
Sella Ji dan Jayce Ji meninggalkan tempat lebih dulu, saat beranjak pergi, Sella Ji menatap ke arah meja Bryan Gong, Bryan Gong melirik menatapnya sekilas, dan saat Sella Ji menatapnya, sambil berusaha menahan perasaannya, ia tersenyum padanya, lalu pergi dengan Jayce Ji.
Raut wajah Bryan Gong tampak tak terlalu senang, Beatrix Gong di hadapannya mendongak dan dengan heran bertanya, “Kakak, apakah kau tidak enak badan? Kenapa kau makan sangat sedikit.”
“Tak apa, makanlah, setelah itu kita pergi.” Kata Bryan Gong.
“Baiklah.”
Sorenya, Sella Ji menemani Jayce Ji pergi ke kantor cabang, dan setelah berkeliling memantau sejenak, ia pulang.
Ia ingin mengganti jas Bryan Gong itu, karena sekarang ia telah memiliki kekasih, sebaiknya ia menyelesaikan seluruh urusan mereka dulu, agar hal ini tidak mempengaruhi perasaan mereka.
Keesokan harinya, pagi-pagi Sella Ji pergi ke sebuah penjahit jas ternama, tapi ia tak mengetahui ukuran Bryan Gong, dan jas itu harus dibuat sesuai ukurannya.
Ia duduk di ruang tunggu penjahit itu, lalu mengirimkan pesan pada Bryan Gong, menanyakan ukuran jasnya dan warna dan jenis kain yang disukainya.
Setelah mengirim pesannya, Sella Ji dengan sabar menunggu jawabannya. Tapi tiba-tiba, ponselnya berdering, dan saat menatapnya, Sella Ji terkejut.
Ia menelepon.
Dengan agak gugup ia menjawab, “Halo!”
“Tidak perlu, kau tak perlu mengganti jas itu.” Dari ujung telepon, terdengar kalimat yang ketus.
“Tidak, aku tak mau berhutang padamu, beritahu aku ukuranmu! Sekitar 10 hari lagi, aku akan menyuruh seseorang mengantarkan jasnya padamu.” Sella Ji benar-benar tak ingin berhutang budi padanya.
“Tidak ingin berhutang padaku, apakah kau ingin membereskan hubunganmu denganku agar kau bisa berpacaran dengan Jayce Ji?”
Sella Ji tercekat, ia bahkan mengetahui nama kakaknya, apakah ia menginvestigasinya? Ia mengerutkan kening, “Hubunganku dengan kakakku bukanlah seperti yang kau pikirkan, kami hanyalah kakak adik biasa.”
__ADS_1
“Untuk apa kau menjelaskannya padaku? Aku tak tertarik untuk mengetahuinya.” Katanya dengan sarkastik.
Sella Ji merasa tercekat, ia menggigit bibirnya, tak tahu harus bagaimana bicara kepadanya, setelah hening sesaat, ia berkata, “Kalau begitu beritahu saja nomor rekeningmu, akan kutransfer 2 miliar. Untuk mengembalikan uangmu dan jasmu.”
Ia merasa 2 miliar seharusnya cukup!
“2 miliar saja hendak kau kembalikan padaku? Sella Ji, kau terlalu meremehkanku.” Bryan Gong sepertinya tak ingin bicara baik-baik dengannya.
Sella Ji tertegun dan mengerutkan kening, “Kalau begitu berapa yang kau inginkan?”
“Huh, pikirkan sendiri!” setelahnya, ia menutup telepon.
Sella Ji menghela nafas, ia merasa nada bicara Bryan Gong selalu penuh amarah dan kekecewaan dari masa lalu, ia merasa seolah tak ada cara untuk berkomunikasi dengannya.
Maka kemudian, meskipun Sella Ji dan Bryan Gong tinggal di kota yang sama, mereka tak pernah bertemu, kecuali dalam undangan pesta atau sejenisnya, dan Sella Ji juga tak pernah lagi meneleponnya.
Berkat bantuan Jayce Ji, Sella Ji mulai memahami kondisi perusahaan keluarga Ji saat ini. Jayce Ji juga mengijinkannya mengikuti rapat untuk mendiskusikan perencanaan proyek-proyek dan investasi perusahaan, agar ia perlahan semakin familiar dengan segala urusan perusahaan.
