
Sella tau bahwa ibunya pasti pergi berjudi di tempat mahjong, dia mengambil tas dan secepatnya berlari menuruni tangga, dia harus tau apakah ibunya ada mengambil kalung tersebut untuk berjudi, jika iya, dia akan sangat marah.
Itu bukan barang milik dia, itu adalah barang milik Bryan dan dia ingin mengembalikannya.
Dolores sedang bertarung di meja mahjong, karena dia sangat ingin memenangkan perjudian ini , sebaliknya dia malah semakin tidak ada keberuntungan, dengan sekejap mata dia telah kalah 20 juta, hal ini membuat dia semakin gelisah, dan akhirnya semakin membuatnya kalah.
Saat ini dia mendongak dan melihat kearah pintu masuk ruangan mahjong , ada seseorang yang tidak asing masuk, sekali melihat, diapun terkejut, itu adalah putrinya Sella .
Sekilas Sella juga melihatnya, dengan perasaan yang marah berjalannya, “Ma, Dimana kalungku?”
Pada saat itu, kebetuluan ada seseorang yang akan menang, Dolores Xia langsung marah dan berkata, “Tidak ikut lagi.”
“Ini adalah putaran terakhir, kamu juga harus membayar!”
Dolores menghitung lalu mengambil uang 1 juta rupiah dan menaruhnya diatas meja, dia mengambil tas dan menggandeng tangan Sella lalu keluar.
Dia juga tidak berharap Sella ribut di tempat mahjong, dia mengandeng tangannya sepanjang jalan, saat baru tiba di bawah pohon, Sella Xia langsung melepaskan tangan ibunya, “Ma, kamu cepat kasih tau aku, dimana kalung tersebut?”
Dolores menatap dia, dan tidak ingin menyembunyikannya, “Aku telah menjualnya, mama benar-benar tidak mempunyai uang, jadi mau tidak mau aku mengambil barangmu untuk di tukar dengan uang”
Ekspresi Sella seketika memucat, dia menangis dan berkata, “Itu bukan barang milikku! Mengapa kamu tanpa ada persetujuan dariku bisa sembarang menjualnya?”
“Maaf! Sella, maafkan mama! Mama sangat membutuhkan uang, aku bisa memberikan setengah dari sisa uangnya . Jangan menangis lagi.” Doloresingin menghapus air mata dia.
Sella segera berbalik dan mendorongnya, “Aku tidak butuh uang, aku hanya ingin kalung itu.”
Entah kenapa, seketika memikirkan apa yang diberikan Bryan padanya, ternyata telah menjadi milik orang lain membuat hatinya merasa sakit.
“Tidak ada cara untuk kembali, kalung tersebut aku telah menjulanya ke orang lain, Sella, sesorang yang telah memberikan kepadamu, jadi itu adalah milik kamu! Dan punyamu juga milik keluarga kita, jadi...”
“Ma..... kamu benar-benar membuatku sangat kecewa.” Tiba-tiba Sella berkata dengan kejam, berbalik dan lari.
Dolores melihat punggungnya, langsung bergumam sendiri, “Kamu juga bukan putriku! Tetapi aku yang telah membesarkanmu.”
__ADS_1
Sepanjang jalan Sella juga tidak tau harus berlari kemana, air matanya selalu mengalir, akhirnya dia berlari sampai ke sebuah taman kecil, dia merasa sangat lelah lalu duduk di kursi, dia menutup wajahnya dan terus menangis, saat ini, dia tidak ada cara lain untuk melampiaskan perasaan marah dan kesedihannya.
Kalung itu telah tiada, itu artinya hutangnya pada Bryan semakin banyak, hutang 1 miliar di tambah dengan satu buah kalung membuat hutangnya semakin banyak, dia bukan takut meminjam uang dengannya, tapi dia khawatir kalau dirinya tidak bisa mengembalikan uang itu.
Saat Sella Xia menangis, tiba-tiba teleponnya berbunyi, dia kira ibunya yang menghubunginya, dia mengambil dan melihatnya, ternyata Bryan yang menhubugninya, detak jantungnya tiba-tiba menegang bahkan susah untuk bernafas.
Tetapi telepon dari Bryan , dia tidak bisa untuk tidak menangkatnya.
Dia dengan cepat menenangkan perasaannya lalu menangkatnya. “Halo!”
