Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Meneleponnya


__ADS_3

Meneleponnya


Pertemuan mereka di perjamuan malam kali ini benar-benar menghancurkan kehidupan Sella Ji, pada malam ia pulang, ia tidak bisa tidur sepanjang malam, matanya terus tertuju kepada sederetan nomor tersebut, seakan-akan ia sudah berubah menjadi orang bodoh.



Mentalnya sudah melemah untuk beberapa waktu, ia selalu saja memimpikan ponselnya, bermimpi ia meneleponnya, mengirimkan pesan kepadanya, namun setiap kali ia terbangun, ia kemudian sadar bahwa mereka sudah sepenuhnya memutuskan hubungan.



Kini, nomor ponselnya itu kembali berada di dalam ponselnya, jarak mereka mendekat hingga ia hanya memerlukan keberanian untuk menelepon nomornya ini, ia dapat mendengarkan suaranya, dapat berbincang dengannya.



Namun mengapa hal semudah itu terasa sangat sulit?



Ia bahkan tidak mempunyai keberanian untuk meneleponnya.



Di pagi subuh, Sella Ji berjalan turun dengan sepasang matanya yang membengkak, Jayce Ji menyuruh asistennya untuk membawakan sarapan mereka kemari, Sella Ji duduk di sofa dan terlihat masih ingin tidur.



“Apakah kamu tidak bisa tidur kemarin malam?” Jayce Ji bertanya dengan rasa khawatir, ia dapat menilai dari penampilannya bahwa ia tidak bisa tidur.



“Kak, ada jadwal apa hari ini?” Tanya Sella Ji yang duduk di sofa dengan kakinya yang terlipat seperti seorang anak kecil dan rambut yang berantakkan.



Jayce Ji tersenyum dan berkata,”Berdasarkan penampilanmu ini, kamu tetap saja tidak akan bersemangat dalam melakukan kegiatan apapun, aku sebenanrya berencana untuk membawamu pergi ke perusahaan, tetapi setelah kini kulihat, kamu sebaiknya menetap di rumah untuk berisitrahat terlebih dahulu!



“Baik! Terima kasih kakak sudah memakluminya, aku benar-benar tidak bisa tidur kemarin malam, ada seekor nyamuk...”



“Nyamuk?” Jayce Ji bertanya terkejut.



“Betul, ada seekor nyamuk yang terus menggigitku beberapa kali, sehingga aku tidak bisa tidur,”Sella Ji berbohong sejenak.



Jayce Ji tahu jelas bahwa ia sedang berbohong, namun ia tetap membiarkannya mengatakannya dan tidak mengungkapkannya.



Setelah selesai sarapan, Jayce Ji pun pergi bersama dengan asistennya, Sella Ji menetap di rumah sendirian, lalu berbaring dan tercengang menatap langit-langit, seluruh ruang aula dipenuhi oleh alunan lagu yang menenangkan, sambil mendengarnya, matanya pun berkaca-kaca tanpa ia sadari.



Ia mengambil selembar tisu dan menghapusnya secara perlahan, ia kemudian duduk dan teringat kembali akan perkataan Bryan Gong kemarin malam, ia masih harus menggantikan jasnya.



Namun, ia menyuruhnya untuk membuatkan seratus set jas dan membiarkannya memilihnya, ia selalu merasa bahwa hal ini terlalu boros, ia tidak ingin melakukannya seperti ini.



Jadi, ia tetap harus mendiskusikan hal ini dengannya sejenak.



Bagaimana mereka seharusnya menyelesaikan masalah ini.



Sella Ji mengambil ponselnya, melihat sederetan nomor yang sudah ia hafal semalaman, menghirup nafas yang dalam, lalu mengumpulkan keberaniannnya dan menghubunginya, pada saat ia menempelkan ponselnya di samping telinganya, ia pun merasa telinganya itu memanas.

__ADS_1



Setelah beberapa saat, nada dering itu berhenti, sepertinya ia sudah menjawab panggilannya, namun tidak ada yang berbicara, hening, dan hanya ada suara nafas yang pelan.



“Halo... Tuan... Tuan Gong, apakah ini kamu? Apakah kamu sedang mendengar?”Tanya Sella Ji tertegun.



“Katakan,”Bryan Gong tidak banyak berbicara, suaranya bahkan terdengar rendah dan dingin.



“Oh! Begini, mengenai jas kemarin malam, aku berencana bertanggung jawab dengan mengembalikannya kepadamu dalam bentuk uang! Bisakah kamu pergi mencari orang dan membuatnya sendiri?” Tanya Sella Ji.



“Aku tidak akan menerima, selain daripada jas yang kamu bikin sendiri.”



Sella Ji terkejut sekali lagi, ia meninggikan alisnya, dan benar-benar kehabisan kata-katanya terhadap permintaan seperti ini,”Jas yang aku bikin sendiri? Tetapi aku tidak bisa.”



“Jika tidak bisa, suruh orang lain untuk membuatnya, harus berjumlah seratus set jas dan dikirimkan ke rumahku pada saat yang bersamaan, aku hanya akan memilih satu diantaranya.”



“Ini benar-benar terlalu boros...”



“Uang yang habis adalah uangmu, bukan uangku!”



“Ini tidak hanya menghabiskan uang, tetapi juga menghabiskan bahan.”




“Halo... Apakah kita bisa mendiskusikannya dengan baik-baik...,”ucap Sella Ji terburu-buru.



Jawabannya terdengar tidak ingin berdiskusi sedikitpun,”Tidak!”



