
Sella Xia mengenakan gaun malam putih ini, dan dia melihat dirinya di cermin dengan sedikit terkejut.
Apakah ini benar-benar dia? Apakah kakinya sangat ramping dan putih? Apakah wajahnya secantik ini?
“Nona Xia, menurut Anda bisakah?” Manejer disamping itu bertanya sambil tersenyum.
Sella Xia mengangguk, "Ya! Sangat cantik, ini saja!"
"Baiklah! Kemari kami akan merias anda sedikit, Anda akan lebih cantik."
Sella Xia duduk di atas meja rias, dan pelayan membantunya merias, Sella biasanya hanya memakai bedak, dan belum pernah benar-benar di rias.
Pelayan memandangi wajahnya yang terangkat, dalam hati merasa iri. Lebih muda memang lebih baik, kulit masih sangat baik. Bahkan tanpa makeup, dia sudah cukup cantik.
Sella memakai riasan ringan, hanya menambahkan beberapa warna cerah, tidak memberinya riasan tebal. Riasan ringan, akan membuat dia yang mengenakan gaun malam akan lebih terlihat natural.
Ketika Sella turun dari lantai dua langkah demi langkah, kebetulan sinar matahari yang keemasan di luar jendela masuk ke dalam, seolah-olah meletakkan lapisan emas di tangga, Sella bermandikan cahaya keemasan, terlihat seperti seorang peri.
Bryan sedang duduk di sofa yang di samping pintu. Dia mendengar langkah kaki, mengangkat matanya dari majalah dan langsung melihat Sella yang berjalan turun.
Dia terpana memandangnya, ekspresinya mengeras, dan sedikit tertegun.
Selama ini berpikir wanita ini adalah tipe yang tidak membosankan, tidak terpikirkan, Dia bisa lebih cantik.
Selain itu, Sella Xia yang mengenakan gaun malam, terkesan berkelas, membuatnya sedikit terkejut.
Seolah-olah dia seharusnya bukan wanita biasa, melainkan seorang putri yang menghilang.
Sella Xia juga tahu mengetahui Bryan Gong memperhatikannya, membaut dia canggung, karena dia tidak terbiasa begini menarik perhatian orang lain.
Ditambah lagi dia mengenakan heels berukuran 5 cm, Biasanya dia hanya mengenakan sepatu putih kecil. Pertama kalinya mengenakan sepatu yang berheels, dengan sendirinya tidak ingin banyak melangkah.
Sella berjalan selangkah demi selangkah sampai depan Bryan Gong, ingin meminta pendapatnya, melihat apakah pakaiannya cocok untuk jamuan malam hari ini.
__ADS_1
Mata Bryan Gong menatapnya, membuat Sella merasa lebih malu. Ketika hampir sampai di depannya.
Kedua kakinya seperti tersandung sesuatu, membuatnya terjatuh ke atas lantai yang licin.
Seluruh tubuhnya terdorong ke depan.
Bryan tertegun, seketika meraihnya, Sella Xia terjatuh ke dalam pelukannya, yang hanya berjarak sedagu dengannya, menabrak dagunya yang keras.
"Ah ..." Xia Anning merintih.
Bryan juga dengan cepat memeriksa dahinya, "Apakah itu sakit?"
"Tidak ..." Sella menggelengkan kepalanya, sakit juga tidak bisa mengatakan sakit.
Bryan Gong menegurnya dengan nada tidak enak, “ Apakah kamu jalan tidak lihat jalan? Kenapa selalu ceroboh.”
Sella yang ditegur, wajahnya langsung memerah, tidak tahu bagaimana menjawabnya.
“Atau, kamu ingin aku memelukmu?” Bryan tiba-tiba menambahkan kalimat lain.
Selanjutnya, wajah merah Sella Xia terlihat lebih jelas, Dia segera menggelengkan kepala, “Tidak! Aku tidak punya pemikiran seperti itu.”
Bryan tidak membuat lelucon lagi, dia mundur dua langkah, jari-jarinya yang panjang memegang dagunya, memperhatikannya, “Pakaian mu lumayan, seusai dengan jamuan malam hari ini. Pakaian ini saja !”
“Ya!” Sella mengangguk.
Bryan menatap wajahnya yang memerah, seperti pemerah pipi alami, membuatnya semakin manis.
