
Bagaimanapun semua itu tida begitu baik semua ini bagi ibunya juga tidak bersedia untuk mengungkit masa lalunya yang penuh dengan derita.
“Apakah kamu ingin kembali untuk beristirahat?” Sella bertanya dengan lembut begitu Bryan masuk ke dalam.
“Tidak usah, aku akan menemanimu.” Bryan juga khawatir terhadapnya tentu saja tidak ingin meninggalkannya.
Sella yang melihatnya tidak kembali, kemudian menunjuk kursi yang ada di sebelahnya, “Kamu duduk disini dan beristirahatlah!”
“Baik!” Bryan Gong duduk.
Kedua orang tersebut tidak berbicara tetapi tatapan kedua nya terlihat penuh dengan perasaan.
Sella Xia terus saja mengawasi Dolores yang sedang tertidur, Dolores selama beberapa hari ini tidak tidur dengan nyenyak, akhirnya pada saat ini dia bisa tertidur pulas, dia juga berpikir bahwa dalam waktu singkat ini dia tidak ingin terbangun.
Mungkin dia juga menyadari bahwa di sebelah putrinya ada seorang pria yang baik, dirinya juga merasa tenang.
Sella terus saja menjaga ibunya tetapi dia juga sudah merasa lelah, malam ini karena masalah cincin berlian ini membuat dia sedih terlalu lama, ditambah pagi ini dia harus bangun terlebih awal untuk bekerja, dia yang masih muda ini tidak bisa menahan rasa kantuknya.
Sella mencoba menggelengkan wajahnya, kemudian berbarin di atas kasur, Bryan melihat ke ponselnya, mengangkat matanya kemudian melihat dia yang sudah tertidur, dengan lembut dia mengangkat sudut bibirnya dan membiarkan dia untuk tertidur dulu.
Kamar pasien ini sangat sederhana, dan tadi tidak sempat untuk mengganti kamar pasien Dolores dengan kamar pasien VIP, hanya begitu saja untuk satu malam.
Dini hari.
Sella terbangun karena tangannya keram, dia kaget setelah terbangun, ruangan ini begitu terang, dia segera mengangkat kepalanya, dan dengan segera melihat ke arah Bryan Gong.
Melihatnya yang sedang duduk di sana dengan tangannya yang berada di wajah tampannya yang terlihat lelah, tetapi kedua matanya masih terlihat sangat jernih.
Tiba-tiba Sella merasa kaget dan dengan cemasnya melihat ke arahnya, “Kamu pulanglah! Biarkan aku yang mengurusnya di sini.”
Bryan Gong tersenyum, “Tidak apa-apa.”
“Tidak boleh, kamu sudah harus pulang.” Hati Sella diliputi oleh ketegangan, sudah cukup membiarkan dia terjaga semalaman untuk menemaninya dan membuat hatinya sakit.
__ADS_1
Bryan Gong melihat ke arahnya, “Bisakah kamu mengatasinya?”
“Setelah tertidur sejenak, aku bisa dan cepatlah pulang untuk beristirahat.” Sella berjalan ke sebelahnya, dia sudah tidak peduli perbedaan pria dan wanita, dia merangkul lengannya dan berniat untuk mendorongnya keluar.
Bryan bangkit dan melihat ke arahnya yang baru saja terbangun, melihat wajah bulatnya yang terlihat memerah itu, dia membungkukkan badannya, tidak tahan untuk mencium pipinya sekali.
Sella Xia termenung sejenak, seketika pipinya semakin memerah, dirinya sudah mengenal Bryan Gong dengan cukup lama, dia selalu hidup penuh disiplin tetapi ciuman ini membuat hatinya berdebar-debar.
Bryan Gong yang melihat ekspresinya yang tercengang itu kemudian dengan tersenyum dia berkata, “Apakah kamu tidak suka ciumanku?”
Bagaimana mungkin Sella Xia tidak menyukainya? Dia hanya terkejut sejenak akan tetapi dengan malu-malu dia tersenyum, “Suka.”
Mendengar kata-kata itu Bryan Gong merasa sangat puas kemudian melihat ke arahnya dan berkata, “Setelah keluar dari rumah sakit, hubungi aku kembali.”
“Oke! Baik!” Sella Xia menjawabnya, meskipun begitu dia berpikir bahwa selanjutnya dia tidak akan menyusahkannya lagi.
Setelah Bryan Gong pergi, tidak selang begitu lama Dolores Xia pun terbangun, setelah terbangun sakit kepalanya ternyata sudah menghilang kemudian dia melihat ke arah Sella Xia yang sedang sendirian, dengan penasarannya dia bertanya, “Dimanakah tuan Gong?”
Dolores Xia merasa sedikit menyesal, kemarin malam dia belum benar-benar melihat pacar anaknya!
