, namun dia adalah seorang lelaki yang berdiri di tengah puluh ribuan bunga, ia juga bukanlah orang yang terlalut erpikat, sehingga ia akhirnya memiliki niat untuk memainkannya saja, namun ia kini menjadi seorang lelaki yang paling berdedikasi.
__ADS_1
Namun ia masih saja merasa percaya diri terhadap daya tarik dirinya sendiri, namun ketika ia bertemu dengan Sella Ji di tempat ini, sepertinya rasa percaya dirinya itu pun menghilang.
Bryan Gong membuka selimut di sisi lain tempat tidur dan duduk, tatapannya terus tertuju kepada gadis yang sedang tertidur di salah satu sudut, ia benar-benar khawatir ia akan terjatuh ke bawah ketika ia membalikkan tubuhnya pada tengah malam.
Bryan Gong duduk mendekatinya sejenak, membungkukkan tubuhnya, mengulurkan tangannya, dan menggendong Sella Ji untuk bergeser sedikit ke arah tengah tempat tidur, Sella Ji terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang tertidur lelap, sekalipun ia memindahkannya ke bagian tengah tempat tidurnya, ia tetap saja bersandar pada telapak tangannya dan tertidur sanga tlelap.
Bryan Gong kini merasa sedikit kehabisan kata-kata, bahkan gerakan ini juga tidak membangunkannya? Namun ia juga tidak pernah berniat untuk membangunkannya, ia kemudian bersandar pada lengannya dan tidur, menghadap ke samping dan saling berhadapan dengannya, di bawah sinar cahaya lampu, ia terus memperhatikan wajah yang sudah ia rindukan selama tiga tahu lamanya ini.
Setiap gerakan dan senyumannya itu sudah mendalam di pikirannya sejak awal, ketika melihat wajahnya yang gemuk seperti bayi itu, tangannya pun terasa sedikit gatal, ia mengulurkan tangannya dan perlahan mengelus wajahnya.
Sella Ji sepertinya merasakan sesuatu di dalam mimpinya, ia mengerutkan bibir merahnya sejenak, seakan-akan ia merasa tidak senang karena ia mengganggunya tidur.
Bryan Gong tersenyum tanpa bersuara sejenak, ia mendekatinya dengan sedikit rasa iseng, ia mengecup sejenak bibir merahnya yang sedang mengerut ini dengan sangat cepat, namun ia sepertinya tertidur terlalu lelap, ia mungkin benar-benar sudah mengantuk.
Ia tidak bisa menunggu terjadinya hal lain lagi untuk malam ini, Bryan Gong tidak mengganggunya, lalu mematikan lampunya, memejamkan matanya, dan tertidur berjarak satu telapak tangan darinya.
Selama ada dia, maka ia bisa tidur dengan sangat tenang.
Pada saat mereka berdua tertidur, mereka bahkan berkhayal dan bergerak beberapa kali pada tengah malam, hingga mereka berdua akhirnya saling berpelukan, Sella Ji bersandar pada lengan Bryan Gong, sedangkan salah satu lengan Bryan Gong merangkul pinggangnya, Sella Ji menyandarkan salah satu kakinya pada kakinya, posisi mereka kini benar-benar sangat ambigu.
Pagi subuh.
Alarm diri Sella Ji membangunkan dirinya pada waktu yang tepat, dirinya yang linglung itu mengira bahwa ia masih di rumahnya sendiri, ia merasa pinggangnya sedikit memberat, lalu mengulurkan tangan dan ingin menyingkirkan benda yang sedang menekannya itu, namun ia tidak menyangka bahwa ia tiba-tiba menyentuh sebuah lengan yang kuat.
Dalam sekejap, matanya yang sebelumnya masih terpejam langsung terbuka lebar, wajah tampan yang berada dekat darinya itu muncul di sebelahnya begitu saja tanpa peringatan apapun, di bawah cahaya yang terang, wajahnya terlihat semakin dekat dan jelas, pada saat yang bersamaan juga sangat memikat.
Lelaki ini sudah tidur semalaman, namun ia tidak terlihat berantakkan, melainkan masih terlihat rapi serupa sebuah lukisan. Sella Ji menundukkan kepalanya dan mengecek posisi mereka yang sedang saling berpelukan, pikirannya langsung terkejut, astaga! Apa saja yang sudah terjadi kemarin malam?
__ADS_1