Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Dia dalam mimpi


__ADS_3

Dia Dalam Mimpi


“Wow, batu giok ini sangat indah, dan kondisinya juga sangat bagus.” Seorang bibi tua membungkuk dan memandangi sebuah liontin batu giok, tampaknya ia sedang meneliti batu giok tersebut.



Dolores Xia juga ikut membungkuk, melihat batu giok di etalase, melihat batu giok yang seperti menembus awan putih, dia tidak terlalu tahu tentang ini, dia bertanya pada wanita tua itu, ”Apakah ini batu giok yang bagus?"



"Ini bukan batu giok yang bagus! Ini adalah permata yang luar biasa, sepotong batu ini bahkan tidak bisa dibeli dengan uang milyaran."



Dolores Xia merasa otaknya seperti mau meledak, dia segera teringat dirinya waktu muda, mendapatkan potongan giok dari putrinya, warnanya mirip sekali dengan yang ada di sini, bahkan mungkin lebih bagus, bukankah itu barang berharga yang luar biasa?



Dolores Xia melihat berulang-ulang batu giok itu, ia juga berpikir bahwa batu giok Sella Xia itu indah, transparan, cantik, lebih bagus daripada batu giok ini.



Apakah... apakah pihak ibu Sella Xia berasal dari keluarga kaya raya? Bisa memiliki batu giok seperti itu, pastilah bukan orang biasa!



Dolores Xia segera merasa sangat disayangkan, awalnya ia ingin menjualnya dengan harga delapan puluh juta, kakak yang waktu itu tertarik langsung memberi harga delapan puluh juta, pada saat itu ia merasa barang dan harganya setimpal.



Baru sekarang ia mengetahui bahwa orang awam sepertinya, sama sekali tidak tahu nilai dari batu giok itu, sekarang jika dia menyesalpun, sudah terlambat.



Dolores Xia memandang liontin batu giok di lemari itu dengan bingung, setelah kunjungan singkat itu selesai, semua orang naik mobil, Dolores Xia melihat ke luar jendela, suasana hatinya menjadi sangat berat, dia sedang memutuskan suatu hal, apakah mau memberitahu Sella Xia mengenai latar belakang kehidupannya?



Jika memberitahunya, dia bukan anak kandungnya, sedangkan ibu kandungnya meninggal karena melompat ke sungai setelah beberapa bulan dia lahir, apakah dia akan menjadi lebih sedih?



Selain itu, liontin gioknya juga dijual olehnya, tidak ada harapan baginya untuk menemukan keluarganya.



Tetapi jika dia tidak memberitahunya, dia tidak tahu kapan dia akanmeninggalkan dunia ini, pada saat itu, ia meninggalkan putrinya untuk hidup sendirian di dunia ini, seorang diri, tidak bisa bergantung pada siapapun, hatinya juga sangat sedih.



Awalnya Dolores Xia keluar untuk berlibur, tapi dia tidak menyangka, karena kunjungan ke pameran ini, pikirannya menjadi semakin berat.



Di dalam negeri, Sella Xia mengantar teman-temannya pulang, karena liburan masih ada satu hari lagi, dia juga lelah mengurus teman-temannya yang datang, jadi ia kembali ke kamar kontrakannya dan tidur sebentar, jarang sekali ia punya waktu senggang.

__ADS_1



Sinar matahari sore menembus masuk lewat jendela, dan cuaca di bulan Maret adalah waktu yang tepat untuk tidur siang.



Sella Xia memeluk selimut dan tidur dengan tenang.



Tertidur, tertidur, tiba-tiba dia mendengar suara anjing menggonggong, suaranya yang sangat keras dan kuat, seolah suara gonggongan yang familiar.



Sella Xia sangat senang, juga terkejut, samar-samar dia seperti sedang mendorong pintu, dan datang ke sebuah gunung, di sana seperti musim semi, bunga bermekaran, di sepanjang mata terlihat rumput hijau, bunga liar bertebaran, wanginya semerbak.



Sella Xia melihat seekor Doberman hitam berlari ke arahnya, dengan senyum di bibirnya, dia berjongkok dan membelai Hero.



Di belakang Hero, sosok tinggi dan ramping berjalan ke arahnya dengan matahari menyinari punggungnya, meskipun dia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tetapi nafasnya begitu akrab, dia mendekat, matahari terbenam terlihat di matanya, dia tersenyum sangat menawan.



