
“Betul, ia pasti ingin tahu siapa ayahnya, aku mohon kepadamu untuk menutupi hal ini untukku, aku tidak ingin membiarkan Sella berhubungan dengan keluarganya itu, terlebih lagi, Sella sudah pergi, dan ia hanya mendapatkan identitas yang canggung,”setelah Derrick Ji selesai berbicara, ia teringat akan sesuatu hingga wajahnya terlihat menjadi tidak nyaman dan kesal.
“Ehm......,”emosi seperti itu memicunya tiba-tiba terbatuk.
Jayce Ji lalu menepuk bahunya dengan lembut,”Jangan pikirkan masalah yang sudah berlalu, aku pasti akan melakukan hal-hal yang kamu sampaikan kepadaku.”
Tuan Besar Ji menatapnya dengan rasa percaya,”Sella adalah seroang anak yang sangat kasihan, mulai hari ini, jangan biarkan ia bersedih, ia harus melewati kehidupannya dengan bahagia.”
Nada bicara tuan besar terdengar sedang menyampaikan petuahnya.
Jayce Ji menjawabnya dengan wajah yang tenang,”Baik!”
“Selain itu, di bidang perusahaan, jika kamu memang berniat untuk membiarkan Sella belajar mengurusinya, kamu lihat saja bagaimana caranya, lihat apa yang ia inginkan, lalu penuhi keinginannya.”
“Baik! Aku pasti akan melaksanakannya,”nada bicara Jayce Ji terdengar penuh rasa kasih sayangnya terhadap Sella Ji.
Derrick Ji menghela nafasnya,”Waktuku tidak lagi lama, aku hanya bisa menemaninya beberapa hari lagi saja, namun aku tidak tahu bagaimana aku harus berhadapan dengan anak perempuanku sendiri ketika aku turun nanti, aku sendiri yang mencelakainya, aku benar-benar malu bertemu dengannya.”
“Ini bukanlah salahmu,”Jayce Ji tidak mengetahui terlalu banyak mengenai hal ini karena ia diadopsi setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu.
Pada saat ini, terdengar ada yang mengetuk pintu dari luar, Derrick Ji terdiam, Sella Ji kmeudian membawa nampan piring masuk, dimana ia letakkan teh yang ia seduh sendiri diatasnya.
Sella Ji membawanya hingga ke samping kakeknya, lalu berbisik,”Kakek, hati-hati panas.”
Derrick Ji mencicipinya dan merasa sangat puas melihat cucu putrinya yang kecil ini kini sudah terlihat jauh lebih dewasa dan cantik dibandingkan saat ia baru saja tiba di sisinya, ia benar-benar sangat kagum.
Tubuh Jayce Ji yang tinggi itu menemani kedua kakek dan cucu ini, ia sering sekali hanya melihatnya dengan tatapan hangat dan tidak terlalu banyak berbicara.
__ADS_1
Jayce Ji mempunyai penampilan wajah yang anggun, mengontrol Ji’s Corp. selama sepanjang tahun membuatnya menyebarkan aura yang dewasa dan menarik, tidak hanya penampilannya, atau karakternya, ataupun kemampuannya, dia jelas adalah salah satu pria yang terbaik.
Sella Ji terus menemani Tuan Besar Ji selama satu minggu kedepannya, Jayce Ji juga ikut menemaniya, kondisi penyakit Tuan Besar Ji terus memburuk, sehingga dokter terus-menerus memperingatkan mereka untuk mempersiapkan mental mereka.
Setelah bertahan selama sepuluh hari, Tuan Besar Ji akhirnya pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya pada pukul satu tengah malam.
Pada hari itu, Sella Ji menangis tersedu-sedu dalam pelukan Jayce Ji, Jayce Ji mameluke Sella Ji yang bersedih sambil menemani Derrick Ji yang baru saja pergi, Louis dan beberapa pembantu lainnya juga ikut sangat bersedih.
Di dalam vila yang mewah ini, malam ini terasa sebagai malam yang sangat panjang, dan juga sebagai saat-saat yang paling menyakitkan.
Setelah Sella Ji kehilangan kakeknya, mentalnya terus tertekan untuk waktu yang cukup lama, ia jarang sekali keluar, Jayce Ji melepaskan pekerjaannya dan terus menemaninya di sisinya, menemaninya melewati masa-masa yang sangat menyedihkan ini. Tiga bulan kemudian, Sella Ji menyambut ulang tahunya yang ke-23, Jayce Ji memutuskan untuk membawanya pergi meninggalkan tempat yang menyakitkan ini, ia pasti akan tetap menjaga tempat ini, tetapi mereka sudah tidak cocok untuk meneruskan kehidupan mereka disini lagi. Vila yang tidak dilengkapi oleh Derrick Ji itu terasa sangat kosong, hening, banyak sekali benda yang membuat mereka teringat padanya, Jayce Ji menyiapkan sebuah vila di pusat kota bagi Sella Ji untuk menyelesaikan pendidikannya, sekalipun ia tidak tamat dengan nilai menonjol, sebagai penerus dari Keluarga Ji, ia tentu saja tidak memerlukan sebuah ijazah untuk menentukan kehebatannya.
