Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Dia Tidak Mundur


__ADS_3

Dia


Melihat Christy Lan yang kehilangan akal sehatnya, alis Sella Ji juga menegang, dia mau tak mau berkata, “Kamu terus berkata bahwa dia adalah milikmu, dia sekarang bukan milik siapapun, terlebih bukan milikmu.”



  



Wajah Christy Lan memucat, tampaknya kalimat itu sangat menusuknya, dia mengertakkan giginya berkata, “Apa yang kamu bicarakan? Jangan kira dengan mengandalkan taktikmu sendiri, kamu bisa sembarangan menggodanya.”



Sella Ji menatapnya, berbicara dengan lambat, “Kamu bicara apa, hatimu sendiri lebih paham dibanding aku, kamu di dalam hatinya Bryan, hanya selalu menjadi teman adiknya, lagipula aku tak menggodanya, perasaan adalah satu hal yang alami seperti air mengalir.”



“Kamu hentikan untuk pamer di depan saya, Bryan Gong itu siapa? Lelaki seperti dia, setiap wanita yang memiliki kesempatan pasti akan melemparkan diri ke dirinya, kamu jangan berbicara terlalu besar dan mulia tentang cintamu.” Christy Lan sangat percaya bahwa Sella Ji berusaha sekuat tenaga untuk menggapai Bryan Gong.



Saat itu Sella Ji sangan kasihan kepada Christy Lan, juga bersimpati padanya yang tidak mengerti keadaan, malah disini seperi anjing gila yang sembarangan menggigit orang, sebagai seorang nona dari keluarga yang tingkat sosialnya cukup bagus, dia benar-benar memalukan.



“Urusanku dengan lelaki itu sementara tidak perlu dibahas dulu, mari kita berdiskusi, harus bagaimana baru kamu memberikan flashdisk ibuku?” Mata Sella Ji dengan tegas menatapnya.



Christy Lan tahu bahwa ia masih tidak bisa menghindari hal ini, seperti yang diduga dia masih termasuk anak yang berbakti, ibunya mengalami hal seperti ini, bagaimana bisa dia duduk diam tak peduli?



“Hngg! Ingin aku memberikannya padamu, tidak mungkin, kamu yang melanggar perjanjian terlebih dahulu, jangan salahkan aku jika aku juga melanggar perjanjiannya di kemudian hari.”



“Christy Lan.” Terdapat kemarahan dalam suara Sella Ji, “Kamu jangan terlalu memaksa orang.”



“Jika kamu ingin masalah ibumu tidak diketahui orang, sangat mudah, tinggalkan Kak Bryan sekali lagi, kali ini pergi jangan berhubungan lagi dengannya.” Christy Lan terus memakai hal ini untuk mengancamnya, karena dia tahu, yang ditangannya ini adalah kartu as-nya.



Sella Ji menatap matanya, diam sesaat, lalu dengan tenang menjawab, “Aku tidak akan meninggalkannya, tiga tahun yang lalu karena ancamanmu aku meninggalkannya sekali, aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi dengan meninggalkan lelaki yang aku cintai, kecuali, dia tidak mencintaiku lagi, menyuruhku pergi, aku baru akan pergi.” “Ckckck, Sella Xia, dalam bidang apa kamu layak untuk cintanya? Orang bodoh seperti kamu dimana-mana banyak, kamu bahkan tidak lulus dari perguruan tinggi! Dengan melihat latar belakang pendidikanmu, kamu dan dia bagaikan lumpur dan langit, kamu masih punya apa untuk diberikan?” Christy Lan merendahkannya tanpa ampun.



Walaupun identitas Sella Ji sudah berubah, namun ia tidak ingin memberi tahu Christy Lan, juga tidak ingin mengambil hal itu untuk menunjukkan keberadaannya di depan dia, walaupun dia bukan siapa-siapa, asalkan Bryan Gong menyukainya, dia juga tidak peduli orang lain berkata apa.


__ADS_1


“Margaku Ji, selanjunya, tolong panggil aku Sella Ji!” Sella Ji mengoreksinya.



Christy Lan memutar bola matanya, dengan senyum dingin berkata, “Aku tidak peduli margamu apa, bukankah di sisimu sudah ada seorang lelaki? Lelaki itu penampilannya juga tidak buruk, kenapa kamu tidak dengannya saja, daripada masih berhubungan dengan Bryan Gong?”