"Pergilah ke luar dan tunggu aku." kata Bryan padanya.
Sella Xia terdiam, dan mengenakan gaun malam ini keluar, tapi dia tidak mengerti, mengapa Bryan Gong ingin diapergi terlebih dahulu?
__ADS_1
Untuk ini, Bryan Gong memiliki maksudnya tersendiri, Dia ingin membayar, tidak ingin dia tahu harganya lebih jelas.
Bryan Gong mengambil kartu hitam dari dompetnya dan menyerahkannya kepada pelayan, "Bayar!"
Pelayan itu segera mengambil kartu hitam yang dia serahkan dengan sangat hati-hati. Dia pernah melihat kartu semacam ini, ini hanya dimiliki oleh tamu-tamu yang sangat kaya di sini, yang pernah dilihatnya hanya dimiliki oleh tamu-tamu kaya di sini, dan dengar dengar limit nya di atas milayaran!
Dan Ketika pria itu membuka dompetnya, semua yang terselip adalah kartu berwarna hitam-emas, jelas dia kaya, sama sekali tidak boleh dipandang remeh.
Setelah menyelesaikan pembayaran, saat Bryan Gong keluar, dia juga membawa pakaian Sella, setelah meletakkannya di bagasi, dan gaun malam ini telah menjadi milik Sella , karena Bryan telah membelinya.
Sella melihatnya duduk di dalam mobil, dan dia tahu apa yang terjadi. Dia melihat bahan gaun malamnya, dan tertempel beberapa pernak pernik kecil, bisa dipastikan ini bukan bahan pinggiran jalan biasa, dan ini berlian asli.
“Gaun malam ini pasti sangat mahal!” Sella mendongak, matanya sedikit ragu.
Bryan sudah menduga dia pasti mencemaskan hal ini, bibir tipisnya terangkat, “Apa yang di cemas kan? Apakah mungkin aku jatuh miskin setelah membeli gaun malam ini?”
Sella merasa nyeri, hatinya terasa sakit, Siapa dia bagi nya? Kenapa dia melakukan banyak hal untuk nya? Dan menghabiskan banyak uang untuk nya?
“Setelah aku mengenakan gaun malam ini, aku akan mencuci bersih nya dan mengembalikannya.” Sella pikir ini juga bisa di sewakan di sini.
Bryan menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, gaun malam ini sudah menjadi milik mu, dan kedepannya tetap milik mu.”
Seketika Sella Xia duduk dengan tidak tenang, terlalu mahal, Dia telah memberikannya lebih dari seharusnya, Tapi Dia sendiri tidak melakukan apa apa deminya, ini sangat tidak adil.
“Bisa kah ke depannya kamu tidak memberiku barang-barang semahal ini lagi? Aku takut ... aku takut tidak dapat mengembalikannya.” Sella Xia menggigit bibirnya dan berkata.
Hati Bryan Gong juga sedikit terluka, dia tahu tidak setiap wanita yang akan mencintai kekayaannya, seperti dia. Dia malah berharap di depan Sella Xia, Dia bukan sebagai seorang pangeran yang berkeluarga kaya, jika dia seorang biasa, apakah Dia akan merasa lebih nyaman?
“Aku ingin memberimu yang terbaik!” Selesai Bryan berkata dengan suara berat, dan dia segera menginjak gas di bawah kaki nya, dan menyalahkan musik yang seikit keras, dan membuat mobil sport ini menjadi lebih hidup.
Dan juga membuat Sella menahan yang ingin di kata kannya lagi, dan Sella Xia tidak mengatakan apa pun lagi, walaupun musik nya hidup, tetapi di dalam kepalanya hening, hanya ada wajah tampannya yang membuatnya terpesona. Mobil melaju di jalanan raya, jalanan macet, dan terkadang ada penyeberang jalan yang menyeberang sembarangan. Saat ini, Sella Xia melihat kebaikan hati Bryan , dia dengan sopan mengalah, meskipun ada yang berebutan dengannya, dia juga tidak kesal ataupun tidak sabaran.
__ADS_1
Dia bahkan tidak bersumpah serapah satu kalimat pun, ini jelas menunjukkan lingkungannya tumbuh besar sangat terpelajar.