Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Bertemu Kembali Setelah Tiga Tahun


__ADS_3

Apakah dia sengaja mendekatinya? Atau ini hanyalah sebuah kebetulan?



Siapakah lelaki tadi itu baginya? Apakah dia adalah suaminya? Atau orang kaya yang mendukungnya?



Setelah tiga tahun berlalu, wajahnya tidak terlihat berubah, namun pakaian yang ia kenakan sudah berubah, berubah membuatnya terlihat seperti seorang nona besar yang dibesarkan di lingkungan yang serba berkecukupan.



Bryan Gong tersenyum dingin dan sinis, tiga tahun yang lalu, ia merasa kurang puas dengan apa yang ia miliki dan menginjakkan kakinya pada dua hal yang menguntungkannya pada saat yang bersamaan, tak-tiknya dalam menggoda lelaki tidak pernah berakhir, sudah tiga tahun berlalu, lelaki yang berada di sisinya sepertinya juga terus berganti, bukan!



Lelaki yang dapat diundang ke acara perjamuan malam ini tentu saja memiliki kekayaan yang tidak biasa, sepertinya keahliannya dalam menggoda juga sudah meningkat.



“Mengesalkan!” Bryan Gong melihat kemejanya yang sudah dikotori oleh cairan berwarna ungu dan merasa kesal tanpa alasan, ia mengulurkan tangannya dan menarik lengan tangannya, seakan-akan anggur merah itu adalah Sella Ji sendiri, ia emrasa kesal ketika mereka menempel pada kulitnya.



“SHIT...,”Brya Gong berencana untuk membuka jaketnya, namun ia tidak bisa membuka kancingnya, sehingga ia pun bergumam kesal.



Seorang tamu lelaki yang bersiap-siap untuk masuk dan membuang air kecil ikut terkejut sejenak.



Tubuh Sella Ji terlihat bergemetar, Jayce Ji membawnaya ke sebuah ruang istirahat yang tenang, ia merasa sakit hati ketika melihatnya merangkul lengannya dengan wajahnya yang ketakutan dan memucat, ia pun perlahan bertanya,”Sella, ada apa? Apakah kamu takut dengan lelaki itu?”



Sella Ji menutupi wajahnya dan menggelengkan kepalanya.



“Apakah ia sudah pernah melukaimu sebelumnya?” Suara Jayce Ji terdengar dilintasi perasaan kesal.



Apakah ia melakukan tindakan yang salah? Apakah Bryan Gong pernah melukainya?



Sella Ji menggelengkan kepalanya semakin kencang, ia kemudian hanya menjelaskan,”Tidak... Dia tidak pernah melukaiku sebelumnya... Aku yang sudah melukainya!”



Jayce Ji kembali terkejut,”Katakan kepadaku, apa yang sebenarnya sudah terjadi diantara kalian?”



“Kak, semua itu sudah berlalu, aku sudah tidak ingin mengungkitnya kembali, mengapa ia bisa disini?” Sella Ji bertanya sedikit kebingungan.


__ADS_1


Jayce Ji tentu saja tidak bisa berkata bahwa ia sengaja membawanya datang kemari, ia hanya bisa menghela nafasnya dan berkata,”Orang yang mengadakan acara perjamuan ini adalah orang yang sangat berpengaruh, sehingga ia mungkin menjadi salah satu orang yang ia undang.”



Sella Ji tidak berpikir terlalu panjang, tatapan mata Bryan Gong yang dingin dan tidak berperasaan itu terus muncul dalam pikirannya, ia benar-benar diselimuti oleh aura dinginnya, sudah tiga tahun berlalu, ia berubah menjadi orang yang lebih dewasa dan mempesona, juga semakin tahu jelas siapa yang harus ia dekati danjauhi.



Ia dapat melihat dari tatapannya bahwa ia tidak memiliki sedikitpun bekas terhadap masa lalu, tenang dan tidak goyah, seakan-akan ia sedang melihat seorang lelaki asing.



Walaupun ia tahu jelas ia tidak bisa menyalahkannya, namun hatinya tetap saja terasa terluka dan tersakiti.



“Sella, apakah kamu ingin pergi meninggalkan tempat ini?” Jayce Ji bertanya dengan lembut kepadanya, jika keberadaan Bryan Gong membuatnya merasa sangat tersakiti, maka lebih baik memilih untuk pergi saja!



Sella Ji menggelengkan kepalanya,”Tidak perlu, dia sudah pergi.”



Dia sudah pergi, sehingga ia pergi ataupun tidak, tidak akan terlalu berpengaruh besar, ia kemudian berkata kepada Jayce Ji,”Kak, apakah aku boleh menetap disini dahulu dengan tenang? Kamu boleh pergi menyibukkan dirimu terlebih dahulu, aku akan pergi menemuimu sebentar lagi.”



Jayce Ji kali ini datang tentu saja memang karena ia ingin membincangkan sedikit masalah mengenai bisnisnya dengan para rekan kerjanya, ia kemudian menepuk bahunya,”Baik! Aku akan kembali mencarimu nanti, kamu istirahat dahulu sejenak.”




Sudah tiga tahun berlalu, dalam sekejap mereka bertemu tiga tahu setelahnya.



Mereka kembali bertemu sebagai orang asing.



