Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Malu sekali


__ADS_3

Dan itu adalah, ketika panas, orang-orang pasti ingin melepaskan pakaian mereka.



Sella Xia yang sekarang juga tidak tahu kemana dirinya pergi di dalam mimpinya itu, dia hanya tahu bahwa dirinya merasa sangat panas, jadi dia menjulurkan tangannya dan meraba ujung kaos yang dikenakannya itu, lalu dalam keadaan setengah sadar itu, Sella Xia melepaskan atasannya, dibalik kaos itu, dia hanya mengenakan tank-top olah raga berwarna merah muda.



Sella Xia merasa jauh lebih baik setelah melepaskan kaosnya itu, dia kemudian kembali tertidur dengan pulas.



Selesai mandi, meskipun tadi Bryan Gong juga meminum segelas anggur, tetapi dia tidak merasa mengantuk sedikitpun, tidak hanya itu, dirinya terus mengkhawatirkan Sella Xia, kondisinya yang mabuk malam ini membuatnya tidak bisa tenang.



Setelah berpikir panjang, Bryan Gong memutuskan untuk berdiri dan keluar, lalu ketika sampai di depan pintu kamar Sella Xia, dirinya menjadi ragu untuk beberapa saat, tetapi dia akhirnya memutar gagang pintu itu dan masuk tanpa mengetuknya lagi. Dia membiarkan sebuah lampu dinding untuk tetap menyala sewaktu dirinya keluar dari sana, dan sekarang, dibawah cahaya lampu yang redup itu dirinya melihat gadis yang berada di atas tempat tidur itu sudah bukan gadis yang tidur dengan rapi itu lagi, dia yang sekarang hanya mengenakan sebuah atasan tank-top yang memaparkan pinggangnya yang kecil dan ramping, dan dibawah cahaya lampu itu, celana jeans yang ketat itu membuat tubuh langsingnya terlihat sangat elok dan memikat.



Bryan Gong langsung menutup matanya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa gadis itu akan tidur tanpa atasannya ketika dirinya masuk untuk kedua kalinya.



Tetapi karena khawatir apakah gadis itu ada muntah atau tidak, Bryan Gong tidak memiliki pilihan lain selain berjalan ke depan gadis itu, dan ketika dia membungkukkan tubuhnya, dirinya hanya melihat sosok Sella Xia yang tertidur dengan sangat pulas, bibir merah gadis itu sedikit bergerak-gerak, kulit putih merah mudanya itu terlihat sangat halus dan lembut dibawah cahaya lampu, seperti memancarkan aroma harum yang samar.



Bryan Gong tiba-tiba merasa napasnya menjadi sedikit tidak beraturan dan pendek, membuat dirinya bisa mendengar suara napasnya sendiri di dalam kondisi tempat yang sunyi itu.



Dan diwaktu itu, Sella Xia refleks merubah posisi tidurnya dari menyamping menjadi telentang, dan lagi, demi merasa nyaman, dia masih menjatuhkan kedua lengannya kesamping, membentuk sebuah huruf T, membuat semua tempat yang harus terpapar keluar itu terpapar dengan jelas dibawah cahaya lampu, menampilkan seluruhnya untuk dinikmati oleh pria disampingnya itu.



Mata Bryan Gong langsung menjadi gelap, gadis itu memang memiliki maksud apapun, tetapi dia justru bisa merasakan dengan jelas bahwa dirinya sudah terpengaruh oleh gadis itu.



Sebagai seorang pria berumur dua puluh empat tahun, sebagus apapun kemampuannya untuk mengendalikan dirinya, Bryan Gong juga memiliki reaksi dan pemikiran yang dimiliki oleh seorang pria dewasa.



Bryan Gong kemudian keluar dari sana dengan terburu-buru, dia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan begitu terpengaruh oleh gadis itu, sangat terpengaruh sampai dia merasa semua pemikiran yang lama terpendam dalam dirinya itu menjadi bangkit kembali, dan tidak bisa dikendalikannya.



Dirinya masih bisa mendengar dengan jelas suara napasnya ketika sudah kembali kedalam kamarnya.



Malam itu, Sella Xia tertidur dengan sangat pulas, tetapi Bryan Gong justru masih terus terjaga hingga subuh, dia khawatir dengan gadis itu, jadi, dia pasti akan pergi untuk melihat kondisi gadis itu setiap satu jam sekali, tetapi rasa khawatirnya itu terus muncul meskipun dirinya sudah memastikan kondisi gadis itu lagi dan lagi.



Dan setelah berkali-kali mondar-mandir seperti itu lah, dia baru memastikan bahwa Sella Xia baik-baik saja dan tidur pada jam empat subuh lebih.


__ADS_1


Pagi hari.



Ketika Sella Xia membuka matanya, matahari di balik jendela itu sudah bersinar terang, dia langsung bangun dengan hati yang gembira, tetapi dia merasa sedikit dingin.



Dan ketika dirinya menunduk untuk melihat, dia langsung menarik selimut tipis disampingnya untuk menutupi tubuhnya karena malu, astaga! Kenapa dia bisa tidur tanpa mengenakan pakaiannya?



Tidak, meskipun dirinya masih mengenakan tank-top berwarna merah muda itu, tetapi baginya, itu sudah keluar dari batasan yang bisa diterima oleh dirinya.



Dan ketika dia melihat kaos yang terpapar disampingnya itu, dia langsung teringat akan gerakannya yang seperti melepaskan pakaiannya sendiri kemarin malam itu, mengingat hal itu dia langsung mengambil kaos itu dan memakainya kembali.



Disaat yang bersamaan, Sella Xia refleks berpikir, kemarin malam, Bryan Gong tidak datang lagi ke kamarnya kan?!



