Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Merayakan Ulang Tahun Sella Xia


__ADS_3

Merayakan Ulang Tahun Sella Xia


Sella Xia mengangguk-anggukkan kepalanya, kado terakhir itu berbentuk persegi dan terlihat tipis, Sella Xia lalu mengulurkan tangannya untuk membuka kado itu, setelah dibuka, dia melihat sebuah logo perhiasan diatas kotak itu, dan langsung merasa terkejut, pria itu lagi-lagi memberikan perhiasan mahal seperti itu untuknya?



Sella Xia membuka kotak itu, di dalamnya adalah satu set perhiasan lengkap dengan model yang sederhana, kalung, anting beserta sebuah cincin berlian, dan batu berlian di atas cincin itu langsung mengeluarkan pantulan cahaya warna-warni ketika berada di bawah cahaya lampu, hanya dengan satu kali lirikan saja dia sudah bisa tahu bahwa itu adalah benda yang sangat berharga.



“Aku tidak bisa menerima ini.” Ucap Sella Xia sambil menggelengkan kepalanya, kado terakhir itu terlalu mahal, dan lagi ibunya sudah menjual perhiasan yang pria itu berikan terkahir kali itu, dia benar-benar tidak bisa menginginkannya lagi.



“Kenapa tidak bisa?” Tanya Bryan Gong sambil mengerutkan alisnya.



“Karena tidak bisa, ini terlalu mahal, aku… aku tidak boleh memilikinya.” Sella Xia memiliki semacam ketegasan dalam hatinya bahwa dirinya tidak bisa menginginkan benda mahal seperti itu dari pria itu.



“Karena hari ini adalah ulang tahunmu, semua kado yang aku berikan ini adalah milikmu, darimana kamu bisa menolaknya?” Selesai berbicara, Bryan Gong melihat koki-kokinya itu berjalan masuk sambil membungkuk memberikannya hormat dengan sopan, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam hari itu.



Bryan Gong lalu menghadap gadis itu dan berkata, “Ayo bawa semua barang ini ke dalam kamarmu, semua yang sudah aku berikan tidak bisa dikembalikan lagi.”



Selesai berbicara, dia langsung berjalan naik ke atas, sedangkan Sella masih berdiri disana sambil memandangi tubuh tinggi dan tegap pria itu pergi, mulut kecilnya terus membuka dan menutup karena ingin memanggil pria itu, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk diam.



Dirinya juga sangat mengenal pria itu, ucapan pria itu absolut, meskipun dia tidak menginginkannya, pria itu juga tidak akan mengambilnya kembali.



Sella akhirnya hanya bisa membereskan kado-kado itu dengan patuh, lalu memindahkan satu persatu kado itu ke dalam kamarnya, setelah selesai memindahkan kado-kado itu ke dalam kamarnya, dia masih ingin mengucapkan terima kasih kepada pria itu, karena itu dia pergi ke depan kamar Bryan Gong.



Setelah mengetuk pintu itu, sebuah suara berat seorang pria terdengar dari dalam, “Masuk.”



Sella Xia langsung membuka pintu itu dan masuk, dia lalu melihat Bryan Gong sedang duduk bersandar dengan santai di atas sofa abu-abu di dalam kamarnya, pria itu sedang membaca sebuah dokumen di dalam IPAD yang dipegangnya.



“Apa aku mengganggumu?” Tanya Sella Xia dengan pelan.



“Kalau kamu ingin mengatakan bahwa kamu tidak bisa menerima kado itu, kamu lebih baik jangan datang untuk menggangguku.” Ucap Bryan Gong dengan kepala yang masih tertunduk.



Sella Xia menggigit bibirnya, dia memang datang karena ingin membicarakan hal itu, sekarang, setelah berpikir sejenak, dia berkata, “Aku hanya ingin mengatakan terima kasih kepadamu, terima kasih!”



“Kamu tidak perlu sungkan seperti itu denganku.” Jawab Bryan Gong.



Sella Xia lalu mengumpulkan keberaniannya dan bertanya, “Ka… kalau begitu, apa aku boleh tahu kapan ulang tahunmu?”



“Masih lama, ulang tahunku di bulan Februari.” Ucap Bryan Gong mengetahui pemikiran gadis itu.


__ADS_1


Sella Xia lalu melanjutkan pertanyaannya, “Februari, tanggal berapa?”



“Tanggal 16, 16 Februari.”



Sella Xia tersenyum, “Baiklah, aku sudah mengingatnya, aku juga akan merayakan ulang tahunmu nanti.”



“Boleh, aku akan menunggunya.” Ucap Bryan Gong sambil tersenyum, dirinya benar-benar ingin melihat kado seperti apa yang akan gadis itu berikan untuknya.



Makan malam sudah siap, menu hari itu adalah paket steak yang sangat komplit, selesai menyantap makan malam, koki-koki itu membereskan meja itu dan pulang.



Sella Xia kemudian duduk di atas sofa di ruang tamu, Bryan Gong pergi untuk membuka botol anggur merah di atas meja itu dan membawa dua gelas anggur sewaktu menghampiri gadis itu, “Karena yang berulang tahun hari ini adalah dirimu, apa kamu mau minum bersamaku?”



“Boleh!” Ucap Sella Xia tidak menolak, dia juga sangat senang.



Bryan Gong kemudian memberikan satu gelas dalam pegangannya itu kepada gadis itu, setelah menerima gelas itu, Sella Xia membiarkan anggur itu menyentuh bibir atasnya terlebih dahulu, manis dan ringan, dengan aroma anggur yang langsung menyebar ketika masuk ke dalam mulutnya, membuatnya langsung menyesap satu teguk anggur itu, rasanya sangat enak.



