
“Baiklah, aku akan tiba pukul setengah tujuh.”
“Apa yang ingin kamu makan? Kita kebetulan sedang membeli sayuran.”
“Aku akan memakan apapun yang kamu beli, aku tidak pemilih, mudah dijaga.”
Sella Ji tertawa oleh karena candaannya, Jayce Ji melihatnya sangat senang meneleponnya, lalu berpikir, sepertinya hanya seorang Bryan Gong yang bisa membuatnya merasa bahagia seperti ini!
Ternyata, pilihannya untuk mengundurkan diri itu benar, Tuan Besar Ji pasti juga akan mengerti, ia pasti akan memafaakannya ketika mengetahui bahwa ia sudah menemukan lelaki yang ia cintai!
“Baiklah kalau begitu! Kamu akan memakan semua yang aku beli, kamu tidak boleh memilih,”ucap Sella Ji.
“Baik!” Bryan Gong menurutinya.
Sella Ji memutuskan panggilannya, lalu berkata kepada kakaknya yang berdiri di sisinya,”Kak, ayo jalan! Kita sudah bisa pergi membeli sayurannya.”
Pada pukul setengah tujuh malam, suara pintu bel berbunyi, Jayce Ji sedang sibuk di dapur, sehingga Sella Ji langsung bergegas pergi membukakan pintu, siapa lagi yang sedang berdiri di luar pintu kalau bukan bryan Gong? Di samping Bryan Gong juga terdapat seekor anjing besar yang sedang menggoyangkan ekoranya dan menyambut Sella Ji dengan sangat bersemangat.
“Hero, kamu juga kemari,”Sella Ji tersenyum dan bersujud, lalu megelus kepala besarnya itu, ia menahan mulut anjing tersebut dan menicumnya sejenak, lalu mengelus kepalanya sambil mengangkat kepalanya dan bertanya kepada lelaki tersebut,”Mengapa kamu sekaligus membawanya?”
“Aku tidak memiliki pilihan lain, ia terus menggali lubang di rumah, jika aku tidak membawanya, taman bunga di rumahku mungkin akan hancur oleh karenanya,”walaupun Bryan Gong menjawabnya seperti ini, namun tatapannya terhadap Hero tetap saja dipenuhi rasa kasih sayang dan juga kebanggaannya sebagai pemiliknya.
Karena memiliki seekor peliharan yang tegas dan hebat seperti ini tentu saja merupakan sebuah hal yang membanggakan.
“Mengapa dia senang sekali menggali lubang!”Ucap Sella Ji yang tidak terlalu mengerti.
“Apalagi kalau bukan untuk datang mencarimu? Aku hanya khawatir ia akan sembarangan berkeliaran, lalu ditangkap, permasalahannya akan menjadi sangat merepotkan.” Setelah selesai berbicara, Bryan Gong kemudian berkata kepada Hero,”Apakah kamu kini sudah merasa puas?”
Hero langsung menggonggong dan menujukkan bahwa ia sudah puas.
__ADS_1
“Hero, aku pasti akan sering menemuimu kedepannya.”
“Betul, kamu tentu saja harus menemuinya setiap hari, ia sudah mengaggapmu sebagai ibunya,”Bryan Gong menatapnya ambigu.
Wajah Sella Ji pun memerah, ia berpaling ke arah Hero da tersenyum penuh kasih sayang seorang ibu, Hero yang mencium aroma daing dari dapur pun langsung tergesa-gesa masuk.
Jayce Ji tiba-tiba melihat seekor anjing besar datang, namun ia tetap bersikap tenang, karena ia pernah mendengar dari pembantunya bahwa ada seekor anjing yang pernah masuk saat Sella Ji sedang berada di rumah, ini pasti adalah anjing milik Bryan Gong.
“Kak, Bryan sudah kemari,”ucap Sella Ji sambil berjalan masuk ke dapur, lalu menunjuk Hero yang berada di sisinya,”Dia bernama Hero.”
“Baik! Kalian duduk di luar saja dahulu, serahkan permasalahan dapur ini kepadaku!” Jayce Ji kemudian menyuruhnya keluar untuk menemani Bryan Gong.
Pada saat ini, Bryan Gong menyandarkan lengannya di pintu dan tersenyum,”Aku tidak menyangka Kakak Ji ternyata bisa memasak! Aku sepertiya benar-benar sangat beruntung hari ini.”
Bryan Gong berumur tiga tahun lebih muda dibandingkan Jayce Ji, sehingga tentu saja masuk akal baginya untuk memanggilnya Kakak Ji.
Jayce Ji juga mendengarnya dengan sangat senang, ia kemudian tersenyum dan berkata,”Aku juga cukup beruntung dapat mempersiapkan makanan bagi Tuan Muda Gong.”
“Baik! Bryan, suruh Sella untuk pergi menemanimu di luar sejenak!” Jayce Ji langsung memanggil namanya tanpa bersegan hati.
Sella Ji yang berada di samping yang benar-benar paling senang, kedua lelaki ini berkomunikasi dengan sangat sederhana dan sukses, ia selalu mengira bahwa Bryan Gong dan kakaknya akan berselisih! “Ayo! Kita akan membawa Hero pergi berkeliling di taman bunga.” Sella Ji kemudian merangkul lengan Bryan Gong dan keluar, mereka terlihat akrab seperti sebelumnya, namun Sella Ji yang dulu tidak pernah seberani ini, mungkin identitas mereka kini sudah setara! Hal ini mungkin sudah memperpendek selisih mereka, baginya, ia juga sudah setara dengannya dalam sisi jiwa, sehingga cinta ini akan menjadi lebih menenangkan dan tidak menekan. Pada saat ini, warna langit terlihat memudar seiring dengan terbenamnya matahari, di bawah langit, lampu-lampu otomatis menyala di sekeliling vila, Bryan Gong pun menikmati perasaan dimana tangan kecilnya yang ramping itu sedang merangkul lengannya, ketika tiba di ayunan, Sella Ji terlihat sudah mengganti pakaian rumah yang nyaman, rambut panjangnya terurai di belakang kepalanya, membuatnya terlihat sangat menawan dan serupa dengan gadis tetangga sebelah, ia duduk, lalu Bryan Gong mendorongnya dari belakang, ia mengangkat kepalanya sambil tersenyum manis.
