Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Tersentuh Pada Suasana Yang Tidak Tepat


__ADS_3

Pada siang harinya, Sella Ji memilih sebuah restoran, mobil sport milik Bryan Gong terlihat menghampirinya, dan berjarak sangat dekat dengan perusahaan.



Setelah duduk di mobil, Sella Ji menceritakan permasalahan wawancara tadi pagi kepada Bryan Gong, Bryan Gong kemudian memujinya,”Baiklah, sepertinya kamu benar-bena rmempunyai aura yang tepat untuk mencari CEO wanita dari Ji’s Corp. kedepannya.”



“Jangan bicara konyol,”Sella Ji tersenyum meliriknya.



“Baiklah! Sekalipun kamu tidak menjadi CEO wanita dari Ji’s Corp., kamu tetap saja harus menjadi nyonya dari CEO Gong’s Corp.,”Bryan Gong memiringkan tubuhnya ke arahnya, nada bicaranya terdengar sangat ambigu.



Hati Sella Ji berdebar sejenak, tidak tahu apa yang sedang ia katakan.



“Ayo bawa Hero pergi jalan-jalan dalam dua hari libur ini! Dia sudah sangat merindukanmu,”Bryan Gong teringat akan Hero yang pergi menemuinya secara pribadi dan tertawa.



“Baiklah! Kemana?”



“Ke daerah pegunungan yang sebelumnya kita daki, aku masih ingin pergi sekali lagi.”



Sella Ji terlihat senang, dia juga ingin pergi sekali lagi, ia sudah sering sekali melihat gunung itu di dalam mimpinya, padang rumput yang hijau, dia benar-benar ingin pergi sekali lagi, bersama dengannya, lalu membawa Hero.



Kedepannya, ini tidak akan menjadi sebuah mimpi lagi, ini adalah kenyataan.



“Hmm! Baiklah,”mata Sella Ji terlihat berkaca-kaca.



Bryan Gong memalingkan kepalanya dan melihat matanya yang sedikit berkaca-kaca, ia terkejut sejenak, walaupun ia sudah melepaskan dirinya sekejam itu tiga tahun yang lalu, namun mengapa ia merasa bahwa ia tidak pernah melepaskannya dalam hatinya?



Mereka makan siang bersama dengan sangat bahagia, setelah selesai makan, mereka bahkan berkeliling di pusat perbelanjaan yang berada dekat dari mereka sejenak, ketika duduk di sebuah kafe, Sella Ji teringat ketika ia pertama kali bertemu dengannya di pusat perbelanjaan karena ia menabraknya, pertemuan selanjutnya juga terjadi dengan sangat kebetlan, ia kemudian pun bertanya kepadanya.



“Aku pernah bertemu dua kali denganmu di pusat perbelanjaan, pertama kali adalah ketika aku menabrakmu, kedua kali adalah ketika kamu tiba-tiba muncul di belakangku, hingga benar-benar membuatku terkejut.”



Bryan Gong kemudian tersenyum kepadanya,”Pertemuan yang pertama memang kebetulan, pertemuan kedua terjadi secara sengaja.”



“Ah? Kamu sengaja melakukannya?” Sella Ji menatapnya terkejut.



“Aku melihat mobilmu masuk ke dalam pusat perbelanjaan, aku mengikutimu masuk ke dalam, lalu diam-diam berdiri di belakangmu dan mengejutkanmu.”



“Kamu...,”sebelum Sella Ji sempat berbicara, ia sudah terlebih dahulu tersenyum dan menatapnya manis.

__ADS_1



Tatapan Bryan Gong tertuju tajam kepadanya, ia sangat menyukai senyumannya yang seperti ini, senyumannya itu terasa seperti cahaya matahari yang paling hangat, pemandangan musim semi yang paling lembut, air yang paling jerni, obat yang paling ampun di dunia ini.



Sella Ji tersenyum, hingga akhirnya merasa kurang nyaman oleh karena tatapannya, wajahnya mulai memerah hingga ia pun memalingkan wajahnya.



Bryan Gong tertawa pelan,”Aku senang sekali melihatmu tersenyum.”



Sella Ji kembali memalingkan kepalanya, dan tersenyum sambil memperlihatkan giginya,”Benarkah?”



“Benar,”Bryan Gong menganggukkan kepalanya dan menjawabnya dengan serus, setelah selesai berbicara, ia perlahan memiringkan tubuhnya sedikit, lalu mengulurkan tangannya,”Aku lebih suka seperti ini.”



Setelah selesai berbicara, ia mencubit wajahnya sejenak, Sella Ji membuka lebar matanya ketika wajahnya itu dicubit sejenak, Sella Ji merasa sangat senang ketika dicubit.



Ia mengangkat kepalanya, lalu berbicara dengan nada yang sedikit keras,”Selain mencubit aku dan adikmu, kamu tidak diperbolehkan untuk mencubit wanita lainnya, apakah kamu mengerti?”



Ketika masih di luar negeri, ia melihatnya mencubit wajah adiknya, ia merasa benar-benar sangat cemburu pada saat ini, namun ia kini merasa bahwa itu hanyalah rasa sayangnya terhadap adiknya.



Bryan Gong tersenyum,”Selain daripada adikku, aku kini juga suka mencubit wajahmu.”




Bryan Gong menggelengkan kepalanya,”Tidak, selain daripada dirimu, aku bahkan tidak memiliki keinginan untuk melirik gadis lainnya.”



