Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Bermimpi Bertemu Dengannya Lagi


__ADS_3

Di tengah sebuah padang rumput yang tidak berujung, bunga-bunga liar terlihat berayun, sepoian angin berhembus kesana dan kemari, langit dipenuhi dengan awan putih yang sedang berjalan, cahaya matahari yang menusuk mata tetapi tidak membakar kulit menyinari padang rumput dan memantulkan cahaya keemasan.



Sella Ji berjalan di sebuah jalan kecil, ia kemudian bersujud, perlahan memetic sekuntum bunga asteroideae liar, melihatnya sejenak, lalu menaruhnya di telinganya seperti anak kecil, ia kemudian tersenyum dan terus berjalan maju.



Setelah berjalan tidak tahu berapa jauh, ia tiba-tiba mendengar suara anjing menggonggong dari belakangnya, ia terdengar sedang berlari senang ke arahnya, Sella Ji menghentikan langkah kakinya, lalu bergegas berpaling dan melihatnya.



Ia melihat seekor anjing Doberman hitam dengan bentuk tubuh yang kuat berlari menghampirnya dari kejauhan, disertai tubuhnya yang ramping itu, serta mata bulatnya yang hitam, ia berteriak sebisanya,”Hero...”



Hero langsung berlari ke sisinya, bersujud di samping kakinya, menjulurkan lidahnya, lalu menggoyangkan ekor pendeknya it uke arhanya, Sella Ji tersenyum dan ikut bersujud, ia mengulurkan tangannya, lalu perlahan mengelus kepalanya yang kokoh itu.



“Hero, mengapa kamu bisa disini?” Setelah selesai berbicara, Sella Ji perlahan tersenyum,”Sudah lama sekali tidak bertemu!” Setelah selesai berbicara, sudut matanya tertuju ke arah sosok dengan bayangan kabur yang sedang berjalan ke arahnya, Sella Ji langsung menahan nafasnya, ia mengangkat kepalanya, bayangan Bryan Gong tiba-tiba memasuki ruang lingkup tatapannya, ia terlihat mengenakan sebuah jas santai yang berwarna abu-abu, dengan kemeja hitam di dalamnya serta celana yang ketat, rambut hitamnya terlihat rapi, sepasang mata yang serupa dengan mata manga itu terletak dibawah alis matanya, tatapan hangatnya disertai oleh bibirnya yang terlihat tersenyum.



Sella Ji lupa untuk bernafas untuk sekejap, ia berjalan selangkah demi selangkah mendekati lelaki yang akhirnya menghampiri sisinya sambil menahan nafasnya, matanya pun mulai terlihat berkaca-kaca.



“Bryan...... Apakah ini benar-beanr dirimu?” Tanya Sella Ji perlahan.



“Hero, siapa yang menyuruhmu untuk sembarangan berlari? Untuk apa kamu datang kemari? Apakah kamu tidak bisa menunggu pemilik wanitamu?” Hero langsung menyingkir dari kaki Sella Ji, lalu berjalan ke arah belakang tubuh Bryan Gong dan menggonggong dengan semangat, Sella Ji pun merasakan sebuah firasat buruk.



Pada saat ia mengangkat kepalanya, ia melihat baynagan seorang wanita yang sedang tersenyum berjalan ke arahnya dari kejauhan, ketika wajahnya semakin mendekat, ekspresi wajah Sella Ji pun langsung berubah, itu adalah Christy Lan.



Christy Lan mengenakan gaun yang trendi, pada saat ia berjalan kemari, Bryan Gong tersenyum mengulurkan tangannya, Christy Lan langsung perlahan berlari ke sisinya, menggandeng tagnannya, lalu tatapan dingin Bryan Gong tertuju kepadanya.



Perasaan Sella Ji langsung terasa sangat sakit dalam sekejap, ia terlihat terengah-engah seperti orang yang mengidap penyakit kronis, lalu bergerak mundur secara perlahan.



Christy Lan juga tiba-tiba berpaling melihatnya, lalu menyindirnya,”Kak Bryan adalah milikku, kamu sebaiknya berdiri lebih jauh darinya.”


__ADS_1


Bryan Gong menggandengnya, lalu membawa Hero berjalan ke arah padang rumput, ia terdiam di tempat ia awalnya berdiri, melihat mereka berjalan ke bawah sebuah tenda besar, seorang koki terlihat sedang mempersiapkan sebuah makan siang yang romantis untuknya, tetapi tatapan Bryan Gong tidak pernah tertuju kepadanya sejak awal hingga akhir.



Seakan-akan ia kini menjadi orang yang membuatnya merasa sangat benci.



“Bryan...Maaf...,”mata Sella Ji tiba-tiba berkaca-kaca dan terus berputar.



“Woof woof......,”suara anjing menggonggong yang cukup jelas tiba-tiba menghampiri telinga Sella Ji, ia membuka matnaya dan melihat lampu kandil yang bergantung di langit-langit, sedangkan suara anjing menggonggong benar-benar terdengar dari luar jendelanya.



Sella Ji menghirup nafas yang dalam, bekas tetesan air mata dari sudut matanya itu membasahi bantalnya, ditambah lagi dengan perasaan hati yang hancur, ternyata semua itu hanyalah mimpi.



