
Sella tidak pulang ke villa Bryan Gong lagi, setelah dia sibuk dari pekerjaannya dia langsung pulang kerumah, ketika dia menelpon ibunya, dia sedang istirahat, lalu dia pun membeli sayuran yang berada di pasar dekat rumah dan membawanya pulang.
Sella pulang kerumah dan Dolores terbangun karena suara berisik telepon , dia tidur dari pagi hingga sore hari.
Membuka pintu, melihat Sella membawa sayuran yang sedang sibuk di dalam dapur, dia menuangkan segelas air dan duduk di sofa sambil minum, ada seorang anak gadis yang rajin dirumah, dia merasa sangat bersyukur!
Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada yang menekan bel pintu rumah Sella , Sella yang berada di dapur pun terdengar, lalu dia langsung berlari keluar, menatap ibunya yang sedang duduk diatas sofa, “Ma, siapa yang menekan bel pintu?
Sejujurnya, Dolores masih sedikit khawatir, walaupun telah mengembalikan uang kepada Bolton Liu, tetapi dia masih meminjam sedikit uang ke orang lain, mungkinkah dia baru saja kembali dan kreditor datang menagih uang lagi?
Dolores menghadap ke Sella dan berbicara, “Jangan peduli terlebih dahulu, mungkin saja orang itu salah mengetuk pintu.”
Namun demikian, kemudian bel pintu berdering lagi, Sella langsung berlari menuju pintu, mengintip keluar pintu, lalu dia pun sedikit terkejut, yang berdiri didepan pintu bukanlah orang lain, ternyata Rico He yang merupakan pengurus rumah Bryan Gong.
Dia segera membuka pintu, dengan terkejut berkata, “Paman Rico He, ada apa kamu kemari?”
Rico He tersenyum dan berkata, “Nona Xia, aku diperintahkan oleh Tuan muda Gong, untuk mengembalikan barang yang kamu tinggalkan dirumah.
Setelah berbicara, dua orang pengawal yang beridiri di belakangnya membawa dua koper dan menaruhnya ke dalam, Dolores Xia mendengar bukan mencari dia, tetapi dia terkejut melihat Rico He menggenakan jas kulit, ditambah dengan dua pengawal.
Bagaimana anakku bisa berhubungan dengan orang seperti ini? Selain itu, apalah pria itu tadi mengucapkan Tuan muda?
Lalu dia dibuat terkejut dengan dua koper yang di bawa masuk ke dalam ini, astaga! Dua koper itu adalah barang yang bermerek! Dia membayangkan apa isi dari dalam kotak ini?
Sella memicingkan matanya, “Tidak ada barang yang aku tinggalkan dirumahnya~”
__ADS_1
“Ini adalah pakaian dan sepatu kamu, dan beberapa perhiasan lainnya, jika anda ada waktu boleh mengunjungi Tuan muda, kami permisi dulu.” Setelah berbicara, Rico He menyapa Dolores “Halo Nyonya!”
“Halo!” Dolores langsung sedikit terkejut, setelah melihat mereka turun.
Dolores menarik Sella dan bertanya, “Sella, cepat beri tahu mama, siapa orang-orang tersebut?”
“Mereka adalah pengurus rumah dan pengawalnya temanku.”
“Astaga! Pria itu ternyata memiliki pengurus rumah? Dan juga pengawal? Lihat pengurus dan pengawal dia semuanya menggunakan jas kulit, Tuan muda itu pasti mempunyai banyak uang!” Dolores langsung terkejut.
Yang paling dikhawatirkan oleh Sella adalah eskpresi wajah dari ibunya, dia berkata, “Ma, tidak peduli jika dia mempunyai banyak uang, itu tidak ada hubungannya dengan kita, kamu jangan bepikir aneh-aneh.”
Senyum muncul di wajah Dolores , sekarang anaknya masih pemalu, tetapi sepertinya Tuan muda itu menyukai anakkku, kedepannya ada atau tidaknya hubungan itu tidak dapat diduga.
Sella tidak tau mengenai merk tersebut, saat ini, mendengar perkaataan ibu mengenai dua harga dua koper itu, diapun terkejut, “Semahal itu?”