Jadi, pendidikan Sella Ji akan selesai pada tahun ini.
Namun Sella Ji tiak tahu bahwa negara yang ia pilih ternyata adalah negara dimana Bryan Gong kini menetap.
Ada beberapa orang yang tidak akan pernah lupa, ia mungkin hanya akan menutupinya di lubuk hatinya yang paling dalam seiring dengan berjalannya waktu, Sella Ji kembali tersenyum, ia ingin membuktikan bahwa ia juga dapat hidup dengan sangat menonjol, hidup untuk memperlihatkannya kepada kakeknya yang sudah di surge supaya ia dapat merasa tenan.
Vila yang dilengkapi oleh warna biru dan putih, vila dengan karakteristik sederhana dari Eropa Utara, Sella Ji menarik kopernya sambil menjinjing tas ranselnya dan berdiri di depan pintu.
Kepala yang penuh dengan rambut berwarna merah tua yang terurai di bagian belakang kepalanya, wajah bulat yang segar, riasan yang sederhana, t-shirt berwarna putih, celana denim, tubuh yang ramping, benar-benar terlihat seperti adik kecil tetangga sebelah.
Ia berdiri di depan pintunya sejenak, lalu tersenyum puas.
Ia sangat menyukai tempat ini, ia akan hidup disini untuk satu bulan kedepan, tekanan dari dunia pendidikan yang sudah ia pikul selama dua tahun membuatnya haus akan kehidupan yang bebas.
__ADS_1
Akhirnya, ia mempunyai kesempatan untuk melewati hari-hari yang santai. Ia menaruh fotonya di depan tempat tidurnya, salah satunya adalah foto kakeknya, satunya lagi adalah ibunya, walaupun tidak ada kenangan, namun wanita yang berada dalam foto tersebut terliaht menawan, senyumannya terlihat serupa dengan bunga, Sella Xia setengah mirip dengannya, satu bingkai lagi diisi oleh foto Dolores Xia, ini adalah salah satu foto yang paling ia sukai, foto dimana ia sedang berada di pinggir panai mengenakan topi berenda dan tersenyum dengan sangat anggun.
Setelah selesai memajangnya, Sella Ji menikmati pemandangan yang berada di sekelilingnya di terasnya, bunga bugenvil terlihat merayap di dinding, lalu dilengkapi oleh taman bunga yang dirawat oleh pemilik sebelumnya di lantai bawah, benar-benar sangat menawan.
Ponselnya berdering, ia mengambilnya, lalu mengulurkan tangannya dan menjawabnya,”Halo! Kak Jayce.”
“Apakah kamu menyukai vilanya? Kamu berkata bahwa kamu tidak ingin yang terlalu besar, sehingga aku memiliki yang lebih kecil,”suara Jayce Ji yang rendah terdengar perlahan menghampirinya.
“Iya! Aku sangat menyukainya, ini sudah sangat bagus,”jawab Sella Ji yang sedang duduk di sofa dengan senang.
“Istirahatlah untuk hari ini, aku akan membawamu pergi menghadiri sebuah perjamuan malam besok malam, supaya kamu juga dapat melegakan perasaanmu sejenak, aku akan pergi lebih larut.”
“Baik! Datanglah kemari, aku akan menyisakan kamar tidur utama untukmu.”
“Aku bisa tidur di kamar tidur utama.”
“Kamar tidur utama untukmu! Kamu adalah senior, aku adalah junior, aku akan tidur di kamar tidur tamu!”
Setelah sedikit lebih larut, Jayce Ji datang dan membawanya untuk makan malam di salah satu restoran barat di sekitar mereka, ketika tiba kembali di vila sederhana tersebut, Sella Ji duduk di ayunan di taman bunga, mendengarkan lagu, menikmati sepoian angin malam, serta langit yang penuh bintang.
Jayce Ji berdiri di teras kamar tidur utama, tangannya terlihat sedang menggenggam segelas anggur merah, lengan panjangnya perlahan menggenggam pagar teras, tatapannya tertuju ke arah sosok ramping di taman bunga itu, tatapannya terlihat dipenuhi oleh perasaan rumit.
Setelah berhubungan dengan Sella Ji untuk beberapa saat, ia menyadari sebuah hal, Sella Ji sudah beberapa kali tidak menyembunyikan majalah itu dengan baik, ia selalu membawanya ketika ia berpergian, ia kira bukan karena majalah tersebut sangat enak dibaca, tetapi karena lelaki yang berada dalam majalah tersebut.
Apa sebenarnya hubungan yang mereka miliki? Apakah mereka saling mengenal?
__ADS_1
Jayce Ji tidak ingin membuat orang lain merasa kesulitan, jadi ia tidak pernah mengungkit masalah perasaan itu, ia khawatir ada lelaki lain yang menempati hati Sella Ji, jika ia memaksakan perasaannya itu kepadanya, hal tersebut mungkin hanya akan menambahkan tekanan pada dirinya. Jadi, pada acara perjamuan malam besok, jika tidak ada hal tidak terduga yang terjadi, ia akan bertemu dengan Bryan Gong dalam perjamuan tersebut.