
“Kamu siapa?” Adam melindungi Sella, menatap ke arah Bryan.
“Aku siapa? Kamu seharusnya bertanya pada nya.” Amarah Bryan meluap, ia menjulurkan tangan menunjuk Sella, ekspresi matanya penuh amarah seperti bertemu dengan orang yang mengkhianatinya.
Bagaimanapun juga dia juga baru berusia 24 tahun, juga seorang yang penuh dengan emosional 一, pria yang tidak tahu cara menutupi perasaannya, terutama masalah asmara ini, dia tidak bisa menahan pengkhianatan sedikit pun.
Sella melihat api amarah di wajah Bryan, dia tahu,karena masalah ini sudah dimulai, pun tidak bisa diperbaiki lagi.
Dia dengan wajahnya yang tenang memperkenalkan, “Bryan, ini adalah pacar cinta pertama ku Adam Wang.”
Selesai mengatakan hal itu, Sella berkata pada Adam , “Ini adalah... teman ku.”
Dia dengan sengaja menggunakan kata teman ini, untuk dengan sengaja membuat Bryan marah sekali lagi.
Benar, dia berhasil, untuk sekali lagi dia berhasil Bryan marah, eksresi wajah Bryan seketika menjadi suram dan menghitam, “Sella, aku hanya teman mu?”
“Maaf, aku tidak sanggup melupakan cinta pertama ku, aku menyadari, yang aku cintai ialah dirinya, bukan kamu! Mohon kamu restui aku baik tidak?” Sella berderai keras sambil memohon padanya, ia tahu dirinya yang seperti ini, bisa membuat Bryan menolaknya, bisa membuat dia sangat membencinya.
Dan ternyata sesuai dengan yang diduga, melihat Sella menggunakan tampang yang cantik dan menawan, memohon padanya, demi membuat nya merestui Sella bersama dengan pria lain, bagaimana mungkin dia bisa melakukan ini?
“Tinggalkan dia, kembali lah ke sisi ku, aku bisa menganggap tidak terjadi apapun,Sella.” Bryan menekan semua amarahnya, mata nya terpancar niat memohon, dia ingin wanita ini tetap tinggal di sisinya, tetap menyimpan perasaan diantara mereka.
Setelah dia begitu dewasa seperti ini, ialah pertama kalinya ia merendahkan suaranya memohon pada seorang wanita, ia menjulurkan tangan , ingin Sella menjabat tangannya, asalkan dia menggenggam tangannya, dia bisa memaafkan segala yang dilakukan Sella.
Sella terkejut, hatinya sangat menderita, melihat telapak tangannya yang panjang dan juga terlihat jelas sendinya itu, dia begitu ingin menggenggamnya.
Begitu ingin kembali ke sisinya.
Namun, dia tidak bisa.
Dan pada saat ini, Adam juga menjulurkan tangan, berkata pada Sella, “Sella, tidak apa-apa, kamu boleh memilih aku! Kita kembali bersama.”
Adam juga pintar, barusan ia mendengar Sella menganggap nya sebagai pacar cinta pertamanya, dengan begitu, dia pun pasti akan bekerjasama sampai akhir.
__ADS_1
Pada saat ini, di hadapan Sella, ada tangan dari kedua pria tersebut, sedang menunggunya untuk menggenggam.
Dia sama sekali tidak pernah berhadapan dengan pilihan seperti ini, tapi Tuhan, tidak membiarkan nya memilih, hanya memberikannya sebuah jalan yang harus ia lewati.
Sella melihat Bryan, perlahan ia mengangkat tangannya, mata Bryan tersirat bersinar dan bahagia, ia mengira Sella akan kembali ke sisinya.
Tapi, ketika Sella mengangkat tangannya, tiba-tiba dia dengan tegas meletakkan tanganya di atas tangan Adam.
Adam dengan semakin cepat dan bertenaga menggenggam erat tangannya, dia dengan bahagia menatap Sella, dan juga pada saat ini, dengan berbangga hati melihat ke arah Bryan yang ada disamping.
Karena sebagai seorang pria, bertemu dengan lawan seperti Bryan, bisa membuatnya langsung merasa rendah diri dan tertekan.
Pria ini tidak peduli baik tinggi badan, rupa, atau pun dia keluar dari mobil sport yang dari kalangan jutawan tadi, cukup membuktikan , bahwa dia adalah seorang pria yang unggul dan kaya, dan dia bahkan sama sekali tidak mempunyai standar untuk membandingkan diri dengan Bryan !
Namun pada saat ini, Adam mempunyai sebuah rasa unggul, karena, Sella memilih nya.
Mata Bryan langsung menghitam, dia melihat telapak tangan mereka yang saling menggenggam, amarah dalam hatinya sudah hampir memuncak.
