
Setelah selesai makan malam, Bryan Gong bertanya kepadanya, “Bisa berenang?”
Sella Xia segera menggelengkan kepalanya, “Tidak bisa, tidak pernah sama sekali.”
“Kalau begitu hari ini kamu mempunyai satu guru, kamu perg ke kamar carilah pakaian renang, gunakan, lalu turun kemari.” Ucap Bryan Gong padanya.
Sella Xia merasa sedikit gugup melihatnya, “Kamu bisa mengajariku?”
Bryan Gong tersenyum, “Selain aku, kamu ingin siapa lagi yang mengajarimu?”
Wajah Sella Xia tampak merah merona, selain dia, dia tidak akan perlu orang lain untuk mengajarinya, dia berbalik badan dan malu-malu, “Kalau begitu aku pergi ganti baju dulu.”
Bryan Gong melihat dia tampak senang, tatapannya pun ikut tersenyum, senyum tanda dalam asmara.
Bryan Gong juga kembali ke kamarnya untuk ganti pakaian renang, cuaca hari ini kebetulan cocok untuk berenang.
Sella Xia benar-benar tidak ingat kalau di sini ada baju renang, tetapi, dia mencarinya, dan menemukannya, dibeli bersamaan ketika Bryan Gong membelikan dia baju, ukurannya pas di tubuhnya.
Sella Xia sudah ganti baju renang, berdiri di depan cermin, memandang dirinya sendiri dengan malu-malu, kalau dia tidak hati-hati dalam bergerak, lengan dan kakinya akan terekspos, dan dia akan diajari berenang oleh Bryan Gong.
Degup jantungnya berdegup kencang, bersama dengan pria ini, dia merasakan banyak kejadian yang terjadi untuk pertama kali baginya.
Maka itu, setiap kali mencoba segalanya yang untuk pertama kali, dia merasa sangat berarti.
Sella Xia mulai berpikir dia terlalu lama, tidak ingin membuat pria di bawah menunggu terlalu lama, dia segera membuka pintu dan keluar.
Menggunakan sepsang sandal, rambut panjang diikat menjadi bola, dua belah poni terjatuh di sebelah telinga membuat wajahnya tampak seperti telur angsa dan mempesona orang.
Bryan Gong sudah lama ganti baju renang dan menunggunya, tetapi, tubuhnya masih terbalut jubah mandi.
Sella Xia yang lupa menggunakan jubah mandinya merasa malu, membuatnya tidak bisa menatap mata Bryan Gong.
__ADS_1
Tatapan mata Bryan Gong terjatuh di tubuh Sella Xia, tatapan matanya menjadi gelap sesaat, sempat tidak bergerak beberapa lama, pandangannya sangat hangat.
Meskipun Sella Xia kurus, tetapi tubuhnya terlihat langsing, kulitnya putih salju dan lembut.
“Ayo!” Bryan Gong menjulurkan tangannya.
Sella Xia dengan malu-malu menjulurkan tangannya ke tangan Bryan Gong, digenggam eratlah oleh Bryan, ditarik menuju kolam renang.
Saat ini, menjelang pukul tujuh malam, tetapi di air di kolam masih memantulkan cahaya matahari, airnya hangat tidak ada rasa dingin yang menusuk, membawa kehangatan bagi kedua orang itu.
Sekelilingnya ada lampu redup, membuat air di kolam memantulkan cahaya dengan indah, tampak di dasar kolam ada garis-garis, sangat memukau.
Bryan Gong melepas tangannya, berjalan kea rah kursi malas, melepas jubah mandinya.
Sella Xia di sebelahnya merasa ikut malu, tapi dia juga tidak tahan untuk diam-diam mengintipnya.
Hanya terlihat dari pertemuan cahaya bulan dan lampu, melihat tubuh Bryan Gong seperti emas, garis-garis ototnya sempurna, bukan berlebihan, tetapi memang seperti penuh dengan kekuatan.