Kesedihan Sella Ji memenuhi seluruh ruangan istirahat, sedangkan pemandangan yang penuh canda tawa di luar jendela itu benar-benar sangat berlawanan dengan penampilannya yang tersakiti. Robert Ye kemudian membawa pakaian Bryan Gong kemari, ia kemudian mengganti pakaiannya di ruang istriahat yang berebda, pada saat ia melepas kemejanya yang sudah kotor itu, ia langsung melemparnya dengan sikap dingin ke atas lantai, Robert Ye kemudian memberikan sebuah handuk, Bryan Gong membersihkan noda anggur yang menempel pada dadanya, lalu mengenakan kembali kemeja putih dengan model yang sama.



Setelah mengancingnya dengan anggun, ia akhirnya merapikan kacing yang dihiasi berlian pada lengan pakaiannya, lelaki ini kemudian angsung kembali dengan auranya yang anggun dalam sekejap.



“Tuan Muda Gong, apakah kamu berencana memperhitungkan masalah ini dengan orang ceroboh itu?” Tanya Robert Ye di sisinya, karena wajahnya terus terlihat sangat dingin dan membuantya tertekan pada saat ia mengganti pakaiannya.



Sepertinya bosnyua ini sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.



Bryan Gong mengangkat dagunya dengan anggun, Robert Ye kemudian datang menghampirinya, merapikan pakaiannya, mengenakan sebuah dasi baru yang berwarna gelap, tatapan Bryan Gong yang terlihat sedikit menunduk itu kemudian memancarkan cahaya dingin.

__ADS_1



“Tuan Muda Gong, sudah hampir setengah jam, apakah aku perlu membawakan mobilmu ke depan pintu setelah sepuluh menit nanti?” Robert Ye mencoba untuk bertanya sekali lagi.



“Tidak perlu,”Bryan Gong sangat irit dalam berbicara, setelah Robert Ye selesai merapikan segalanya, ia pun berpaling, menarik pitnunya, dan melangkah keluar.



Maggie yang sedang menunggunya di luar itu benar-benar sangat kasihan, ia mengira Bryan Gong akan memerlukan bantuannya ketika mengganti pakaiannya, sehingga ia juga bisa menggunakan kesempatan untuk melihat bentuk tubuhnya, namun siapa yang menyangka bahwa ia hanya memperbolehkan asistennya masuk, hal ini benar-benar membuatnya merasa sangat menyesal.



Namun, bentuk tubuh Bryan Gong benar-benar tidak bisa dideksripsikan dengan kata-kata, karena ia dapat melihat ototnya yang memadat di bawah kemejanya, sehingga tubuhnya ini pasti adalah tubuh yang sehat dan kuat.



“Bryan,”Maggie langsung tersenyum menghampirinya.



Bryan Gong menganggukkan kepalanya sejenak, memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celananya, lalu berjalan menuju ke arah acara perjamuan dengan sikap yang mempesona.



Tatapan Bryan Gong tertuju ke setiap sudut perjamuan, ia kini sedang mencari gadis yang sudah tidak ia temui dalam tiga tahun itu, walaupun ia sangat menolak pemikiran seperti ini, namun hatinya masih saja merasa tidak rela, seakan-akan ia masih bisa memperhitungkan sekali lagi kejadian tiga tahun yang lalu tersebut.



Ia sudah menyelesaikan pengkhianatan yang terjadi tiga tahun yang lalu itu dengan terlalu mudah, sehingga ia ingin menyelesaikannya sekali lagi.



Tidak, ia lebih ingin bertanya, apa yang sebenarnya wanita ini maksud, bukankah ia sudah berkata untuk jangan pernah muncul di depan hadapannya lagi? Mengapa ia harus memunculkan diri?



Bryan Gong dapat melihat Jayce Ji di tengah kerumunan orang-orang, namun Sella Ji tidak terlihat berdiri di sisinya, Bryan Gong menajamkan tatapannya, siapakah lelaki ini?



Jayce Ji tidak memperhatikan bahwa Bryan Gong kembali, ia mengira bahwa ia sudah pegi karena pakaiannya sudah kotor.



Bryan Gong langsung teringat, apakah ia mungkin sedang beristirahat di suatu tempat? Terlebih lagil, di salah satu sisinya ini terdapat cukup banyak ruang istirahat yang disediakan bagi para tamu untuk beristirahat, berbincang, ataupun makan.



Bryan Gong hanya menebaknya sekali, lalu mulai berjalan ke arah sederetan ruang istirahat tersebut, ia berencana untuk pergi mencarinya dengan mengetuk ruangannya satu persatu.



Setelah Sella Ji selesai menangis, ia pun merasa jauh lebih tenang, ia kini bukan lagi gadis yang senang menangis seperti tiga tahun yang lalu, dalam tiga tahun ini, ia sudah melalui banyak sekali pertemuan dan perpisahan yang sangat menyakitkan, sehingga ia pun memutuskan bahwa ia kini sudah dewasa.



Emosinya memang kehilangan pengendalian pada saat ia baru saja bertemu dengan Bryan Gong sebelumnya, ia juga sudah kehilangan pengendalian diri di depan hadapan Jayce Ji. Ia kini sedang duduk di dalam ruang istirahat, kedua tangannya sedang terlipat di depan dadanya, wajahnya yang menawan tetap saja terlihat mempesona walaupun ia sudah menangis, ia memang hanya merias wajahnya dengan sederhana, sehingga riasannya tidak terlihat terlalu buruk.

__ADS_1


__ADS_2