Ia sudah lama sekali tidak pernah bermimpi seperti ini, namun ia kini bermimpi bertemu dengannya lagi.



Sella Ji tersenyum sedih, setiap kali ia mimpi seperti ini, hatinya selalu saja merasakan sakit yang sama dengan perasaan sakit yang pertama kali ia rasakan pada saat itu, sakit hingga membuatnya tidak bisa bernafas, seakan-akan hatinya terbuat dari serpihan-serpihan lemah yang akan hancur jika perlahan diketuk lagi.



Ia berjalan ke depan jendela, membuka setengah tirainya, anjing tersebut adalah milik dari pemilik vila seberang, anjing itu adalah seekor anjing golden retriever, Sella Ji tidak keberatan dengan suara gonggongannya, sebaliknya ia merasa suara gonggongan anjing ini membuatnya merasa sangat akrab.




Sella Ji teringat akan Hero, walaupun waktu sudah berlalu cukup lama, namun ia tetap saja teringat kembali akan kegemasan Hero, jelas-jelas dia adalah seekor anjing yang galak, namun ia tetap saja ramah.



Ia berjalan keluar setelah mencuci wajahnya, melihat jam, waktu menunjukkan pukul setengah delapan, ia tidak ingin melanjutkan tidurnya, sehingga ia mengganti pakaiannya dan mengenakan t-shirt panjang yang santai, lalu turun ke lantai bawah.



Ketika tiba di tangga, ia dapat mendengar suara yang berasal dari dapur, ia tercengang sejenak, saat ia tiba di dapur, ia melihat Jayce Ji mengenakan celemek berwarna abu-abu dan sedang mempersiapkan sebuah sarapan bernuansa timur, Sella Ji bersandar di depan pintu sambil tersenyum hangat.



Jayce Ji menyadari bahwa ia sedang berada did epan pintu, sehingga ia berpaling dan tersenyum,”Kamu sudah bisa sarapan sebentar lagi.”



“Baik! Aku tidak terlalu terburu-buru, selama rasanya enak saja,”Sella Ji tersenyum.

__ADS_1



“Seharusnya tidak terlalu buruk,”Jayce Ji sepertinya merasa sangat percaya diri terhadap kemampuan memasaknya.



Sella Ji mendorong pintunya dan keluar, lalu melihat alat penyiram bunga, ia mengambilnya, lalu mulai menyirami sekelilingnya, ia tiba-tiba teringat akan mimpinya yang terasa sangat nyata itu, mungkin karena wangi dari bunga yang berada di luar jendelanya!



Ditambah lagi dengan suara anjing yang menggonggong, jadi keadaan di mimpinya dan kenyataannya bergabung, lalu menyebabkan mimpinya tadi pagi itu terasa sangat nyata.



Tidak peduli bagaimanapun, ia tidak ingin bermimpi seperti itu lagi, ia sudah seharusnya melupakan semua luka yang sudah berlalu.



Lagipula, ia tidak akan bertemu dengannya lagi untuk seumur hidupnya, Sella Ji tersenyum sedih, botol air yang berada di tangannya tiba-tiba menyiram sisi kakinya, ia kemudian menyadari bahwa ia tercengang tercengang sambil menyiram air.



Ia kembali ke ruang utama setelah selesai mencuci tangannya, Jayce Ji sudah selesai mempersiapkan sarapannya, ia duduk, lalu meminum susu yang hangat, Jayce Ji yang duduk berseberangan dengannya melihat wajahnya sedikit memucat, ia pun merasa sedikit terkejut dan berkata,”Apakah kamu tidak bisa tertidur lelap kemarin malam?”



Sella Ji tersenyum,”Aku mungkin belum terbiasa, sehingga aku tidak bisa tertidur terlalu pulas.”



“Istirahatlah yang cukup nanti siang, aku akan membawa menghadiri perjamuan malam untuk melegakan diri nanti malam.”



“Perjamuan malam? Atas identitas apa aku pergi nanti?” Tanya Sella Ji dengan penasaran.



“Kedudukanmu di Ji’s Corp. masih belum diumumkan, jadi kamu akan masuk sebagai pasangan wanitaku untuk sementara, Sella, kamu harus lebih sering menghadiri acara-acara seperti ini,”ucap Jayce Ji sambil menatapnya dengan serius.



Sella Ji tersenyum dan menganggukkan kepalanya,”Baiklah! Aku hanya khawatir kamu tidak bisa melirik wanita lain jika aku berada di sisimu, hal ini akan membuatmu kekurangan kesempatanmu!”



Tatapan Jayce Ji terlihat lembut dan bergemilang,”Tidak apa-apa! Aku hanya perlu kamu di sisiku.”



Sella Ji tersenyum dan melahap sebuah roti, lalu bersorak memujinya,”Hmm, kemampuan memasak kakak benar-benar hebat, bahkan roti saja bisa terasa seenak ini!”

__ADS_1



“Makanlah lebih banyak jika kamu menyukainya, selama aku berada di sisimu kedepannya, maka aku akan menjaga makanan dan minumanmu.” “Hmm! Baiklah.”


__ADS_2