
“Aku akan memberikan kesempatan padanya untuk memilih dari awal lagi.” Setelah Bryan selesai mengatakannya , saat ini, dari luar pintu terdengar suara ketukan pintu si pengawal, pengawal berjalan masuk sambil mengambil sebuah kiriman, “Tuan muda, kiriman untuk anda, sudah diselidiki, beberapa kotak kalung perhiasan.”
Bryan sedikit mengerutkan alis, dia menjulurkan tangan dan mengambilnya , lalu membukanya, didalamnya itu semuanya ialah barang yang ia berikan pada Sella, seberapa banyak yang ia berikan, ia juga sudah lupa, ia hanya tahu semua ini ialah yang diberikan nya kepada Sella.
Dan juga masih ada sepucuk surat, ketika Bryan membukanya, Rico pun pergi dengan sendirinya, keluar bersama dengan pengawal, lalu menutup pintunya.
Bryan melihat surat itu, tulisan yang indah, ialah ditulis oleh Sella.
Sapaan di pembuka, sudah berubah menjadi Tuan Muda Gong, sapaan yang begitu menyakiti seseorang.
Setelah Bryan membacanya, ia meremuknya dalam tangan,urat hijau di keningnya sedikit mengetat, tak disangka ternyata Sella mengembalikan semua milik Bryan kembali, dan juga mau mengembalikan semua uang diantara mereka, diatas ia meminta agar Bryan memberinya sebuah rekening, dan Sella akan selalu mentranfer uang ke sana, sampai uang ini terlunasi.
“Hm! Uang dan perhiasan boleh kamu kembalikan pada ku, namun semua perasaan yang aku korbankan, bisakah kamu mengembalikannya pada ku?” Bryan bergumam dan mengutuk.
Tapi, yang menjawabnya, hanya lah sebuah keheningan.
Sella pulang ke rumah, melihat ibunya yang berbaring di atas kasur dan tidak mengatakan apapun, dia dengan perlahan duduk di depan kasurnya, menenangkannya berkata, “Ibu, jangan seperti ini.”
“Sella, sejujunya, aku berharap bisa mengandalkan mu untuk hidup dengan baik disisa hidup ku, namun, kamu ternyata mendorong pergi seorang dewa rezeki yang baik, kamu katakan, apa yang sebenarnya kamu pikirkan!”
Sella mendengar perkataan sang ibu, dia benar-benar merasa tidak enak, ia menggeleng-gelengkan kepala berkata, “Ibu, lebih baik kita lewatilah hidup kita sendiri! Jangan mengharapkan orang lain.”
“Bagaimana dikatakan tidak boleh berharap? Sekarang berapa banyak orang yang hidup dalam latar belakang keluarga yang miskin, namun sekali menikah dengan seseorang, dengan segera langsung melewati hidup yang berbeda, seperti reikarnasi kembali, kamu jelas-jelas juga mempunyai kesempatan ini, namun tak disangka kamu menyia-nyiakannya.”Dolores Xia benar-benar sangat marah.
Sella dengan tak berdaya menggeleng-gelengkan kepala, dengan penasaran bertanya kembali, “Ibu, lantas saat itu kenapa kamu tidak menikah?”
Dolores langsung tertegun, menghadapnya dan berkata, “Bukan kah aku melahirkan mu? Aku mempunyai seorang putri, bagaimana aku bisa menikah dengan seseorang? Lagi pula, jika aku menikah , bagaimana dengan mu? Aku juga khawatir kamu bisa direndahkan dan dibenci oleh orang lain.”
Dalam hati Sella muncul rasa hangat, mungkin ibu sedikit egois dan serakah, namun masih saja bisa membuat nya merasa nyaman.
Dia dari sisinya memeluk Dolores, “Ibu, kita berdua hidup dengan baik ok? Lewat beberapa hari kita akan pergi, lepaskan semua yang ada disini, kita mulai hidup dari awal.”
Dolores terhadap lingkaran pertemanan ini, lingkaran sosial,juga lelah untuk mengatasinya, karena ia merasa masa lalu nya sudah hampir tidak bisa disembunyikan lagi, terutama setelah Nando Li datang, hatinya terus merasa tidak tenang.
Saat ini, mendengar putrinya menyarankan seperti ini, dia benar-benar ingin meninggalkan tempat ini, mencari sebuah tempat dimana tidak ada orang yang kenal dengannya, memulai hidup dari awal.
__ADS_1
“Aku bertanya pada mu, apakah kamu dan Bryan benar-benar tidak ada kesempatan untuk bersama lagi?”
Sella dengan serius menatap matanya, “Benar, kami sudah tidak mempunyai kesempatan.”
Dolores melihat putrinya, lalu bertanya 1 pertanyaan lagi, “Lalu kamu dan dia melakukan itu tidak ...... sampai ke tahap terakhir?”