Sella Ji juga tak berani mengabaikannya, ini adalah perusahaan peninggalan kakeknya, dan ia berharap perusahaan ini akan semakin berkembang.
Sebulan kemudian, Jayce Ji berencana membawanya pulang ke China untuk menduduki kantor pusat. Karena ia telah memindahkan kantor pusatnya ke Kota A, yang merupakan kampung halaman Sella Ji. Sudah 3 tahun sejak ia meninggalkan kampung halamannya, ia sangat merindukannya.
Ia juga berencana kembali untuk membangun batu nisan yang lebih besar untuk ibunya, agar ia lebih tentram di alam sana.
Saat menaiki pesawat, Sella Ji kembali menatap ke arah pusat kota Negara M, ia merasa, Bryan Gong juga takkan mengetahui kepergiannya. Kehidupan mereka telah terpisah dan tak akan berpapasan lagi.
Sella Ji pergi.
__ADS_1
Di sebuah mansion di Negara M, Bryan Gong tiba-tiba menerima telepon dari asistennya, Robert Ye, “Tuan Gong, aku baru menerima kabar bahwa Nona Ji telah kembali ke China.”
Bryan Gong mengerutkan keningnya dan mendengus, “Siapa yang menyuruhmu mencari informasi tentangnya?”
Robert Ye hanya tersenyum dan berkata, “Karena anda menyuruhku menginvestigasi Jayce Ji, maka aku menyuruh orang memata-matai seluruh pergerakan mereka.” Bryan Gong tak mengatakan apapun lagi. Dari informasi yang diberikan Robert Ye, Jayce Ji adalah anak angkat seorang pengusaha kaya, tapi bagaimana Sella Ji bisa menjadi adik angkatnya, Robert Ye juga tak begitu memahaminya, tapi ia tahu pengusaha kaya ini telah meninggal dan mewariskan seluruh perusahaannya pada Jayce Ji.
Bryan Gong menatap ke kejauhan, tiba-tiba sebuah ide muncul di hatinya. Bisnisnya di sini sudah mulai stabil, maka ia tak perlu lagi tinggal disini, tapi kantor pusatnya di China memerlukannya, karena sebelumnya ia terus menerus ditolak saat hendak pulang ke China, maka ia sama sekali tak mencoba lagi.
Tapi kali ini, ia telah memutuskan untuk pulang.
“Robert Ye, atur jadwalnya, kita akan pulang.” Kata Bryan Gong pada Robert Ye.
Robert Ye tersenyum, “Baiklah, aku akan segera mengaturnya.”
Ia merasa saat ia lebih mengarahkan perhatiannya pada memata-matai Sella Ji, bosnya lebih menyukainya.
Hanya saja ia tak mengatakannya, dan ia juga tak menyalahkannya atas hal ini.
Pesawat pribadi Sella Ji dan Jayce Ji mendarat pukul 6 pagi, setelah tidur selama di pesawat, di mobil, Sella Ji duduk sambil menatap pemandangan kampung halaman yang telah ditinggalkannya selama 3 tahun, semuanya tampak sangat familiar.
Hatinya penuh rasa syukur, semuanya tampak begitu indah, selama perjalanan dari bandara ke hotel, ia melewati beberapa jalanan yang familiar, kafe di sudut jalan itu, juga lampu-lampu gedung yang belum dipadamkan itu, pemandangan-pemandangan yang familiar ini membangkitkan memori dalam hatinya.
Seluruh memori yang tak bisa dilupakannya, memori dengan ibunya, dengan teman-teman sekelasnya, dengan Bryan Gong.
“Kita tinggal di hotel dulu saja, baru kemudian memilih-milih mansion yang bagus, kita harus tinggal di sini untuk sementara waktu.” Melihat Sella Ji menatap pemandangan kota ini dengan penuh perasaan, Jayce Ji jadi ingin tinggal di sini juga.
Sella Ji mengangguk, “Baiklah.”
__ADS_1
Rumahnya di sini sekarang telah menjadi milik orang lain, maka saat ini ia belum memiliki rumah, dan harus mencari rumah lagi. Ia teringat 3 tahun lalu, ia tak memiliki apapun, dan ia percaya ia harus pergi keluar negeri untuk mencari saudaranya, dan nasib baik berpihak padanya, ia bisa bertemu dengan saudaranya, dan juga mengubah kehidupannya.