Pada saat ini, ponsel Sella Xia seketika berdering kemudian ada sebuah pesan singkat, Sella Xia melihatnya dan sedikit terkejut kemudian tangannya menutupi mulutnya.
“Ada apa?” Dolores bertanya dengan penasaran.
Sella Xia melihat ke arah ibunya, berpikir bahwa beban 4 miliyar terlalu berat kemudian berkata kepadanya, “Bryan sudah melunasi hutang 4 miliar kita, ma bisakah kamu berjanji padaku, jangan berjudi lagi.”
Dolores Xia seketika merasa terkejut, “Apa? Dia benar-benar akan memberikanmu uang? Coba aku lihat.” Setelah selesai berkata, dia meraih ponsel Sella Xia dan melihat ada uang 4 miliar dalam pesan tersebut, dia melihatnya beberapa kali dan dengan hati-hati menghitung angka nol.
Setelah memastikan itu adalah 4 miliyar, dia sangat gembira, batu yang menganjal di lubuk hatinya akhirnya memudar, tentu saja pacar putrinya mempunyai uang yang banyak.
Sella Xia mengulurkan tangannya dan meraih lengan bajunya dan memohon, “Ma, bisakah kamu berjanji padaku?”
Baru-baru ini Dolores Xia merasa sangat sial dan juga menyakiti hati putrinya, dia menganggukan kepala “Baiklah, mama berjanji padamu, aku tidak akan berjudi lagi, mari kita lewati kehidupan ini dengan baik.”
__ADS_1
“Iya!” Sella Xia menganggukkan kepalanya, dia berpikir nantinya juga ingin menjaga ibunya baik-baik, lebih banyak menemani dia supaya dia tidak pergi untuk berjudi lagi.
Siang ini Dolores sudah bisa keluar dari rumah sakit, setelah keluar dari rumah sakit, hal pertama yang harus dilakukannya adalah membayar 4 miliar hutangnya, setelah dia mendengar orang-orang Bryan Gong akan menindak lanjuti kasus cincin berliannya itu, dia pun merasa lega.
Dolores Xia membawa kartu Sella Xia untuk menemui managernya, dia tidak akan membiarkan Sella untuk terlibat, beberapa orang bejat tersebut dirinya tidak ingin putrinya melihat ini.
Dolores Xia dan managernya akan bertemu di sebuah kafe, setelah managernya mendengar bahwa dia memiliki uang, dia bahkan membawa mesin kartu kredit.
Dolores sangat benci melihatnya, ketika dia datang dirinya segera melototinya, “Aku sudah datang membawa uang, sekarang aku akan mengesekkannya untukmu, selanjutnya lebih baik kamu tidak menggangguku lagi.”
“Saudari Xia, 4 miliar ini hanya modalnya saja, kami masih harus menghitung bunga dalam beberapa hari, dengan bunga yang harus dibayar kamu masih harus membayar dua ratus juta bunganya.”
“Kalian, kalian ini perampok!” Dolores Xia sudah mengila.
“Ini adalah aturannya, kamu hanya membayar 4 miliyar saja itu belum selesai, kami masih akan meminta dua ratus juta sebagai bunganya.”
Dolores Xia terlihat akan memuntahkan darah, tetapi manager ini terlihat sangat serius dan tidak berbohong.
Dolores mengertakan giginya, “Palingan aku akan membayar seratus juta, tidak lebih lagi.”
“Tidak bisa, dua ratus juta tetaplah dua ratus juta, sepeserpun tidak boleh kurang, jika kamu tidak membayarnya hari ini, mak besok akan berbunga lagi.”
Dia tangan Dolores masih ada dua ratus juta, dulu dia menyimpannya dan tidak membawanya ke kasino, sekarang dia harus mengosongkannya.
Setelah selesai mengesekkan kartunya, dia membayar bunga dua ratus juta itu dan di tangannya hanya tersisa beberapa juta saja.
Akhirnya dia memutuskan untuk tidak berjudi lagi karena tidak ingin hidup yang seperti ini lagi.
Namun batu yang ada di lubuk hatinya sudah menghilang, dirinya juga tidak kembali kemudian dia memlih untuk berkeliling agar menghilangkan kejenuhan dirinya.
Dan di tempat kakak Xia, dia berkata tidak ingin menjual lagi, hal ini membuat kedua orang ini marah dan tidak saling menghubungi lagi.
Di restoran yang mewah, Bryan Gong menerima undangan makan siang dari temannya Christopher Lan, dia tiba terlebih dulu kemudian beberapa saat kemudian Christopher Lan juga tiba, pangeran yang tampan ini juga muncul, pangeran dari Lan Corp juga generasi kedua dari komunitas bisnis yang terkenal.
__ADS_1