“Enak sekali.” Ucap Sella Xia sambil tersenyum, lalu meminum kembali anggurnya.



Bryan Gong duduk di sebelah gadis itu, “Setelah selesai meminum satu gelas anggur ini, kita akan istirahat sebentar, lalu makan kue.”




“Tentu saja, bagaimana bisa tidak ada kue di hari ulang tahun?”



“Bagaimana kalau kita mengundang paman Rico He dan yang lainnya untuk makan bersama?" Tanya Sella Xia penasaran.



Bryan Gong menggeleng-gelengkan kepalanya, “Mereka tidak akan melibatkan diri mereka dalam acara seperti ini.”



“Oh! Bagaimana dengan Hero?”



“Aku sudah mengantarnya ke tempat mereka, Hero adalah seorang anjing yang rakus, aku takut dia akan memakan kue itu dengan diam-diam.” Ucap Bryan Gong sambil tertawa.



Sella Xia langsung tertawa, “Masa?!”



“Dia pernah diam-diam memakan kue ulang tahun adikku, tidak hanya itu, dia masih mengotori semua tempat dengan kue itu dan hal itu sedikit merepotkan.” Bryan Gong baru menitipkan Hero di tempat Rico He itu setelah belajar dari pengalamannya.



Teringat akan adik pria itu, Sella Xia langsung tersenyum dan berkata, “Adikmu pasti sangat cantik!”


__ADS_1


“Dia memang sudah sangat imut dari kecil, juga sangat cantik, dan yang tidak boleh ketinggalan, sangat jahil dan nakal.” Wajah Bryan Gong langsung melembut dan bahagia ketika membicarakan adiknya itu.



Perasaan iri langsung muncul di dalam hati Sella Xia, benar-benar sebuah kebahagian kalau bisa menjadi keluarga pria itu.



Sella Xia refleks teringat akan dirinya sendiri, dan tanpa disadari, gelas anggur yang dipeganggnya itu sudah sampai di bibirnya, dan dia mulai menelan dua tegukan anggur itu, Sella Xia tidak pernah bertemu dengan ayahnya semenjak kecil, dan tidak pernah tahu orang seperti apa ayahnya itu.



Dia pernah bertanya kepada ibunya dulu, tetapi alih-alih memberitahunya, ibunya itu justru memintanya untuk tidak pernah bertanya mengenai hal itu lagi.



Sella Xia merasa sedih, tidak peduli orang seperti apa ayahnya itu, dia masih akan merasa senang dan puas kalau bisa mengetahui sedikit informasi mengenai ayahnya itu.



Tanpa disadarinya, Sella Xia sudah menghabiskan anggur dalam gelasnya itu, dan ketika menyadari bahwa gelas itu sudah kosong, barulah dirinya tahu bahwa dia sudah menghabiskannya.



Bryan Gong yang berada di depan Sella Xia itu sedang menikmati rasa dan aroma anggur merah itu dengan perlahan, tidak lama kemudian, ketika mengangkat kepalanya, dia melihat gadis di depannya itu tiba-tiba sudah menjadikan anggur merah seharga puluhan juta sebotol miliknya itu seperti minuman dan menghabiskannya.



“Apa masih ada? Aku masih ingin minum sedikit lagi.” Tanya Sella Xia mengangkat kepalanya menghadap pria itu.



“Kamu yakin masih ingin minum?” Bryan Gong menyipitkan matanya, anggur itu mengandung alkohol dan memiliki kadar yang cukup tinggi, satu gelas itu adalah jumlah yang paling pas.



“Iya! Aku masih ingin minum.” Sella Xia merasa anggur itu sangat manis dan masih ingin meminumnya.



Bryan Gong lalu berdiri dan mengambil gelas gadis itu, lalu berjalan ke depan meja itu untuk menuangkan setengah gelas anggur untuk Sella Xia, dirinya masih mengontrol banyak anggur yang diminum oleh gadis itu.



Sella Xia lalu menerima gelas itu dan menciumnya, harum sekali!



“Benar-benar enak!” Sella Xia mulai minum lagi setelah berbicara.



Bryan Gong kemudian berdiri dan berjalan ke depan kulkas, setelah membuka pintu kulkas itu, dirinya dapat melihat sebuah kue diletakkan didalamnya, kue itu tidak terlalu besar, tetapi sangat terlihat sangat cantik.



Bryan Gong lalu mengeluarkan kue itu untuk ditaruh di atas meja dan membukanya, di dalamnya adalah kue kecil bertingkat dua yang dihiasi dengan buah-buahan di atasnya, nama dan umur gadis itu juga ditulis disana, Bryan Gong langsung pergi mendekati kue itu, hatinya benar-benar merasa tersentuh ketika melihat kue yang cantik itu.



“Benar-benar kue yang cantik.”



Bryan Gong mengambil lilin berbentuk angka sembilan belas itu dan menancapkannya di atas kue itu, lalu menghidupkannya, setelah lilin itu menyala dengan cantik, Bryan Gong menghadap gadis itu dan berkata, “Aku akan mematikan lampu, kamu pikirkan saja dulu harapanmu!”



“Iya!” Ucap Sella Xia sambil tertawa dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Bryan Gong lalu meraih remote control itu dan mematikan seluruh lampu di ruangan itu, seketika cahaya lilin di atas meja itu menjadi semakin cantik, Sella Xia kemudian duduk di depan sofa itu sambil melipat tangannya, setelah itu dia menutup matanya dan bersiap untuk membuat harapan.



__ADS_1


__ADS_2