Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Menabraknya


__ADS_3

Menabraknya


Perjamuan malam yang mewah itu diadakan di sebuah aula mewah yang bertingkat dua, lampu kristal yang menawan benar-benar merupakan sebuah karya yang bernilai sangat tinggi, karya lukisan pada dinding yang menawan, tamu-tamu dengan pakaian mereka yang elegan kini terlihat berbincang dan tertawa bersama sambil bersulang.



Melangkah masuk ke tempat ini terasa seperti melangkah masuk ke dalam sebuah dunia yang berbeda, semua hal di tempat ini dipenuhi oleh keanggunan dan kesopanan.



Sella Ji merangkul lengan Jayce Ji, tatapannya terus melihat ke arah sekelilingnya, namun ia juga tidak terlihat terlalu bersemangat, karena identitasnya membuatnya merasa cukup percaya diri berdiri di tempat ini.



Tatapan Jayce Ji terus mengawasai keadaan di sekitarnya, ia ingin sekali menemukan keberadaan Bryan Gong, sebelum sang pelayan datang, ia bahkan tidak lupa untuk menuangkan jus anggur untuk Sella Ji, Sella Ji mengambil jus buah tersebut, lalu meminumnya sambil berjalan di tengah para tamu dengan tangannya yang terus ia genggam.



Akhirnya, Joyce Ji dapat melihat seorang lelaki bernuansa timur yang tampan, para tamu yang datang hari ini umumnya adalah orang-orang barat, sehingga ia dapat dengan mudah mengenalinya, BryanGong kini sedang berdiri di tengah beberapa orang terkaya di dunia yang sudah lebih berumur, ia pun terlihat sangat menonjol.



Dari sekelompok tamu yang sudah ia temui sebelumnya, Jayce Ji kini merasa sedikit tertekan.



Bisnis Keluarga Ji selalu mengalami perkembangan yang stabil setiap tahunnya, mereka hanya dapat dikatakan kaya, namun mereka tidak dapat mencapai kekayaan yang Keluarga Gong yang benar-benar tak tertandingi, tidak heran, memang hanya ada beberapa keluarga di dunia yang dapat menyaingi Keluarga Gong.



Tentu saja, saat ini sepertinya tidak ada orang yang pernah menghitung secara detil kekayaan Keluarga Gong, karena mereka sepertinya harus menyiapkan tim yang beranggotakan tidak sedikit orang untuk menghitung sebagian kecil dari kekayaan mereka saja!



Jadi, bahkan pihak media saja tidak ada yang berani mengungkapkan angka yang tepat, karena mereka khawatir Keluarga Gong mungkin hanya akan merasa tidak puas dan menganggap mereka konyol ketika mereka mengungkapkannya.



Sella Ji benar-benar tidak tahu bahwa Jayce Ji membawanya kemari karena ada sebuah tujuan yang tersembunyi.



Jayce Ji kebetulan sekali melihat seorang teman bisnisnya kini sedang berdiri di samping Bryan Gong, mereka sedang berbincang dengan beberapa teman dunia bisnis lainnya, Jayce Ji berpikir sejenak, lalu berkata kepada Sella Ji,”Sella, temani aku pergi berkenalan dengan seorang teman.”



“Oke! Baiklah!” Sella Ji tersenyum, lalu mengikuti Jayce Ji berjalan ke depan hadapan temannya, Bryan Gong kini sedang membelakanginya, sedangkan ia juga sedang membelakanginya, dimana mereka sebenarnya hanya berjarak setengah meter saja.


__ADS_1


Jayce Ji menyapa temannya dengan natural,”Hi, Luke, bagiamana kabarmu belakangan ini?”



Luke langsung melangkah maju dan memeluknya, Jayce Ji juga memeluknya sejenak, Luke kemudian melihat pendamping wanita yang berada di sisinya, ingin mencari kesempatan sehingga ia pun membuka lebar tangannya dan ingin memeluknya.



Sella Ji terkejut sejeak, ia langsung tergesa-gesa bergerak mundur, Jayce Ji ingin menghentikan temannya untuk tidak sembarangan bertindak, namun punggung Sella Ji sudah menyenggol seseorang...



Ia gugup sejenak, ia berencana untuk melihat siapa yang baru saja ia tabrak, orang yang baru saja ia tabrak itu kebetulan juga ingin berpaling dan melihat siapa yang bersikap tidak sopan ini.



Bryan Gong berpaling, Sella Ji juga berpaling, mereka awalnya memang sudah berjarak cukup dekat, saat Sella Ji sedang gugup, gelas yang berisi anggur merah yangs edang ia genggam tu langsung menyirami kemeja putih lelaki tersebut.



Kedua orang itu, kedua pasang mata itu, salah satu pasang terlihat dingin dan kesal, dimana satu pasangnya lagi terlihat sangat gugup.



Namun, ketika mereka berdua melihat jelas wajah satu dengan yang lainnya......




