Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Pengakuan Teman Sekolah


__ADS_3

Ada perasaan tidak enak yang muncul, ia mengulurkan tangannya untuk mengangkat telepon, “Halo!”



“Nona Xia, jangan lupa tentang perjanjian kita, dalam setenga bulan, kamu sebaiknya mempersiapkan hatimu, tinggalkan Bryan Gong.” Itu adalah akhir dari suara Christy Lan yang memberi perintah.



Sella Xia tidak ingin berkata apa-apa, ia terdiam.



“Jangan salahkan aku tidak memperingatimu, kesabaranku sudah hampir habis, lagipula, apa yang terjadi diantara kita, sebaiknya jangan diberitahukan kepada orang lain, apalagi kepada Bryan Gong, jangan kira kalau kamu memberitahunya kamu bisa menyelamatkan ibumu, aku tidak tahut!”



“Aku tidak ingin memberitahu siapapun.” Sella Xia menjawab dengan tenang.



“Bagus kalau begitu, waktu berlalu begitu cepat, kamu sebaiknya memakai waktumu dengan baik, jangan berpikir masih dapat tinggal di sisi Bryan Gong, selain kamu meninggalkan dia, tidak ada pilihan lain.”



Setelah selesai berbicara, ia menutup teleponnya.



Sella Xia menggenggam ponselnya erat-erat, jarinya sedikit memutih.



“Sella, ada apa?” Kevin Cheng bertanya dengan kuatir.



“Tidak ada apa-apa!” Sella Xia berpura-pura tidak ada masalah dan tersenyum.



Tepat pada saat itu, ponselnya berbunyi kembali, dia menatap layar ponselnya, melihat nama di layar ponsel itu seperti ada kawat yang tertancap dalam hatinya.



Panik, tidak tenang, juga tidak tahu harus bagaimana.



Itu adalah telepon dari Bryan Gong.



Dia berkata kepada Kevin Cheng, “Aku angkat telepon sebentar.”



“Oke!” Kevin Cheng tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.



Sella Xia mengambil ponselnya dan berjalan ke tempat yang lebih tenang di sampingnya, lalu dia mengangkat teleponnya, “Halo!”



“Kamu sudah bangun? Mengapa tidak meneleponku?” Tuan muda Gong bertanya dengan sedikit tidak senang.


__ADS_1


“Maaf... Aku... Aku baru saja menyalakan telepon.” Sella Xia berbohong dengan perasaan bersalah.



“Aku juga tidak menyalahkanmu, buat apa meminta maaf seserius itu? Siang ada acara apa? Ayo makan siang bersama.” Suara Bryan Gong yang muncul dari ponselnya, terdengar begitu jernih dan memukau.



Napas Sella Xia sedikit tercekik, lalu ia menolaknya, “Sorry, siang hari di rumahku ada tamu, aku harus tinggal di rumah membantu Ibu menjamu tamu.”



“Wah, kebetulan sekali? Baiklah! Kita janjian malam saja.” Bryan Gong tidak marah.



Sella Xia menutup matanya, lalu melanjutkan menolaknya dengan kejam, “Tamunya mungkin akan tinggal sampai malam, aku... aku harus berada di rumah!”



Bryan Gong terdiam sejenak dengan suram, “Oke, kalau begitu jam 9 nanti aku kesana mencarimu, kamu turun, kita bertemu.”



“Terlalu malam, kamu pulang ke rumah istirahat saja!” Sella Xia ingin mendorongnya pergi.



“Tidak bertemu denganmu, aku tidak bisa tidur.” Bryan Gong tertawa dengan hangat.



Kalimat itu, kalau saja tidak dikatakan sebelum kejadian ini, Sella Xia pasti akan merasa sangat manis, tapi sekarang, lelaki itu semakin mengekspresikan rasa suka dan cintanya, dia akan semakin merasa frustrasi.



“Harus bertemu kah?” Sella Xia sedikit mendesah.




Sella Xia menggenggam ponselnya, mendengar kata-katanya, malah menitikkan air mata.



Dia menggunakan tenaga yang sangat besar, baru dapat mengendalikan napasnya, dan dengan tenang berpura-pura sibuk berkata, “Tamu sebentar lagi tiba, Ibu menyuruhku membeli beberapa barang, kita bicara nanti lagi ya?”



“Oke! Pergilah! Hati-hati di jalan, kamu begitu cantik, aku takut akan diculik orang.” Bryan Gong tidak kehilangan suaranya yang penuh humor.



Saat Sella Xia meletakkan ponselnya, detik itu juga hatinya hancur berkeping-keping, dia hanya berdiri disana, menutup mulutnya, menahan kesedihannya, menangis sekencang-kencangnya.



Ketika Kevin Cheng muncul, pas melihat situasi itu, hatinya panas, dengan cepat ia kesana, sambil mengulurkan tissue, sambil bertanya, “Kenapa? Ada masalah apa? Siapa yang menjahati kamu? Pacarmu?”



