
Jika ia bertemu lagi denganya di acara seperti ini kedepannya, maka ia sebaiknya belajar untuk mengontrol emosinya, terlebih lagi, sekalipun ia masih akan mempunyai kesempatan untuk bertemu dengannya, maka ia akan mengembalikan semua hutangnya terhadap dirinya.
Sella Ji perlahan menghela nafasnya, ia berencana untuk pergi mencari Jayce Ji, tetapi pintu tiba-tiba terbuka dari luar, ada yang melangkah masuk ke dalam, Sella Ji mengira Jayce Ji sudah kembali untuk mencarinya, pada saat ia mengangkat tatapannya, tatapannya langsung bertemu dengan sepasang mata yang gelap serupa dengan langit malam.
Mereka berdua kembali bertemu setelah sepuluh menit berlalu.
Dada Sella Ji terasa sesak, ia ternyata belum pergi?
Bryan Gong juga tidak menyangka bahwa ia ternyata akan benar-benar menemukannya, terlebih lagi, ekspresi wajahnya jauh lebih dingin daripada yang ia bayangkan, ternyata ia sudah berubah dalam tiga tahun ini.
“Bryan...,”Sella Ji tertegun memanggil namanya, lalu tersenyum dengan perasaan tidak nyaman,”Sudah lama tidak berjumpa.”
Bryan Gong berdiri di depan pintu, menatapnya dengan tatapan rumit dan dingin, lalu mempermasalahkan caranya memanggilnya,”Panggil aku sebagai Tuan Gong, atau Tuan Muda Gong, mungkin akan terasa lebih cocok.”
Perasaan Sella Ji terasa sakit, ia menggigit bibirnya, ekspresi wajahnya terlihat kebingungan, ia kemudian menghirup nafas yang dalam dan kembali memanggilnya,”Tuan Gong, sudah lama sekali tidak berjumpa.”
Bryan Gong tidak menjawabnya, ia hanya melihatnya dengan tatapan angkuh.
Suasana yang berubah menjadi sangat menegangkan itu membuat Sella Ji merasa sesak nafas, ia tidak tahu bagaimana ia harus membalas luka yang sudah ia berikan kepadanya, namun ia setidaknya sudah mempunyai sesuatu, yaitu uang, ia dapat mengembalikan semua hutangnya kepadanya.
“Tuan Gong, apakah kamu berkenan memberikan nomor rekeningmu? Aku akan membayar kembali semua hutangku, termasuk bunganya kepadamu,”ucap Sella Ji dengan tenang sambil mengangkat tatapannya.
Ekspresi wajah Bryan Hong terlihat menegang sejenak, ia kemudian tersenyum dan menyindirnya,”Apakah kamu dapat melunasinya?”
Sella Ji tahu apa yang ia maksud, ia hanya tersenyum datar,”Aku tahu bahwa aku tidak bisa melunasi hutangku, namun aku akan berusaha untuk mengembalikan semua hal yang kuhutangi kepadamu.”
“Tidak perlu, sekalipun kamu mengembalikannya kepadaku, aku tetap saja tidak menginginkannya,”Bryan Gong mendengus dingin, suaranya membuatnya terdengar seakan-akan segala benda miliknya itu adalah benda yang membuatnya merasa jijik.
__ADS_1
Dada Sella Ji terasa tertusuk tanpa suara, ia menggigit bibirnya, ia sudah mempertimbangkannya sebelumnya, ia mungkin akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya lagi, jika hal ini terus tidak terselesaikan, maka tetap hanya dirinya yang akan terus tersakiti.
Jadi, ia tetap harus menghadapi hal-hal yang seharusnya ia hadapi, bukannya terus melarikan diri, ia sudah melakukan kesalahan tiga tahun yang lalu, bagaimanapun Bryan Gong ingin ia membayarnya, maka ia pasti akan berusaha untuk membayarnya.
“Kalau begitu, aku meminta maaf lagi kepadamu, maaf, aku benar-benar meminta maaf atas kejadian tiga tahun yang lalu, hingga membuatmu terluka,”Sella Ji menatapnya jelas sambil meminta maaf dengan tulus.
Bryan Gong menggertakkan giginya dan mendengus dengan sikap dingin,”Apakah kamu merasa permintaan maaf itu ada gunanya?”
Tatapan Sella Ji terlihat sedikit kesulitan, ia kemudian menundukkan tatapannya dan berbicara dengan sedikit tidak bertenaga,”Kalau begitu, apa yang kamu ingin aku lakukan?”
“Kamu tidak perlu melakukan apa-apa, mohon jangan muncul di depan hadapanku lagi untuk kedepannya,”setelah selesai berbicara, Bryan Gong berpaling dan berencana untuk pergi.
Di belakangnya, wajah Sella Ji terlihat memucat ketika mendengar ucapan yang tidak berperasaan ini menyerangnya, ia menggigit bibirnya dan tidak tahu harus bagaimana menjawabnya, Bryan Gong kembali berpaling dan menatapnya tajam,”Aku tidak ingin memperhitungkan permasalahan tiga tahun yang lalu itu lagi kepadamu, namun kamu harus membayar biaya atas pakaianku yang baru saja kamu nodai itu.”
“Ucapan yang cukup berani, sepertinya kamu kini sudah mempunyai banyak uang, bukan?” Bryan Gong tersenyum menyepelekannya.