“Bryan...." Dia memanggil namanya dengan terkejut, pria itu mengulurkan tangan padanya dan bertanya dengan nada rendah dan menawan, "Mau berjalan-jalan denganku?"




Dan senyuman Bryan Gong berubah menjadi seringai, "Apa kamu masih punya hak untuk memegang tanganku lagi? Karena kamu sudah meninggalkanku, jangan pernah muncul di hadapanku lagi."



Setelah berkata demikian, sosoknya menghilang dalam cahaya, ia menyaksikan dia membawa Hero pergi menjauh.



"Bryan... Bryan…." Sella Xia berlari mengejarnya, tetapi dia tidak bisa mengikutinya, Sella Xia menangis dan terbangun dari mimpinya, dia megap-megap, dan kelopak matanya basah oleh air mata.



Lagi-lagi dia mimpi, mimpi seperti ini, sejak dia di sini, setiap hari pasti bermimpi begitu, terkadang saat tengah malam ia seperti mendengar suara telepon, terkadang suara pesan, tapi setiap dia terbangun dan melihat ponselnya, tidak ada apa-apa.



Kemudian, dia baru teringat, Bryan Gong tidak memiliki nomor ponselnya yang baru, ia merasakan kepahitan dalam hatinya.



Meskipun dia tahu setiap kali ia mendengar suara telepon atau pesan pada ponselnya dalam mimpi, tapi begitu ia terbangun, ia masih akan tetap mengecek ponselnya.


__ADS_1


Akhirnya, setiap kali dia kecewa dan membuka matanya hingga fajar.



Pada saat ibunya jatuh sakit, dia mulai sangat lelah sehingga dia tidak bermimpi buruk, mimpi barusan terasa sangat nyatam seolah kembali ke hari itu, ketika mereka mendaki gunung.



Bahkan wangi rumput itu begitu nyata, jika ini bukan mimpi, maka akan sangat baik.



Ketika Sella Xia meninggalkan Bryan Gong, dia membuat keputusan yang tegas, dia juga tahu bahwa dia akan hidup dalam penyesalan setiap harinya di masa depan.



Ini adalah jalan yang dia pilih, dan tidak ada orang yang bisa membantunya.



Bahkan dirinya sendiri pun tidak bisa.



Sella Xia berpikir dalam hati, apakah ibunya bersenang-senang? Ketika dia kembali, dia masih harus pergi untuk pemeriksaan lagi, bahkan jika ibunya menolak, dia harus tetap membujuknya untuk pergi.



Tiga hari kemudian, Dolores Xia kembali, Sella Xia menunggunya di depan pintu rumah sampai ketika ibunya turun dari mobil tour, Dolores Xia bersenang-senang, hanya saja ada satu hal dalam hatinya yang terus ragu.



Dia juga membawa kalung untuk Sella Xia, meskipun tidak mahal, hanya dua juta, tapi Sella Xia menyukainya.



“Bu, aku mengambil cuti setengah hari besok siang, aku mau membawamu ke rumah sakit saat siang.” kata Sella Xia sambil memilah pakaian ibunya.



Dolores Xia merasa tidak nyaman segera setelah dia mendengar kata rumah sakit, dia tidak suka setelah setiap kali pemeriksaan, dokter memegang hasil pemeriksaan dan mengumumkan waktu kematiannya dengan ekspresi serius.



Siapa yang tidak takut mati? Dia hanya menghindari masalah ini.



"Tidak, rumah sakit adalah tempat menghabiskan uang, setiap kali pergi harus menghabiskan jutaan uang, lagipula penyakitku tidak bisa disembuhkan, apa gunanya hidup sedikit lebih lama?" Dolores Xia mengibaskan tangannya dan tidak ingin pergi.



Sella Xia buru-buru berkata, "Bu! Kamu tidak boleh begini, kamu harus menghadapi masalah ini dengan baik.”


__ADS_1


Dolores Xia mengerti satu hal, dia tidak ingin menghabiskan banyak uang untuk menyembuhkan penyakitnya, lagipula tidak kan sembuh, masih mending simpan uang, agar Sella Xia bisa menggunakannya saat dia sudah tidak ada, sekarang yang ia khawatirkan adalah anak ini. “Kita bicara lagi nanti! Aku tidak mau mendapat penderitaan lagi.”Dolores Xia menggelengkan kepalanya.


__ADS_2