
Setelah selesai makan, Sella Ji berdiam di dalam rumah untuk membaca buku, mendengarkan lagu, melakukan segala hal yang menyenangkan baginya, hingga ia akhirnya benar-benar mengantuk pada sore harinya dan tertidur hingga pukul empat lebih.
Pada saat ia mendorong pintu dan turun ke lantai bawah, ia melihat sebuah mannequin di tengah ruangan aula, mannequin tersebut mengenakan sebuah gaun malam yang berwarna merah muda, dengan sepasang sepatu hak tinggi yang sederhana, lalu satu set perhiasan di atas meja.
Jayce Ji sedang duduk di sofa di sebelahnya seperti memang sedang menunggunya bangun.
Sella Ji tidak perlu menebak untuk tahu bahwa semua ini ia persiapkan baginya untuk dikenakan saat menghadiri acara perjamuan malam tersebut.
“Bagus sekali!” Sella Xia berjalan ke depan hadapan mannequinnya, mengelus bahan sutra yang lembut tersebut, setiap potongannya meningkatkan derajat kemenawanannya, bahan yang nyaman, serpihan berlian yang menghiasi bagaian dadanya itu benar-benar cocok sekali dengan potongan lengan bahu yang memiring, ini benar-benar adalah sebuah gaun malam yang sangat menyentuh perasaan wanita.
“Naik dan coba kenakan sejenak, jika kamu tidak menyukainya, kita masih mempunyai waktu untuk pergi menggantinya,”ucap Jayce Ji kepadanya.
Sella Ji juga ingin sekali melihat penampilannya, ia menarik resleting yang berada di punggungnya, melepaskan gaun malam itu dari mannequinnya, lalu mengambil sepatu hak tinggi yang berada di atas lantai, dan naik ke lantai atas.
Jayce Ji melihat bayangan dirinya yang terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang merasa senang, ia perlahan tersenyum, tatapannya kemudian dilintasi oleh gemilang memanja.
Sella Ji mencobanya dengan sangat cepat, lalu turun ke lantai bawah, Jayce Ji sendiri yang sudah memilih gaun malam tersebut, gaun yang sangat cocok dengan auranya, gaun malam yang berwarna merah muda, warna yang cocok dengan kulit putih cerahnya yang berkilauan, juga mengungkapkan pesona seorang gadis.
Jayce Ji bersandar pada dagunya sambil menatapnya dengna mendalam, setelah teringat akan sesuatu, ia kmeudian berdiri, membuka set perhiasan yang berada di atas meja, yang merupakan perhiasan berlian biru, ia kemudian berdiri di belakang Sella Ji.
Sella Ji tahu apa yang hendak ia lakukan sehingga ia pun tidak bergerak lagi, Jayce Ji mengangkat rambut panjangnya, melepaskan kalung tipis pada lehernya, lalu mengambil kalung berlian biru tersebut dan mengenakannya pada lehernya yang ramping tersebut.
Sella Ji mengedipkan matanya, setelah Jayce Ji selesai membantunya mengenakannya, ia juga mengambil cincin berliannya dan mengenakannya pada jari tengahnya, ditambah lagi dengan sebuah perhiasan gelang yang melengkapi set perhiasan ini, kemenawanan Sella Ji kini meningkat dari atas sampai bawah.
“Apakah kamu tahu cara merias? Riaslah secara sederhana!” Tatapan Jayce Ji tertuju kepada wajahnya, tatapannya terlihat menuturkan sedikit perasaannya dan juga sedikit jejak yang ia kendalikan.
Sella Ji mengiyakannya dan bertanya,”Kapan kita akan berangkat?”
“Kita akan berangkat pukul setengah enam.”
__ADS_1
Sella Ji juga ingin sekali pergi menghadiri acara perjamuan tersebut, ini adalah sebuah kesempatan yang sulit sekali didapatkan, ia tidak ingin dirinya ketinggalan sedikitpun.
Sella Ji kembali ke kamarnya, merias wajahnya secara sederhana, setelah ia membiarkan rambutnya terurai secara natural, ia selalu senang sekali menaruh rambutnya di belakang telinganya dan memperlihatkan bentuk wajahnya yang semenawan giok itu, saat tersenyum, bibir merahnya dan giginya yang putih terlihat seperti bulan yang bersinar terang.
Pada pukul setengah enam, Sella Ji menduduki mobil sport Bugatti milik Jayce Ji dan mulai berangkat menuju acara perjamuan tersebut.
Acara perjamuan malam ini adalah acara perjamuan malam yang dihadiri oleh para pejabat dunia bisnis di Negara M, selain daripada identitas yang akan disortir, mereka juga akan menjaga ketat latar belakang keluarga mereka, orang-orang yang tiba-tiba kaya dalam satu malam, ataupun orang kaya dengan latar belakang keluarga yang berantakkan juga tidak akan memenuhi persyaratan diundang.
Vila yang terletak di pertengahan sekelompok vila di lereng gunung di pusat Kota M, dimana vila tersebut terbentuk dari delapan puluh persen kaca kobalt biru, muncul dengan keunikannya disana, pada saat ini, sebuah sosok menawan terlihat sedang duduk santai di sofa yang terletak di depan kaca yang menyentuh lantai.