Sella menyadari maksud ibunya, wajahnya tersipu malu, dengan ringan ia menggelengkan kepala, “Tidak ada!”
“Baguslah! Setidaknya kamu masih belum dimanfaatkan terlalu banyak olehnya! Dimana perhiasan-perhiasan itu?”
“Sudah ku kembalikan padanya.”
“Kembalikan apa! Dia memberikannya pada mu, sudah menjadi milik mu, kamu tidak mengembalikannya juga tidak apa-apa.”Dolores langsung mengeluh.
Sella melihatnya, tidak berkata apa-apa, ibu dan dia, bukanlah orang yang mempunyai kepribadian yang sama, ada kalanya, dia sangat curiga, apakah dirinya benar-benar anak kandung dari ibunya?
Sella kembali ke kamar, berencana untuk merapikan barang-barangnya, saat ini, handphonenya pun berdering.
Sella juga tidak berani tidak menjawab panggilannya, dia duduk di atas kasur dan mengangkatnya
“Halo!”
“Sella, urusan nya sudah dilakukan sampai mana?”
“Aku sudah mengatakan putus dengan Bryan, apakah kamu sekarang sudah bisa menghapus barang-barang ibu ku?”
“Benar kah? Lalu bagaimana respon Kak Bryan?”
“Aku melakukan sesuai yang kamu katakan, aku mau kamu melakukan apa yang kamu janjikan.”Sella tidak ingin berkata terlalu banyak.
“Tentu saja aku bisa memenuhinya, asalkan kamu tidak berada di sisi Kak Bryan, masalah ini, menutup erat mulutku, sampai aku mati.”
Sella tidak tahu harus percaya padanya atau tidak, namun kekejaman Christy, dia sudah pernah melihatnya.
__ADS_1
“Lebih baik kamu penuhi apa yang kamu katakan.” Sella menggigit bibir dan mengatakannya.
“Hm! Meksipun tidak sesuai dengan yang dijanjikan, kamu juga tidak bisa berbuat apa-apa pada ku bukan! Sudahlah, aku akan memenuhi apa yang aku katakan.” Christy disana tertawa.
“Jika tidak ada urusan, jangan telepon aku lagi .”Sella tidak ingin mengangkat teleponnya.
Christy disana sudah menutup telepon, dia yang saat ini, sedang berada di rumah, dia mendengar Sella sudah meminta untuk putus, maka saat ini ialah saat dimana Bryan paling lemah, dan jika dia pada saat ini bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menenangkannya, tinggal disisinya, maka bukankah dia akan mempunyai lebih banyak kesempatan kah?
Christy segera berjalan ke lemari baju, memilih pakaian, lalu bersolek dengan dandanan sederhana dan pergi mencari Bryan, kebetulan ia bisa mencari sebuah alasan untuk pergi kesana.
Kemarin kakak memberinya sebuah barang yang sama dan berkata mau memberikannya pada Bryan, sampai saat ini masih di rumah, saat ini, kebetulan bisa mengganti kakak pertamanya yang sedang dinas untuk memberikannya pada Bryan.
Dalam vila.
Bryan duduk di atas sofa, tidak makan dan juga tidak minum, juga tidak berbicara, Rico sudah menyuruh koki untuk mengantarkan sarapan sebanyak 2 kali, namun ia masih saja tidak menyentuh sumpit nya.
Akhirnya pun dikeluarkan.
Rico juga tidak tahu bagaimana membujuknya untuk makan lagi, ketika dia berjalan masuk dan bersiap untuk menasehatinya lagi, melihat wajah tampan Bryan memerah, sepertinya merah yang sedikit tidak alami.
Dia langsung dengan terkejut berjalan kemari, memegang keningnya , dengan terkejut berkata, “Tuan muda, anda sedang demam tinggi! Cepat, aku mengantar mu ke rumah sakit.”
Bryan juga tidak tahu dirinya sakit, kepalanya begitu berat, namun dia tidak ingin bergerak.
“Tuan muda, cepat berdiri, aku mengantar mu ke rumah sakit.”
“Paman He, antar aku ke rumah sakit, lalu kamu suruh lah seseorang untuk menjemput Sella kemari, katakan, aku di rumah sakit, aku mau dia datang menjaga ku.” Bryan menggenggam tangannya, dan memberikan perintah.
Rico tercengang, tuan muda ini mau menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan Sella kah?
“Untuk apa kamu seperti ini?”
“Aku ingin melihat responnya, aku ingin membuktikan aku di hatinya, melampaui cinta pertamanya.”Bryan mengatakannya dengan keras kepala.
__ADS_1
“Baik! Aku berjanji pada mu! Aku akan menyuruh orang untuk menjemputnya! Dan mengatakan kamu sakit parah, agar dia datang menjenguk mu.”Rico dengan pasrah berkata. Mendengar Rico menjawab seperti ini, barulah Bryan menurut dan berdiri, berencana untuk pergi ke rumah sakit pribadi Gong’s Corp!