Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Cincin berlian di curi


__ADS_3

Dolores dan kedua saudara perempuannya tinggal di kafe sampai jam setengah sepuluh, ia merasa bahwa ia harus segera pulang, karena putrinya sendirian di rumah, ia masih sedikit khawatir.


Kedua saudara perempuannya juga ingin memberinya tumpangan, Dolores memandangi mobil mewah mereka, lalu menolaknya, jika duduk di dalam mobil itu, ia akan merasa lebih buruk, ia sekarang hanya ingin pulang dan segera menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.


Setelah melambaikan tangan kepada saudara perempuannya, Dolores berjalan ke jalan besar di depannya dan hendak menghentikan taksi, dia tidak tahu bahwa di belakangnya, kedua pria yang keluar dari kafe terus mengikutinya sepanjang jalan.


Dolores juga tidak menyadari bahwa dirinya akan ada dalam bahaya, kedua pria itu juga melihat tidak ada seorang pun di sampingnya, jadi mereka saling memandang dan berjalan menuju samping Dolores .


“Kakak, bisakah aku bertanya jalan?Apakah ada hotel di dekat sini?Salah satu pria berpura-pura bertanya dengan ramah.”


Dolores terkejut dan menoleh untuk melihat mereka, lalu berkata, “Aku kurang tahu.”


Saat Dolores Xia sedang melihat pria itu, pria satunya tiba-tiba mengambil tasnya dan kabur ke arah yang berlawanan.


“Tasku…tasku….” Dolores Xia mengejarnya dengan panik.


Sedangkan pria yang menanyakan jalan juga dengan cepat meninggalkan trotoar dan bergabung dengan rekannya.


“Tasku…kembalikan tasku! Kembalikan padaku!” Dolores Xia mengejar pria yang sudah berjarak kurang lebih dua ratus meter darinya, pria itu masuk ke dalam kerumunan dan tidak kelihatan lagi.


Doloresa merasa seklilingnya berputar, ia juga seorang yang berusia lima puluh tahun lebih, mana mungkin dapat mengejar lari pria muda.


Ketika Dolores berpikir bahwa cincin berlian itu masih ada di dalam tasnya, ia merasakan keputusasaan yang luar biasa, itu adalah satu-satunya harapannya untuk melunasi hutangnya.


Dolores seperti akan gila, ia berada di ambang kehancuran, dia berlutut di tanah dan terengah-engah.


Orang di sekelilingnya ada yang menatapnya dengan prihatin, ada juga yang menatap dengan simpatik, tetapi tidak ada yang datang untuk menghiburnya.


Dolores berlutut di tanah untuk waktu yang lama sampai dia tiba-tiba berpikir untuk memanggil polisi, dia buru-buru bertanya kepada seorang gadis muda di dekatnya dan bertanya letak kantor polisi terdekat, ia pun segera pergi ke kantor polisi.


Polisi yang bertugas tidak menjamin apakah tas itu akan ditemukan kembali atau tidak.

__ADS_1


“Aku mohon, aku mohon tolong temuka dua pencuri ini untukku sesegera mungkin, dan mengembalikan tasku, ya?” Dolores menekankan pada kalimat ini, dan membuat polisi sedikit tak berdaya.


Polisi hanya bisa membujuknya untuk segera pulang, karena hari sudah terlalu malam, dia sendirian juga tidak aman.


Dolores berdiri di pintu kantor polisi, ia seperti kehilangan jiwanya, ia tidak menyangka kemalangan akan datang bertubi-tubi kepadanya, harapan untuk melunasi hutang sirna begitu saja.


Namun, dia tidak tahu bahwa saat ini Sella Xia ada di rumah dengan rasa sakit dan keputusasaan yang sama, ia menutup diri di kamar, air mata membasahi pipinya, dia begitu tidak berdaya saat ini.


Tiba-tiba, ia mendengar suara pintu didorong terbuka, dia segera menyeka air mata di wajahnya dan berdiri membuka pintu, ia melihat ibunya berjalan masuk dengan wajah sedih.


“Bu, apakah kamu benar-benar menjualnya?” Sella Xia bertanya dengan marah.


Dolores Xia menatap putrinya, ia sepertinya ingin menangis, ia menggelengkan kepala dan berkata, “Aku tidak menjualnya.”


