Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Merayakan Ulang Tahunnya


__ADS_3

Merayakan Ulang Tahunnya


Selesai sarapan, karena kondisi kakinya, Sella Xia juga tidak bisa bergerak sesukanya, jadi cara terbaik untuk menghabiskan waktunya itu adalah dengan membaca buku, dia sangat suka bagian dalam dari ruang baca Bryan Gong, sofa bundar itu bagaikan sebuah lubang di dalam lantai itu, dan sofa di dalamnya itu sangat besar dan lembut, bahkan kalau seandainya dia ingin membaca bukunya sambil berbaring pun tidak akan ada masalah.



Sella Xia lalu membaca buku sambil berbaring di atas sofa itu, membaca sebuah buku yang menceritakan cerita cinta orang barat lalu merasa sedih karena tokoh utama pria dan wanita di dalam buku itu tidak bisa saling memiliki, hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah ketika kita mencintai seseorang dan tidak bisa memiliki mereka.



Sella Xia tiba-tiba seperti merasakan hal yang sama dan hatinya mulai merasa sedikit sedih, dan disaat itulah dia mendengar suara pintu terbuka.



Dia langsung mengangkat kepalanya, dan melihat Bryan Gong masuk sambil membawa nampan yang berisikan buah dan kue di tangannya, Sella Xia tertegun, dirinya tiba-tiba membiarkan seorang tuan muda besar seperti pria itu melakukan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan, bukankah pekerjaan seperti menyajikan minuman dan makanan seperti itu harusnya dilakukan oleh seorang pembantu seperti dirinya?



“Ayo bangun makan sedikit, minum air.” Ucap Bryan Gong kepada gadis itu sambil duduk di sofa dihadapannya.



Sella Xia langsung merasa terkejut, dia duduk dan melihat pria itu sambil tersenyum, “Terima kasih.”



Bryan Gong memberikan segelas jus segar kepada dirinya, Sella Xia langsung meminumnya setelah menerima gelas itu, manis dan segar, benar-benar alami.



Bryan Gong lalu berdiri dan karena tubuhnya yang tinggi, dirinya tidak memerlukan tangga untuk mengambil buku yang ingin dibacanya itu, setelah itu dia berjalan kembali dan duduk.



Dia sudah berencana untuk menemani gadis itu dan membaca buku bersama-sama.



Meskipun merasa tersentuh, tetapi Sella Xia tidak bisa menahan keinginannya untuk makan itu, dia lalu menjulurkan tangannya untuk meraih sebuah garpu kecil beserta sebuah kue taro yang manis, dan mulai menyantapnya, Bryan Gong tidak menyukai makanan manis, jadi semua kue di atas meja itu adalah kepunyaan Sella Xia.



Bryan Gong biasanya juga tidak akan menyuruh koki di rumahnya itu untuk membuatkan kue-kue kecil seperti itu, tetapi karena ada seorang gadis yang sangat menyukai makanan manis di rumah itu, jadi dia menyuruh mereka untuk membuatnya.



“Enak?” Tanya Bryan Gong sambil mengangkat kepalanya.



“Enak! Sangat enak, apa kamu ingin mencobanya?” Ucap Sella Xia sambil sedikit terbatuk karena menjawab pertanyaan pria itu sambil makan.



Melihat gadis itu makan dengan wajah yang sangat gembira, Bryan Gong menjadi tertarik, dia lalu meraih sebuah garpu dan memakan satu suap kue itu, harum dan manis, tetapi dia tidak terlalu suka.


__ADS_1


“Aku tidak suka, semua ini untukmu saja.” Bryan Gong kemudian mendorong piring itu ke tempat wanita itu.



Sepasang mata Sella Xia langsung berbinar-binar, “Baiklah! Aku tidak akan sungkan lagi kalau begitu.”



