
15 menit kemudian taksi sampai di rumah sakit terdekat, Bryan Gong menggendong Sella turun, Hero juga bergegas turun. Ketika Bryan Gong masuk ke rumah sakit, tiba-tiba terpikirkan sesuatu olehnya, menoleh dan menatap Hero dengan serius, “Hero, kamu jangan masuk, kamu tunggu kami di pintu masuk, jangan jauh-jauh.”
Hero mengedipkan mata hitamnya, seolah-olah dia bisa mengerti kata-katanya, Dia segera berhenti, melihat Bryan Gong menggendong Sella Xia ke dalam rumah sakit, dia membuat beberapa suara rintihan, Lalu ingin mengejarnya lagi, dan karena perintah, dia hanya bisa mengulurkan ke dua kaki nya di tempat semula.
Sebuah mobil melaju dari luar masuk, Hero kaget, bergegas menyingkir ke samping membiarkan mobil lewat, lalu duduk di sudut, sepasang mata besarnya menatap pintu rumah sakit, tidak bergerak, menunggu dua pemiliknya.
Bryan Gong menggendong Sella Xia masuk, dan dokter segera meletakkannya ke dalam tempat tidur dorong, dan di dorong masuk ke ruang gawat darurat. Bryan Gong melihat pintu yang ditutup, dan tubuhnya yang tinggi tampaknya dia tiba-tiba kehilangan tenaga, kedua tangannya bersandar pada dinding, sepasang mata yang dalam menatap pintu biru cerah, dengan terlihat kecemasan di mata nya.
Ini membuatnya terpikirkan kembali perkataan kejam nya terakhir kali, Dia menyalahkan dirinya sendiri. Dia merasa Sella Xia pingsan pasti berhubungan dengan perkataannya terakhir kali.
Dan sekarang tubuh kurus, itu juga karena kata-kata nya yang tidak di saringnya itu.
Bryan Gong duduk di kursi di sebelahnya, dengan sabar menunggu berita Sella Xia.
Sella terbangun karena sakitnya suntikan dokter, dia terkejut dan terduduk, melihat di dalam ruangan yang penuh dengan alat kesehatan, dia terkejut, "Ada apa denganku?"
"Nona kamu pingsan, tetapi kamu seharusnya pingsan karena kelelahan dan gula darah rendah, sekarang aku akan menginfus mu.” Dokter menjelaskan padanya agar sella tidak menjadi panik.
“Aku ... aku kenapa bisa berada di rumah sakit?”Sella Xia hanya ingat dia pemotretan di Taman Hai Bin, tiba-tiba terlintas di benaknya sosok Bryan Gong, dan muncul kesedihan di dalam hatinya.
Perawat di sebelahnya menjawab, "Temanmu yang membawa mu kemari!"
“Apakah sekarang ada yang tidak nyaman kamu rasakan.” Tanya Dokter.
"Aku ... aku hanya sedikit pusing." jawab Sella Xia memegang kepalanya.
"Ini vertigo, kamu istirahat sebentar dan di infus akan menjadi lebih baik, tetapi kamu ingat jangan terlalu lelah,dan ingat harus tepat waktu makan dan tidur.” Dokter menasehatinya, menatap suster berkata, “ Sudah bisa membawa nya ke kamar pasien untuk di infus.”
__ADS_1
Setelah mengatakannya, kemudian berkata lagi kepada Sella Xia, “Jika kamu khawatir, aku bisa melakukan pemeriksaan yang lebih rinci untuk kamu."
"Tidak perlu, aku tidak kenapa napa, mungkin aku kelelahan beberapa hari ini, tidak baik baik beristirahat.” Sella Xia sendiri sadar beberapa hari ini bagaimana dia hidup, malam tidak bisa tidur, siang hari beban kerja nya berat, wajar saja tubuhnya tidak tahan.
"Baiklah.”
Mata Bryan Gong tertuju pada pintu, dan pintu terbuka. Sella Xia berbaring di ranjang rumah sakit dan didorong keluar, Bryan Gong tertegun, segera mendekat.
Sella Xia pikir yang mengantarnya adalah Max dan Theresa asistennya, tetapi mata nya terpana menatap sesosok tinggi yang mendekat, dan juga wajah tampan Bryan Gong, dia terkejut bergegas duduk.