Dia begitu ingin melepaskan tangan mereka, membawa Sella pergi, namun, pada akhirnya ia masih saja tidak mampu berbuat demikian.
Sella melihat bayangan tubuh Bryan sedikit tidak stabil, bahkan bayangan tubuhnya terhuyung saat duduk masuk ke dalam mobil sport, dia begitu ingin melepaskan tangan Adam, dan pergi memapahnya.
Namun, Bryan sudah duduk di dalam mobil sport, mobil tersebut bergemuruh, dan melaju ke arah depan.
Tapi, setelah 100 meter, langsung menginjak rem secara mendadak, di tengah malam, bannya memancarkan percikan api yang menyilaukan mata.
Sella segera melepaskan tangan Adam, lalu berlari ke arah mobil sport itu.
Ada apa dengannya?
Apakah dia menabrak seseorang?
Sella baru saja berlari 1 langkah, ia pun melihat seorang gadis yang terkejut sampai kakinya lemas itu lanjut berjalan hingga ke tepi jalan, dan mobil sport Bryan, lanjut melaju dengan kecepatan yang tadi.
__ADS_1
Ternyata dia tidak menabrak seseorang, dan tadi, cukup mendebarkan untuk sesaat.
Hati Sella sangat khawatir, perasaan Bryan saat ini sedang penuh dengan amarah, apakah sepanjang perjalanan ini ia bisa dengan selamat sampai dirumah? Mungkinkah dikarenakan ketidak stabilan perasaannya, lalu terjadi sesuatu padanya?
Hati Sella terbakar bagaikan api, saat ini, dibelakangnya, Adam berjalan kemari, dia dengan sedikit sedih berkata, “Kenapa tadi kamu menarik ku bersama untuk membohongi nya? Apakah kamu sungguh-sungguh tidak menyukainya?”
Sella melihat arah kepergian Bryan, seperti tidak mendengar perkataan Adam.
Adam melihatnya penuh dengan ekspresi khawatir, dia pun mengerti, Sella menyukai pria ini.
“Karena kamu menyukainya, kenapa kamu mau meninggalkannya?”Adam bertanya lagi.
Sella mendengarnya, pun menjawab, dengan penuh kesedihan ia menjawab, “Karena aku tidak pantas untuknya!”
“Bagaimana kamu bisa tidak pantas untuknya?”
“Intinya tidak pantas.” Sella berbicara dengan bergumam, karena dia sudah terlalu jahat, sekarang dia benar-benar tidak pantas untuknya lagi, bukan karena penampilan,juga bukan karena latar belakang keluarga, namun karean dia sudah menyakitinya.
“Tidak apa-apa, kamu masih ada aku, aku bisa menemani di sisi mu.” Adam tidak peduli bagaimanapun juga, ia tetap merasa senang, karena, Sella menganggapnya sebagai pasangan cinta pertamanya untuk pertama kali.
“Adam, terima kasih kamu telah bekerjasama dengan ku tadi, aku sedikit lelah, aku ingin pulang, kita jumpa besok baik tidak?” Sella berterima kasih padanya.
“Yes, untuk mu! Bawa pulang dan makanlah di rumah!”
“Terima kasih!”
“Jangan sungkan, kamu tahu aku benar-benar ingin memperlakukanmu dengan baik.” Selesai Adam mengatakannya, ia mengelus rambut panjangnya, “Tidak peduli alasan apapun kamu menolak pria yang tadi, asalkan kamu memerlukan aku untuk bekerja sama, aku pasti akan bekerjasama dengan mu tanpa syarat apapun.”
Adam juga berpikir, Bryan kaya dan tampan, bukankah mempunyai banyak wanita? Membuat Sella terluka? Barulah Sella meninggalkannya?
“Terima kasih!” Sella mengatakannya dengan sungkan, dia dengan lelah berjalan ke tepi jalan, dan pada saat ia berbalik meninggalkan Adam, air matanya berderai dengan tanpa peringatan.
Dia hanya memohon 1 hal, berharap Bryan bisa dengan selamat tiba di rumah! Berharap dia dalam masalah asmara ini, jangan terlalu menderita dan bersedih hati, yang terbaik ialah, dia bisa menerimanya dengan tenang dan damai, lalu, melupakan Sella.
__ADS_1
Sella kembali ke dalam kamar, dia menemukan semua barang yang diberikan Bryan padanya, selain kalung yang dijual oleh sang ibu, semua barang yang ada di tangannya, ia bungkus dengan baik, mengembalikannya pada Bryan. Dan terhadap uang 2.000.000 yang pernah diberikan Bryan untuk membantu ibunya, dan uang 500.000, dia bersumpah didalam hati, dia akan menggunakan seumur hidup ini untuk bekerja mencari uang tersebut sampai cukup, dan mengembalikannya semua kepada Bryan.