Sella Xia menerima tissue darinya, menekan matanya yang tak berhenti meneteskan air mata, dia menggelengkan kepalanya, hanya mampu menggelengkan kepala, tidak mampu berkata apa-apa.



Sampai Sella Xia tenang, sudah sepuluh menit setelahnya, Kevin Cheng di sampingnya hendak menenangkannya, namun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.

__ADS_1



“Aku tidak apa-apa, terima kasih, Kevin Cheng.” Sella Xia menghembuskan napas panjang, lalu menjadi tenang.



“Sebenarnya kenapa? Kalau pacarmu memperlakukanmu tidak baik, putus saja! Ada banyak orang yang menyukaimu, kalau benar-benar tidak bisa, aku rela menyayangimu, menjadi orang yang menjagamu.” Kevin Cheng mengambil kesempatan untuk mengakuinya, tatapannya kepada wanita itu penuh dengan cinta.



Sella Xia tampak terkejut, matanya yang merah menatap lelaki itu, ada sedikit perasaan panik. Kevin Cheng dengan tegas menatapnya, tidak melarikan diri, “Sella, kamu tidak tahu? Saat SMP, ketika kamu jadi teman sebangkuku, aku sudah menyukaimu, menyukaimu sudah sangat lama, sampai saat ini, aku masih tak melupakanmu, aku pulang dari luar negri kali ini, selain mengunjungi keluarga, orang yang paling ingin aku temui adalah kamu.”



Sella Xia menatapnya dengan tercengang, melihat teman sebangkunya, juga teman sekolahnya selama beberapa tahun, dia benar-benar tidak tahu kalau lelaki itu memiliki perasaan seperti itu.



“Kevin Cheng... Kamu...” Sella Xia sudah tidak tahu harus berbicara apa.



“Jangan kuatir, aku juga bukannya ingin memaksamu bersamaku, aku hanya ingin bilang, kalau pacarmu tidak cocok dengan kamu, menjahatimu, kamu memiliki pilihan yang lain.” Kevin Cheng dengan lembut menghiburnya.



Sella Xia dengan terluka menggeleng kepalanya, “Dia tidak menjahatiku.”



“Lalu mengapa kamu sesedih ini? Apa karena kalian tidak bisa bersama?” Kevin Cheng bertanya dengan menebaknya.



Rasa sakit di tatapan Sella Xia semakin muncul, Kevin Cheng langsung mengerti, tebakannya benar, dia sangat ingin mengetahui, lelaki yang disukai Sella Xia, sebenarnya seperti apa.



Lagipula, siapapun tidak menganggap diri sendiri lebih buruk.



“Kevin Cheng, maaf, aku harus pulang ke rumah! Selamat tinggal.” Sella Xia balik badan meninggalkannya, baru berjalan beberapa langkah, ponselnya berbunyi pesan masuk, Sella Xia membukanya, itu adalah pesan dari Christy Lan.



Adalah sebuah foto wajah ibunya, yang diambil dari sebuah video, napas Sella Xia langsung berhenti, dia bergegas menghapus foto itu dengan panik, seperti foto itu akan diketahui orang sekitarnya.



Sella Xia sampai di lantai bawah kediamannya, dan melihat ibunya dengan beberapa tetangga mengobrol, beberapa tetangga itu tak tahu darimana mendapat kabar, berkata bahwa pacar Sella Xia sangat kaya, lalu satu per satu dengan iri berkata bahwa Dolores Xia melahirkan anak yang baik!



Perasaan Dolores Xia yang dipuji tetangganya sangat baik, wajahnya penuh dengan senyuman.



Berdiri tak jauh dari Dolores Xia melihat pemandangan itu, dia benar-benar tak dapat membayangkan, bagaimana jika dirinya tidak dapat melakukan permintaan Christy Lan, dan ketika keadaan ibunya dibuka di tengah tetangganya, ibu akan mendapat perlakuan yang seperti apa.



Para tetangga itu masih akan memandangnya dengan tatapan iri seperti inikah? Hanya takut yang paling tidak menyenangkan akan diucapkan keluar, karena ibunya sedikit berlagak tinggi, jadi dia tahu bahwa tetangganya dari luar tampak baik kepada ibunya, namun kenyataannya juga banyak hal-hal buruk tentang ibu yang menyebar.



Dia pernah menjumpai sekali, ibunya dengan tetangga wanitanya yang telah pindah bertengkar, wanita itu berkata-kata yang tidak menyenangkan, ibu duduk dalam kamar diam-diam menangis.

__ADS_1



Dia benar-benar tidak ingin melihat ibunya mendapat perlakuan seperti itu. Sebagai anak, bahkan jika langit mengkritiknya, namun apa yang ia dapat lakukan adalah melindungi ibunya.


__ADS_2