Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Pengalaman hidupnya


__ADS_3

“Pekerjaan yang normal!” Bryan menjawabnya, di bawah matahari sore lengan panjangnya itu mengambil gelas kopi, membuatnya terlihat sangat mempesona.



Detak jantuk Sella berdetak dengan tidak karuan, sebagai wanita normal melihat pemandangan pria yang sangat tampan ini membuatnya merasa malu.



Tapi aura dalam tubuhnya sangatlah kuat, ketampanan yang di milikinya bukanlah seperti pria manja, melainkan tubuhnya mengeluarkan aura yang sangat memikat para wanita.



Bryan meneguk kopinya, mengangkat kepala bertanya “Pekerjaanmu hari ini sudah selesai?”



“Iya! Sudah selesai, besok lanjut lagi.” Sella menganggukan kepala, setelah itu tersenyum dan berkata “Apa kamu ingin lihat hasil pemotretan aku di pajang dimana?”



Bryan berdeham mengiyakan “Beri aku lihat.”



Sella dengan cepat mengeluarkan ponselnya, membuka situs web penjualan berskala besar yang mengunggah fotonya, pengguna web ini mencapai lebih dari 100 juta orang per harinya, Sella mencari salah satu nama toko lalu muncullah foto dia yang mengenakan pakaian kuno.



Setelah melewati beberapa tahap pengeditan, dia di dalam foto itu mengeluarkan aura kecantikan pada jaman dulu, selain itu orang yang menyukai foto itu bertambah dengan pesat, semenjak kemarin malam di sebarkan foto itu, hingga saat ini sudah lebih dari 100 ribu orang yang menyukai foto itu, bisa di bilang ini adalah jenis foto yang sangat bagus.



Bryan menikmati foto itu, lalu dia mengingat nama toko itu, berencana kedepannya jika ada waktu ingin menikmatinya lagi.



“Bagus! Kamu sangat memiliki keterampilan jadi model.” Bryan memujinya.



Sella malu mendengarnya, berkata “Hanya saja aku sedikit pendek.”



Bryan tidak merasakan hal itu “Jangan terlalu pesimis, kamu itu termasuk postur tubuh ideal.” “Aku hanya 163cm saja! Aku harus menggunakan sepatu heels baru bisa memiliki postur tubuh 165cm.” Sella sedikit pesimis, tapi tubuhnya yang ramping itu bisa dibilang lumayan bagus, Sella diam-diam melihat postur tubuh Bryan , dengan penasaran bertanya “Berapa tinggi badanmu!”



“188cm.” Bryan dengan penuh percaya diri menjawabnya.


__ADS_1


Saat ini Sella sedikit membelalakkan matanya, hal ini membuatnya merasa sangat pendek ketika berada di hadapannya.



Bryan melihat wajahnya yang murung, tersenyum berkata “Nanti temani aku jemput Hero, dia sekarang sedang mandi di toko hewan!”



“Apa dia bersedia orang lain memandikannya?”



“Terkadang dia bersedia, kadang-kadang juga dia tidak bersedia.” Setelah Bryan selesai bicara, dia juga tidak tahu bagaimana cara Hero mandi, yang jelas setelah dia mengantar Hero kesana, ada rapat yang harus dia lakukan, jadi dia pun langsung meninggalkannya.



Bryan mengambil kunci mobil, berkata kepadanya “Ayo ! Sekalian bawa dia jalan-jalan.”



Sella tersenyum dan menganggukan kepalanya “Oke!”



Kali ini Bryann membawa mobil SUV hitamnya, ini karena agar Hero bisa duduk di dalam mobil itu, jika dia mengendarai mobil sportnya dia terlihat sangat tertekan. Setelah sampai di toko hewan Bryan dan Sella melihat Hero berada dalam keadaan mengantuk dalam kandang, tapi ketika mereka masuk aura penciumannya langsung bekerja dengan cepat, dia pun langsung membuka matanya, dan mengonggong dengan keras, menggoyangkan ekornya yang pendek.



Bryan tersenyum, berjalan kesana dan menghampirinya “Hero, apa kamu baik-baik saja?’




“Sedikit merepotkan, jadi ketika kami memandikannya, kami harus menggunakan penutup mulut untuknya!” pemilik toko itu sedikit pasrah menjawabnya.



