Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Kesalah-pahaman Semakin Besar


__ADS_3

Kesalah-pahaman Semakin Besar


Alis Bryan yang mengerut, kenapa yang datang ialah Christy Lan?



“Kenapa kamu datang?”Mata Bryan tersirat sebuah rasa kekecewaaan, namun ia adalah adik dari teman baiknya, tentu saja ia harus menggangapnya seperti adik.



“Kak Bryan, kenapa kamu bisa sakit?” Dengan wajah yang khawatir Christy bertanya.



“Aku tidak apa-apa.” Bryan menjawab dengan datar, dia benar-benar tidak suka Christy muncul di sini.



Christy demi membuatnya senang, langsung mengeluarkan kotak gelang itu dari tasnya dan memberikanya pada Bryan, “Nah, ini adalah barang yang dibawa pulang oleh kakakku untuk mu, selalu tidak ada kesempatan untuk memberikannya pada mu, jadi hari ini aku pun sudah membawakannya untuk mu.”



Bryan menjulurkan tangan menerimanya, ialah sebuah gelang yang berwarna hitam, sangat cocok dikenakan oleh pria, nampaknya ada sebuah aura yang pekat.



Bryan juga menyukainya, karena Christopher mempunyai niat untuk memberikannya, maka dia tentu saja tidak akan menolaknya, ia mengenakan dan melihatnya, pun tidak dilepaskan lagi.



“Sangat indah, kakak ku juga membelikan 1 untukku.” Setelah mengatakanny, Christy pun tersenyum, karena dia terus mengeluh warna nya tidak cantik, jadi selalu diletakkan dalam tas, namun pada saat ini, melihat Bryan mengenakannya begitu indah, ia pun berpikir.



Jika mulai dari hari ini ia mengenakannya, maka ini seperti gelang pasangan dengan Bryan! Kelihatannya, meskipun warnanya jelek, dia juga harus mengenakannya.



Di depan pintu rumah sakit, pengawal membawa Sella masuk ke dalam, karena sebelumnya pernah berbicara, begitu Sella masuk pun langsung melihat pengawal berjalan ke arah kamar pasien Bryan.



Sella melihat perlengkapan media yang elit, ini seharusnya ialah rumah sakit pribadi, mungkin rumah sakit keluarga Bryan bukan!



“Nona Xia, sebelah sini, tuan muda ada di kamar depan, kamu kesana dan ketuk pintu lah!” Pengawal tidak kesana mengganggu , ia menunjukkan 1 kamar.



Sella mengangguk-anggukkan kepala, dia menarik nafas mendalam , selangkah demi selangkah berjalan ke kamar pasien itu.



Disamping kamar pasien terdapat sebuah jendela kaca setinggi 1 meter lebih, ketika Sella berjlana melewati depan jendela kaca, dari jendela kaca itu ia melihat situasi didalam kamar pasien.



Dengan terkejut melihat bayangan tubuh Christy, dia duduk di samping kasur Bryan , sedang berbicara dan tertawa bersama dengan nya, dan tatapan Bryan tertuju padanya, di mata Sella , itu adalah sebuah tatapan yang lembut dan penuh sayang.



Hatinya seketika diiris oleh pisau yang tidak berwujud, ternyata, melihat pria yang disukainya, bersama dengan orang lain, terasa begitu menyakitkan hingga mau mati seperti ini.


__ADS_1


Apakah dia salah paham? Selalu mengira Christy mengusirnya, karena dia tidak bisa mendapatkan rasa suka dari Bryan? Sekarang, mereka jelas-jelas bersama, dan kelihatannya begitu ideal.



Pemikiran Sella untuk berjala masuk, tiba-tiba merasa takut, bagaimana mungkin ia bisa pergi mengganggu mereka?



Meskipun ia membenci Christy, namun, dia tidak pantas untuk memberitahu Bryan, dia adalah orang seperti apa, demi cinta, semua orang bisa kehilangan logikanya.



Dan pada saat ini, Sella melihat Christy menegluarkan sebuah gelang dari tasnya , ia mengenakannya di tangannya, dia menggunakan pergelangan tangannya yang kurus kecil itu membandingkannya dengan pergelangan tangan Bryan.



Dan Sella melihat tangan kiri Bryan, mengenakan sebuah gelang warna hitam yang mempunyai warna dan bentuk dengan yang sama dengan Christy, seperti model gelang pasangan.



