Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Segelas Air Yang Sama


__ADS_3

  Di dalam ruang makan yang hening ini, dua sosok sedang memakan mie instan masing-masing, Sella Ji sambil makan sambil melihat pria yang ada di depannya dari waktu ke waku, pas saat Bryan Gong melihat ke Dia, Dia cepat-cepat Ia menunduk dan makan sesuap mie, namun karena makan dengan buru-buru, Ia pun tersedak.



  



  Dia bangun dan mengambil gelas yang Ia pakai, lalu menuangkan segelas air dingin dan menaruhnya di samping.



  



  Wajah tampan Bryan Gong pun mulai memerah, lagipula, kebiasaan makan dia memang lebih ringan, dan mie instan hari ini, harus dikatakan memang terasa cukup pedas, namun rasanya lumayan.



  



  Tidak tahu apakah karena Sella Ji sendiri yang menyeduhnya, Dia tidak menyerah bahkan mie instan ini sangat pedas, Dia terus menghabiskan mie instan tersebut.



  



  “Mau minum air kah?” Sella Ji sadar kalau wajah Bryan Gong semakin merah, Dia langsung ingin mengambil air untuknya.



  



  Tidak pernah berpikir, Bryan Gong mengulurkan lengan panjangnya, langsung mengambil gelas yang diminum Sella Ji tadi, dan minum dengan alamiah.



  



  Wajah Sella Ji langsung menjadi lebih hangat, apakah Dia tidak merasa keberatan?



  



  Bryan Gong habis minum, Dia memberikan gelas kepada Sella Ji, “Berikan aku satu gelas lagi.”



  



  Sella Ji mengulurkan tangan dan menerima gelas tersebut, lalu menuangkan air lagi untuknya, dan Bryan Gong pun meminum segelas air tersebut sampai habis, Sella Ji pun melihatnya dengan tidak tega, “Apakah kamu benar-benar tidak apa-apa?”



  



  Bryan Gong mengangkat tatapannya, melihat tatapan tidak tega dari Sella Ji, Dia mulai berkhayal, seolah-olah mereka tidak pernah berpisah selama 3 tahun, seolah-olah mereka telah kembali ke kehidupan mereka sebelumnya, tidak terlepas dari satu sama lain, sangat romantis dan mesra!



  



  Dan di saat ini, hp Sella Ji berbunyi, Dia mengambil hpnya dan lihat, adalah telepo dari Jayce Ji, Dia buru-buru jalan ke samping dan mengangkat telepon tersebut, “Halo! Kak.”



  



  “Sudah makan belum?” terdengar suara Jayce Ji yang bertanya dengan perhatian.



  



  “Aku sudah makan.” Sella Ji menjawab.



  



  “Aku tadi sudah tanya Bibi Liu, Dia bilang kalau Dia belum ke sana untuk memasak, kamu makan dimana?” Jayce Ji bertanya dengan penasaran.



  



  Sella Ji merasa sedikit tidak enak, Dia tahu Kakak besarnya sangat perhatian terhadap kehidupannya sampai sedetil mungkin, mendengar Ia berkata Ia menelepon Bibi pun tidak heran.

__ADS_1



  



  “Aku….aku hari ini tidak memiliki selera makan, jadi memasak seadanya di rumah.” Sella Ji tersenyum.



  



  Di meja makan, tatapan Bryan Gong melihat ke arahnya dengan dingin, khayalan Dia tadi, telah melenyap tanpa jejak pada saat ini.



  



  Dia yang salah paham, di antara mereka sekarang sudah menambah seorang Jayce Ji yang akan memberi perhatian kepadanya setiap saat, melihat Dia ngobrol dengan Jayce Ji dengan begitu dekat, hatinya pun merasa tidak enak.



  



  Sella Ji menutup telepon tersebut, menoleh, melihat Bryan Gong hendak pergi, Dia tertegun, “Kamu sudah mau pergi kah?”



  



  Bryan Gong tidak menahan diri untuk tersenyum dengan dingin, “Atau kamu ingin aku tinggal di sini?”



  



  Sella Ji tersedak, tetapi Ia juga tidak keberatan, “Kalau kamu ingin tinggal disini, aku juga tidak akan mengusir kamu.”



  



  Bryan Gong tidak ingin, tidak ingin tinggal disini, melihat jejak Dia bermesraan dengan pria yang lain kah? Lebih baik Dia pulang dan diam di rumah.



  




  



  Hero segera menyerahkan mangsanya dan berjalan ke sisi tuannya, Sella Ji sambil tersenyum dan berjongkok ke arah Hero, "Aku menyambut kedatanganmu kapan saja.” Habis ngomong, Dia berdiri dan berkata kepada bayangan punggung Bryan Gong, “Lain kali kamu bisa tidak mengenakan kerah di lehernya, dengan begitu, orang lain pun tidak akan mengusirnya lagi.”



  



Hal ini, Bryan Gong juga sudah terpikir, hanya saja, melihat Dia begitu perhatian terhadap hewan peliharaan Ia sendiri, Dia menoleh dan berkata dengan datar: “Hero tidak akan ke sini lagi.”



