Kisah Asmara Bryan

Kisah Asmara Bryan
Kesalahpahaman


__ADS_3

Pertemuan antarmanusia memang sekonyol itu, dunia sangat luas, tetapi mereka ternyata muncul di sebuah restoran yang sama.



Tuhan pasti sengaja!



Tatapan Sella Ji yang gugup itu tidak sengaja terpaku pada tatapan Bryan Gong yang sedang tersenyum, dalam sekejap, mereka saling bertatapan diantara jarak beberapa meter.



Namun mereka dapat melihat rasa kejut dalam tatapan sesame, Sella Ji berusaha keras untuk menenangkan diri, ia hanya merasa sepasang kekasih yang berada di depan hadapannya itu benar-benar terlalu menusuk mata.



Seorang gadis menawan terlihat sedang merangkul lengan Bryan Gong, tatapannya yang penuh kasih sayang itu terlihat jelas tidak ia sengaja, tetapi memang berasal dari dalam lubuk hatinya, lalu ditambah lagi dengan gerakannya yang baru saja mencubit wajahnya itu, apalagi kalau bukan sebuah pasangan?



Bryan Gong juga tidak pernah menyangka bahwa gadis yang baru saja ia temui secara tidak sengaja di acara perjamuan malam kemarin akan kembali ia temui di restoran dalam sekejap, benar-benar terlalu kebetulan.



Bryang Gong memasukka tangannya ke dalam sakunya tanpa ia sadari, lalu menatap gadis yang terkejut dan disertai tatapan yang sedikit bersedih itu, ia kira, ia pasti sudah melihat pemandangan ketika ia mencubi pipi adiknya sebelumnya! Sella Ji menundukkan tatapannya, kemudian berlari cepat melintasi samping mereka, hatinya beanr-benar terasa seperti ditusuk pisau, melihat ada wanita lain di sisinya, melihat rasa cintanya terhadap wanita lain, ia sudah pernah merasakan semua ini sebelumnya, ia juga tahu, pada saat ia memanjakan seseorang, orang tersebut pasti akan sangat bahagia, sangat manis.





Namun, semua itu kini bukan lagi miliknya.



Sella Ji berlari ke dalam mobil dan mengambil ponselnya, tetapi ia merasa sedikit takut untuk kembali ke restoran, merasa sedikit takut melihatnya bermesraan dengan wanita lain.



Namun, ia tidak boleh membiarkan dirinya bergerak mundur begitu saja, ia terus berkata kepada dirinya sendiri, masa lalu adalah masa lalu, semuanya hanya akan sia-sia jika ia terus terjerat, ia kini juga sudah seharusnya menjalani kehidupannya sendiri dengan baik.



Sella Ji menghirup nafas yang sangat dalam, lalu mengangkat kakinya dan melangkah menuju ke arah restoran.



Di dalam restoran, Bryan Gong dan Beatrix Gong duduk di tempat duduk di samping jendela, Beatrix Gong tidak menyadari apapun, karena semua perhatiannya tertuju kepada makanan, ia mendapat kabar bahwa es krim disini sangat terkenal, ia tentu saja harus datang untuk mencobanya.



“Kak, ayo pesan makanan! Aku benar-benar sudah sangat lapar,”setelah selesai berbicara, Beatrix Gong langsung menutup mulutnya dan tersenyum,”Tidak, aku sekarang tidak bisa memanggilmu sebagai kakak, aku seharusnya memanggil namau, Bryan... Hehe...”



Setelah selesai berbicara, ia pun kembali menutup mulutnya dan tersenyum.


__ADS_1


“Benar-benar tidak tahu sopan santun,”Bryan Gong mengomentarinya, tetapi tidak mempersulitnya.



Tatapan Bryan Gong tertuju ke arah Jayce Ji yang sedang duduk di ruang tengah, ia terlihat terus menjawab panggilannya, juga tidak menyadari dirinya, ekspresi wajah Bryan Gong terlihat sedikit mendingin, dia ternyata juga datang bersama dengannya ke restoran seperti ini.



Sepertinya, semuanya benar-benar seperti apa yang ia pikirkan, dia dan lelaki ini hanya menyebut diri mereka sebagai kakak adik, tetapi mereka sebenarnya memiliki hubungan pasangan yang sangat ambigu!



Tatapan Bryan Gong terlihat bergemilang, namun disertai dengan sedikit perasaan kecewa yang tidak terlihat, Beatrix Gong yang duduk di seberangnya terlihat sedang bertanya mengenai sajian kepada sang pelayan, bahasa Inggris yang tepat, wajah yang menggemaskan, hingga membuat pelayan tersebut menjawab setiap pertanyaannya dengan penuh kesabaran.



Beatrix Gong bertanggung jawab untuk memesan makanan, Bryan Gong sudah mempercayainya kepadanya karena ia sudah mengetahui semua kesukaannya.



Pada saat ini, BryanGong melihat Sella Ji yang baru saja melangkah masuk, ketika ia berjalan msuk, tatapannya terlihat mencari sesuatu di sekeliling restoran, ketika ia berpaling melihat ke arah meja di samping jendela, tatapan mereka pun saling bertemu.



Ia gugup sejenak, namun ia tetap menganggukkan kepalanya dengan sikap sopan terhadap seorang teman, ia tentu saja akan berjalan ke arah meja Jayce Ji, setelah ia duduk, ia kemudian menyadari bahwa tempat duduknya ternyata berseberangan dengan meja Bryan Gong.