Langkah kaki Sella pun dengan sendirinya mundur selangkah, ia bersembunyi di samping jendela kaca, melihat senyuman bahagia Christy, dan juga tatapan Bryan padanya, bukankah kedatangan dia itu sia-sia dan tidak diperlukan? Jelas-jelas ada Christy, kenapa masih mau menjemputnya kemari?



Sella tiba-tiba tersenyum pahit, apakah ini adalah balasan Bryan padanya? Agar dia juga bisa melihat Bryan bermesraan dengan wanita lain bukan!Agar dia merasakan penderitaan yang sama seperti yang ia rasakan.



Mungkin, dia sudah salah menerka, karena yang merupakan dunia mereka, dia tidak mengerti.



Sella mengigit bibnir, membalikkan badan lalu berjalan kembali ke arah pulang , dia tidak ingin masuk, ada Christy, semakin ia tidak boleh masuk.




Dalam rumah sakit, Bryan menurunkan kepala, melihat jam tangan di pergelangan tangannya, kenapa Sella masih belum tiba?



“Nona Lan, maaf, dokter mengingatkan bahwa tuan muda harus beristirahat, lebih baik anda pulanglah!” Rico berkata pada Christy.



Meskipun Christy tidak ingin pergi, namun, bisa dilihat kondisi Bryan tidak baik, sepasang matanya tidak sejernih yang biasanya, penuh dengan urat darah, seperti dikarenakan tidak berisitirahat dengan cukup.



“Baik! Besok aku datang lagi, jika tidak dirumah sakit, aku akan pergi ke vila menjenguk mu.”



“Jika kamu ada urusan, tidak perlu datang lagi.” Bryan dengan sungkan menjawab.



“Aku tidak ada urusan! Waktu ku sangat banyak.” Christy tersenyum, namun malah menyadari sepasang mata sipit Bryan sedikit terpejam, seperti sudah mau tidur, ia pun lebih baik mengambil tas nya dan keluar.



Dia dari jendela kaca ingin melihat Bryan, malah menyadari tirai jendela secara otomatis menutup ke tengah, ia pun lebih baik menghilangkan niat ini, dan pergi.


__ADS_1


Bryan baru saja memejamkan mata, tiba-tiba membukanya, ia melihat Rico berkata, “Paman He, telepon dan tanyalah, kenapa Sella masih belum datang?”



Rico mengambil handphone dan menelepon ke pengawal yang ia utus.



“Halo! Kamu sudah menjemput orang tersebut belum?”



“Sudah dijemput 10 menit yang lalu, aku juga mengantar nya sampai ke depan pintu tuan muda, apakah Nona Xia tidak masuk ke dalam?”



“Apa? Dia tadi datang ?” Rico terkejut, teringat sebelumnya Christy berada di dalam kamar, lantas apakah Sella melihat semuanya?



“Benar!”



Bryan melihat ekspresi Rico, alisnya pun sedikit mengerut, “Ada apa? Sella sudah datang?”



Rico menutup handphonenya, dengan sedikit menyesal berkata padanya, “Tuan muda, Nona Xia tadi datang, mungkin melihat Nona Lan ada di dalam kamar! Mungkin dia tidak masuk dan langsung pergi.”



Wajah tampan Bryan sedikit berubah, tentu saja dia juga teringat tadi Christy ada di dalam kamar, dia melihat ke arah jendela kaca, lantas apakah tadi Sella melihatnya dari luar jendela?



Bryan mengambil handphone, langsung menelepon pada Sella .



Sella saat ini tidak naik bus umum,ia pun menundukkkan kepala berjalan ke 1 arah, sudah berada di tempat yang berjarak hampir 2 kilometer dari rumah sakit.



Dia mendengar suara deringan handphone, dia mempunyai insting, ini pasti ialah Bryan .



Dia mengambil dan melihatnya, sesuai dugaan ternyata adalah Bryan.



Dia melihat nama diatas, dalam hatinya bergejolak hebat, ia menghela nafas, tidak menolaknya, namun mengangkat panggilan itu.



“Halo!”



“Karena kamu sudah tiba di rumah sakit, kenapa tidak datang menjenguk ku?”Dari suara Bryan terdengar kekesalan.



Sella mendengar suaranya, meksipun suara bertanya yang penuh dengan kekesalan, namun di telinganya, masih saja begitu memikat, begitu enak didengar, dia begitu ingin mendengar dia berkata sesuatu lagi.

__ADS_1



“Bicara, kenapa tidak berbicara?” Bryan kembali dengan kesal bertanya. “Aku tidak tahu harus berbuat apa!” Sella dengan sedih menjawab!


__ADS_2