Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Melukai hatinya


__ADS_3

Apakah karena Jamuan malam? Atau apakah dia sedikit marah karena Sella pergi seperti ini?



Namun, bagaimana pun, Sella Xia seperti ini juga tidak salah, karena di sisi nya telah ada Nona Lan, jika dia masih di sana, akan sangat canggung.



Dan dia tidak ingin berdiri di samping Nona Lan, di bicarakan oleh wanita lain dan di bandingkan.



Mobil sport Bryan melaju lebih cepat dari pada bus, setengah jam kemudian, dia telah sampai di rumah Sella .



Dia menagangkat kepala menatap rumah nya, dan menemukan rumahnya ternyata masih gelap, seketika dia mengerutkan alis, seperti nya dia belum kembali.



Bryan tidak bisa tidak sembarangan berpikir, dia sedikit cemas menantinya.



Namun, saat ini, dia tidak punya pilihan selain menunggunya! Karena ponsel Sella tidak aktif.



Mengapa wanita ini mematikan ponselnya?



Apakah karena dia tidak ingin menjawab teleponnya, jadi dia mematikannya?



Bryan memikirkan sampai sini, dan terdapat api di dalam hati nya, Dia berbuat baik padanya, tapi dia tidak membalasnya, dan juga di buat kesal setengah mati olehnya.



Dan Bryan bukan lah dermawan sejak lahir, Dia bisa seperti ini padanya, semua ini karena dia kasihan, dan karena dia menganggapnya sebagai adik perempuan yang harus di sayangi, jadi dia menjaganya seperti adik perempuannya sendiri.



Ditambah dengan begitu banyak hal yang telah di laluinya, membuatnya sedikit demi sedikit memperhatikannya, menjaganya.



Tapi sekarang, imbalan apa yang dia dapatkan?



Dia bahkan meninggalkannya di jamuan malam, Sella Xia telah pergi, dan lagi ponselnya mati, seolah-olah tidak menganggapnya ada.



Bryan mengepalkan tinjunya dengan marah, keluar dari mobil, dan bersandar ke pintu, pandangannya dingin, seperti binatang buas yang marah, setiap waktu akan menggigit orang.



Akhirnya, setelah naik satu jam lebih bus, seperti nya Sella sudah hampir sampai rumah, dia sedang memikirkan, apakah ibu nya berada di rumah?



Sejak Sella diperlakukan seperti itu semalam oleh Bolton Li, di rumah itu, masih ada bayangannya.



Sella akhirnya turun dari bus, hatinya merasa ketakutan, Dia sangat berharap ibunya ada di rumah saat ini!



Kalau begini dia tidak akan takut.


__ADS_1


Namun, kali ini Dolores benar benar tidak ada! Dia benar-benar seorang yang tidak ambisius, bagi penjudi kesempatan apa pun yang dapat membuatnya berjudi, dia tidak akan menolaknya.



Jadi, saat ini Dolores sedang bermain mahjong, Dia pikir lagi pula putri nya sedang di rumah pria itu, dan lagi pria itu sangat baik pada putri nya, jadi dia tidak perlu mencemaskannya.



Siapa yang tahu, Sella sekarang di rumah!



Sella selangkah demi selangkah berjalan menuju rumah, dia menunduk, siapa yang menyangka di bawah rumahnya, terpakir sebuah mobil sport hitam, dan bersandar seorang pria dengan mengalunkan lengannya di mobil sport sedang meunggu nya?



Bryan seperti patung sedang berdiri, menarik perhatian orang yang berlalu lalang, pria wanita, tua muda, semuanya memandangnya, karena mobil sport nya yang sangat menyolok.



Dan sosoknya lebih menarik perhatian orang lain.



Bryan menatap sudut jalan, dia tidak tahu apakah dia bisa menunggu sampai Sella kembali ke rumah.



Namun, ketika Sella berjalan dengan tangannya yang terlipat, saat dia berjalan pelan kemari, hatinya merasa lega, kemudian, kemarahan nya mulai memuncak kembali.



Dia benar-benar telah kembali.



Sella tenggelam dalam pikirannya sendiri, tidak menyadari jara 50 meter darinya, ada sepasang mata yang menatap nya marah.