“Kamu tidak mengerti apapun, dua koper ini sudah hampir empat ratus juta, apa isi dari dalam koper ini? Biarkan aku melihatnya.” Setelah berbicara, Dolores berpikir sejenak, lalu menekan kata sandi dengan angka 0 semua, dan ternyata ini benar-benar adalah koper baru, sebentar saja bisa terbuka.
Dan didalam koper terletak baju Sella yang tersusun rapi, terakhir kali Bryan membelikan dia sepuluh set pakaian, semuanya ada didalam koper, dan bagian paling atas terletak kalung dan gelang dia.
“Wah! Astaga, merek apa ini? Bagus sekali, apakah dia yang memberikan ini kepadamu?” Dolores langsung mengambil kalung dan membandingkannya ditangan.
Sella menundukkan badan dan mengambil kembali kalung yang berada di tangan ibunya, lalu meletakkannya kembali ke dalam kotak, “Ma, semua barang ini bukan milikku, kedepannya aku akan mengembalikkan barang ini ke orangnya lagi, jadi ayo kita simpan barangnya!”
__ADS_1
Dolores melihat dia membereskan kopernya, dia langsung berkata, “Sella, ini adalah pemberian dari orang itu, bagaimana kamu boleh mengembalikannya? Dia telah memberikanmu, maka kamu harus menerimanya!”
“Ma, tidak ada hal yang instan, aku tidak bisa menerima barang orang lain, walaupun dia ikhlas memberiku, aku juga tidak bisa menerimanya dengan tenang, ini semua barang yang mahal.” Setelah berbicara, Sella mendorong dua koper ke dalam kamar, lalu menutupnya.
Saat baru keluar, Dolores menahan dia, “Sella, apakah kamu bodoh? Sangat sulit menemukan pria yang baik terhadapmu, bagaimana bisa kamu memperlakuan dia seperti ini! Dia telah memberikan kepadamu, lalu kamu ingin mengembalikannya, kamu tidak tahu hal ini sangat menyakiti perasaannya!”
Sella menggelengkan kepala, “Ma, kamu jangan berbicara lagi, pikiranku denganmu berbeda.” Tadi Dolores belum melihat kalung tersebut! Paling tidak harganya bisa sampai ratusan juta! Dan koper yang satu lagi, dia pun belum sempat untuk melihatnya! Lagipula, pakaian di dalamnya juga terlihat seperti barang bermerek kelas atas, sepertinya kali ini anakku mengenal pria yang bukan berasal dari keluarga biasa!
Saat ini Dolores merasa seperti ada serangga yang sedang menggelitik hatinya, tetapi dia juga tau bahwa anaknya adalah orang yang memiliki prinsip dengan kuat, sepertiya dia harus merubah anaknya, lalu dia pergi untuk melihat barang yang berada di dalam dua koper itu.
Sella sudah selesai memasak makan makan, Dolores sambil makan sambil memancing anaknya, dia ingin bertanya lebih banyak tentang pria itu.
“Sella beritahu mama, siapa pria itu sebenarnya! Apakah dia berasal dari keluarga yang kaya!
“Ma, kamu tidak perlu bertanya lagi, dia dan kita bukan hidup di dunia yang sama.” Sella ingin mengakhiri pemikiran ibunya agar tidak menyelidiki lebih lanjut
“Sepertinya dia adalah orang yang sangat kaya, mama juga sering melihatnnya di koran berita, menurut kamu, keluarga kaya yang mana memiliki Tuan muda? Mama bisa merahasiakan hal ini untukmu!” Dolores tidak menyerah.
Sella menghela nafas sedikit dan berkata kepada ibunya, “Ma, aku dan dia hanya teman biasa.”
Dolores Xsedikit kesal dan berkata kepadanya, “Sudahlah! Kamu masih menyalahkan mama karena masalah sebelumnya yang mau memberikanmu kepada orang lain, benar, mama juga sangat menyesal, aku berharap bisa menampar diriku sendiri.”
“Ma, masalah yang berlalu tidak perlu diungkit kembali.” Kata Sella dengan rasa jengkel.
__ADS_1
Dolores langsung menaruh sumpit, dia benar-benar menampar wajahnya dengan keras dua kali, Sella terkejut, saat ingin mencegahnya, dia telah menampar dirinya sendiri. “Ma! Kamu jangan begini, itu sudah berlalu, aku juga telah memaafkan kamu.”Sella mengulurkan tangannya untuk memegang tangannya dan melarangnya untuk menampar dirinya lagi.