“Benarkah? Mana cincin berliannya?” Raut muka Sella Xia terkejut bahagia.


Dolores Xia memandangnya dan hanya bisa mengatakan yang sebenarnya, “Tasku dicuri oleh dua orang pencuri di jalan, cincin berlian ada di dalam tas tersebut.”


Air mata Sella Xia yang belum kering, kembali menetes.


Dia bergitu tertekan, cincin berliannya hilang begitu saja?Jika polisi tidak dapat menemukan tas ibunya, maka dia tidak akan bisa melihat cincin berlian itu lagi?


Sella Xia melirik ibunya dan berjalan ke kamarnya dengan sedih, tiba-tiba ponselnya berdering.


Dia terkejut dan bergegas mengambil telepon yang ia letakkan di lemari, lalu ia melihat nama yang muncul di layar, hatinya sedikit sesak begitu melihat nama Bryan Gong di layar ponselnya.


Dia tidak tega untuk tidak mengangkatnya, jadi ia menekan tombol menerima panggilan.


“Halo!” Dia tidak menyangka suaranya sendiri seperti serak-serak habis menangis.


Dalam kepanikannya, pertanyaan Bryan Gong datang, “Ada apa dengan suaramu?”

__ADS_1


Shella Xia mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri, “Tidak…tidak apa-apa.”


Dia tidak tahu apakah harus mengatakan kepadanya tentang apa yang terjadi malam ini.


Bryan Gong bukan orang bdooh, dia bertanya lagi, “Apakah terjadi masalah lagi dengan keluargamu?”


“Tidak…tidak!” Sella Xia tetap ingin menyembunyikannya.


“Sella, sejak kemarin, aku sudah menjadi kekasihmu, aku tidak ingin kamu menyembunyikan masalah apapun dariku, jika terjadi sesuatu, katakan saja padaku.” Bryan Gong bertanya dengan suara berat.


Hati Sella Xia penuh dengan rasa kecewa, saat ini, ketika dia mendengar suaranya, dia tidak bisa lagi menahannya, dia menangis dan tidak berbicara sepatah katapun, ia terus menangis di telepon.


“Sella, kamu kenapa?Siapa yang mengintimidasimu?” Suara Bryan Gong penuh dengan kekhawatiran dan rasa cemas.


“Jangan menangis dulu, katakan padaku, aku akan datang ke rumahmu sekarang.” Mendengar tangisannya, hati Bryan Gong langsung menjadi kacau.


“Tidak…kamu jangan datang, aku tidak apa-apa, hanya saja…cincin berlian yang kamu berikan padaku hilang.”


“Dasar bodoh, itu hanyalah sebuah cincin berlian, jika hilang masih bisa membelinya lagi!” Bryan Gong mendengar hanya cincin berlian yang hilang, untungnya bukan Shella Xia yang terjadi sesuatu, ia pun bernafas lega.


Ketika Shella Xia mendengar kata-katanya, tangisannya menjadi lebih keras, tidak, ini adalah hadiah pemberiannya, ia tidak rela kehilangan, terlebih lagi tidak ingin dijual oleh ibunya.


“Sudah, jangan menangis lagi, beritahu padaku bagaimana cincin itu bisa hilang! Coba kulihat apa bisa mendapatkannya kembali.” Bryan Gong menghibur dan mendengar tangisannya dari seberang telepon, hatinya terenyuh.


Sella Xia tersedak, ia tidak tahu bagaimana cara memberitahunya, bagaimana cincin berlian itu bisa hilang, dia terus menangis.


Bryan Gong yang ada di ujung telepon tiba-tiba berkata, “Sudah, jangan menangis lagi, aku akan mendatangimu sekarang.”


Shella Xia sangat terkejut hingga dia berhenti menangis, dia melirik jam, sudah pukul setengah sebelas malam, dia berkata sambil terisak, “Jangan…terlalu malam, jangan kemari.”


"Tidak apa-apa, aku akan datang.“ Bryan Gong berkata dengan tegas, lalu menutup telepon. Shella Xia sedikit bingung, dia datang, lalu bagaimana ia akan menjelaskan hilangnya cincin berlian malam ini?

__ADS_1


__ADS_2