Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Pergi Ke Sebuah Restoran Yang Sama


__ADS_3

Pergi Ke Sebuah Restoran Yang Sama


“Baik! Dimana kamu ingin makan? Kamu yang pilih restorannya,”Bryan Gong tersenyum menjawabnya.



“Hmm! Aku akan pergi menemuimu terlebih dahulu! Lalu kita akan pergi ke restoran bersama-sama,”setelah gadis itu selesai berbicara, panggilannya pun terputus.



Bryan Gong juga kembali meletakkan ponselnya di atas mejanya, tatpannya masih terlihat dilintasi senyuman, namun pikirannya terus teringat akan Sella Ji, sehingga tatapannya pun kembali mendingin.



Setengah jam kemudian, sebuah mobil mewah yang berwarna hitam berkendara memasuki luar pintu Bryan Gong, sebuah bayangan menawan terlihat melangkah keluar dari dalam mobil, ia sedang memikul sebuah tas ransel kecil, mengenakan gaun kecil yang berwarna hitam, rambut hitamnya yang panjang terurai di bagian belakang kepalanya dan terlihat sangat halus seperti sutra.



Di bawah cahaya matahari, ia perlahan mengangkat wajah kecilnya, lalu tersenyum bersemangat, wajahnya terlihat sangat menawan, kulitnya terlihat putih cerah, ia benar-benar terlihat seperti boneka tanpa sedikitpun kekurangan.



Supirnya kemudian mengangkat kopernya dari bagasi mobil, lalu ia pun tersenyum sopan dan berkata,”Terima kasih, Paman!”



“Nona tidak perlu terlalu bersegan hati, apakah aku perlu membantumu membawanya ke atas?”



“Tidak perlu! Koper ini tidak berat, aku bisa mengangkatnya sendiri,”setelah selesai berbicara, ia pun mengangkat kopernya menaiki tiga anak tangga, tiba di depan pintu, lalu mendorongnya dan melangkah masuk.



Gadis menawan ini bukanlah orang lain, tetapi nona dari Keluarga Gong yang paling dimanjakan oleh semua anggota keluarga, Beatrix Gong.



Beatrix Gong memang adalah wanita yang menawan, dia adalah bukti yang paling tepat mengenai gen yang terbaik.



“Kak... Aku sudah datang, dimana kamu,”bayangan Beatrix Gong terlihat bergerak sangat cepat seperti seekor kupu-kupu, ia terlihat berjalan kesana kemari dibalik kaca vila yang disinari oleh cahaya matahari, dia benar-benar sangat menyukai vila milik kakaknya ini.



Bryan Gong berjalan keluar dari ruang bukunya, Beatrix Gong tersenyum dan langsung berlari menuju ke pelukannya dan memeluknya erat, ia kemudian mengangkat wajahnya dan tersenyum bangga,”Aku kini sudah mendapatkan izin dari ayah dan ibu untuk menetap sementara waktu disini! Kamu tidak boleh mengusirku!”



“Mengapa kabar yang kudapatkan adalah, kamu datang kemari untuk mempersiapkan data ujian perkuliahanmu? Aku berjanji keapda ayah dan ibu untuk memperhatikanmu supaya kamu tidak bermalas-malasan, jadi aku pasti akan menepatinya,”Bryan Gong tersenyum mengisenginya.



Beatrix Gong langsung melepaskan pelukannya, bergerak mundur satu langkah, lalu mengerutkan bibir kecilnya,”Dasar brengsek!”



“Apakah kamu sudah membuat reservasi restorannya?”



“Sudah! Aku membuat reservasi di restoran romantis bernuansa Prancis yang paling kusukai.”


__ADS_1


“Hanya pasangan kekasih yang pergi ke sana, untuk apa kamu membuat reservasi disana?”



Beatrix Gong tersenyum, lalu meninggikan alisnya dan berkata,”Apakah tidak diperbolehkan?”





“Baiklah, terserah dirimu.”



“Aku akan pergi mencuci wajahku dan merias wajahku sejenak, lalu kita akan pergi,”setelah selesai berbicara, Beatrix Gong pun pergi ke ruang tidur tamu yang biasa ia tempati.



Sella Ji berdiam di dalam rumah, Jayce Ji mengundangnya untuk makan siang pada pukul sebelas, ia juga sudah membuat resevasi di sebuah restoran.



Sella Ji menyetujuinya, ia bersiap-siap untuk berkendara sendiri kesana, sekaligus menenangkan suasana hatinya.



Jayce Ji hanya mengingatkannya untuk lebih berhati-hati dan berkendara pelan-pelan, Sella Ji pun langsung berangkat setelah merias diri, menaiki sebuah mobil mewah yang berwarna putih, setelah mencari alamat restoran yang dikirim oleh kakaknya, ia pun mengikuti GPS dan berkendara memasuki area kota.



Mobil sport Bryan Gong juga sedang mengarah menuju pusat kota, Beatrix Gong duduk di dalam mobilnya sambil menikmati pemandangan di luar jendelanya, kota ini benar-benar dipenuhi oleh pemandangan di segala sisinya, suasa romantis juga membuat mereka terpesona.




Bryan Gong sedang mengenakan kacamata hitam, bibir tipisnya yang terletak di bawah hidungnya yang mancung itu perlahan bergerak,”Belum!”



“Tidak mungkin! Kak, mengapa kamu tidak bisa mendapatkan seorang kekasih! Bukankah kamu sebelumnya berkata bahwa aku akan segera memiliki kakak ipar?” Beatrix Gong mengerutkan bibir merahnya dan mengeluh.



Tatapan Bryan Gong dilintasi oleh cacian terhadap dirinya sendiri, namun ia kemudian menjawab dengan suara yang tidak berubah,”Kita berpisah setelah merasa tidak cocok.”