Jadi, selama ia hanya mengangkat sedikit tatapannya, maka tatapannya akan langsung bertemu dengan tatapan Bryan Gong.




Namun, Sella Ji dapat merasakan rasa kasih sayangnya dan kesabarannya terhadap gadis ini, sekalipun gadis itu memiringkan kepalanya untuk berpikir, lalu sesekali menyampaikan sesuatu kepada sang pelayan, namun tatapannya tetap saja terlihat penuh kesabaran, bahkan kelembutan.



Perasaan Sella Ji langsung terjatuh, mungkin hanya dirinya sendiri yang masih belum juga bergerak keluar dari perasaan tersebut selama tiga tahun ini, namun ia sudah menemukan orang yang dapat menggantikan posisi yang sebelumnya menjadi miliknya sejak awal, jadi mengapa ia tetap saja bersikap keras hati!



Ia sudah seharusnya merelakannya.



Jayce Ji memalingkan kepalanya dan melihat menuju ke arah tatapannya yang terus tertuju kepada meja itu, ia terkejut sejenak, ia tidak menyangka bahwa Bryan Gong ternyata juga berada di tempat ini.



“Apakah kamu ingin pergi menyapanya sejenak?” Jayce Ji bertanya kepadanya.



Sella Ji menggelengkan kepalanya, lalu mengerutkan bibirnya dan tersenyum,”Tidak perlu.”



Jayce Ji juga baru saja melihat gadis muda yang sedang duduk di hadapan Bryan Gong, dari segi pandanga seorang lelaki, Bryan Gong memang bersikap sangat baik pada gadis tersebut, bahkan para tamu yang datang ke restoran ini umunya adalah sepasang kekasih, karena suasana tempat ini cocok sekali untuk para kekasih.

__ADS_1



Tatapannya terhadap wajah Sella Ji terlihat sedikit tersakiti, ia berharap ia dapat melihat semua ini dengan perasaan yang tenang, Jayce Ji memiliki posisi yang sama dengan Bryan Gong, ia lebih sering menganggap Sella Ji sebagai adiknya.



Sella Ji sudah menjadi orang yang patut ia pertanggungjawabkan, ia tidak akan melepaskan tanggung jawabnya sedikitpun seumur hidupnya.



Sella Ji juga berusaha untuk tidak melihat ke arah Bryan Gong, ia khawatir ketenangannya akan hilang jika ia terus melihatnya, ia khawatir tatapannya akan terlihat iri, ia khawatir ia tidak bisa mengendalikan rasa sakit hatinya.



Walaupun ia memang benar-benar merasa sangat sedih.



Tatapan Bryan Gong juga sedikit tertuju ke arah meja Jayce Ji, Sella Ji sedang menundukkan kepalanya dan membaca menu makanan, Jayce Ji sedang melipatkan kedua tangannya, menurunkan dagunya, sisi wajahnya terliaht tampan, tatapannya terlihat jelas tertuju ke arah Sella Ji.



Bryan Gong harus mengakui bahwa Jayce Ji memang lelaki yang sangat beraura, walaupun ia sedang menunggu Robert Ye memberikan dokumen yang lebih detil mengenai dirinya, namun ia mempunyai firasat bahwa lelaki ini bukanlah lelaki dengan latar belakang keluarga yang biasa saja, ia pasti merupakan seorang lelaki yang cukup sukses.



Bagaimana lelaki seperti ini mungkin ditolak oleh kaum wanita?



Beatrix Gong yang sudah selesai memesan makanannya itu mulai menyandarkan pipinya dan menunggu makanan, matanya yang bulat itu tertuju ke arah Bryan Gong yang duduk di depannya, ia kemudian mulai sembarangan berbicara lagi,”Kak, apakah kamu mungkin menyukai lelaki!”



Bryan Gong yang sedang mencicipi anggur merah langsung tertegun, wajah tampannya terlihat sedikit tidak nyaman, ia lalu menatapnya tajam,”Jangan sembarangan menebak, aku ini sangat normal, sepertinya kamu ini sudah membaca terlalu banyak novel, ya?”



Beatrix Gong tersenyum,”Mengaap kamu tahu aku senang membaca novel seperti itu? Sejujurnya, aku sangat mengerti hal ini, orang yang saling mencintai mungkin saja tidak akan mempedulikan jenis kelaminnya lagi! Semuanya baik-baik saja selama ada rasa cinta!”



Bryan Gong mengulurkan tanganya dengan kesal, ia ingin mengetuk kepalanya, tetapi Beatrix Gong langsung bersandar pada sofa dan tertawa,”Kamu tidak akan bisa memukulku.”



“Jangan baca novel seperti itu terlalu banyak, fokuskan pikiranmu pada pendidikanmu,”ucap Bryan Gong mengajarinya. Beatrix Gong mengedipkan matanya, lalu menggembungkan pipinya dan berkata,”Siapa yang tidak mempunyai hobi! Bahkan hal ini saja ingin kamu atur.”



-----------------------



Terima kasih kepada para pembaca atas dukungan yang diberikan kepada author. Author mendoakan supaya para pembaca sehat selalu dan Tuhan selalu memberkati kalian dan keluarga kalian. Jika kalian suka buku ini, jangan lupa ya untuk di share ke teman kalian. Sukses selalu!



Bagi para pembaca yang ingin membaca buku berikutnya, silahkan di baca buku Signed The Contract & Get Married, ceritanya tak kalah menarik lo :))

__ADS_1


__ADS_2