  



  Sella Ji langsung sambil melihat bayangan Dia dengan sedikit kecewa, lalu Hero pun kembali bermanja-manja dengannya, kemudian mengikuti Bryan Gong keluar.



  



Sella Ji mendengar diluar ada suara mobil pergi, Dia pun menghelakan nafas, benar juga, Hero adalah hewan peliharaan kesayangannya, kalau Dia sering membawa Hero ke tempatnya, memang sangat tidak pantas, nanti kalau ketahuan oleh pacarnya, malah akan membawa masalah kepadanya.  



  



  Dia kembali ke ruang tamu, melihat dua gelas mie instans yang ada di meja, Dia pun terbengong.



  



  Bryan Gong membawa Hero sambil berkeliling dengan mobil, Ia menelepon Rico He, memintanya untuk mencari sebuah alasan agar Christy Lan bisa pergi dari tempatnya, karena Dia tidak ingin bertemu dengannya.



  

__ADS_1



  Di dalam ruangan di vila Bryan Gong, Christy Lan sendiri sedang menikmati makan siang yang lezat sendirian, tapi Dia tidak memiliki selera makan, kalau Bryan Gong bisa makan siang bersamanya, tentu saja merupakan suatu hal yang sangat romantis.



  



  Namun sekarang, hanya Dia sendirian saja yang duduk di dalam ruang makan yang mewah ini, memang terlihat kasihan.



  



  “Paman He, Kak Bryan kapan pulang ya!” Christy Lan tetap tidak menyerah, ingin menunggu Bryan Gong pulang.



  



  “Maaf Nona Lan, di kantor ada urusan yang mendesak, Tuan muda sudah berangkat ke kantor, mungkin hari ini tidak akan pulang ke rumah.”



  



“Kalau malam?” Christy Lan bertanya dengan lancang.  



  



  “Malam aku juga kurang tahu, namun biasanya Tuan muda selalu akan makan diluar, Nona Lan, lebih baik Anda pulang! Pulang terlalu malam, Keluarga Anda juga pasti akan khawatir.” Rico He berkata dengan sangat sopan.



  



  Christy Lan sambil mengigit bibirnya, walaupun pergi dengan sangat tidak ikhlas, tapi, vila yang tidak ada Bryan Gong, Dia sendiri juga merasa bosan, lalu Ia hanya bisa berkata: “Baiklah! Kalau begitu aku pulang, kamu beritahukan kepada Kak Bryan, kalau ada waktu luang aku akan kemari.”



  



  “Baik! Tapi, akhir-akhir ini Tuan muda baru pulang ke dalam negeri untuk menangani urusan kantor, mungkin akan sangat sibuk, sebelum Nona Lan kemari, lebih baik memastikan terlebih dahulu Tuan muda ada atau tidak di rumah!”



  “Paman He, berikan nomor hp kamu kepadaku, sebelum aku datang aku telepon dulu kepadamu ya!” Christy Lan sambil bertanya dengan tersenyum.



  



“Baik!” Rico He juga ingin memberi nomor hpnya kepadanya, dengan begitu, lain kali asal Tuan muda tidak ingin bertemu dengannya, Dia juga meminta Christy Lan untuk jangan kemari, daripada Christy Lan datang kemari terus.



  



  Setelah Christy Lan pergi sudah belasan menit, mobil sport Bryan Gong pun masuk ke dalam vila, Hero yang ada di kursi penumpang pun turun, Rico He sudah menemukan orang untuk memindahkan sebuah batu dan menutupi lobang anjing tersebut, tidak membiarkan Hero keluar masuk dengan seenaknya.



  



Bryan Gong menemukan kerah yang dikenakan Hero dulu, dan mengenakannya ke leher Hero, Dia juga khawatir, suatu hari kalau Dia keluar lagi, akan sangat repot jika Dia ditangkap oleh orang lain.



  “Kedepannya tidak boleh keluar sembarangan lagi ya?” Bryan Gong sambil mengelus kepalanya dan memberi perintah.



  



  Hero pun langsung mengeluarkan suara, seperti sangat kasihan.



  



  “Kamu kasihan apa? Kamu harus tahu, Dia sudah bukan Nyonya kamu lagi, kamu juga harus menjaga mukaku juga.” Bryan Gong selesai ngomong, sambil memberi ajaran kepada Hero, tapi Dia sadar, kalau di dalam hatinya, masih begitu rindu kepada Sella Ji, ini sangat tidak adil. Malam hari, Dia hanya makan seadanya saja lalu kembali ke kamar, duduk di ruang buku, Dia merasa perutnya seperti kurang enak, sedikit sakit, mungkin karena mie instan yang Ia makan di rumah Sella Ji, tapi Dia juga tidak mempedulikannya, sampai di tengah malam, Dia merasakan sakit yang lebih parah, terdapat rasa mules di dalam perutnya.



  


__ADS_1


Bryan Gong menghelakan nafas, wajah tampan tersebut terlihat sedikit pucat, Dia ingin memanggil Rico He kemari, namun, Dia tidak ingin memanggilnya kemari, Bryan Gong melihat ke jam, sudah jam setengah 3 subuh, Dia menahan rasa sakit tersebut, tapi pada saat ini juga, Dia juga merasa khawatir terhadap Sella Ji.


__ADS_2