Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Menyakitkan Dan tidak rela


__ADS_3

Sella Xia dengan lesu berjalan di tengah kerumunan orang, dia seperti orang yang sudah tak memiliki jiwa.



Dia berjalan sampai pada sebuah sudut taman, lagi-lagi lemas tak berdaya, dia memeluk dirinya dengan lengannya, sekali lagi menangis sekencang-kencangnya.



Dolores Xia sedari tadi menunggunya pulang, saat itu, ia sama sekali tak menyadari, bahwa karena masalahnya, cinta putrinya juga akan berakhir.



Seumur hidup Dolores Xia, juga dapat dikatakan menyedihkan, ketika kecil orang tuanya tidak memedulikan dia, ketika remaja, ia keluar rumah hidup sembarangan, akhirnya membawa dirinya masuk ke dalam daerah prostitusi, dan menjual tubuhnya untuk uang disana, itulah masa mudanya.



Tapi sayangnya, ia harus membuat keputusan penting untuk pekerjaannya, ketika ia berusia 29 tahun, dia baru mengambil Sella Xia, saat itu, industri pekerjaannya tidak lagi bagus, lagipula ia memiliki sedikit tabungan, jadi berencana keluar dari profesinya itu.



Dia juga memikirkan beberapa cara untuk hidup mandiri, dia membuka toko, tidak mendapat untung, juga tidak membuat dirinya dan Sella Xia mati kelaparan, karena latar belakang pendidikannya tidak tinggi, jadi dia berharap Sella Xia dapat memiliki masa depan yang bagus.



Dan Sella Xia benar memiliki masa depan yang bagus, ia masuk ke sebuah perguruan tinggi, walaupun bukan ia sendiri yang melahirkannya, tapi ia juga merasa sangat bangga.



Saat ini, sampai beberapa tahun ini karena kecanduan berjudi, ia bisa sampai seperti sekarang, sebenarnya Sella Xia telah membantunya melewati satu demi satu kesulitannya, tidak, sebenarnya adalah tuan muda Gong yang berpacaran dengannya, yang membantu membereskan masalahnya.



Setelah melewati naik turun kehidupan, Dolores Xia akhirnya ingin mengubah segalanya, memulai kehidupan barunya, dia juga ingin hidup nyaman dan bahagia dengan anaknya.



Tampaknya selalu ada sebab akibat, Tuhan pada akhirnya akan membuat kejadian tak terduga yang membuat dilema dalam kehidupan.



Ketika Sella Xia sampai di rumah, sudah pukul 6 malam, dia berada diluar seharian penuh, ketika ia pulang, dirinya tampak sangat kelelahan, wajahnya juga sangat pucat.



“Sella, wajahmu kenapa? Kamu sakit?”



“Tidak, Bu, aku hanya jetlag, aku sudah makan di luar, sekarang ingin masuk kamar tidur.” Sella Xia berpura-pura kelelahan, lalu masuk ke dalam kamarnya untuk tidur.



Semalaman ini, Sella Xia mematikan ponselnya, ia duduk sendiri dalam kamarnya sepanjang malam, takut untuk menyalakan ponsel, juga takut mendengar suaranya Bryan Gong.



Karena sekali mendengarnya, ia akan tidak rela, ia malah akan tambah terluka.



Ancaman Christy Lan terngiang-ngiang dalam telinganya, Sella Xia tahu, masalah ini, selain ia meninggalkan Bryan Gong, tidak ada jalan lain untuk menyelesaikannya.



Jika Christy Lan tidak mencapat tujuannya, ia tidak akan berhenti.



Sella Xia tidak tahu, ketika ia mematikan lampu kamarnya, pada pukul 11 malam, di lantai bawah, sebuah sedan hitam berhenti beberapa saat.

__ADS_1



Bryan Gong yang memakai setelan jas sedang duduk di kursi belakang, dia yang baru selesai menyelesaikan sebuah rapat, ekspresinya terlihat lelah, ketika melihat rumah wanita itu, dan lampu ruang utama masih menyala, hatinya sedikit lebih tenang.



Dia berpikir, wanita itu hanya ceroboh lupa mengisi baterai ponselnya.



Dini hari.



Sella Xia dalam keadaan setengah tidur setengah sadar, mendengar suara pintunya diketuk, juga mendengar ibunya diluar memanggilnya, dia menanggapinya dengan linglung.



“Sella, temanmu datang, sudah bangun belum?”



Sella Xia awalnya masih ingin menutup matanya sebentar, lalu karena kata-kata itu ia langsung terbangun, teman? Siapa?