Hero seolah mengerti, dia pun langsung memasang wajah yang tersiksa, sepertinya pemilik toko itu sedang membicarakan pelecehan yang terjadi ketika dia sedang mandi tadi, mata sedih yang di keluarkan Hero membuat Bryan langsung mengeluakannya dari kandang dan mengelus kepalanya untuk menenagkannya.



Hero langsung berjalan ke arah Sella , mendongakkan kepala kearahnya, menggoyangkan ekornya dengan sangat semangat, Sella dengan hati-hati mengelus kepala Hero dan merapikan bulunnya, hal ini membuat Hero sangat menyukainya.



Setelah membayar uang mereka masuk kedalam mobil, Hero duduk di kursi tengah, mata hitamnya melihat kearah depan, sepertinya dia benar-benar seperti anak Bryan dan Sella yang alim.



Setelah sampai di vila, di samping vila ada sebuah taman yang sangat besar, Bryan dan Sella membawa Hero jalan-jalan, tapi mereka dia melepaskan tali ikatan padanya, dan hal ini membuatnya sedikit tersiksa.

__ADS_1



“Kapan bisa membawanya ke tempat yang lebih besar untuk bermain.” Bryan berkata.



“Kita bisa panjat gunung! Disana tidak ada orang jadi dia bisa berlari dengan puas.”



“Baiklah, sabtu ini kita akan pergi! Aku akan mencari tempat dan kamu temani kami pergi.” Bryan menoleh melihatnya.



Hati Sella langsung berdetak dengan cepat, dia benar-benar memiliki rasa berkeluarga dengan Bryan , dia menganggukkan kepala “Baiklah! Aku pasti akan menemani kalian pergi.”



Malam hari Sella mendapat telepon dari ibunya, ibunya mengatakan kalau besok pagi dia sampai, dan bertanya apakah dirinya ada waktu untuk ke stasiun kereta untuk menjemputnya, karena koper yang di bawanya, akhirnya Sella pun menyetujuinya.



Pagi hari, ketika Sella pergi Bryan belum bangun tidur, pukul setenagh tujuh pagi dia sudah keluar, dia menunggu ibunya di stasiun kereta, beberapa saat kemuda dia melihat ibunya keluar dengan membawa dua koper yang cukup menguras tenaganya, Sella pun langsung menghampirinya.



Walaupun Dolores kabus dari kesusahan, tapi dia tetap membawa apa yang seharusnya dia gunakana, bahakan dia masih bisa berdandan dengan sesuai dengan jaman, dia sempat membuat rambut dan kukunya, Dolores benar-benar terlihat sangat modern.



Sella langsung mengambil satu kopernya “Ma, kenapa kamu membawa barang sebanyak ini?”



“Jika sudah di beli tentu saja harus di bawa pulang! Apa mau di buang?” setelah selesai bicara Dolores sadar pakaian yang di kenakan olehnya berbeda, dengan terkejut berkata “Wahh! Sella, apakah baju ini aku yang belikan untukmu? Rasanya aku tidak pernah membelikanmu baju seperti ini!”



Sella langsung menggelengkan kepalanya “Bukan, ini… temanku yang berikan kepadaku.”



Dolores dengan penasaran memegang bahan baju itu “Ini seharusnya baju bermerek! Rasanya sangat halus! Teman seperti apa yang memberikan baju ini kepadamu?”



“Hmm… yang penting seorang teman.” Sella tidak ingin memberitahu ibunya tentang hubungannya dengan Bryan , karena jika dia tahu ibunya pasti akan ada tujuan tertentu.



“Apa itu pria?” Dolores dengan sensitive bisa merasakannya dan bertanya.

__ADS_1



Sella tidak bisa berbohong, dia benar-benar ini berbohong, di bawah tatapan mata Dolores yang tajam dia tidak bisa mengatakan apa-apa, dia diam sejenak, lalu mengganti topic pembicaraan “Ma,ayo kita pulang!” Dolores melihatnya tidak berbicara, tapi dia yakin yag memberikan pakaian ini pasti pria, tapi dia sedikit aneh, apakah putrinya ini sedang pacaran? Siapa pria itu? Bagaimana latar belakang keluarganya? Apa dia kaya?


__ADS_2