
“Sella, datang jenguklah aku.” Bryan dengan tegas memberi perintah.
Sella juga ingin pergi menjenguknya, namun, dalam hatinya bergejolak dengan sangat hebat, jelas-jelas mendorongnya pergi, namun kenapa masih mau mendekatinya?
Jika seperti ini, maka segala yang dia lakukan, bukankah menyia-nyiakan semua yang telah ia lakukan?
Bukankah Christy disana?
Sella mengambil nafas yang dalam dan berkata, “Kamu sakit parah kah? Jika tidak parah, aku.....”
“Sangat parah, jika kamu tidak datang, mungkin aku bisa mati.” Suara Bryan terdengar kesal.
Sella jelas-jelas tahu dia sedang berbohong, dia pada dasarnya ingin mengarahkannya pergi melihatnya, namun dalam hatinya masih saja khawatir, apakah penyakitnya benar-benar begitu berat kah?
“Aku....” Sella mengigit bibir, pun pada saat ini, disisinya, tiba-tiba ada sebuah mobil melaju kemari, sebuah suara siulan membuat nya terkejut.
Dia membalikkan kepala, melihat sisi tubuh di jendela yang diturunkan , Christy melepaskan kaca matanya, sepasang mata indah yang terkejut dan penuh peringatan menatapnya, ketika dia baru saja mengendarai mobil keluar, menelusuri jalan ini, awalnya juga mengemudi dengan tidak fokus, tidak disangka, ternyata begitu kebetulan , ia melihat bayangan tubuh Sella.
Jalanan ini juga tidak ada orang lain yang melewatinya, bayangan tubuh Sella juga cukup mempunyai sebuah keindahan, oleh karena itu, sekali melihat saja Christy sudah mengenalinya.
Dan ketika dia menuju kemari, Sella sedang menelepon, Christy pun sudah menerka itu adalah telepon dari Bryan, dia mau pergi menemuinya secara diam-diam bukan?
Wajah Sella berubah pucat, telepon disana, Bryan lanjut mengancamnya, “Aku beri kamu 10 menit untuk tiba di hadapan ku, jika kamu tidak datang, aku akan menghukum mu.”
Christy dengan tersenyum dingin membuka pintu, memeluk lengan nya dan berjalan selangkah demi selangkah mendekati Sella, tidak berkata apapun, hanya menggunakan ekspresi tatapan melihat mangsa menatapnya.
__ADS_1
“Maaf, aku tidak mempunyai waktu.” Sella dengan tegas menjawab telepon itu, dia langsung menutup telepon itu, tidak ingin membiarkan Christy tahu, bahwa dia sedang bertelepon dengan Bryan.
Sella merasa sedikit panik karena dilihat oleh Christy , ia menundukkan matanya, kebetulan ia melihat gelang indah berwarna hitam yang ada di pergelangan tangan Christy itu, hatinya merasa sedikit terluka.
Christy juga mengikuti tatapannya, menundukkan matanya melihat gelang di pergelangan tangannya, dia tertawa dan mengangkatnya, “Kamu tahu siapa yang memberikan gelang ini?”
Sella tentu saja tidak tahu, ia menggeleng-gelengkan kepala.
“Ini diberikan oleh Kak Bryan pada ku, dia juga memiliki 1 yang sama persis, milik kami ialah gelang pasangan, sekarang kamu tahu, seberapa besar Kak Bryan menyukai ku! Asal kamu tidak mengganggu kami, maka kami dari awal sudah menjadi pasangan.” Christy berbohong, lagipula Sella juga tidak tahu.
Namun dia tidak tahu, Sella baru saja melihat dan memang benar di tangan Bryan juga mengenakan nya, pada saat ini, perkataan Christy, dia juga sama sekali tidak curiga.
Matanya tersirat rasasedih, “Kenapa kamu datang kesini? Mungkin kah tidak tahu kamu mendengar dari mana bahwa Kak Bryan sudah sakit, lalu berpikir dengan sengaja datang untuk berbaikan dengannya, dan perhatian padanya bukan! Aku lihat kamu masih belum berhenti untuk merencanakan hal buruk!” Dari mata Christy tersirat sebuah ekspresi dingin, mendekatinya 1 langkah secara paksa, “Sella, karena kamu memilih untuk meninggalkannya, maka jangan bertele-tele seperti ini lagi, masih berkhayal mempunyai kesempatan untuk bersama dengannya, aku beritahukan pada mu, jika kamu tidak jujur, maka masalah ibu mu itu, akan aku sebarkan ke internet dan lingkaran kehidupan kalian , aku dengar istri pria itu adalah penjagal babi, setiap hari mengambil pisau menjagal babi, aku tidak tahu jika dia mendengar bahwa ibu mu mencuri suaminya, apakah bisa mengambil sebuah pisau untuk memenggal ibu mu.”