Ketika Sella Xia berjalan melewati Bryan Gong, Bryan akhirnya mengeluarkan suara.




Tiba-tiba terdengar suara dingin yang membuat Sella terkejut.



Untuk sesaat, dia menoleh untuk melihat pria yang berbicara, dan kemudian dia terkejut.



Tuhan! Mengapa Bryan ada di sini?



"Kamu ... kenapa kamu di sini? Bukannya kamu di jamuan malam?” Sella sangat terkejut, tidak mempercayai nya.



"Sella , apa maksudmu sebenarnya? Kamu meninggalkan ku di jamuan malam, dan menyerahkan ku ke wanita lain, apakah aku di mata mu orang yang tidak pantas untuk di hargai? Membuat mu sesuka hati membuang nya ?” Nada Bryan sangat tidak bersahabat, dan membawa kemarahan.



Sella mengedip kan matanya, terdiam sejenak, tapi dia dapat merasakan kemarahan Bryan .



“Maaf ... saku pikir Nona Lan bisa menjadi pendamping mu.” Sella Xia ketakutan dan sedikit terbata-bata.



"Sella Xia, kamu terlalu mengecewakanku, jika kamu tidak ingin melihat ku, baiklah! Mulai sekarang, kita jangan bertemu lagi.” Bryan memikirkan kekhawatiran dan kecemasannya tadi, Dia sungguh telah melukai hati nya.

__ADS_1



Benar saja, kata-katanya memberi pukulan untuk Sella , dia tiba-tiba merasa kehilangan, dia sedikt menghela nafas, dengan berbisik meminta maaf, “Maaf.”



"Apakah maaf berguna? Atau kamu pikir aku terlalu baik untukmu, jadi kamu bisa mengabaikanku?"



"Aku ..."



“Karena sudah seperti ini, aku Bryan bukan lah orang yang mudah di ajak bicara, jadi kita sampai di sini saja!” Setelah Bryan selesai bicara, dia membuka pintu mobil, setelah masuk ke dalam, mobil sport langsung melaju pergi.



Sella menatap mobil sportnya yang melaju pergi, dalam beberapa detik, mata nya telah tertutup air mata, membuat dia tidak dapat melihat jelas mobil sport yang telah melaju pergi.



Air mata mengalir begitu saja, dia menutup mulut nya, membuat nya menagis tidak berani bersuara.



Dia sedih seperti telah kehilangan dunia nya.



Bryan tidak akan pernah menemuinya lagi?



Seorang tetangga lewat, Sella bergegas memaling kan wajahnya, dengan langkah besar bergegas menaiki tangga ke atas.



Setelah mobil Bryan telah melaju di jalanan, dia berhenti dengan cepat, dan tiba-tiba terpikirkan sesuatu oleh nya.



Lampu di rumahnya belum menyala, yang berarti bahwa ibunya yang tidak kompeten itu belum kembali ke rumah, dan semalam baru terjadi masalah itu.



Bagaimana bisa dia meninggalkannya sendirian rumahnya?



Sial, setidaknya dia memastikan dia aman dulu baru pergi, Bryan tiba-tiba berbalik dan berputar arah, dan kemudian melaju kembali.



Namun, dia tidak mendekat, mengangkat kepala melihat lampu telah menyala, seharusnya Sella telah naik ke atas.



Bryan Gong sedikit menghela nafas, dia mengendarai mobil sampai ke depan pintu rumahnya, dia telah memutuskan berjaga sebentar di sini, setidak nya dia tidak ingin melihat kemunculan Bolton .



Atau, dia menunggu sampai ibunya kembali.



Adapun seperti apa rupa ibunya, dia belum pernah bertemu dengannya, tapi, dia pikir, wanita kejam seperti itu, dia pasti bisa mengenalinya.



Lantai atas.



Sella di dalam rumah, masih tidak berani menangis. Dia tidak tahu mengapa, dia sedih, sangat bersedih.

__ADS_1



Dalam pikirannya, semua adalah yang di katakan Bryan barusan, setiap kalimat nya seperti pisau yang menyayat jantung nya, jadi semua ini, memberitahu nya satu hal. Seumur hidup ini Dia dan pria ini tidak akan pernah bertemu lagi.


__ADS_2