Sella Xia barusan masih memiliki niat untuk membaca buku, tetapi sekarang, dengan adanya Bryan Gong yang duduk di seberangnya itu, dia menyadari bahwa niat untuk membaca bukunya itu sudah tidak ada lagi, seperti apapun itu yang dibacanya, tidak ada satupun yang masuk ke dalam kepalanya, lalu dengan memanfaatkan celah sewaktu makan kue itu, sepasang matanya diam-diam mencuri pandang ke arah pria yang duduk di depannya itu.



Di dalam matanya, tidak peduli apapun itu yang dilakukan oleh Bryan Gong, semuanya terlihat indah bagaikan sebuah lukisan, membuat orang yang melihatnya terpesona.



Sekarang, pria itu sedang duduk sambil melipat kaki jenjangnya dengan sangat anggun, buku dalam pegangannya itu terbuka di atas lututnya, jari-jari ramping dan putih miliknya itu membalik lembaran buku itu dengan perlahan, bulu matanya yang panjang jatuh menggantung di ujung kelopak matanya, kelopak mata yang kecil dan panjang itu memberikan efek seolah-olah dirinya menggunakan eyeliner, dan sinar matahari yang masuk dari luar jendela itu membuat bulu matanya membuat bayangan yang jelas di bawah matanya ketika menyinari matanya.



Batang hidung yang tinggi dan mancung, benar-benar sempurna, bahkan bibirnya itupun memiliki ketebalan yang pas dengan bentuk bibir yang seksi, dan ketika dia tersenyum, oh, senyumannya itu bagaikan senjata yang mematikan bagi kaum wanita.



Dagu pria itu, garis lengkung yang begitu menawan, jakun yang menjadi simbol seorang lelaki, tanpa disadari, Sella Xia sudah mengamati pria itu dengan begitu telitinya.



Dan sewaktu dirinya menarik tatapan matanya yang seperti tersihir itulah dia menyadari bahwa dirinya ternyata sudah memandangi pria itu begitu lamanya, dia menjadi malu ketika tersadar akan hal itu.




Alhasil Sella Xia hanya bisa memaksa dirinya untuk kembali fokus dengan bukunya, dan ketika dirinya sudah fokus membaca karena terpikat dengan alur cerita yang dibacanya itulah, tanpa dia sadari, mata pria yang duduk di depannya itu mulai terangkat dan pandangannya jatuh ke atas wajahnya.



Sella Xia memiliki semacam aura yang bersih mengelilingi tubuhnya, dan wajahnya itu bagaikan sebuah lukisan, ketika bertemu dengan ibu gadis itu terkahir kali, meskipun dirinya tidak dapat melihat dengan jelas, tetapi Bryan Gong benar-benar tidak bisa percaya bahwa seorang seperti ibunya itu bisa melahirkan seorang putri seperti Sella Xia itu.



Gen mereka pasti tiba-tiba mengalami perubahan!



Dan didalam ruang baca yang sunyi itu, mereka berdua bersama-sama membaca buku, waktu menjadi tenang dan indah.



Dan seperti itu, hari pertama berlalu, di hari kedua, Sella Xia ingin pergi bekerja, tetapi Bryan Gong menahannya untuk pergi, sebelum luka di kakinya itu sembuh, pria itu tidak akan membiarkan gadis itu pergi kemanapun.



Karena itu Sella Xia kembali meminta izin dengan mengatakan bahwa kakinya terluka, mengingat kerja kerasnya selama bekerja, tempat kerjanya itu pun akhirnya memberikannya izin lagi.


__ADS_1


Bryan Gong menatap Hero sambil memberitahunya perihal ulang tahun Sella Xia, mengenai hal itu, dia juga tidak pernah mengungkitnya di depan Sella Xia, dan hanya menyuruh orang untuk menyiapkannya.



Mengenai kado yang akan diberikannya kepada Sella Xia, dirinya masih memikirkan hal itu, kado apa yang sebaiknya dia berikan untuk gadis itu?



Terakhir kali, dirinya sudah memberikan kalung dan gelang, sedangkan hal-hal seperti pakaian dan sepatu, di hari biasapun dirinya bisa membelikan benda-benda itu untuk gadis itu, jadi, dia ingin memberikan sebuah kado dengan makna yang berbeda untuk gadis itu.