Kalau seandainya ada, bukankah itu tandanya dia sudah melihat seluruhnya? Astaga! Memalukan sekali!



Setelah memikirkan hal itu, Sella Xia melakukan sebuah gerakan konyol, lalu menundukkan kepalanya dan melihat daerah yang sedikit datar ditubuhnya itu, malu, malu, benar-benar memalukan!



Sella Xia merasa seperti ingin menangis, tetapi dia juga terus menghibur dirinya sendiri dengan berpikir bahwa Bryan Gong pasti tidak ada masuk kembali ke kamarnya.




Seroang koki datang untuk membuatkannya sarapan, Sella Xia lalu menyantap sarapannya seorang diri sambil terus menunggu Bryan Gong bangun, sampai sekitar pukul sebelas, ketika dirinya sedang duduk di sofa itu sambil membaca buku itulah,



Dia akhirnya melihat sosok Bryan Gong turun dari atas, tubuh pria itu dibalut dengan setelan santai berwarna abu-abu, rambut hitamnya sedikit berantakkan tetapi hal itu tidak mempengaruhi ketampanannya.



Wajah cantik Sella Xia seketika memerah, mengingat dirinya yang mabuk dan bermanja-manja memeluk pria itu kemarin malam, dia benar-benar merasa malu.



Apa Bryan Gong akan merasa dirinya terlalu asal dan sengaja ingin mencari perhatian?



Bryan Gong melihat gadis itu dan meskipun dia yang sekarang sudah mengenakan pakaiannya, tetapi gambaran pertama yang muncul dalam benaknya itu tiba-tiba adalah Sella Xia yang hanya mengenakan atasan tank-topnya kemarin malam itu.



Karena ingatan itu masih sangat kuat, Bryan Gong refleks menghadap gadis itu sambil berpura-pura tenang dan menyapanya, “Pagi.”

__ADS_1



“Pagi!” Ucap Sella Xia sambil tersenyum, tetapi dia tidak berani menatap pria itu.



Bryan Gong tahu bahwa gadis itu merasa malu, jadi dia berdeham dan bertanya, “Bagaimana tidurmu kemarin malam? Nyenyak?”



Sella Xia langsung menganggukkan kepalanya, “Iya, aku tidur nyenyak sekali.”



Selesai mengatakan hal itu, Sella Xia tidak bisa menahan dirinya untuk memastikan, sambil menggigit bibirnya, dia bertanya dengan suara yang pelan, “Itu… setelah kamu pergi dari kamarku kemarin malam, apa kamu ada masuk kembali?”



Bryan Gong tahu bahwa gadis itu adalah seorang yang sangat pemalu, karena itu dia langsung menjawab dengan tenang, “Tidak, aku kemarin terus berada di kamarku sambil membaca buku sampai jam dua subuh.”



Sella Xia langsung merasa lega setelah mendengar jawaban itu, seperti dugaannya, pria itu tidak masuk kembali setelah dia keluar, dan untung saja dia tidak masuk lagi, kalau tidak, dirinya akan benar-benar merasa malu.



Tetapi, hal yang tidak diketahui sama sekali oleh Sella Xia adalah bahwa Bryan Gong tidak hanya ada masuk kembali, dia juga masuk dan keluar sekitar empat kali setelah itu dan melihat seluruh daerah serta tempat yang tidak seharusnya dilihat dan dinikmatinya itu.



Ketika mereka sedang menyantap makan siang, Hero berlari masuk, dirinya sudah benar-benar rindu setelah berpisah selama sehari semalam dengan majikannya itu.



Dalam hatinya, Sella Xia berpikir bahwa dirinya sudah harus pergi bekerja hari ini, libur musim panas itu tanpa terasa sudah berlalu sebulan, masih ada waktu satu bulan lagi, dia harus memanfaatkan waktu ini untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi.



“Aku akan pergi ke tempat kerjaku hari ini.” Ucap Sella Xia memberitahu Bryan Gong.



“Kakimu sudah tidak sakit lagi?” Bryan Gong tidak menghalangi gadis itu, dia hanya bertanya karena khawatir.



Sella Xia menggelengkan kepalanya, “Sudah tidak sakit lagi, sudah sembuh, aku sudah bisa bekerja sekarang.”



“Baiklah, aku sebentar lagi akan keluar, biarkan aku sekalian mengantarmu.” Jawab Bryan Gong, bekerja bisa membuat gadis itu merasa percaya diri, meskipun dia memiliki uang untuk membuat gadis itu menjalani kehidupan yang baik, tetapi Sella Xia bukanlah seorang yang manja, dan dia tidak akan merasa tenang menggunakan uang yang dia berikan untuknya.



Jadi, dia sangat mendukung gadis itu bekerja, dia akan menjaga gadis itu dari dekat.



Sella Xia langsung mengucapkan terima kasih dengan sangat gembira setelah mendengar perkataan pria itu.

__ADS_1



Jam setengah tiga, Sella Xia datang ke tempat kerjanya dan menemukan kembali hpnya, dia berpikir bahwa ibunya akan meneleponnya, tetapi tidak ada telepon masuk daru ibunya, karena itu dia memberikan telepon kepada Dolores Xia, terdengar suara mahyong dari balik telepon itu, dan lagi, ibunya itu seperti sangat sibuk bahkan untuk mengatakan beberapa kalimat saja kepadanya. Hal itu membuat Sella Xia tidak ingin menganggu ibunya itu lagi dan menutup teleponnya, tetapi dia sebenarnya merasa sedikit kecewa, tidak ada hal baik yang akan datang kalau seandainya ibunya itu terus-menerus seperti itu.


__ADS_2