“Tuan Gong, jika kamu memang sebenci itu padaku, bisakah kamu melampiaskannya kepadaku dengan menggunakan cara lain? Sebaiknya sedikit lebih masuk akal, kita semua adalah orang yang sduah dewasal,”ucap Sella Ji dengan tenang.



“Cara lain? Cara mana yang kamu maksud?” Nada bicara Bryan Gong terdengar sangat merendahkannya dan sangat sinis, pada saat yang bersamaan, juga terdengar mengandung sedikit keambiguan diantara seorang lelaki dan perempuan.



Wajah Sella Ji kini sedikit memanas, ia menggigit bibirnya dan berkata,”Jangan salah paham... Aku tidak bermaksud untuk membicarakan hal itu.”



“Aku juga tidak menginginkannya, hal yang paling tidak kubutuhkan saat ini adalah wanita, sekalipun kamu berinisiatif untuk mengantarkan dirimu, aku juga belum tentu menginginkannya,”Bryan Gong tertawa dingin.



Wajah Sella Ji semakin memerah, wajahnya yang memerah kali ini tidak hanya memerah karena rasa malu, tetapi ia juga merasa sedikit kecewa, ia menggertak giginya, lalu mengganti topik pembicaraannya,”Mengenai permasalahan jas, aku tidak bisa melakukannya sesuai dengan perkataanmu, berikan alamat dan ukuranmu kepadaku, aku akan membuatkan tiga set jas kepadamu dan membiarkanmu memilihnya.”



“Sella Ji, apakah kamu merasa aku masih mudah diajak berdiskusi seperti tiga tahun yang lalu?” Bryan Gong yang berada di sisi lain panggilan terdengar sedikit kesal.


__ADS_1


Hati Sella Ji terasa sedikit sesak,”Kamu ini jelas-jelas hanya mempersulit diriku.”



“Betul! Aku memang hanya sedang mempersulit dirimu, karena kamu sudah mengerti keadaan yang sebenarnya, maka kamu sebaiknya melakukannya dengan baik.”



Sella Ji merasa sedikit bersedih, ia kemudian menghela nafasnya dan berkata,”Aku tidak akan melakukannya, namun aku bisa memberikan uang yang senilai dengan seratus set jas kepadamu, kamu boleh menyuruh desainer yang ahli untuk membuatkannya untukmu, berikan nomor rekeningmu kepadaku.”



Sisi lain panggilan terdengar hening beberapa detik,”Kalau begitu, kamu hanya akan terus berhutang terlebih dahulu.”



Seteah selesai berbicara, panggilan pun terputus.



Sella Ji melihat ke arah panggilan yang terputus itu, pikirannya perlahan mengosong, berhutang terlebih dahulu, ia tidak ingin berhutang lagi kepadanya, setelah ia berhutang banyak, ia akan merasa sangat lelah.



Lantai tiga pada vila yang dikelilingi oleh kaca dilengkapi dengan pemandangan yang menakjubkan, salah satu sisinya adalah pemandangan pegunungan, satu sisi lagi adalah pemandangan lautan, sisi lainnya langsung menghadap ke arah kota, dan membentuk pemandangan yang benar-benar sangat unik.



Di depan jendela, Bryan Gong terlihat memasukkan tangannya pada sakunya, wajahnya terlihat menegangkan dan sedang melihat ke arah laut di kejauhan, serta dilintasi oleh tatapan yang rumit dan sulit sekali ditebak.



Setelah teringat akan sesuatu, ia mengambil ponsel yang berada di meja di sampingnya, lalu menelepon asistennya, Robert Ye.



“Halo! Tuan Muda Gong.”



“Bantu aku cek mengenai lelaki yang bersama dengan Sella Ji kemarin malam, aku ingin mengetahui segala informasi mengenai dirinya.”



“Baik! Aku akan langsung mengeceknya.”



Setelah meletakkan ponselnya, Bryan Gong meninggikan alisnya dengan sedikit perasaan kesal pada dirinya sendiri, ia ternyata masih saja ingin mencari tahu segala hal mengenai wanita ini, mengapa ia kini bermarga Ji?



Apakah ia menjadi wanita simpanan keluarga lain hanya demi uang?



Lelaki itu mengakui dirinya sebagai kakaknya, tetapi ia menjadi pendamping wanitanya kemarin malam, terlihat jelas bahwa mereka memiliki sebuah hubungan ambigu yang sulit sekali dimengerti.



Mereka mungkin mengaku sebagai saudara, tetapi apakah mungkin mereka diam-diam melalui hidup mereka sebagai sepasang suami istri?



Bryan Gong tiba-tiba mengepal erat tanganya dan merasakan sejenis perasaan tidak rela, dalam tiga tahun ini, ia bahkan merasa jijik terhadap wanita ini karena ia suda menghianati perasaannya hingga puncaknya, namun ia sepertinya tidak terpengaruh sedikitpun.



Ini benar-benar tidak adil.



Pada saat inilah ponselnya tiba-tiba berdering, ia meliriknya sejenak, perasaan kesalnya ituu langsung melembut setelah ia melihat nama yang muncul, ia kemudian mengambil ponselnya dan menjawabnya.


__ADS_1


“Halo!” “Kak, aku sudah sampai, aku benar-benar merasa sangat lapar! Ayo makan siang bersama!” Suara wanita yang mempesona itu terdengar dan menunjukkan rasa ketergantungan yang cukup kuat.


__ADS_2