
Lalu, Christy Lan juga melototinya, tatapan yang penuh maksud jahat dan peringatan, saat Bryan Gong membalikkan badan dan pergi, bibirnya Christy Lan pun tersenyum dengan dingin.
Christopher Lan yang berjalan di depan sambil membicarakan masalah proyek dengan Bryan Gogn, tidak memperhatikan ekspresi wajah Christy Lan.
Tapi, Jayce Ji melihatnya, setelah mereka pergi menjauh, Jayce Ji melihat ke Sella Ji, dengan perhatian Ia bertanya, “Wanita tadi ada dendam apa dengan kamu?”
Sella Ji tersenyu, dan berkata, “Ia tahu hubungan aku dan Bryan Gong dulu, mungkin tidak senang dengan aku.”
“Jangan pedulikan Dia.” Jayce Ji menghiburnya.
“Iya! Aku tidak akan peduli padanya.” Habis ngomong Sella JI melihat ke arah Bryan Gongm hanya melihat Asistennya membawa mobilnya dan pergi, dan Christy Lan dan pria yang disampingnya bersama-sama masuk ke mobil.
“Kak, kita juga kembali ke kantor yuk!”
“Sayang sekali, aku mengira setidaknya masih ada peluang sebesar 50%, tidak menyangka sekali Bryan Gong ikut campur, bahkan sedikit kesempatan pun tidak ada.” Jayce Ji menghelakan nafas.
Suasana hati Sella Ji sedikit kacau, namun di dalam urusan bisnis, hal seperti ini memang tidak ad acara lain, memang sudah hukum alam, orang kuat yang akan bertahan, hanya dengan cepat dan tepat, merebut peluang, baru bisa mendapatkan keuntungan.
Kembali ke kantor, Jayce Ji membiarkan Dia beristirahat sebentar, Jayce Ji kembali ke kantor untuk membuat perubahan pada rencana masa depan, Sella Ji duduk di meja, sambil menopang dagunya seperti sedang memikirkan sesuatu, dalam sekejap, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5.
Tiba-tiba, hpnya yang disamping berbunyi, Dia mengambil hpnya dan melihat, nama yang diatas hpnya membuat Ia terkejut, kenapa Bryan Gong bisa meneleponnya?
Dia meneleponnya pada saat ini untuk apa?
Dengan wajah yang bingung, di saat yang sama, Ia merasa sedikit canggung dan mengangkat telepon tersebut, “Halo!“
“Aku ada dibawah kantor kamu, turun, ada yang ingin aku berikan kepadamu.” Di sebelah sana, suara pria yang rendah tersebut memberikan perintah dengan tegas.
Sella Ji tertegun, “Barang apa!”
__ADS_1
“Turun dulu nanti baru dibicarakan.” Habis ngomong, Bryan Gong langsung menutup telepon tersebut.
Sella Ji mengedipkan matanya, berpikir dengan beberapa detik, namun Ia tetap tidak terpikirkan barang apa yang akan diberikan oleh Bryan Gong, semalam Dia juga tidak meninggalkan apa-apa di rumahnya!
Sella Ji sambil membawa hpnya turun ke bawah, Dia keluar dari lobi kantornya, langsung melihat disamping air mancur kantornya ada sebuah mobil sport yang sedang parkir disana, kalau bukan punya Bryan Gong, punya siapa lagi?
Sella Ji berjalan ke sana dengan langkah yang cepat, jendela mobil tidak terbuka, Dia pun hanya bisa membuka pintu mobil kursi penumpang dan duduk ke dalam mobil, Bryan Gong ada di dalam, dengan setelan yang formal, memancarkan hawa tekanan.
“Kamu ada urusan apakah?” Sella Ji menutup pintu mobil, hatinya pun menjadi sedikit bingung, tidak tahu apakah karena setelah 3 tahun, hawa dari Bryan Gong membuat Ia merasa sedikit agresif, jika banyak berinteraksi dengannya, Ia tidak bisa menahan diri untuk merasa gugup.
“Pagi dari keluar dari rumah ku, kenapa kamu tidak menyapa dulu?” Bryan Gong sambil berkata, menunjukkan ketidaksenangan.
Wajah cantik Sella Ji menjadi memerah, masalah semalam Ia tidur di rumahnya, membuat Ia merasa sangat malu, lalu Ia menarik nafas dengan perlahan, “Maaf, semalam aku benar-benar ngantuk sekali, sampai tertidur, kamu seharusnya mengantar aku ke rumahku, kamu bangunkan aku saja.”
Apakah sudah menyusahkan Dia?
Hati Sella Ji merasa sakit, lain kali pergi dari sisinya? Sepertinya, Dia sekarang juga tidak berada disisinya juga! Ucapan ini terdengar mesra, dan membuatnya sedih.
“Kamu suruh aku turun, bukannya ada sesuatu yang ingin kamu berikan kepadaku?” Sella Ji mengubah topik, tidak ingin terus membicarakan masalah semalam.