“Lelaki itu adalah Kakakku, aku dan dia hanya punya hubungan adik kakak.” Sella Ji merespon dengan tenang. “Pikirkan apa yang ada ditanganku, lebih baik kamu menurut untuk meninggalkan Kak Bryan, jika tidak, aku benar-benar akan menyebarkannya, aku akan mengirim kepada istri lelaki yang ibumu tiduri terlebih dahulu, lihat bagaimana dia membantuku menyebarkannya, lalu, aku akan menempelkannya di sekeliling kediamanmu, coba bayangkan reputasi ibumu akan berada dimana? Kamu pasti mewarisi natur ibumu, baru dapat menjadi...”



“Plak...” Bunyi tamparan yang keras muncul dari samping wajah Christy Lan.



Wajah cantik Sella Ji memerah, matanya penuh dengan kemarahan, dan telapak tangannya dengan lancar menyapu wajah Christy Lan, lalu mengertakkan gigi berkata, “Aku tidak mengijinkanmu menghina ibuku begitu.”



Wajah Christy Lan memerah dan membiru, dia menutupi sisi yang dipukul, dan membelalakkan matanya tak percaya, “Kamu berani memukulku... Kamu ternyata berani memukulku...”



“Kalau kamu berani seperti anjing gila menggigit orang lagi, memukulmu adalah hal yang seharusnya.” Sella Ji berkata dengan kebencian.




  



“Kamu... Sella Ji kamu wanita murahan...” Christy Lan menjadi gila, Sella Ji mendorong tangannya ke samping, lalu menarik pintu dan berjalan keluar.



Di belakangnya, Christy Lan tiba-tiba berkata, “Sella Ji, kamu tidak akan mati dengan mudah, tamparan ini aku pasti akan mengembalikannya.”



Sella Ji berjalan beberapa langkah, di depan pintu, dia teringat sesuatu, lalu mengambil sebuah kartu dan meletakkannya di atas wastafel, dengan dingin menatap Christy Lan, “Ini aku kembalikan hutang ibuku yang lalu, bersama dengan bunganya, aku kembalikan 2 miliyar padamu.”



Selesai berbicara, ia pergi dengan cepat.



Christy Lan marah sampai terengah-engah, melihat kartu itu, dia langsung ingin membuangnya, tapi, di dalamnya ada 2 miliyar, dia akhirnya dengan marah mengambil kartu itu, lalu berjalan keluar.


__ADS_1


Sella Ji ketika kembali ke dalam ruangan, menarik napasnya dengan dalam, lalu berjalan dengan anggun ke arah Bryan Gong.



Bryan Gong melihatnya kembali, ia kuatir dan bertanya dengan suara pelan, “Kamu salah makan sesuatu?”



Sella Ji panik, baru sadar jika ia pergi ke toilet cukup lama, lalu ia tertawa sambil menggelengkan kepalanya, “Bukan, aku membenarkan riasanku.”



“Kamu berdandan? Kok aku tidak melihatnya?” Bryan Gong tersenyum, mendekat, di bawah cahaya, kulitnya yang polos tidak terlihat ada tanda riasan, sebaliknya kulitnya terlihat mulus, seperti terlahir dengan aroma yang manis.



Sella Ji yang dipuji, wajahnya langsung memerah, dia benar-benar tidak berdandan, hanya menggambar alisnya, dan memakai krim pelindung matahari.



Sella Ji memindahkan sumpitnya, menyadari ia tak ingin makan, barusan di kamar mandi, sudah dibuat Christy Lan marah sampai kenyang.



Lalu Christy Lan duduk di mejanya, wajahnya membuat teman-temannya terkejut, “Christy, wajahmu kenapa merah sebelah?”



Christy Lan tentu ingin berteriak memberi tahu bahwa ia dipukul Sella Ji, namun, dia tak ingin memberi tahu rahasianya dengan Sella Ji, lebih baik dia berkata, “Mungkin panas dalam.”



Bryan Gong melihat dia tak menggerakkan sumpitnya, hanya minum teh, dia juga telah kenyang, berkata kepadanya, “Ayo jalan! Waktu juga belum larut bisa berjalan-jalan di sekitar.”



“Oke, aku bayar dulu.”



“Sudah kubayar.” Bryan Gong tersenyum penuh arti.



Sella Ji menatapnya sekilas, ia tertawa sedikit marah berkata, “Jelas-jelas sudah bilang aku yang traktir, kamu kenapa masih diam-diam membayarnya!”



“Kalau begitu anggap hutang.”



“Hutang lagi, hutangku padamu sudah banyak.” Sella Ji menggigit bibirnya, tersenyum pahit. Namun Bryan Gong tidak suka mendengarnya menertawakan diri sendiri, dia berkata dengan serius, “Kamu tidak berhutang apa-apa, yang dulu, aku dengan senang hati memberinya padamu, kalau kamu ingin berhutang, hutang makan kali ini saja, dan sebuah jas.

__ADS_1


__ADS_2