
Tidak mengira sebuah mie instan, bisa memberikan mereka waktu bersama selama semalam, dihitung-hitung, rasa sakit yang Dia alami juga sepadan.
Pagi hari.
Di dalam kamar tamu, Sella Ji terbangun dengan panik, sambil melihat langit-langit yang di atas kepalanya, tidak salah, ini bukan rumahnya, adalah kamar tamu Bryan Gong.
Astaga! Bagaimana Dia bisa tertidur di rumahnya? Bagaimana Dia pulang semalam?
Tidak perlu menebak-nebak, pasti Bryan Gong yang menggendongnya ke atas! Kalau tidak, bagaimana mungkin Dia tidak mengingat kalau dirinya ke rumah Bryan Gong?
Sangat malu sekali, Sella Ji sambil terbangun dengan wajah yang memerah, bagaimana Dia bisa tertidur di sini? Nanti kalau pacarnya pulang ke dalam negeri, dan melihat semua ini….
Sella Ji buru-buru membuka selimut, dan keluar dari kamar tamu, tidak mendengar suara apapun dari kamar utama, Dia pun cepat-cepat turun ke bawah, lalu Ia menemukan kunci mobilnya di meja, dan Dia pun cepat-cepat pergi dari rumah Bryan Gong.
Bryan Gong juga bangun dengan lumayan pagi, saat Ia membuka pintu kamar tamu, wanita yang di dalam sudah pergi.
Wajah tampan tersebut terlintas sekilas kekecewaan, Ia berjalan ke depan jendela, melihat jauh ke vila Sella Ji.
Sella Ji kembali ke rumahnya, waktu masih pagi, Jayce Ji juga ada di ruangan, pembantu sedang menyiapkan sarapan untuk Dia.
“Sella, sudah pulang.” Wajah Jayce Ji terlihat lembut sambil berkata kepadanya.
“Kak, kakak belum berangkat ke kantor!” Sella Ji terlihat sedikit canggung, wajahnya juga sedikit hangat.
“Semalam kamu tidur dimana? Kenapa tidak pulang?” Jayce Ji bertanya dengan perhatian.
“Aku….aku tidur di rumah sakit, di sana ada kamar kosong.” Sella Ji berbohong, Dia tidak bisa berkata, kalau semalam Ia tidur di rumah Bryan Gong, kalau berkata demikian, Kakak Besarnya pasti akan berpikir aneh-aneh!
“Oh! Luka kaki kamu bagaimana?”
__ADS_1
“Sembuh, sudah benar-benar sembuh, Kak, aku hari ini ikut kakak berangkat ke kantor ya.” Sella Ji merasa kalau Ia terus-terus ijin dari kantor, akan membuat orang kantor merasa keberatan.
“Kamu mau tidak pindah ke posisi lain? Kalau kamu ingin mendapatkan pengalaman lebih banyak, kamu jadi asisten aku saja!”
Sella Ji sambil berpikir-pikir, sepertinya oke juga, lalu Ia menganggukkan kepala, “Baik, kalau begitu aku jadi asisten kamu ya!”
Jayce Ji tersenyum, “Baik, nanti kamu ikut aku ke kantor.”
Sella Ji kembali ke kamar, mandi dan bersiap-siap, Ia mengganti setelan formal dan mengikuti Jayce Ji keluar, Jayce Ji bertanya tentang masalah semalam, Sella Ji hanya berkata Ia mengantar Bryan Gong kesana, lalu Jayce Ji pun tidak bertanya tentang detil cerita lagi.
Tapi, satu hal yang terlihat oleh Jayce Ji, pasangan Sella Ji dan Bryan Gong ini, seperti mulai ada tanda-tanda cinta lama bersemi kembali, sebagai Kakak Besar, di dalam hati Jayce Ji merasa setuju terhadap hal ini, bagaimanapun harapan Tuan Besar Ji adalah membiarkan Sella Ji hidup bahagia selamanya.
Asal Dia bahagia, akan menikah dengan orang seperti apa di masa depan, harusnya membiarkan Dia sendiri yang memilih. Sella Ji langsung dipindahkan dari Departemen Keuangan menjadi Asisten CEO, para karyawan pun terbengong semua, merasa Dia sangat beruntung, namun di belakang, tidak tahu siapa yang menyebarkan informasi, kalau Sella Ji adalah Nona besar dari Ji’s Corp, dan ini, membuat kehebohan di kantor, para karyawan lama yang pernah memerintah Sella Ji, semua merasa ketakutan, memiliki sebuah rasa ketakutan kalau tidak akan bertahan lama di kantor.
Siapa yang tidak dirundung, malah merundung Nona Besar Ji’s Corp, benar-benar sudah bosan hidup.
“Sella, sore nanti ada sebuah perlelangan proyek, kamu temani aku kesana.” Jayce Ji berkata kepada Sella Ji yang masuk ke dalam.
Sella Ji baru selesai melihat sebuah laporan, lalu datang untuk memberikan laporan tersebut kepada Jayce Ji, lalu Ia menganggukkan kepala, “Baik! Aku harus menyiapkan apa?”