Bryan Gong memberikan sebuah dokumen yang ditaruh di samping kepada Sella Ji, “Berikan kepada Kakakmu.”
“Apa ini?” Sella Ji terkejut, jangan-jangan Dia datang mencari Kakak Besar?
“Ini adalah kontrak dari tanah proyek yang Kakakmu inginkan, aku berikan kepadanya.” Bryan Gong berkata dengan santai.
Sella Ji malah terkejut, Dia melototi matanya dengan perlahan, “Kamu berikannya kepada Kakakku?”
“Aku tidak tertarik terhadap tanah ini, jadi aku memberikan kepadanya.” Bryan Gong melihat ke Sella Ji, “Anggap sebagai buah tangan kita bertemu lagi.”
__ADS_1
Wajah Sella Ji memang sudah terlihat memerah, sekarang pun menjadi semakin hangat, nafasnya pun menjadi sedikit sesak dan berkata, “Kamu jangan seperti ini, jika pacar kamu tahu, ini sangat tidak adil baginya.”
“Pacar aku?” Bryan Gong menyandarkan badannya ke samping dengan malas-malasan, dengan elegan Ia menyandarkan tangannya ke stir, menatapnya, “Aku darimana punya pacar?”
Sella Ji terbengong karena senyum kompleksnya yang susah dipahami ini, sambil bergumam dan berkata, “Terakhir kali di wanita yang makan bersama kamu di Negara M itu!”
“Oh! Yang kamu maksud itu Dia, Dia memang salah satu wanita yang paling aku cintai.” Bryan Gong sengaja membuat Dia penasaran.
Mendengar ucapan tersebut, wajah merah Sella Ji terlihat sedikit pucat, mendengar Ia berkata wanita yang paling Ia cintai, hatinya tidak menahan untuk merasa sakit, Dia pun yakin bahwa wanita tersebut adalah pacarnya.
Sella Ji dengan sedikit kaku sambil membawa kontrak tersebut, dan bertanya kepada Bryan Gong, “Kamu yakin ingin berikan ini kepada Kakakku?”
“Sebenarnya aku berikan kepadamu, jadi kamu yang berutang budi.” Bryan Gong mengigit bibir tipisnya, terus menatap ke Sella Ji.
Sella Ji tidak berani menatap matanya, apa yang salah dengan pria ini? tadi masih berkata kalau Dia sudah memiliki wanita yang Dia cintai, dan sekarang malah bersikap baik terhadapnya, jangan-jangan Dia juga ingin selingkuh kah?
Sella Ji dengan sedikit kesal dengan Bryan Gong yang berubah menjadi seperti ini, Bryan Gong yang Ia suka, adalah orang yang setia, bukan pria yang tidak serius dan suka berfoya-foya.
“Tuan Muda Gong, harap kamu bertanggung jawab terhadap pacarmu, kontrak ini, aku tidak bisa terima.” Habis ngomong, Sella Ji mengembalikan kontrak tersebut kepadanya, walaupun membiarkan Ji’s Corp kehilangan sebuah proyek besar, Dia juga tidak bisa menerima hadiah yang Bryan Gong beri.
Bryan Gong tertegun, Dia menarik kembali tatapan yang memberi tekanan kepada orang itu, Tidak menerima kontrak yang Sella Ji kembalikan, lalu dengan mengejek diri sendiri Ia menghelakan nafas dengan dingin, “Aku masih lajang, darimana aku punya pacar.”
“Wanita itu bukannya? Dia bukannya wanita yang paling kamu cintai?” Sella Ji merasa apakah Dia kehilangan ingatan? Tadi Dia baru mengatakan demikian sekarang sudah lupa.
Tatapan Bryan Gong terlihat sekilas ada maksud ingin menggodanya, “Iya! Dia merupakan wanita yang paling aku cintai, dan sampai sekarang wanita yang aku cintai sudah ada dua, mereka satu adalah Ibuku, dan adikku.”
Benak Sella Ji seperti meledak, kosong selama beberapa detik, sambil melototi matanya, setelah beberapa saat Ia baru menyadarkan diri, “Wanita itu adalah adikmu?”
Bryan Gong menatapnya dengan tidak memberi kepastian, “3 tahun yang lalu aku sudah ingin memperkenalkan kalian berdua, sayangnya, kamu sudah tidak mau dengan aku lagi.”
__ADS_1
Wajah Sella Ji menjadi merah lagi, apa maksudnya tidak mau dengan Dia lagi? Ucapan ini memiliki sebuah rasa mesra yang tidak dapat dijelaskan. “Itu…..adalah adikmu ya! Maaf, aku telah salah paham.” Sella Ji meminta maaf, tapi hatinya memiliki sebuah rasa lega yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, seperti sesuatu yang sudah lama tersimpan dihatinya, tiba-tiba merasa lega.