Untuk itu, Bryan Gong membolak balik banyak majalah, dia berencana untuk melihat apakah ada benda yang memiliki suatu makna disana, kalau bisa, dia benar-benar ingin membelikan gadis itu sebuah mobil untuk kadonya, agar gadis itu bisa lebih praktis ketika bepergian.



Tetapi, dia berpikir bahwa gadis itu harus memiliki SIM terlebih dahulu sebelum dia memberikannya mobil. Jadi, Bryan Gong membatalkan pemikirannya itu, dia ingin memberikan sesuatu yang bisa digunakan oleh gadis itu, Bryan Gong lalu berpikir dengan teliti tentang sesuatu yang kemungkinan akan digunakan oleh Sella Xia, dan diantara barang-barang yang terpikir olehnya, salah satunya adalah hp, dia berpikir bahwa hp gadis itu terjatuh ke dalam sungai, dan hp barunya pasti hanya sebuah hp dengan model yang biasa.



Jadi dia berencana untuk menghadiahkan model terbaru hp apple dengan warna rose gold yang sedang disukai oleh para wanita saat ini, yang kedua, bunga, yang ketiga, menghadiahkannya lagi satu set perhiasan, ke empat, memberikannya sebuah tas, dan kelima, membelikannya sebuah boneka kartun.



Meskipun barang-barang itu tidak termasuk mahal, tetapi setidaknya bisa digunakan oleh Sella Xia.



Dengan pemikiran yang seperti itu, Bryan Gong tidak lagi menanyakan Sella Xia pendapatnya, dia berharap agar hal itu bisa menjadi sebuah kejutan untuk gadis itu..



Dalam sekejap, hari dimana Sella Xia berulang tahun itu tiba, Sella Xia adalah seorang yang tidak terlalu merayakan ulang tahunnya, jadi dia tidak mengingat dengan khusus hari ulang tahunnya itu, dan sekarang, dia lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.



Siang itu, Bryan Gong berkata bahwa dia ingin makan diluar, jadi Sella Xia menemaninya pergi ke sebuah restoran di dekat kantornya, setelah itu, Bryan Gong berkata bahwa dirinya harus pergi mengurus pekerjaannya, dan Bryan Gong berkata bahwa dirinya ingin pergi ke perpustakan terdekat untuk membaca buku, karena itu Sella Xia menurunkan gadis itu di depan pintu perpustakaan itu.



Sella Xia berencana untuk mengabiskan waktu siang harinya di dalam sana, bagi seorang gadis muda seperti dirinya, tidak ada tempat lain yang lebih menarik selain perpustakaan, dia bisa membaca komik sesuka hatinya, membaca novel-novel yang dia sukai, sekali duduk di dalam perpustakaan itu, Sella Xia menjadi tidak ingin meninggalkan tempat itu lagi.



Waktu berlalu dengan sangat cepat ketika membaca buku, tanpa dia sadari, waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, tetapi Sella Xia masih berada di dalam sana, dan disaat dirinya sedang fokus membaca itulah Bryan Gong diam-diam berdiri dibelakangnya.



Kehadirannya itu membuat jantung gadis-gadis muda yang duduk dihadapan Sella Xia itu langsung berdebar-debar dan napas mereka seperti tercekat, astaga! Tampan sekali pria itu.



Melihat gadis-gadis di depannya itu terus menatap ke arah belakang tubuhnya, Sella Xia langsung menoleh ke belakang dan disaat itulah dirinya baru sadar bahwa Bryan Gong berada di belakangnya, dia terkejut dan langsung berdiri, “Kenapa kamu bisa disini?”



“Aku datang untuk menjemputmu pulang!” Bisik Bryan Gong sambil tertawa, memaparkan pandangan mata lembut miliknya yang membuat orang-orang terpesona itu.

__ADS_1


__ADS_2