Kenapa dia?
Sella Xia duduk terlalu cepat, membuat kepalanya sedikit pusing, lengan Bryan Gong langsung menahannya, sedikit membujukknya berkata, “ Baik-baik berbaring, kenapa harus duduk?”
Benarkah itu dia? Tidak bermimpi! Ternyata Dia yang mengantarnya ke rumah sakit.
“Tuan, sekarang kami akan mengantar pacarmu ke kamar pasien untuk di infus.” Suster terkejut dan berkata kepada Pria tampan itu.
Meskipun dia telah bertemu berbagai macam orang di rumah sakit, bahkan pernah juga bertemu dengan selebritis, tapi, aura Bryan Gong, menunjukkan aura Tuan muda yang elegan, ini baru pertama kali mereka jumpai.
“Baik!” Bryan Gong mengangguk, bersama-sama mendorong tempat tidur Sella Xia. Kebetulan ruangan kosong, tersusun 3 tempat tidur, tapi tidak ada seorang pun yang tinggal, Sella Xia berencana turun dari tempat tidur dorong, untuk ke tempat tidurnya sendiri, baru saja dia terduduk, Bryan Gong menggendong tubuh kurus nya tanpa persetujuannya sampai ke tempat tidur nya, suster menggantung baik botol infus nya.
Kedua suster saling memandang dan iri pada wanita muda itu, memiliki pacar yang tampan dan penuh perhatian.
Bahkan wajah pucat Sella Xia terasa panas karena pelukan Bryan Gong.
__ADS_1
"Sudah! Jika tetesan infus nya sudah habis, silahkan tekan bel kami akan menyuntiknya.” Setelah mengatakannya kedua suster itu pergi.
Pintunya tertutup, dan untuk sesaat, seluruh kamar pasien hanya ada suara nafas mereka berdua, Sella Xia duduk di atas tempat tidur, bulu matanya yang panjang tertunduk, wajahnya dengan riasan tipis, di lihat dari aura nya, dia seperti boneka yang sudah tidak marah.
Mata Bryan Gong lurus menatap nya, sedikit memicingkan mata, tidak dapat menahan diri untuk bertanya, “Apa yang terjadi? Kenapa bisa pingsan?"
Mata Sella Xia memerah, dia merasa bersalah, mengigit bibirnya, “Dokter bilang kelelahan.”
Bryan Gong tidak percaya hanya karena kelelahan, kenapa dia begitu lemah? Tidak makan atau tidak tidur dengan baik?
Bryan Gong menggigit bibir tipisnya dan menyipitkan matanya untuk melihat ke samping, dan berkata, "Nada suaraku sedikit keras malam itu, kamu jangan masuk kan ke dalam hati.”
Sella Xia matanya berbinar dan terdiam, dia segera menatap nya, seperti tidak percaya dengan permintaan maafnya.
Orang seperti dia, ternyata minta maaf dengannya?
Bryan Gong yang tampan masih tidak memandangnya, dan matanya memandang tempat lain, meminta maaf bukan lah keahliannya, dan bukan lah hal yang sering dilakukannya.
Hati Sella Xia terasa manis dan suka cita, dia menurun kan matanya, bibir nya tersenyum, dengan mudah memaafkannya.
“Tidak apa-apa, aku tidak memasukkannya ke dalam hati.” Sella Xia menjawabnya dengan manis.
Bryan Gong dengan cepat menatap nya, kebetulan melihatnya yang diam-diam tersenyum, dan dia sedikit kesal melihatnya, “Apa yang lucu?”
“Tidak! Aku tidak tersenyum.” Sella Xia ingin mengatakan sesuatu, berpikir wajah datar nya tidak tersenyum, tapi mata nya yang tersenyum tidak bisa menipu siapa pun.
__ADS_1
Bryan Gong tiba-tiba kesal. Dia mengulurkan tangan dan mencubit hidung nya sekuat tenaga, “Kamu tersenyum.” “Aaaa...” Stella Xia merintih karena hidungnya yang kesakitan, “ Aku sakit, dan kamu masih menindas ku!”