Sella Ji langsung terdiam, jika ia memang sudah merasa jijik dengannya, maka ia juga tidak perlu memberi tahu kepadanya lagi apa saja yang sudah terjadi selama tiga tahun ini, ia pun tidak akan mendengarkannya sekalipun ia menceritakannya.
Ia harus memperjelas sesuatu, ia kini sudah tidak seakrab itu lagi dengannya, mereka sudah kembali menjadi orang asing, tidak, orang asing mungkin saja masih bisa menjadi teman, tetapi mereka bahkan tidak akan pernah bisa menjadi teman lagi.
“Berapa harga bajumu?” Sella Ji hanya bisa kembali bertanya kepadanya tanpa menjawabnya.
“Baiklah jika kamu memang sudah sekaya itu, buatkan seratus set dan antarkan ke rumahku, aku akan memilihnya, setelah aku merasa cukup puas, maka permasalahan ini akan dianggap berlalu,”setelah Bryan Gong selesai berbicara, ia teringat kembali akan sesuatu, sehingga ia kembali menghampirinya dan meminta kepadanya,”Ponsel.”
Ini tentu saja merupakan sebuah hal yang sangat menyulitkan orang lain, Sella Ji melihatnya dengan tatapan terkejut, namun ia tetap saja memberikan ponselnya kepadanya setelah membuka kuncinya.
__ADS_1
Bryan Gong mengetik sederet nomor,”Aku akan mengirimkan alamatku kepadamu!”
“Apakah kamu perlu bersikap seboros itu? Katakan kepadaku siapa yang membuat jasmu itu, aku akan langsung mencarinya dan memintanya untuk membuatkan satu set yang baru untukmu,”Sella Ji tidak ingin mempersulit segalanya menjadi seperti ini.
Bryan Gong berpaling dan menatapnya,”Bukankah kamu yang berencana untuk membayarnya kepadaku?”
“Bukan begitu...... Aku hanya merasa hal tersebut terlalu boros!” Sella Ji kehabisan kata-kata, ia tidak menyangka bahwa ia ternyata akan bertengkar seperti ini dengannya ketika bertemu lagi.
“Bukankah kamu mempunyai banyak uang?”
“Aku... Aku tidak punya uang, tetapi aku masih mempunyai uang yang cukup untuk membuatkan satu set jas untukmu,”sekalipun Sella Ji lebih bodoh lagi, tetapi ia tentu saja tahu bahwa permintaannya ini sebenarnya hanya untuk mempersulit dirinya.
Seratus set jas, apakah ia ingin membuka toko pakaian? Terlebih lagi, hal ini tidak hanya akan menghabiskan biaya pembuatannya, tetapi juga merupakan hal yang tidak berarti.
Bryan Gong tidak mneyangka bahwa ia kini bukan lagi seorang anak gadis yang lemah setelah tiga tahun tidak bertemu dengannya, ia kini berubah berani bernegosiasi, terlebih lagi, ia semakin pintar berbicara, bagaimana ia melihatnya pada saat itu? Ia merasa bahwa dia adalah gadis yang lemah, yang memerlukan perlindungan seseorang?
Sehingga ia akhirnya menjadi lelak bodoh yang bertugas untuk mengawalinya? Ia tidak akan mengulangi kembali kesalahan yang sama.
“Permasalahan ini tidak bisa dinegosiasikan lagi, kamu sebaiknya melakukannya seperti itu, jika tidak, aku akan melaporkanmu.”
“Laporkan saja! Lihat apakah pihak hukum akan menyuruhku untuk membayarmu dengan seratus set jas atau tidak,”ucap Sella Jin yang ternyata tidak merasa takut.
Bryan Gong kesal hingga wajah tampannya terlihat menegangkan, ia menatapnya tajam,”Apakah kamu memiliki pihak yang dapat kamu andalkan, sehingga kamu berani bersikap seangkuh ini?”
Sella Ji mengedipkan matanya dan terkejut olehnya,”Bagaimana sikapku dapat disebut angkuh? Aku sedang membicarakan hal yang masuk akal denganmu.”
__ADS_1
“Aku adalah orang yang tidak membicarakan hal yang masuk akal, aku sebelumnya sudah terlalu baik sampai disepelekan oleh seorang wanita,”Bryan Gong menggertak giginya dan menatapnya dengan penuh rasa benci. Sella Ji tahu ia sedang bermaksud untuk membicarakan dirinya, tatapannya terlintas oleh perasaan sakit, ia lalu mengangkat kepalanya dan berkata kepadanya,”Tuan Gong, aku kira kita mungkin akan bertemu kapan saja kedepannya, jadi, kita sebaiknya membicarakan permasalahan yang berada di antara kita! Aku akan membayar kembali jasmu, bahkan sepuluh kali lipat dari harga aslinya, namun aku tidak akan melakukan hal konyol seperti membuatkan seratus set jas untuk kamu pilih, kedua, aku minta maaf kepadamu atas kejadian tiga tahun yang lalu, jika kamu masih merasa marah, kamu boleh sampaikan kepadaku apa yang bisa kulakukan untuk mengurangi rasa bencimu, selama aku bisa melakukannya, maka aku pasti akan melakukannya, ketiga, kita sudah tidak bisa menjadi teman lagi, kita mungkin akan bermusuhan kedepannya!” Bryan Gong tercengang melihatnya, namun ekspresi wajahnya kembali mendingin setelah beberapa detik saja, dia benar-benar tidak ingin mengalah dalam permasalahan jasnya ini, apakah ia harus mengalah dengannya disaat ia baru saja pertama kali kembali bertemu dengannya?