Ponsel yang ia letakkan di atas meja itu berdering, ia meliriknya sejenak, lalu mengambilnya dengan jarinya serta dengan sikap elegannya, lalu menjawabnya dan mendekatkannya pada sisi telinganya.
“Hei!” Suara seorang lelaki yang rendah dan memikat terdengar.
“Tuan Muda Gong, apakah kamu masih belum berangkat?” Di sisi lainnya terdengar asisten barunya, Robert Ye, sedang mengingatkannya.
“Aku sudah mengundang seorang pendamping wanita untukmu, dia akan menunggumu di luar ruang perjamuan dan masuk bersama denganmu.”
“Baik!” Lelaki itu mengiyakannya dengan nada datar dan tidak menolaknya.
“Dia bernama Maggie, dia adalah model berdarah campuran, kecantikannya benar-benar tak tertandingin, ia juga fasih dalam berbicara, sehingga ia dapat membantumu menghadapi para tamu.”
Bryan Gong memutuskan panggilannya, mengambil kunci mobil di sisinya dan beranjak keluar dari pintu, ia tidak terlalu menyukai acara seperti ini, ia akan selalu menunda setiap perjamuan yang bisa ia tunda, tetapi acara perjamuan malam ini diadakan oleh keluarga yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis, sehingga ia tidak bisa tidak menghargainya begitu saja.
Dalam waktu tiga tahun, perusahaannya sudah menguasai setengah dari pasaran dalam negeri, ia bahkan tidak bisa menggunakan alasan identitas dirinya untuk tidak menghadirinya.
Mobil sport berwarna hitam itu terlihat melintasi senja di sore hari.
Di depan pintu masuk perjamuan, seorang gadis muda yang tinggi dan trendi terlihat berdiri di samping asistennya, Robert Ye, ia mengenakan sebuah gaun malam yang mewah, wajah Asianya terlihat menawan, dia adalah gadis sempurna dengan tubuh menggoda serupa iblis.
__ADS_1
“Hi, Tuan Gong, senang sekali bisa menjadi pendamping wanitamu mala mini,”gadis itu berjalan ke sampingnya, lalu langsung merangkul lengan Bryan Gong dengan natural.
Robert Ye pun langsung tersenyum,”Tuan Muda Gong, aku akan menunggumu disini, jika ada masalah, silahkan telepon aku.”
Bryan Gong menarik tangannya dari lengan Maggie, lalu merapikan jasnya,”Keluarkan mobilku setengah jam lagi, aku ingin pergi.”
“Baik!” Robert Ye langsung mengiyakannya.
Ia sudah mengerti persyaratan Bryan Gong, ia hanya akan menghadiri sebuah perjamuan untuk setengah jam setiap kalinya, lalu pergi.
Bryan Gong memasukkan dua tangannya ke sakunya, di belakangnya, Maggie yang sangat sensitif dapat merasakan bahwa lelaki ini tidak menyukai tindakan yang terlalu akrab, ia pun hanya mendampinginya di sisinya, sambil memperhitungkan dalam hatinya, tidak peduli bagaimanapun, ia tetap harus menaklukan tuan muda yang kaya ini malam ini.
Karena ia tahu, setelah ia mampu mendapatkan lelaki ini pada mala mini, maka masa depan serta kekayaannya juga akan segera jatuh ke tangannya.
Jadi, bagaimana ia mungkin akan melepaskan kesempatannya begitu saja?
Pada saat Bryan Gong masuk ke perjamuan, beberapa pengawal tersebut tidak perlu melihat undangannya dan langsung bersikap ramah, serta menyapanya dengan hormat,”Halo, Tuan Gong! Silahkan masuk.”
Bryan Gong menganggukkan kepalanya dan membawa Maggie masuk.
Maggie tersenyum manis dan mempesona, lalu menemaninya memasuki aula perjamuan yang mewah itu.
TIdak lama setelah Bryan Gong masuk, sebuah mobil sport berwarna biru tua berhenti di depan pintu masuk, Jayce Ji dan Sella Ji terlihat turun dari mobil tersebut.
Sella Ji sedang menggenggam sebuah tas kecil yang berkilauan di tangannya, yang hanya berisi ponsel serta lipstiknya, Jayce Ji kemudian menyerahkan kunci mobilnya kepada salah satu pengikutnya dan berkata kepada Sella Ji,”Ayo masuk!”
Sella Ji berdiri di sisinya, Jayce Ji menghentikan langkahnya sejenak dan berkata kepadanya,”Rangkul lenganku.”
Sella Ji merasa sedikit tidak nyaman, namun ia tetap saja merangkul lengannya, tatapan Jayce Ji tertuju ke arah pintu masuk menuju aula perjamuan, tatapannya dilintasi oleh cahaya yang rumit, tujuannya malam ini tidak hanya untuk bertemu dan berkomunikasi dengan pada tamu, ada satu hal yang selalu saja ia pertanyakan dalam hatinya, dan kini akan segera terungkap. Apakah posisi Bryan Gong di dalam lubuk hati Sella yang sebenarnya?
__ADS_1