
Sudah Mengatakan Putus
Setelah cukup lama barulah Sella Xia berjalan kemari dari arah toilet, di atas meja makan sudah dipenuhi dengan makan malam ini, aroma nya tercium.
Tapi Sella malah tidak mempunyai selera sedikitpun, Bryan Gong terus melihat ke arahnya, melihat wajahnya yang masih ada sedikit air, seperti semakin pucat.
“Ada apa? Warna wajah mu begitu jelek?” Bryan bangkit berdiri dari tempat nya, lalu membungkuk memperhatikan wajahnya, dan, dengan akrab menjulurkan tangan mengangkat dagunya, agar wajah kecilnya terangkat dan bisa dilihat dengan baik oleh nya.
Mata Sella tersirat rasa panik, namun gerakan Bryan, malah membuat nya tidak enak untuk menolak.
Bryan mengambil tisu, dan tertawa ringan, “Kenapa seperti seorang anak kecil, setelah mencuci wajah, air di wajah pun tidak di lap kering.”
Selesai mengatakannya, dia pun dengan begitu perhatian mengelap butiran air di sudut wajah, dan kening Sella sampai kering.
Setiap gerakan penuh dengan kelembutan dan perhatian.
Karena Sella dihadang oleh badan Bryan, dia pun tidak bisa melihat ekspresi wajah Christy Lan, namun dia berpikir, dia pasti sudah sangat kesal bukan!
Benar, Christy yang duduk di tempat itu, memang benar-benar merasa sangat kesal, dengan erat ia menggenggam kepalan, dengan tidak goyah menatap ke bagian sini.
Dan teman dekatnya yang ada di seberang nya juga tahu, dengan segera menatap ke arah Sella disini, lalu dengan suara rendah memarahi, “Tidak tahu malu.”
Dia tidak berani memarahi nya dengan suara yang terlalu besar,cukup untuk membiarkan Christy mendengarnya saja, bagaimana pun juga status Bryan, juga bukanlah seseorang yang bisa disinggungnya.
Bryan mengelap kering wajah kecilnya, kulit yang baru saja dicuci itu, sangatlah halus, seperti telur yang dikupas cangkangnya, membuat orang ingin mendekat.
Bryan memikirkannya pun benar-benar membungkukkan badan, dengan cepat mencium samping wajahnya, barulah dia kembali ke tempat duduknya.
Wajah Sella berubah pucat , karena ciuman nya ini, tetap saja wajahnya tersipu karena malu.
Meskipun Sella tidak melihat ekspresi wajah Christy, namun juga bisa merasakan sebuah amarah yang sangat besar menyebar ke arahnya.
Sella sedikit tersedak tidak bisa bernafas, dia lebih baik mengambil pisau dan garpu, ketika ia baru saja mulai untuk makan sedikit, handphonenya pun berdering, ia mengambil dan melihatnya, amarah Christy pun berubah menjadi tulisan.
__ADS_1
“Sella, cepat tolak dia! Aku mau kamu meminta putus dengannya di hadapanku.”
Pisau dan garpu di tangan Sella hampir dipegang dengan tidak stabil, dia dengan sedikit panik mengangkat kepala, dan kebetulan melihat ekspresi mata Christy yang tertawa dingin melihatnya.
Dengan ringan ia menggeleng-geleng kepala, seperti sedang menolak.
Christy menggigit gigi menahan amarah, lanjut mengambil handphone mengetik sebuah pesan dan mengirimnya.
“Jika kamu tidak mengatakannya sekarang, besok aku akan pergi ke distrik kalian, memberikan 1 ipad kepada setiap orang, di dalamnya penuh dengan skandal kotor ibu mu, lebih baik kamu percaya bahwa aku bisa berbuat demikian.”
Sella melihat pesan yang dikirimkannya, ekspresi wajahnya langsung berubah sangat pucat, otaknya meledak dengan keras, tentu saja ia percaya Christy bisa melakukan hal seperti itu.
1 pesan ancaman dari Christy kembali di terima, Sella melihat 1 perkataan disana, hanya ada 1 kata yang sederhana yaitu cepat.
Sella hanya melempar sebuah tatapan, dia pun tidak berani melihat layar handphone lagi, saat ini, dia merasa Bryan yang ada di hadapannya sedang melihatnya dengan sedikit terkejut, ketika dia berpura-pura mengambil handphone, dia pun menyetel handphone ke dalam mode hening.
Sella mengangkat mata melihat ke arah Christy, menggunakan ekspresi mata memohon padanya, untuk tidak memaksanya seperti ini.
Sella dengan menderita memejamkan matanya, dia menggigit bibir, seperti sedang menahan sebuah penyiksaan.
Bryan yang duduk di hadapannya melihat ekspresi wajahnya ini, dengan segera meletakkan pisau dan garpu, lalu dengan khawatir melihat ke arahnya, “Sella, kamu kenapa? Dimana yang merasa tidak enak?”