“Tidak perlu, kamu hanya perlu temani aku pergi saja, kali ini adalah perlelangan proyek besar, perusahaan kita juga merupakan salah satu peserta dari perlelangan ini, jadi, perlelangan sore ini sangat penting.”
“Iya! Kakak Besar, semangat!” Sella Ji membuat sebuah gerakan mengepalkan tangan kepada Jayce Ji.
Jayce Ji pun tertawa karena gayanya Sella Ji, “Sudah-sudah, kalau tidak terjadi apa-apa, Bryan Gong juga akan berada di sana.”
Wajah cantik Sella Ji tiba-tiba menjadi hangat, kenapa Kakak harus mengatakan kata ini, jangan-jangan Kakak Besar sudah mengetahui kalau semalam Ia tidur di rumah Bryan Gong?
__ADS_1
Sella Ji pura-pura tersenyum dengan tenang, “Oh ya? Dia juga akan ke sana?”
“Perusahaan Dia juga tertarik terhadap proyek ini.”
“Oh!” Habis ngomong, Sella Ji membalikkan badan dan keluar, hatinya merasa sedikit heboh, tapi, tadi pagi Ia pergi tanpa berpamitan, nanti sore bertemu lagi, akan menjadi sedikit kaku!
Tapi bagaimanapun, Dia mengikuti Kakak Besarnya demi proyek perusahaan, Ia juga tidak punya alasan untuk tidak pergi!
Sore, di sebuah aula perlelangan proyek yang terlihat sangat formal ini, dihadiri oleh banyak petinggi dan Bos dari perusahaan domestik, siapapun tidak ingin melewatkan momen yang seru ini.
Christy Lan mendengar Kakak Besarnya berkata kalau Bryan Gong juga akan hadir di perlelangan proyek sore nanti, Dia pun meminta Kakak Besarnya harus ingat membawa Ia kesana, setiap hari Dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Bryan Gong, dengan susah payah Ia menemukan kesempatan untuk bertemu dengannya, tentu saja Dia tidak akan melepaskan kesempatan ini.
Christopher Lan juga sangat tertarik terhadap perlelangan kali ini, dan di tangannya juga ada beberapa kuota, Dia hanya bisa memuaskan harapan Adiknya, membawa Ia masuk ke lokasi tersebut. Jadwal Bryan Gong siang ini memang ada perlelangan proyek ini, jam setengah 3 siang, di dalam parkiran yang besar, di penuhi dengan mobil mewah, mobil Bugatti hitam Bryan Gong yang sangat menarik perhatian juga muncul di sana, di belakang mobil sportnya, diikuti oleh beberapa mobil hitam, semuanya adalah petinggi di kantornya.
Personil kunci kantornya, dan Asistennya Robert Ye pun dengan cepat mengikuti dirinya dari belakang, dua orang pengawalnya pun sambil memperhatikan lingkungan sekitar dengan waspada, sambil mengawalnya masuk ke dalam aula, di belakangnya, diikut oleh karyawan Dia yang mengenakan jas, dilihat dari sini, Dia adalah yang paling muda di antara mereka, dan pada saat yang sama, Dia juga merupakan yang paling berwibawa dan berkharisma.
Dia masuk ke dalam aula, diantara para pria dan wanita yang belum masuk ke dalam lokasi, Dia seperti sinar bulan yang cerah, langsung menarik perhatian semua orang di sekitar.
Jayce Ji sambil membawa Sella Ji di dalam kerumunan, karena jarak waktu dari jam masuk ke lokasi masih ada 2 menit, sebagian orang masih menunggu di ruang istirahat yang ada di aula.
Sella Ji mengenakan setelan formal berwarna biru muda, rambut panjang yang terurai dibahu, banyak wanita pekerja profesional yang memiliki kharisma yang menonjol disini, tatapan Bryan Gong baru melihat sekilas, langsung melihat ke wanita yang tersenyum dengan ringan ini.
Senar hati Bryan Gong bergetar, Sella Ji datang ke sini, benar-benar tidak terduga.
Namun melihat Dia berdiri disamping Jayce Ji, berdiri bersama Jayce Ji terlihat serasi, memang terlihat sedikit menusuk matanya.
Sella Ji juga dengan segan sambil melihat Dia, menyampingkan badan lalu berbicara dengan Asisten Jayce Ji, dan saat ini, pintu lokasi pun dibuka, Bryan Gong sebagai pelanggan besar, Dia membawa orang-orang masuk duluan ke dalam.
Di belakangnya, orang-orang pun mulai masuk dengan rapi, masuk dengan beradab, dan tidak lama kemudian, Christy Lan sambil merangkul lengan Christopher Lan juga sampai, Dia dengan buru-buru berkata, “Kak, cepat sedikit, kita sudah terlambat.”
__ADS_1
Christopher Lan sambil tertawa dan berkata, “Terlambat ya terlambat saja! Lagipula juga tidak terburu-buru, kita juga hanya penonton saja.” “Tidak, aku ingin bertemu dengan Kak Bryan, cepat sedikit.” Christy Lan sambil menarik Dia masuk ke dalam.