Hero yang sedang makan rumput di sampingnya itu sesekali melihat mereka.
Ketika Bryan Gong tidak melihat siapapun di sekita rmereka, pikiran jahatnya pun mulai muncul, pada saat ayunan Sella Ji mengarah ke arahnya, ia menggenggam talinya, menahan ayunannya, lalu pada saat Sella Ji terkejut dan berpaling, ia pun membungkukkan tubuhnya dan mengecup bibir merahya sejenak.
Wajah Sella Ji langsung memerah dan memanas, ia kemudian melihat ke arah dapur karena khawatir kakaknya melihatnya.
“Jangan bersikap seperti itu!” Ucapnya dengan nada memanja.
__ADS_1
Bryan Gong pun tersenyum,”Baik! Hanya sekali ini saja, aku tidak akan berani melakukannya lagi.”
Ia juga khawatir kemesraannya dengan Sella Ji akan menusuk perasaan lelaki lajang di dapur itu, lagipula ia juga sudah pernah mengecek mengenai Jayce Ji, ia tahu dia adalah lelaki yang sangat tekun bekerja, sehingga ia terus kekurangan dalam kehidupan percintaannya, jika ia memamerkan hubungan mereka saat ini, maka hal itu tentu saja tidak terlalu sopan untuk kakaknya.
Jayce Ji tidak tumbuh dewasa sebagai seorang pangeran kaya, sehingga ia memiliki kemampuan yang hebat dalam melakukan segala hal, kemampuan memasaknya tidak perlu diragukan, sehingga makan malam mereka hari ini pasti sangat menakjubkan.
Di atas meja, Jayce Ji yang bersikap seperti kakak itu memanggil Bryan Gong untuk datang makan, bryan Gong melihat ke arhanya, lalu menyadari bahwa Jayce Ji adalah seorang kakak yang patut disayangi dan dihormati, sama halnya seperti apa yang selalu Sella Ji tekankan, dia adalah orang yang sangat pedulin, dia benar-benar adalah lelaki yang baik.
Terlebih lagi, Bryan Gong dapat merasakan bahwa Jayce Ji beanr-benar menganggap Sella Ji sebagai adiknya, ia benar-benar tidak mempunyai maksud lain terhadap dirinya.
Dia yang sudah meragukan seorang lelaki baik, dengan perasaan seperti ini, Bryan Gong pun merasa semakin akrab dengan Jayce Ji.
Namun, Hero juga menambah suasana, Jayce Ji langsung menyukai anjing besar yang kuat sepertinya ketika pertama kali melihatnya, Hero juga tidak menolak niat baiknya, setelah menerima beberapa potong daging, Jayce Ji kemudia mengelusnya, ia pun menikmatinya.
“Kak, Hero sangat menyukaimu!”
“Hero benar-benar sangat cerdas, ia hanya menyukai orang-orang yang kusukai,”puji Bryan Gong.
Jayce Ji tersenyum,”Aku juga selalu senang memelihara anjing sejak kecil, namun karena terlalu sibuk, ditambah lagi tidak ada tempat yang tetap, keinginanku pun tidak pernah terwujud.”
“Hero kedepannya akan menjadi bagian dari keluarga kita, kakak, kamu boleh menyayanginya bagaimanapun,”setelah Sella Ji selesai berbicara, ia pun berpaling ke arah Bryan Gong,”Apakah kamu setuju?”
“Tentu saja sangat setuju, lagipula, aku juga akan segera menjadi bagian dari keluarga kalian,”Bryan Gong tersenyum kepadanya. Wajah Sella Ji pun langsung kembali memerah, Jayce Ji lalu tersenyum,”Apa yang Bryan katakan itu benar, aku benar-benar senang sekali jika menyambutmu sebagai bagian dari keluarga kami.”
Dengan demikian, Bryan Gong akhirnya bersama dengan Sella Ji Hubungan mereka menjadi jauh lebih manis dan romantis dibandingkan sebelumnya. Setelah mereka menikah, Sella Juga melahirkan sepasang anak kembar. Sedangkan Bernett Gong dan Candice Cheng pun akhirnya menjadi sepasang kakek dan nenek yang bahagia..........
(The End)
-----------------------
__ADS_1
Akhirnya cerita dari buku ini telah selesai, terimakasih banyak atas komentar dan masukkan yang telah kalian berikan. Author akan berusaha untuk menghasilkan karya yang lebih bagus. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di dalam buku ini ada terdapat kesalahan penulisan ataupun kesalahan yang penggunaan kalimat yang masih belum pas, semua cerita ini hanyalah fiktif belaka. Terima kasih kepada para pembaca atas dukungan yang diberikan kepada author. Author mendoakan supaya para pembaca sehat selalu dan Tuhan selalu memberkati kalian dan keluarga kalian. Jika kalian suka buku ini, jangan lupa ya untuk di share ke teman kalian. Sukses selalu!
Bagi para pembaca yang ingin membaca buku berikutnya, silahkan di baca buku Harvey sang pemenang....