Nafas Sella terhenti, ternyata benar-benar dikejutkan akan perkataan Christy, bagaimanapun juga dia tahu wanita yang menjual daging babi itu, memberikannya sebuah perasaan bahwa orang ini kuat dan tidak bisa diganggu.
Selesai mengatakannya, ia memakai kembali kaca mata hitamnya, masuk dan duduk di dalam mobil sport, lalu dengan sombong meninggalkan tempat itu.
Sella berdiri di tempat itu, mengepal tangannya dengan erat, dengan tatapan penuh amarah ia melihat kepergian mobil Christy .
Pun pada saat ini, handphonenya berdering lagi, Sella melihatnya, masih saja Bryan.
Dalam kamar pasien, tuan muda pertama Gong yang baru saja ditolak Sella, moodnya sangat suram sampai ke titik beku, dia benar-benar tidak pernah bertemu dengan wanita yang sedingin ini, tak disangka berani menutup teleponnya.
Dia yang begitu arogan, di atas kasurnya merasa kesal sesaat, barulah merasa tidak rela, lalu meneleponnya lagi.
__ADS_1
Sella melihat nama di layar handphonenya, hatinya begitu sakit bagaikan diiris pisau, namun, dia malah tidak bisa menjawabnya.
Dia lebih baik mengubahnya menjadi mode hening, lalu lanjut berjalan ke depan, sambil erjalan, sambil menahan rasa tidak rela dan sedih di dalam hatinya.
Dalam kamar pasien, Bryan secara berturut-turut meneleponnya sebanyak 2 kali,Sella tidak menjawab telepon, tiba-tiba, temperaturnya yang masih demam tinggi itu langsung berubah menjadi tidak baik.
Dia langsung melempar handphone yang ada di tangannya, terjatuh di atas lantai, dan wajah tampannya, juga sedang memerah, dan juga sedikit tertutupi rasa amarah yang tak bisa tertahankan.
Dan Rico yang ada disisinya pun sangan terkejut, melihatnya, lalu pergi memungut handphonenya yang ada di atas lantai, sisi handphonenya rusak, tak disangka masih belum merusakkan layarnya, dia memegang handphonenya, menenangkannya berkata, “Tuan muda, anda jangan marah lagi.”
Bryan sangat marah, marah sampai sekujur tubuhnya sedikit gemetar, ketidak ada perasaanya Sella itu, melampaui yang dibayangkannya, ini semakin membuatnya berpikir bahwa, semua yang terjadi ketika mereka bersama dulu , ialah bohong, senyuman Sella itu palsu, ketulusan hatinya juga palsu, semua tentangnya ialah palsu.
Hanya dengan kepalsuan itu lah, barulah dia bisa dengan sekejap mata melupakannya begitu saja, dan melepaskannya begitu saja.
Mungkin dari awal sampai akhir, Sella sedang membohonginya, dalam hatinya terus memikirkan cinta pertamanya, sambil mendekatinya, didepannya berpura-pura mau untuk menjadi pacarnya, apa yang sedang ia lakukan? Mempermainkan perasaannya kah?
“Paman He! Kamu suruh orang untuk kerumah nya memperhatikannya, malam ini aku mau berjumpa dengannya, aku mau bertanya dengan jelas dihadapannya, kenapa dia begitu kejam.” Bryan mengepal tangannya dengan erat, dia mau secara langsung berjumpa dengannya.
“Untuk apa! Seorang gadis yang tidak mencintai mu, kamu biarkan lah dia pergi!” Rico tidak berharap tuan muda tercekat pada Sella, dan lagi pula, status Sella, dia sama sekali tidak ideal dengan Bryan, ketika mereka baru saja mulai, dia pun sudah sedikit tidak menyukainya.
Jadi, kali ini dia juga tidak akan menjadi penengah untuk tuan muda dan Sella bersama, jika putus maka putus lah!
Bryan tertawa dingin, “Boleh jika harus membiarkan nya pergi,namun utangnya pada ku, aku mau dia menghitungnya dengan jelas.”
Rico sedikit tertegun, teryata tuan muda begitu serius, dia menghela nafas berkata, “Baik! Aku akan menyuruh orang untuk memperhatikan gerak-gerik Nona Xia dengan baik, tunggu setelah kamu tidur, barulah pergi mencarinya!”
__ADS_1
“Ya!” Bryan mendengar pengaturan seperti ini, barulah dia berencana untuk tidur, karena dia benar-benar terlalu lelah. Sella di stasiun bus, melihat 2 panggilan dari Bryan, hatinya membara, ia menggenggam handphone, teringat handphone ini juga pemberian dari Bryan, dia pun tertawa pahit, carilah kesempatan untuk mengirimkan padanya!