“Cukup tenang saja.” Bryan Gong ahli dalam hal ini, setelah berbicara, dia berjalan ke tepi kolam, melihatnya melompat ke dalam air, di bawah sinar lampu, dia tampak seperti ikan duyung pria, dengan cepat sampai di sisi seberang.
Ini membuat kaget Sella Xia yang melihatnya dari tepi kolam, dan merasa khawatir.
Bryan Gong keluar dari air, rambutnya terarah ke belakang kepala, wajahnya y ang tampan tertutup air, tampak seksi menggoda.
Sella Xia menatapnya dengan gugup, saat ini, ketika dia menghela nafas, dia terpesona dengan sosok pria itu, dia menyempitkan matanya, tampak bengong.
Bryan Gong melihatnya, dia pun melambaikan tangannya , “turunlah.”
“Aku… Aku tidak berani…” Sella Xia mana berani! Dan lagi kolam disini tidak seperti di rumah orang lain, ada tempat dangkal dan dalam, kolam di sini tampak sangat dalam.
Jika dia masuk ke air, bukankah akan langsung tertutup oleh air?
__ADS_1
Bryan Gong berkata padanya, “Mendekatlah kemari, aku melindungimu.”
Sella Xia pun berjalan mendekatinya, kemudian, mencoba airnya, dia membutuhkan keberanian lebih besar untuk masuk ke dalam air.
Bryan Gong berdiri dalam air, melihat Sella Xia, tatapan matanya tampak menunggu, “Turunlah, aku tidak akan membiarkanmu kenapa-kenapa.”
Sella Xia mendengar perkataan itu, melihat tatapan matanya, tiba-tiba rasa takut dalam hatinya hilang, dia percayakan tubuhnya sepenuhnya kepada Bryan Gong.
Bahkan jika dia terjatuh dalam air dan tersedak, dia tidak takut.
“Kalau begitu aku turun.” Selesai Sella Xia berbicara, dia menarik nafas dan melompat ke air, tubuhnya yang ramping itu bisa menimbulkan cipratan air yang tidak kecil.
Bryan Gong segera mengeluarkan dia dari dalam air, Sella Xia di dalam air kehilangan tenaga, ternyata kakinya tidak menyentuh dasar, dan dengan insting dia memegang erat leher Bryan Gong, dan melekat dengannya.
Bryan Gong demi menghilangkan ketakutannya, memeluknya sejara memanjang, membuat dia terbiasa dengan suasana dalam air.
Dua orang dari kenal hingga sekarang, hanya sekarang ada kesempatan paling intim.
Sella Xia sedikit tersentak, jarak dua orang sangat dekat, sampai bayangan masing-masing terlihat di bola mata, dada Bryan Gong juga berdegup di depan Sella Xia, dan Bryan pun melihat bibir Sella Xia yang merah muda itu.
Dia memilika keinginan, dan juga pemikiran……
Dia ingin menciumnya, melihat apakah bibirnya selembut yang dipikirkan olehnya.
Sella Xia juga mengetahui pikiran Bryan Gong, matanya tersenyum, tidak menghindari, menunggu ciumannya datang.
Bryan Gong melihat matanya tersenyum, dia mengetahui Sella sudah setuju, dia merendahkan tubuhnya bersiap untuk menciumnya.
Tetapi, pada saat ini, terdengar suara gonggongan kecil, kemudian Sella dan Bryan melihat ke atas, melihat seekor anjing besar melompat, kemudian tercebur dan menyebabkan cipratan air yang besar.
Cipratan itu mengenai pria dan wanita yang berpelukan, Bryan pun berteriak dengan kesal, “Hero…”
__ADS_1
Hero sangat bahagia di air, mengelilingi mereka, benar-benar tidah tahu dirinya mengacaukan momen berharga majikannya. Suasana benar-benar hancur dibuat oleh anjing itu, Sella Xia kembali fokus dan merasa sedikit malu.