Dada Sella Ji terasa sangat berat, semua reaksinya berhenti, bahkan tatapannya yang sebelumnya ragu itu pun berubah menjadi pupil yang bersih, ia benar-benar tidak menyangka bahwa orang yang tidak sengaja ia tabrak adalah dirinya!



Tetapi mengapa Bryan Gong tidak terkejut? Di tempat seperti ini, di acara seperti ini, ia bertemu denga wanita yang sudah melukainya dengan sangat kejam tiga tahun yang lalu, ia tiba di depan hadapannya tanpa adanya persiapan dan merusak janjinya untuk tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.



Jayce Ji berdiri dengan tatapan tenang di sampingnya, pada saat Luke ingin meminta maaf kepadanya, ia pun langsung menariknya.



Luke tidak tahu bahwa candaannya ternyata akan merepotkan gadis cantik ini.



Sedangkan Bryan Gong benar-benar tidak sempat menghiraukan kotoran pada kemeja dan jasnya, ia hanya melihat gadis yang baru saja menabraknya, serta membuat tubuhnya dipenuhi oleh jus anggur itu dengan wajah yang tidak berekspresi, walaupun ia terlihat tenang, namun ia sebenarnya merasa sangat terkejut.


__ADS_1


Mata Sella Ji langsung memerah dalam sekejap, air mata langsung memenuhi kelopak matanya, tatapannya itu terpaku tatapan dingin Bryan Gong, ia terlihat seperti seseorang yang tidak bersenjata dan berlumuran darah, benar-benar sangat menakutkan.



Pada saat air matanya hendak mengalir, Jayce Ji mengulurkan lengannya dan menariknya ke dalam pelukannya, ia sudah mempersiapkan selembar tisu untuk mengelap pipinya sejak awal, pada saat ini perasaan Jayce Ji terasa sedikit sesak dan sakit.



Ia tidak pernah menyangka bahwa percobaannya ini akan membuatnya sangat tersakiti, ia bahkan meneteskan air matanya tanpa mengucapkan sepatah kata.



Kini, semua jawabannya berada di depan matanya, mereka saling kenal, juga pernah saling berhubungan, mereka bahkan mungkin saja sudah pernah saling mencintai dengan sangat mendalam.



Tatapan Bryan Gong terlihat sangat dingin, pada saat Jayce Ji menarik Sella Ji, ia terlihat sedikit gelisah, tatapan dinginnya kemudian menyapunya, Jayce Ji lalu bersikap sopan kepadanya dan berkata,”Maaf, pendamping wanitaku sudah menyinggungmu, aku akan bertanggung jawab untuk membayar biaya pakaianmu.”



Sella Ji perlahan menundukkan kepalanya pada dada Jayce Ji, pertemuan yang tiba-tiba terjadi ini membuatnya merasa sangat berantakkan, membuatnya merasa takut, hingga ia tidak tahu harus bagaimana.



Tatapan Bryan Gong menyapu wanita yang berada dalam rangkulan Jayce Ji, ia kemudian bersikap dingin dan berkata,”Tidak perlu!” Setelah selesai berbicara, ia pun langsung berjalan ke arah pintu keluar.



“Bryan, tunggu aku!” Maggie yang berada di belakangnya itu kemudian mengejarnya.



Sella Ji mengangkat kepalanya, lalu melihat seorang gadis sedang merangkul tangan Bryan Gong dengan sangat akrab.



Ia ternyata juga sudah memiliki seorang gadis di sisinya, apakah ia kini ingin pergi?”



Bryan Gong tidak berjalan menuju ke arah pintu utama untuk pergi meninggalkan acara perjamuan malam ini, melainkan pergi menuju ke arah toilet, ia berkata kepada Maggie yang berada di belakangnya,”Telepon manajerku dan suruh dia untuk segera antarkan satu set pakaian bersih kemari.”



“Tuan Gong, apakah kamu masih ingin menetap di perjamuan malam ini?” Maggie bertanya dengan senang, ia kira ia ingin pergi!



Bryan Gong tidak menjawabnya dan langsung masuk ke dalam toilet, Maggie langsung mengeluarkan ponselnya, menelepon Robert Ye, mengulang permasalahan yang baru saja terjadi, setelah Robert Ye menerima perintahnya, ia pun langsung melaksanakannya. Di dalam toilet laki-laki yang tenang dan kosong, Bryan Gong menggengga sisi wastafel dengan tubuhnya yang tinggi besar itu, cermin terlihat memantulkan bayangan dari ekspresi wajahnya, wajahnya yang tampan kini terlihat penuh dengan tekanan dan ketegangan oleh karena emosinya yang campur aduk, tangannya mengepal erat, tulang pipinya terlihat meninggi, sehingga ia jelas-jelas sedang menggertak giginya. Mengapa ia bisa tiba-tiba muncul disini? Mengapa ia bisa muncul di sisi lelaki lain?

__ADS_1


__ADS_2