Dia mungkin mengira suara dia telah kembali normal, tetapi, ada suara yang serak seperti habis menangis yang terdengar di telinga Bryan .
“Apakah kamu menangis? Bryan langsung bertanya.
Sella Xia sedikit kebingungan dan menggelengkan kepala “ ti..... tidak! Hanya saja perasaan hatiku sedang kacau.”
“Mengapa perasaan hatimu bisa kacau? Bryan bertanya lagi.
“Besok adalah hari sabtu, aku menemukan sebuah gunung, mari kita pergi bersama dengan Hero.” Suara Bryan dengan tenang.
Sella pernah berjanji dengannya, jadi tidak mungkin meningkarinya, dia berkata, “Baik! Jam berapa pergi?”
“Jam 8 pagi, aku akan menunggumu dibawah.”
“Ya! Aku akan turun tepat waktu.”
“Kenapa perasaan hatimu sedang kacau?” Bryan bertanya lagi.
Sella Xia langsung tertawa, “Tidak apa-apa, hanya hal kecil saja.”
“Apakah mamamu yang membuat kamu marah lagi?”
__ADS_1
Sella tidak ingin menunjukkan suasana hatinya yang kacau didepannya, dia tertawa, “Tidak, menerima telepon dari Tuan membuat perasaanku menjadi lebih baik.”
Dengan samar-samar terdengar suara tawa dari Bryan , Sella Xia juga ikut tertawa.
“Yasudah, sampai jumpa besok pagi.” Setelah berbicara, Bryan benar-benar memutuskan panggilannya.
Sella melihat telepon, sedikit merasa bingung, Bryan jelas-jelas berasal dari keluarga yang kaya, mengapa bisa bersikap baik denganku? Dia bukanlah orang yang bodoh, dia bisa merasakan sikap baik dari Bryan kepadanya, ada suatu perasaan yang spesial, tetapi dia merasa dirinya tidak layak untuk menikmati sikap baik darinya.
Terlebih seperti sekarang, dia telah menghilangkan kalung pemberiannya, bagaimana dia akan menjelaskan hal ini dengannya?
Mungkin ini adalah perbedaan derajat antara keluarga! Membuat dia merasakan status dia seperti perbedaan antara langit dan bumi.
Ketika Sella pulang ke rumah, Dolores telah selesai memasak. Dia duduk di meja makan tetapi tidak memakannya, sepertinya dia sedang menunggu dirinya pulang, Sella berjalan dengan wajah yang datar, dia juga tidak makan, dia langsung menuju ke kamarnya, menutup pintu dan bersembunyi didalam.
Di depan pintu, Dolores berjalan dan mengetuk pitunya, “Sella, ayo makan, makanan ini sudah dingin.”
“Aku tidak bisa makan.” Di balik pintu berkata Sella dengan suara terendam.
“Sella, tidak peduli seberapa marah kamu dengan mama, kamu harus tetap makan! Tidak boleh kelaparan! Ayo keluar makan! "
“Aku benar-benar tidak lapar!” Sella dibalik pintu menjawab.
Dolores menghela nafas, di dalam hatinya, hanya mengambil barang putrinya untuk keperluan mendadak, bukan hal yang terlalu serius.
Tetapi, di dalam hati Sella , semua barang pemberian Bryan sangat berarti, tidak, lebih berarti dari barang apapun.
“Maaf, mama tau itu salah, mama tidak akan mengambil barang kamu lagi.”Dolores hanya bisa terus minta maaf.
Sella tidak menjawab di kamar, Dolores sudah lapar dan pergi makan sendiri, di dalam kamar, Sella berbaring terlentang di atas kasur, merubah posisi menjadi meringkuk, di dalam pikirannya adalah wajah yang tampan dan mulia dari Bryan , memikirkannya, Sella memiliki kesedihan yang tidak dapat diucapkan.
Saat menyukai sesorang, tetapi dia sadar bahwa dirinya bahkan tidak layak untuk menyukainya, bukankah ini hal yang sangat menyedihkan?
__ADS_1
Walaupun Bryan tidak peduli dengan kehidupan dan latar belakang keluarganya, tetapi, Sella sadar akan dirinya. walaupun dia berhubungan dengan Bryan dalam waktu singkat, tapi, dalam hati Sella ada pemahaman dan perlahan-lahan muncul, dia sepertinya menyukai Tuan muda Bryan .