Hati Sella sedang menangis darah, dia mengambil nafas mendalam, matanya sedikit basah dan memerah melihat nya, “Kita ....”
Dia tidak sanggup mengatakannya, dia benar-benar tidak sanggup mengatakan 1 kata itu.
“Kita kenapa?” Bryan sedikit mengerutkan mata, Sella pada malam ini, di matanya, benar-benar ada sesuatu yang tidak beres.
“Kita....” Sella mengatakannya lagi, lalu, dia memegang wajahnya dan dengan suara terisak berkata, “Kita putus!”
Mata Bryan yang hitam pekat langsung membesar, dia sedikit tidak percaya akan apa yang dia dengar tadi, dia bertannya, “Apa yang kamu katakan?”
__ADS_1
Hati Sella sakit hingga tidka bisa bernafas, ia melepaskan tangan, lalu wajahnya terlihat berubah pucat, dia menatap sepasang mata Bryan yang tercengan itu, lalu berkata lagi, “Kita... Kita putus!”
Selesai mengatakan itu, ia memalingkan wajahnya, dia berani melihat ekspresi Bryan, karena dia takut dirinya sendiri akan patah hati.
Bryan dengan terkejut menatapnya beberapa detik, dan ternyata tidak ada respon apapun, karena bagi dia kata-kata Sella itu, seperti guntur di tengah langit yang cerah, menyambar begitu keras hingga membuat nya tidak tahu harus berbuat apa.
“Kenapa mau putus?” Bryan melembutkan suaranya, dengan nada bicara yang lembut bertanya.
Air mata Sella berputar di matanya, dia menggigit gigi, lalu menggeleng-gelengkan kepala, “Kita tidak cocok!”
“Dimana tidak cocok?” Bryan panik, bagi dia, ini adalah masalah yang begitu mendadak dan tidak memiliki firasat untuk ini sebelumnya.
“Status kita berbeda terlalu jauh.” Sella masih saja tidak berani melihatnya, namun mulutnya, tetap mengeluarkan sebuah alasan yang keras.
Selesai Bryan mendengarkan hal itu, rasa terkejut di matanya pun berubah menjadi senyuman, “Aku tidak merendahkan mu, kenapa kamu selalu merendahkan dirimu sendiri?”
Air mata Sella di matanya hampir bergelinang,ketika dia mengangkat kepala dan mengusap air matanya, pun melihat sepasang mata Christy yang dingin sedang menatapnya, dalam ekspresi mata itu sama sekali tidak ada rasa kasihan, malahan rasa cemburu yang semakin besar.
Karena kedap suara di dalam ruang makan tidak begitu bagus, maka kata-kata Sella pun terdengar olehnya, dan perkataan Bryan, juga terdengar olehnya, dia tidak menyangka, Bryan bisa begitu menyukai Sella, meskipun dia yang duluan mengatakan putus, namun Bryan masih saja tidak marah, malah masih membujuknya.
Bryan tidak berharap Sella berpikir sembarangan, dia tertawa memberikan sebuah tisu padanya, “Sudah lah, jangan berpikir sembarangan, dan juga jangan mengatakan putus lagi, makan lah dengan baik.”
Sella menerima tisu tersebut, baru saja memiringkan kepalanya, ia pun melihat pesan yang masuk dalam handphone lagi, ialah pesan dari Christy, dia melihat dengan jelas, dia mengirimkan sebuah kalimat, “Katakan padanya kamu sudah menyukai seseorang, ingin mencampakkannnya.”
Sella benar-benar sangat membenci Christy, dia sudah memaksanya sampai ke tahap seperti ini, apakah dia masih mau lebih tragis lagi kah?
Dia menggenggam kepalan dengan erat, tidak mengatakan apapun, juga tidak lanjut mengatakan apapun.
Sella meletakkan handphonenya di dalam tas, tidak berencana mengeluarkannya lagi, dan pada saat ini , Bryan juga sudah selesai makan, lalu berkata pada Sella, “Aku lihat mood mu hari ini tidak begitu baik, nanti aku membawa mu pergi jalan-jalan, bersantai dan melupakan segala beban.”
Sella menggigit bibir , dia masih belum menjawab, handphonenya pun berbunyi lagi,Sella mengambil dan melihatnya, itu adalah Christy, dia sudah tidak ada di tempat.
“Siapa?” Bryan bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
“Ibuku... seharusnya mencari ku karena ada suatu masalah .” Sella mengambil handphone, berjalan ke balkon disamping untuk menerima panggilan itu. Dia baru saja menerimanya, pun terdengar suara peringatan Christy dari sana, “Sella, karena kamu sudah mengatakan putus, kenapa tidak membuat Kak Bryan menyerah? Kamu masih mau dia berharap pada mu kah? Kamu ingin putus dan tidak putus seperti ini, yang menderita ialah kamu sendiri, sebaiknya kamu segera putus dan membereskan masalah ini.”