Perasaan Sella Ji terkejut sejenak, jika demikian, apakah ia benar-benar tidak pernah tertarik dengan wanita lainnya dalam tiga tahun ini?



Bryan Gong sepertinya sudah membaca isi hatinya, ia kemudian mengedipkan matanya,”Apakah kamu ingin bertanya kepadaku mengenai kehidupan percintaanku selama tiga tahun ini?”



Sella Ji benar-benar tidak ingin bertanya lebih jauh lagi, karena hal ini tidak adil baginya, ia mengerutkan bibirnya dan tidak berbicara lagi.



“Tidak pernah ada wanita selain daripada dirimu yang pernah masuk ke hatiku sebelumnya,”Bryan Gong menjawab serius pertanyaannya ini, disertai dengan tatapan yang penuh dengan keyakinan.



Perasaan Sella Ji benar-benar sangat tersentuh, ia berdiri dari posisi duduknya, berjalan ke sisinya, mengulurkan tangannya dan memeluknya, Bryan Gong terkejut sejenak karena inisiatifnya untuk memeluknya, namun ia kemudian memeluknya lebih erat lagi.



Sella Ji hanya ingin memeluknya, ia tidak berbicara karena perasaannya benar-benar sangat tersentuh hingga ia tidak tahu harus berkata apa lagi.



Bryan Gong tahu ia sudah tersentuh, ia kemudian perlahan menepuk bahunya dan menenangkannya,”Sudahlah, aku tahu kamu merasa sangat tersentuh.”

__ADS_1



“Maaf!” Sella Ji mengatakannya sekali lagi.



Bryan Gong langsung menggenggam wajahnya dan mengangkatnya dari bahunya,”Jangan ucapkan kata itu lagi, biarkan saja yang sudah berlalu itu berlalu! Semuanya baik-baik saja selama kini kamu sudah berada di sisiku.”



Di dalam restoran tersebut, kedua gadis trendi diam-diam mengambil foto kejadian ini, wajah mereka bahkan dipenuhi ekspresi benci dan kesal, mereka tentu saja adalah saudari-saudari baik dari Christy Lan, tidak disangka bahwa mereka akan bertemu dengan Bryan Gong dan Sella Ji berpelukkan saat mereka sedang menikmati the.



Terutama ketika Sella Ji baru saja berinisiatif untuk berdiri, lalu memeluk Bryan Gong dengan erat dan tidak malu di depan hadapan orang banyak, hal ini benar-benar membuat mereka merasa sangat kesal.



“Kita harus mengirimkannya kepada Christy, supaya ia tahu seberapa memalukan wanita ini, beraninya ia menggoda Bryan Gong di depan hadapan banyak orang, benar-benar membuat para kaum wanita merasa malu.”



“Betul! Kita harus membiarkan Christy menghabiskannya.”



Kedua gadis itu mendekat dan bergumam, semuanya berisi tentang rasa iri dan kesal mereka terhadap Sella Ji, lagipula Bryan Gong benar-benar sangat tampan, mereka benar-benar merasa sangat goyah melihatnya, mengapa ia bisa memikatnya seperti itu?



Bryan Gong menggandeng Sella Ji keluar dari restoran, dua gadis yang berada di belakang mereka itu sudah mengirimkan rekaman mereka kepada Christy Lan.



Christy Lan kini sedang bermain di klub, ia tidak menyangka bahwa ia tiba-tiba kana menerima rekaman seperti ini ketika ia sudah bersusah payah mendapatkannya, ia benar-benar kesal hingga ia hampir saja membanting ponselnya.



Rekaman itu diambil dari jarak yang cukup jauh, sehingga ia tidak bisa mendengar pembicaraan Bryan Gong dan Sella Ji, namun ia dapat melihat setiap ekspresi dan gerakan mereka, ia dapat melihat Bryan Gong mencubit wajahnya, melihat Sella Ji terpaku melihat Bryan Gong tersenyum, bahkan melihatnya berdiri dan memeluk erat Bryan Gong.



Bagi Christy Lan, Sella Ji yang murahan ini sedang menggoda Bryan Gong.



Hmm! Sepertinya ia benar-benar harus membiarkan Sella Ji merasakannya, ia berkata bahwa ia hanya menuruti keinginan keluarganya, tetapi di sisi lainnya ia akhirnya bersama dengan Bryan Gong tanpa mempedulikan ibunya, benar-benar terlalau jijik,



Tatapan Christy Lan dipenuhi rasa benci, ia pun kemudian mengepal erat tangannya.



Sella Ji baru saja kembali ke ruang kerjanya, tetapi Manajer Departemen Humas langsung meneleponnya dan menyampaikan bahwa Jayce Ji menolak untuk merekrut Gaby Ou, Sella Ji pun terkejut mendengarnya.



“Apa? Apakah kakakku sendiri yang berkata kepadamu untuk tidak merkerutnya?”



“Betul! Nada bicara CEO Ji bahkan terdengar sangat yakin.”



“Apakah kakakku mengucapkan alasannya?”


__ADS_1


“Tidak! Jadi kamu kini masih harus merekrut lagi, Nona Ji, aku hanya ingin menyampaikannya kepadamu, ini saja dahulu,”Manajer Departemen Humas kemudian memutuskan panggilannya. Sella Ji benar-benar tidak mengerti, mengapa kakaknya itu menolak Gaby Ou dengan sendirinya?


__ADS_2