“Kak, apakah persayaratanmu terlalu tinggi? Bagaimana kalau aku mengenalkan salah satu temanku keapdamu!” Tanya Beatrix Gong di depan hadapannya.



Bryan Gong menggelengkan kepalanya dan menolaknya tegas,”Tidak perlu.”



Sepasang pupil mata Beatrix Gong yang berwarna coklat dan menawan itu menajam, selama tiga tahu ini, ia selalu saja menolak setiap kali ia mengusulkan kepadanya untuk memperkenalkan seorang teman wanita kepadanya, ia bahkan tidak bertanya apakah gadis yang hendak ia kenali itu baik atau tidak, cantik atau tidak!



Apakah kakaknya ini ingin menjadi seorang lelaki lajang yang kaya? Jika demikian, benar-benar sangat disayangkan sekali, ketampanannya ini benar-benar akan menjadi sumber yang sia-sia.


__ADS_1


Namun, hal yang kebetulan sekali terjadi adalah, restoran yang hendak Bryan Gong dan Sella Ji kunjungi adalah satu restoran yang sama.



Sella Ji terlebih dahulu sampai, Jayce Ji sudah menunggunya di lapangan parkir di depan pintu masuk, ketika ia melihatnya memundurkan mobilnya ke dalam garasi dengan sangat anggun, ia pun tersenyum kagum.



Sella Ji kemudian melangkah turun dari mobil, Sella Ji yang dahulu sangat polos dan cantik, seiring dengan berjalannya waktu serta semua pengalamannya, wajahnya terlihat semakin menawan, ditambah dengan aura wanitanya, serta setiap gerakannya, ia pun terlihat seperti seorang dewi.



Ia hari ini mengenakan atasan berwarna putih yang memperlihatkan bahunya, lalu mengenakan rok ketat yang berwarna kuning sebagai bawahannya, tangannya terlihat menjinjing sebuah tas jinjing, yang melengkapi aura wanitanya seiring dengan langkahnya.



Sekelompok lelaki barat juga beberapa kali berpaling untuk mengagumi kecantikan asianya ini.



Sella Ji berjalan ke sisi Jayce Ji, Jayce Ji mengulurkan tangannya dan membantunya membawakan tasnya, mereka berdua kemudian berjalan ke arah aula. Pada saat mereka berdua baru saja berjalan masuk, sebuah mobil Bugatti berwarna hitam terlihat berkendara masuk, lalu berhenti di samping mobil Sella Ji, mobil di sisi kursi pengemudi terbuka, Bryan Gong kemudian melepaskan kacamata hitamnya dan memperlihatkan sepasang mata yang serupa dengan mata lelaki di dalam manga, tatapan yang mempesona, disertai bulu mata yang tebal, bahkan terlihat mendalam dibawah pancaran cahaya matahari.



Wajah kecil Beatrix Gong tidak terlihat terlalu mirip dengannya, orang lain hanya merasa mereka berdua memiliki kemenawanan yang sangat tidak dapat dipercaya, namun benar-benar tidak disangka bahwa mereka bersaudara.



Saat ini kebetulan adalah waktu makan siang, restoran ini adalah restoran dengan penilaian yang sangat tinggi bagi para kekasih yang berkencan, jadi setiap tamu yang berjalan masuk dari arah lapangan parkir selalu terlihat berpasangan.



Beatrix Gong tiba-tiba tertarik melakukan sesuatu, ia melompat ke sisi Bryan Gong, merangkul lengannya, mengangkat wajah kecilnya, lalu tersenyum nakal,”Kak, apakah kamu bisa berpura-pura menjadi kekasihku ketika kita berjalan masuk nanti, hargailah aku.”



Bryan Gong meliriknya,”Siksaan apalagi yang ingin kamu lakukan?”



“Kita hanya akan berpura-pura sebagai sepasang kekasih! Dengan demikian, mereka tidak akan memperlakukan kita dengan cara yang berebda,”setelah selesai berbicara, Beatrix Gong merangkul tangannya dan mendorongnya,”Ayo jalan, ayo jalan!”



Bryan Gong selalu mengalah dengan adiknya sejak kecil, jika ia mengusulkan sepuluh permintaan, maka ia akan memenuhi sepuluh permintaannya itu, ia bahkan mungkin saja akan memberikan bonus satu permintaan pada akhirnya.



Jadi, ia sendiri yang sudah memanjakan adiknya, seberapa nakal dirinya, ia tetap hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.



Bryan Gong membiarkannya merangkul lengannya, lalu berpura-pura berjalan masuk ke arah aula sebagai sepasang kekasih, sambil berjalan, Bryan Gong bahkan tersenyum dan berkata,”Bagaimana? Apakah aku sudah sangat menghargaimu?”



Bryan Gong mengiyakannya sejenak,”Benar-benar sangat menghargaimu.”



“Tentu saja, siapa yang menyuruhku untuk tampil sangat menawan?” Beatrix Gong tersenyum bangga, senyumannya terlihat semenawan bunga, apakah mungkin bisa dideskripsikan hanya dengan menggunakan kata cantik?



Pada saat mereka hendak berjalan memasuki aula, Bryan Gong tidak bisa menahan diri untuk mengulurkan tangannya dan mencubit wajahnya sejenak. Ketika Sella Ji tiba di tempat duduknya, ia menyadari bahwa ponselnya tertinggal di mobil dalam keadaan mengisi baterai, ia pun ingin keluar untuk mengambilnya sejenak, tidak disangka, ia melihat Bryan Gong sedang dirangkul oleh seorang gadis di depan pintu, ia bahkan melihatnya dengan tatapan yang penuh kasih sayang, ia bahkan berjalan masuk sambil mencubit wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2