Sella Xia bergegas bangun, memakai bajunya, ketika sudah rapih ia membuka pintunya, dan melihat di ruang utama rumahnya berdiri seorang lelaki dengan canggung di hadapan ibunya.



Adalah Kevin Cheng.



Sella Xia panik sesaat.




“Dia belum sarapan! Sella, ibu juga tidak masak sarapan di rumah, kamu minta temanmu menemanimu membeli sarapan di bawah gih!” Ujar Dolores Xia.



“Oke!” Sella Xia mengangguk.



Kevin Cheng juga ingin mengobrol dengannya untuk mengindari ibu, lalu Sella Xia dan Kevin Cheng berangkat.



Sella Xia dan Kevin Cheng mengobrol di sebuah kedai dekat rumahnya, Kevin Cheng terhadapnya sangat penasaran dan peduli, ia melihat wajahnya tampak tidak baik, juga merasa cukup sakit hatinya.



“Kamu kemarin malam begadang ‘kan? Bawah matamu semuanya hitam! Biarpun masih muda, jangan keseringan begadang.” Kevin Cheng mengingatinya.



“Terima kasih. Akan kulakukan.” Sella Xia menundukkan kepala, memakan buburnya.



Tepat pada saat itu, Kevin Cheng bertanya dengan penasaran, “Ponselmu tidak ada beterai ya? Mengapa ponselmu menunjukkan keadaan mati?”



Sella Xia kemudian teringat, setelah ia mematikan ponselnya kemarin malam, sampai sekarang belum menyalakannya, dia mengangguk-angguk, “Iya, tidak ada baterai.”

__ADS_1



“Kalau begitu cepat isi baterainya! Kamu seorang gadis keluar sendirian dengan ponsel mati, bakal tidak aman.”



“Ya!” Sella Xia melanjutkan mengangguk-anggukkan kepala.



Kevin Cheng melihat dia sekarang sepertinya lebih diam daripada dulu, dia malah ingin tahu apa yang sebenarnya ia alami dalam dua tahun terakhir ini, dia tak tahu mulai dari mana.



Sella Xia sedang memakan buburnya, tiba-tiba teringat satu hal, lalu mengangkat kepalanya dan bertanya pada Kevin Cheng, “Sekarang jika ingin keluar negeri, apakah repot mengurus visanya?”



“Kenapa? Kamu ingin keluar negeri? Cukup repot sih.” Kevin Cheng bertanya dengan terkejut.



Sella Xia membasahi bibirnya lalu tertawa, “Cuma bertanya.”



Kemarin malam dia terpikir satu cara yang ekstrem, dia ingin membawa ibunya meninggalkan sini, pergi ke tempat lain untuk hidup, lalu ia juga terpikir untuk ke luar negeri, memilih satu negara yang dapat ditinggali, dan dengan ibu meneruskan hidup dengan bergantung satu sama lain.



Apa yang diminta Christy Lan, harus menyakiti Bryan Gong baru meninggalkan, dia tak dapat melakukannya, terlebih, dia tak ingin melakukannya.



Jika hendak meninggalkannya, dia dapat memilih langsung pergi meninggalkannya.



Sella Xia mengeluarkan ponselnya, ia menyalakannya, dua buah pesan langsung datang, dia membuka pesan yang dikirim Bryan Gong kemarin malam, menunjukkan setelah ia mematikan ponselnya, dia baru mengirim dua buah pesan itu.



“Kenapa tidak mengangkat telepon?”



“Kamu kelelahan sampai tertidur? Bodoh, begitu bangun langsung telepon aku.”



Mata Sella Xia memerah, dan terasa pedih ingin menangis.



Kevin Cheng melihat ekspresinya, sedikit sakit hati bertanya, “Kenapa? Siapa yang kirim? Pacarmu ya!”



“Beneran tertebak olehku? Kamu sudah ada pacar?” Tatapan Kevin Cheng sekidit kehilangan, ternyata, Sella Xia telah ada yang punya.



Sella Xia mengangkat kepala tidak langsung menjawab, hanya tersenyum sejenak, Kevin Cheng juga tertawa, “Selamat, sudah menemukan orang yang kamu sayangi.”



Sella Xia begitu mendengar kalimat ini, lebih merasa hatinya pedih, benar! Dia telah menemukan orang yang ia cintai, tapi, sebentar lagi, dia akan mendorong orang itu pergi menjauh dengan tangannya sendiri.


__ADS_1


“Sella, semoga kamu bahagia.” Kevin Cheng berbicara dengan tulus. Saat itu, ponsel Sella Xia berbunyi, ia mengambil ponselnya, dan melihat telepon masuk dari sebuah nomor yang tak dikenalnya.


__ADS_2